Share

Bab 193

Penulis: Lalita
Namun, belakangan ini terlalu banyak kejadian yang menimpa Grup Thamnin. Sebagai manajer umum perusahaan, dia harus memprioritaskan urusan perusahaan.

Rhea sama sekali tidak merasa kecewa, dia mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Nggak ada yang kuinginkan, nggak beri hadiah pun nggak masalah."

Jerico mengerutkan keningnya dan berkata, "Kalau begitu, aku akan menyiapkan hadiah sesuai ideku sebelumnya, ya?"

"Oke."

Suasana di antara kedua orang itu berubah menjadi hening. Jerico menundukkan kepalanya, menatap wajah cantik wanita itu. Dia berharap Rhea akan berpesan padanya untuk berhati-hati sebelum dia berangkat dinas, sama seperti dulu. Namun, wanita itu hanya mengalihkan pandangan ke bawah tanpa menunjukkan tanda-tanda akan berbicara.

Pada akhirnya, dia sendiri juga tidak berharap lagi.

"Masih ada sedikit pekerjaan yang perlu kuselesaikan, kamu beristirahatlah lebih awal."

Selesai berbicara, dia langsung berbalik dan pergi.

Sekembalinya ke ruang baca, saat baru saja duduk, d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 194

    "Baik!"Tio menoleh menghadapnya, tampak agak ragu untuk bicara."Ada urusan apa lagi?""Bukan hal besar ... hanya saja ... ulang tahun Nona Rhea sudah hampir tiba, perlukah aku menyiapkan hadiah untuknya?"Arieson mengerutkan keningnya, menatap sekretarisnya itu dengan tatapan tidak senang."Apa hubungannya ulang tahunnya denganku?"Tio buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nggak ada ....""Kelak hal-hal yang berkaitan dengannya, nggak perlu laporkan lagi padaku. Dalam urusan bisnis, dia hanyalah seorang karyawan yang dikirim oleh Perusahaan Farmasi Yagin kemari. Dalam urusan pribadi, dia adalah istri keponakanku. Kami harus menjaga jarak."Tio menundukkan kepalanya dan berkata, "Baik, Pak Arieson. Aku sudah mengerti."Maudi pulang ke rumah dengan diliputi amarah menggebu-gebu. Setelah Gilbert Tessa, ayah Maudi tahu Rhea tidak setuju untuk membantu, dia langsung memarahi Maudi dan meminta putrinya untuk menemui Rhea lagi hingga Rhea setuju untuk membantu.Hati Maudi diliputi

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 195

    Dia bergegas berlari menghampiri Weni. Karena terlalu panik, dia langsung terjatuh tepat di samping sabahatnya itu.Mata Weni tertutup rapat, pakaiannya terlihat compang-camping seperti dirobek orang, bahkan ada bekas tamparan di wajahnya.Melihat darah segar yang merembes dari bawah tubuh Weni, akhirnya Rhea baru tersadar untuk memanggil ambulans. Dengan tangan gemetaran, dia mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya. Setelah mencoba untuk menekan nomor di ponselnya beberapa kali, akhirnya dia baru berhasil menekan tombol yang benar.Begitu panggilan telepon terhubung, dengan nada bicara panik, dia mengatakan ada orang yang terjatuh dari gedung. Hingga orang di ujung telepon menanyakan di mana dirinya saat ini, dia baru menyebutkan alamatnya dengan nada bicara terisak.Setelah mengakhiri panggilan telepon itu, Rhea tidak berani menyentuh Weni lagi. Sekujur tubuhnya gemetaran, bulir-bulir air mata terus bercucuran membasahi pipinya.Weni datang ke sini demi merayakan ulang tahunnya. Kal

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 196

    Sorot mata Arieson langsung berubah menjadi muram. Dia berkata dengan dingin, "Kalau begitu, periksalah rekaman kamera pengawas di sekitar hotel.""Baik, aku mengerti."Setelah mengakhiri panggilan telepon, begitu Arieson berjalan kembali ke sisi Rhea, Rhea sudah berkata dengan suara serak, "Bagaimana? Apa sudah jelas apa yang terjadi?""Untuk sementara ini masih belum, tapi seharusnya nggak akan memakan waktu lama."Rhea mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Paman, hari ini terima kasih banyak. Sekarang juga sudah larut, kamu pulang saja dulu, aku akan berjaga di sini sendiri."Arieson menundukkan kepalanya, melirik wanita itu sekilas. Wanita itu tampak sedang menundukkan kepala, kedua tangannya terkepal erat, tubuhnya masih gemetaran.Setelah terdiam sejenak, dia memutuskan untuk duduk di samping Rhea."Aku akan menemanimu."Rhea tidak mengucapkan sepatah kata pun lagi, dia hanya menundukkan kepalanya, berdoa agar Weni baik-baik saja.Tak lama kemudian, set

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 197

    Sorot mata Arieson berubah menjadi luar biasa dingin. Dia menatap Citra dengan tatapan seperti ingin membunuh orang.Ditatap seperti itu oleh Arieson, Citra diliputi perasaan bersalah. Namun, mengingat putrinya masih berbaring di dalam ruang ICU sekarang, bahkan belum bisa dipastikan masih bisa sadar kembali atau tidak, amarah langsung menyelimuti hatinya."Pak Arieson, biarpun kamu akan menyerangku, aku juga nggak takut. Lagi pula, putriku sudah menjadi seperti ini. Aku hidup juga nggak ada artinya lagi!"Rhea segera melangkah keluar dari belakang Arieson. Dia mendongak menatap pria itu dan berkata, "Paman, Bibi Citra adalah ibu Weni. Weni mengalami kejadian seperti ini, wajar saja dia sangat marah. Aku baik-baik saja."Handoko menatapnya, lalu mendesah dan berkata, "Nona Rhea, sebaiknya kamu pulang dulu. Kalau kondisi Weni sudah membaik, aku akan memberitahumu."Walaupun Rhea ingin tetap berada di sini, tetapi dia juga tahu kalau dia tetap berada di hadapan Handoko dan Citra, hanya a

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 198

    Sorot mata Arieson berbuah menjadi muram. "Belum, kamera pengawas hotel sudah dirusak. Aku sudah meminta Tio untuk memeriksa rekaman kamera pengawas di sekeliling hotel. Malam ini yang paling penting adalah beristirahatlah dengan baik. Adapun mengenai hal-hal lainnya, besok pagi baru kita bicarakan lagi.""Aku mengerti, terima kasih, Paman.""Nggak perlu berterima kasih. Walau mungkin sekarang kurang cocok untuk mengatakan kalimat ini, selamat ulang tahun, ya."Rhea tertegun sejenak, lalu berkata dengan suara rendah, "Terima kasih."Kalau Weni tidak bisa bangun lagi, mungkin hari ulang tahunnya di masa mendatang, dia tidak akan merasa bahagia lagi."Pergi istirahatlah.""Hmm."Rhea masuk ke dalam kamar tidur. Dekorasi di dalam kamar tidur juga tidak ada bedanya dengan ruang tamu, hanya ada tiga warna, yaitu hitam, putih dan abu-abu.Aroma samar menyelimuti kamar tidur tersebut. Rhea tidak bisa membedakan aroma apa itu, dia hanya merasa cukup wangi.Selesai mandi, dia berbaring di atas

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 199

    Rhea menggigit bibir bawahnya dengan kuat, hingga aroma darah mulai menguar dalam mulutnya, dia juga masih enggan melepaskannya.Beberapa saat kemudian, dia baru berkata dengan dingin, "Jerico, apa hanya ini trik yang kamu punya?!""Kamu yang memaksaku. Aku hanya ingin tahu kamu pergi ke mana tadi malam, hanya itu saja. Kamu nggak bersedia memberitahuku, itu hanya akan membuatku merasa kamu merasa bersalah."Rhea menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan penuh penekanan, "Tadi malam aku menginap di rumah pamanmu."Sontak saja ucapannya ini langsung membuat orang di ujung telepon terdiam, suasana menjadi sangat hening dan menyesakkan.Rhea bisa merasakan dengan jelas napas Jerico menjadi berat. Dia berkata dengan perlahan, "Tadi malam terjadi sesuatu pada Weni. Saat itu suasana hatiku sedang nggak stabil, seharusnya dia khawatir aku pulang ke rumah dan berpikiran macam-macam, jadi ...."Jerico mencibir dan berkata, "Jadi dia membawamu ke rumahnya? Rhea, jangan bilang padaku, di saa

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 200

    Di sisi lain, di rumah sakit, tak lama kemudian, Stella sudah menerima panggilan telepon dari Yurik. Setelah mengetahui Jerico memberikan donor ginjal itu pada ayahnya, dia sangat senang.Awalnya dia mengira masih butuh waktu sebelum Jerico menyetujui hal ini. Dia tidak menyangka pria itu setuju begitu cepat!Selanjutnya, dia hanya perlu mencari kesempatan untuk memberi tahu Rhea hal ini.Dia menundukkan kepalanya, mengusap-usap perutnya yang masih belum membuncit. Sorot mata penuh perhitungan tampak jelas di matanya.Sepanjang hari, Rhea sudah mencoba untuk menghubungi Jerico belasan kali, tetapi pria itu tetap tidak menjawab panggilan teleponnya.Sepertinya dia hanya bisa menunggu pria itu pulang dinas, baru menjelaskannya perlahan-lahan pada pria tersebut.Di dalam ruangan presdir.Sambil membawa dokumen, Tio mengetuk pintu dan berjalan memasuki ruangan. "Pak Arieson, kejadian tadi malam sudah ada sedikit petunjuk."Arieson meletakkan dokumennya, lalu mendongak menatap sekretarisnya

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 201

    Tak disangka saat Weni melompat turun, pelaku malah mencoba untuk menariknya, sampai-sampai menyebabkan kepalanya terbentur dan kehilangan kesadaran.Ekspresi Arieson langsung berubah menjadi muram sekaligus dingin. "Lemparkan dua orang itu ke kantor polisi. Adapun mengenai Maudi, bawa beberapa orang untuk menangkapnya, lalu antar dia ke hadapan Rhea. Biarkan Rhea yang menangani wanita itu sendiri."Begitu Maudi tiba di bandara, dia langsung dihentikan oleh orang-orang Keluarga Tessa.Dengan ekspresi muram, dia berkata, "Minggir, pesawat sudah hampir lepas landas!"Biasanya, kepala pelayan Keluarga Tessa yang memimpin sekelompok orang itu hanya mendengar ucapan Gilbert."Nona, Tuan memintaku untuk membawamu pulang.""Aku nggak mau pulang, aku mau ke luar negeri! Kalau kalian nggak minggir juga, jangan salahkan aku bersikap kasar padamu!"Namun, kepala pelayan itu menganggap ucapan sang nona seperti angin lalu. Dia mengedipkan matanya pada orang di belakangnya, yang segera maju untuk me

Bab terbaru

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 310

    Ekspresi Arieson langsung membeku. "Kapan kamu mengetahuinya?"Rhea berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Saat kamu pergi ke restoran pasangan dengannya."Keduanya terdiam. Saking heningnya, mereka bisa mendengar napas satu sama lain.Belasan detik kemudian, melihat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan bicara, Rhea langsung berbalik, membuka pintu mobilnya, berencana untuk masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.Tiba-tiba, Arieson menggenggam pergelangan tangannya."Rhea, salahku karena nggak memberitahumu hal ini. Maaf."Rhea menoleh menatapnya. Di bawah kegelapan malam, dia tidak bisa melihat ekspresi pria itu dengan jelas.Dia langsung menarik tangannya dan berkata, "Kalau kamu ingin balikan dengannya, aku bisa pindah malam ini juga."Arieson mengerutkan keningnya. "Aku nggak berencana untuk balikan dengannya. Aku nggak memberitahumu hal ini karena takut kamu salah paham. Aku tahu jelas orang yang kusukai sekarang adalah kamu."Rhea merasa ucapan Arieson agak konyol, di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 309

    Saat ini, Arieson sedang berjalan menghampirinya dengan perlahan sambil tersenyum.Namun, indranya yang tajam bisa merasakan saat ini suasana hati Arieson sangat buruk.Gerald menoleh, mengikuti arah pandang Rhea. Saat tatapannya bertemu dengan tatapan Arieson, secara naluriah dia menyipitkan matanya.Sepertinya pria ini memancarkan aura permusuhan yang sangat besar terhadap dirinya.Arieson langsung duduk di samping Rhea, lalu berkata sambil tersenyum, "Rhea, kamu makan bersama kakakmu, mengapa kamu nggak memberitahuku? Aku bisa datang bersamamu."Gerald juga mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, lalu berkata dengan sorot mata kebingungan, "Ini adalah?"Ditatap oleh dua orang pria pada saat bersamaan, Rhea mengerutkan keningnya. Saat dia hendak memperkenalkan mereka pada satu sama lain, Arieson sudah mengalihkan pandangannya ke arah Gerald sambil tersenyum."Halo, Tuan Gerald, aku adalah Arieson, pacar Rhea, juga presdir Perusahaan Teknologi Hongdam."Sorot mata Gerald berkedip, dia

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 308

    "Lama nggak bertemu."Gerald berjalan menghampiri Rhea, menundukkan kepalanya untuk menatap wanita itu. Dengan seulas senyum menghiasi wajahnya, dia berkata, "Hmm, lama nggak bertemu."Kalau dihitung-hitung, mereka berdua sudah tidak bertemu sekitar lima atau enam tahun, juga sangat jarang menghubungi satu sama lain, jadi Rhea merasa agak canggung."Ayo masuk dulu."Setelah duduk di dalam restoran dan memesan makanan, Rhea baru menatap pria itu dan berkata, "Mengapa kamu tiba-tiba berencana untuk mengembangkan kariermu di dalam negeri. Aku dengar dari Bibi Vani, gajimu di luar negeri cukup tinggi. Kalau kamu bekerja di sana beberapa tahun lagi, seharusnya kamu sudah bisa menetap di luar negeri, bukan?"Melihat sosok wanita yang sangat dirindukannya kini berada tepat di hadapannya, Gerald hampir melamun.Dia mengalihkan pandangannya dengan tenang, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku nggak terbiasa dengan makanan di luar negeri."Rhea agak terkejut, sangat jelas tidak terlalu percaya.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 307

    "Tuan Besar Thamnin, ada urusan apa kamu datang mencariku?"Melihat sikap Rhea yang tidak merendah, juga tidak arogan itu, Tuan Besar Thamnin mengerutkan keningnya, berkata dengan nada bicara arogan, "Sebut saja harganya, selama kamu bersedia melepaskan Sizur."Rhea menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh. "Kamu berencana memberi berapa?""Itu tergantung berapa yang ingin kamu minta. Kejadian itu sudah berlalu selama bertahun-tahun. Biarpun kamu benar-benar memasukkan Sizur ke penjara, aku juga punya cara untuk mengeluarkannya. Keras kepala nggak ada untungnya untukmu."Rhea bangkit, lalu berkata dengan nada bicara tanpa gejolak emosi, "Karena kamu sudah berbicara demikian, kita juga nggak perlu membicarakan hal ini lagi."Raut wajah Tuan Besar Thamnin langsung berubah menjadi sedingin es. "Apa maksudmu?""Nggak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa kita nggak akan bisa mencapai kesepakatan. Aku masih ada kerjaan, pergi dulu."Selesai berbicara, Rhea langsung berbalik dan pergi.M

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 306

    Arieson menatap wanita itu tanpa ekspresi dan berkata, "Erika, kamu bukanlah tipe orang yang akan memainkan trik-trik seperti ini."Tangan Erika yang terulur terhenti sejenak. Kemudian, dia menarik kembali tangannya, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Dulu kamu juga nggak akan menolakku.""Sudah kubilang, aku sudah punya pacar."Erika menatap pria itu, berkata dengan penuh penekanan, "Apa kamu mencintainya?"Melihat Arieson terdiam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, akhirnya Erika merasakan sedikit kepercayaan diri."Lihatlah, kalau kamu mencintainya, kamu pasti akan mengakuinya tanpa ragu."Arieson mengerutkan keningnya dan berkata, "Erika, aku nggak mengakuinya hanya karena nggak ingin menyakitimu."Senyuman di wajah Erika langsung membeku. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan suara rendah, "Walau kamu mencintainya, juga nggak masalah. Kamu pasti akan jatuh cinta kembali padaku."Awalnya Arieson ingin mengatakan dia tidak akan jatuh cinta kembali pada wanita itu, ka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 305

    Ucapan ini adalah bentuk isyarat yang sudah sangat jelas antara pria dan wanita dewasa.Arieson berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Sudah larut, nggak perlu lagi. Kamu istirahatlah lebih awal."Erika agak kecewa, tetapi dia tetap memaksakan seulas senyum, mengangguk dan berkata, "Oke, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya."Saat Arieson kembali ke vila, sudah jam sepuluh lewat malam.Dia baru saja berganti sepatu dan berjalan memasuki ruang tamu, pelayan sudah menghampirinya dan berkata, "Tuan Muda, malam ini Nona Rhea menunggumu pulang makan malam sangat lama. Pada akhirnya, dia langsung naik ke atas tanpa makan malam.""Oke, aku mengerti, kamu istirahat saja dulu.""Baiklah."Arieson menggulung lengan jasnya, lalu pergi ke dapur untuk membuat semangkuk mi dan membawakannya ke lantai atas.Mendengar suara ketukan pintu, Rhea mengira itu adalah pelayan vila. Dia segera bangkit untuk membuka pintu.Begitu melihat sosok bayangan yang tinggi di hadapannya itu, dia tertegun sejenak. Kem

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 304

    Kalau mereka bukan mengunjungi restoran pasangan, kalau mereka bukan duduk di sisi yang sama di meja makan, kalau Arieson tidak mengambilkan sayuran untuk wanita itu, mungkin ... dia masih bisa membohongi dirinya sendiri bahwa wanita itu adalah mitra Perusahaan Teknologi Hongdam.Dia mematikan layar ponselnya, menundukkan kepalanya, ekspresinya tampak muram.Saat dia melihat foto tersebut, dia sempat terdorong untuk menelepon Arieson, mempertanyakan pria itu. Namun, pada akhirnya dia tetap tenang kembali.Dia juga hanya memanfaatkan Arieson. Biarpun pria itu benar-benar menjalin hubungan tidak jelas dengan wanita lain, apa haknya untuk mempertanyakan pria itu?Lagi pula, bukankah dia juga tidak berencana untuk bersama pria itu selamanya?Ponselnya kembali berbunyi, Weni mengirimkan beberapa pesan untuknya.[Aku sudah meminta orang untuk menyelidiki wanita itu. Nama wanita itu adalah Erika Kilbis, cinta pertama Arieson. Setelah dia mendapatkan beasiswa penuh, dia pergi ke luar negeri un

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 303

    Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata dengan perlahan, "Nggak apa-apa. Kamu semalaman nggak pulang ke vila, aku hanya ingin menanyakan apa urusanmu sudah selesai ditangani."Orang di ujung telepon hening sejenak sebelum terdengar suara rendah Arieson. "Sudah hampir selesai ditangani, malam ini aku akan pulang."Tanpa Rhea sadari, cengkeramannya pada ponselnya makin erat. "Oke, kalau begitu nanti malam kita makan malam bersama.""Hmm, tunggu aku pulang."Setelah mengakhiri panggilan telepon, Arieson mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang tengah duduk di seberangnya sambil menangis. Dia berkata dengan dingin, "Erika, hubungan kita sudah berakhir, nanti aku akan memesan tiket pesawat untukmu."Pergerakan menyeka air mata Erika terhenti. Dengan berlinang air mata, dia menatap Arieson dan berkata, "Aku nggak mau! Kali ini aku sudah pulang, aku nggak berencana untuk pergi lagi."Arieson mengerutkan keningnya, hawa di sekelilingnya berubah menjadi sedingin es."Terserah k

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 302

    Arieson mengusap-usap kepalanya, berkata dengan suara rendah, "Nggak bisa membuatmu memercayaiku sepenuhnya, itu artinya aku masih kurang baik."Rhea mendongak, menatap pria itu. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba ponsel Arieson berdering."Kamu sudah mengubah nada deringmu?"Dulu Rhea sudah pernah mendengar nada dering ponsel Arieson, sepertinya berbeda dengan nada dering hari ini.Arieson tidak berbicara, dia mengambil ponselnya dan berjalan ke samping sebelum menjawab panggilan telepon tersebut.Tidak tahu mengapa, hati Rhea diliputi oleh kegelisahan, keningnya juga berkerut.Tak lama kemudian, Arieson sudah mengakhiri panggilan telepon itu, lalu berbalik dan berjalan menghampirinya."Aku ada sedikit urusan, perlu keluar sebentar, kamu tidur saja dulu."Selesai berbicara, dia berbalik, hendak pergi. Secara naluriah, Rhea menarik tangannya."Apa urusan itu sangat penting? Bisakah kamu tetap di sini untuk menemaniku ... aku ...."Rhea juga tidak tahu harus menggunakan alasan seperti

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status