Share

Bab 196

Penulis: Lalita
Sorot mata Arieson langsung berubah menjadi muram. Dia berkata dengan dingin, "Kalau begitu, periksalah rekaman kamera pengawas di sekitar hotel."

"Baik, aku mengerti."

Setelah mengakhiri panggilan telepon, begitu Arieson berjalan kembali ke sisi Rhea, Rhea sudah berkata dengan suara serak, "Bagaimana? Apa sudah jelas apa yang terjadi?"

"Untuk sementara ini masih belum, tapi seharusnya nggak akan memakan waktu lama."

Rhea mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Paman, hari ini terima kasih banyak. Sekarang juga sudah larut, kamu pulang saja dulu, aku akan berjaga di sini sendiri."

Arieson menundukkan kepalanya, melirik wanita itu sekilas. Wanita itu tampak sedang menundukkan kepala, kedua tangannya terkepal erat, tubuhnya masih gemetaran.

Setelah terdiam sejenak, dia memutuskan untuk duduk di samping Rhea.

"Aku akan menemanimu."

Rhea tidak mengucapkan sepatah kata pun lagi, dia hanya menundukkan kepalanya, berdoa agar Weni baik-baik saja.

Tak lama kemudian, set
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 197

    Sorot mata Arieson berubah menjadi luar biasa dingin. Dia menatap Citra dengan tatapan seperti ingin membunuh orang.Ditatap seperti itu oleh Arieson, Citra diliputi perasaan bersalah. Namun, mengingat putrinya masih berbaring di dalam ruang ICU sekarang, bahkan belum bisa dipastikan masih bisa sadar kembali atau tidak, amarah langsung menyelimuti hatinya."Pak Arieson, biarpun kamu akan menyerangku, aku juga nggak takut. Lagi pula, putriku sudah menjadi seperti ini. Aku hidup juga nggak ada artinya lagi!"Rhea segera melangkah keluar dari belakang Arieson. Dia mendongak menatap pria itu dan berkata, "Paman, Bibi Citra adalah ibu Weni. Weni mengalami kejadian seperti ini, wajar saja dia sangat marah. Aku baik-baik saja."Handoko menatapnya, lalu mendesah dan berkata, "Nona Rhea, sebaiknya kamu pulang dulu. Kalau kondisi Weni sudah membaik, aku akan memberitahumu."Walaupun Rhea ingin tetap berada di sini, tetapi dia juga tahu kalau dia tetap berada di hadapan Handoko dan Citra, hanya a

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 198

    Sorot mata Arieson berbuah menjadi muram. "Belum, kamera pengawas hotel sudah dirusak. Aku sudah meminta Tio untuk memeriksa rekaman kamera pengawas di sekeliling hotel. Malam ini yang paling penting adalah beristirahatlah dengan baik. Adapun mengenai hal-hal lainnya, besok pagi baru kita bicarakan lagi.""Aku mengerti, terima kasih, Paman.""Nggak perlu berterima kasih. Walau mungkin sekarang kurang cocok untuk mengatakan kalimat ini, selamat ulang tahun, ya."Rhea tertegun sejenak, lalu berkata dengan suara rendah, "Terima kasih."Kalau Weni tidak bisa bangun lagi, mungkin hari ulang tahunnya di masa mendatang, dia tidak akan merasa bahagia lagi."Pergi istirahatlah.""Hmm."Rhea masuk ke dalam kamar tidur. Dekorasi di dalam kamar tidur juga tidak ada bedanya dengan ruang tamu, hanya ada tiga warna, yaitu hitam, putih dan abu-abu.Aroma samar menyelimuti kamar tidur tersebut. Rhea tidak bisa membedakan aroma apa itu, dia hanya merasa cukup wangi.Selesai mandi, dia berbaring di atas

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 199

    Rhea menggigit bibir bawahnya dengan kuat, hingga aroma darah mulai menguar dalam mulutnya, dia juga masih enggan melepaskannya.Beberapa saat kemudian, dia baru berkata dengan dingin, "Jerico, apa hanya ini trik yang kamu punya?!""Kamu yang memaksaku. Aku hanya ingin tahu kamu pergi ke mana tadi malam, hanya itu saja. Kamu nggak bersedia memberitahuku, itu hanya akan membuatku merasa kamu merasa bersalah."Rhea menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan penuh penekanan, "Tadi malam aku menginap di rumah pamanmu."Sontak saja ucapannya ini langsung membuat orang di ujung telepon terdiam, suasana menjadi sangat hening dan menyesakkan.Rhea bisa merasakan dengan jelas napas Jerico menjadi berat. Dia berkata dengan perlahan, "Tadi malam terjadi sesuatu pada Weni. Saat itu suasana hatiku sedang nggak stabil, seharusnya dia khawatir aku pulang ke rumah dan berpikiran macam-macam, jadi ...."Jerico mencibir dan berkata, "Jadi dia membawamu ke rumahnya? Rhea, jangan bilang padaku, di saa

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 200

    Di sisi lain, di rumah sakit, tak lama kemudian, Stella sudah menerima panggilan telepon dari Yurik. Setelah mengetahui Jerico memberikan donor ginjal itu pada ayahnya, dia sangat senang.Awalnya dia mengira masih butuh waktu sebelum Jerico menyetujui hal ini. Dia tidak menyangka pria itu setuju begitu cepat!Selanjutnya, dia hanya perlu mencari kesempatan untuk memberi tahu Rhea hal ini.Dia menundukkan kepalanya, mengusap-usap perutnya yang masih belum membuncit. Sorot mata penuh perhitungan tampak jelas di matanya.Sepanjang hari, Rhea sudah mencoba untuk menghubungi Jerico belasan kali, tetapi pria itu tetap tidak menjawab panggilan teleponnya.Sepertinya dia hanya bisa menunggu pria itu pulang dinas, baru menjelaskannya perlahan-lahan pada pria tersebut.Di dalam ruangan presdir.Sambil membawa dokumen, Tio mengetuk pintu dan berjalan memasuki ruangan. "Pak Arieson, kejadian tadi malam sudah ada sedikit petunjuk."Arieson meletakkan dokumennya, lalu mendongak menatap sekretarisnya

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 201

    Tak disangka saat Weni melompat turun, pelaku malah mencoba untuk menariknya, sampai-sampai menyebabkan kepalanya terbentur dan kehilangan kesadaran.Ekspresi Arieson langsung berubah menjadi muram sekaligus dingin. "Lemparkan dua orang itu ke kantor polisi. Adapun mengenai Maudi, bawa beberapa orang untuk menangkapnya, lalu antar dia ke hadapan Rhea. Biarkan Rhea yang menangani wanita itu sendiri."Begitu Maudi tiba di bandara, dia langsung dihentikan oleh orang-orang Keluarga Tessa.Dengan ekspresi muram, dia berkata, "Minggir, pesawat sudah hampir lepas landas!"Biasanya, kepala pelayan Keluarga Tessa yang memimpin sekelompok orang itu hanya mendengar ucapan Gilbert."Nona, Tuan memintaku untuk membawamu pulang.""Aku nggak mau pulang, aku mau ke luar negeri! Kalau kalian nggak minggir juga, jangan salahkan aku bersikap kasar padamu!"Namun, kepala pelayan itu menganggap ucapan sang nona seperti angin lalu. Dia mengedipkan matanya pada orang di belakangnya, yang segera maju untuk me

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 202

    Melihat ekspresi ketakutan wanita itu, tidak ada gejolak emosi apa pun di mata Rhea. Sebelumnya, saat Weni melompat ke bawah, dia pasti lebih takut dibandingkan Maudi sekarang, bukan?Maudi menatap Rhea dan berkata, "Rhea, apa yang kamu inginkan?"Rhea menyunggingkan seulas senyum, lalu berkata dengan penuh penekanan, "Apa yang kuinginkan? Aku hanya ingin kamu merasakan penderitaan dan ketakutan yang dirasakan oleh Weni sebelumnya."Pupil mata Maudi langsung mengecil seketika. "Awas saja kalau kamu berani! Kalau kamu berani menyentuhku, Keluarga Tessa nggak akan melepaskanmu.""Oh? Begitu, ya? Kalau Keluarga Tessa bersedia untuk melindungimu, kamu juga nggak akan muncul di sini, 'kan?"Hati Maudi diliputi oleh ketakutan. Bagaimanapun juga, tadi saat berada di Kediaman Keluarga Tessa, ayahnya memang melihatnya dibawa pergi tanpa melakukan apa pun.Mengingat hingga sekarang Weni masih berbaring di dalam ruang ICU, tidak tahu kapan akan sadar kembali, sekujur tubuh Maudi mulai gemetaran.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 203

    "Aku sudah tahu aku salah ... aku akan pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan diri. Lepaskan aku, ya?"Rhea menggelengkan kepalanya dan berkata, "Mungkin nggak bisa. Bagaimanapun juga, biarpun kamu menyerahkan diri ke kantor polisi, Keluarga Tessa juga bisa membebaskanmu. Yang kuinginkan adalah, kamu juga mengalami penderitaan yang dialami oleh Weni. Hanya dengan cara seperti ini, kamu baru bisa mengerti penderitaan yang dialaminya."Hati Maudi diliputi oleh perasaan putus asa. Dia tidak menyangka Rhea akan sekejam ini.Saat ini, dia juga sudah mulai menyesal. Mengapa dia mendengarkan saran Jeni dan menargetkan Weni? Kalau dia mendengar ucapan ayah dan ibunya dengan patuh, meminta maaf pada Rhea, saat ini dia tidak akan terjebak dalam situasi putus asa seperti ini.'Ah, benar ... Jeni yang menginstruksikanku untuk melakukan ini. Bukankah aku hanya perlu melempar kesalahan pada Jeni?'Setelah berpikir demikian, dia buru-buru mendongak menatap Rhea."Nona Rhea, Jeni yang menginstruksik

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 204

    Rhea menoleh ke arah pintu. Melihat Andre berjalan ke arahnya dengan ekspresi sedingin es, dia mencibir."Oh, Pak Andre, apa yang ingin kamu lakukan?"Andre menatapnya dengan tatapan dingin dan berkata, "Lepaskan Maudi.""Seharusnya kamu juga tahu dia sudah mencelakai Weni hingga membuat Weni terbaring di ruang ICU dan masih nggak sadarkan diri hingga sekarang. Apa hakmu memintaku untuk melepaskannya?""Biarpun sekarang kamu benar-benar melemparnya ke bawah dari sini, Weni juga nggak akan bisa bangun. Lagi pula, dia juga sudah menerima hukumannya."Rhea tertawa dingin dan berkata, "Hukuman apa?"Andre mengerutkan keningnya, dia merasa karakter Rhea benar-benar menyebalkan.Maudi sudah begitu menyedihkan, tetapi wanita itu tetap saja enggan melepaskannya."Kalau kamu benar-benar melemparnya turun dari sini sekarang, sudah pasti akan menyinggung Keluarga Tessa. Kalau karena kamu menimbulkan konflik antara Grup Tessa dan Grup Thamnin, orang-orang Keluarga Thamnin juga pasti nggak akan mel

Bab terbaru

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 282

    "Nggak perlu, aku bisa masak sendiri."Begitu dia berdiri, dia sudah merasakan sepasang tangan menekan bahunya."Jangan bergerak, tunggu saja di sini."Melihat sorot mata tegas pria itu, Rhea mengatupkan bibirnya, mengangguk dengan refleks.Arieson mengusap-usap kepalanya, lalu berkata sambil tersenyum, "Anak baik."Rhea terdiam mendapatkan perlakuan seperti itu.Pergerakan Arieson sangat cepat. Tak lama kemudian, sudah ada aroma harum makanan dari arah dapur. Rhea tidak bisa menahan diri dan menelan air liurnya. Dia beranjak dari sofa, berjalan menuju ke dapur.Dia belum makan malam, sekarang perutnya sudah keroncongan.Begitu dia berjalan ke arah pintu dapur, Arieson sudah berjalan keluar dengan membawa mi."Kenapa kamu datang kemari?"Pandangan Rhea tertuju pada mi dalam genggaman Arieson. Arieson membuat semangkuk mi telur sayur sederhana, dilengkapi dengan daun bawang di atasnya. Di bawah pencahayaan, mi yang dilengkapi dengan sayuran hijau yang segar dan telur yang digoreng hingg

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 281

    Selesai berbicara, dia langsung berbalik dan melangkah pergi dengan cepat.Bagas membuka mulutnya, ingin menghentikan putrinya. Akan tetapi, pada akhirnya tidak ada suara yang keluar dari tenggorokannya sama sekali.Dengan ekspresi sedih, dia menutupi wajahnya. Dalam lubuk hatinya, dia sangat menyesal. Sebenarnya apa yang telah dilakukannya? Apa yang telah dikatakannya?!Jelas-jelas dia sangat menyayangi putrinya, tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya malah seperti bilah pisau yang menyayat hati putrinya.Menyaksikan pemandangan itu, Vani menghela napas, lalu berkata dengan suara rendah, "Bagas, jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini bukan salahmu ... ini salahku. Aku yang nggak bisa menahan diri dan mengucapkan kata-kata seperti itu, hingga hubungan ayah dan anak kalian menjadi seperti ini ...."Bagas hanya menundukkan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia juga tidak tahu harus berkata apa lagi.Setelah keluar dari rumah sakit, Rhea menyeka air matanya. Untuk pertama

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 280

    Rhea mengatupkan bibirnya, berjalan memasuki bangsal, lalu menatap Bagas dan berkata, "Ayah, aku berencana mengirim Ayah ke luar negeri untuk menerima perawatan di sana. Dokter yang bertanggung jawab menangani Ayah sudah setuju. Setelah kondisi tubuh Ayah sedikit baikan dan pengaturan di luar negeri juga sudah beres, aku akan membelikan tiket pesawat untuk Bibi Vani dan Ayah, agar kalian bisa keluar negeri."Begitu dia selesai berbicara, Bagas langsung menolak tanpa berpikir sama sekali. "Aku nggak mau pergi, aku ingin tetap berada di sini."Rhea mengerutkan keningnya dan berkata, "Ayah, peralatan dan pengobatan luar negeri lebih bagus dibandingkan di dalam negeri. Selain itu, penyakit ini mengharuskan Ayah untuk banyak istirahat ...."Bagas langsung menyela putrinya, "Setelah kamu mengirimku dan Vani ke luar negeri, apa rencanamu selanjutnya? Kamu ingin melawan Keluarga Thamnin seorang diri?"Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Nggak, b

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 279

    Nada bicara agak sedih terdengar dalam ucapannya.Rhea tertegun sejenak, lalu menatap pria itu dan berkata, "Aku berencana untuk naik ke atas selesai beres-beres.""Karena aku sudah turun, kamu bantu aku ganti obat di sini saja. Nanti aku masih ada rapat.""Oke, kamu buka dulu pakaianmu."Rhea menundukkan kepalanya untuk menyiapkan kain kasa dan obat. Begitu dia mendongak, dia melihat setengah badan telanjang Arieson. Tanpa dia sadari, cengkeramannya pada kain kasa menjadi makin erat.Tubuh dengan otot-otot yang terpahat dengan sempurna itu, membuat pria itu terlihat penuh dengan kekuatan liar.Melihat Rhea menatap oto-ototnya dengan agak linglung, Arieson berdeham pelan dan berkata, "Kalau kamu ingin lihat, sepulang ke rumah nanti malam, aku akan melepaskan pakaianku, agar kamu bisa melihat sepuasmu."Mendengar nada bicara main-main dalam ucapan Arieson, wajah Rhea langsung memerah.'Ah! Benar-benar memalukan!''Bisa-bisanya aku melamun melihat otot-ototnya!'Namun, dia tidak ingin me

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 278

    Mendengar amarah dan kekesalan yang mewarnai nada bicara Rhea, Arieson terkekeh pelan, lalu segera melepaskan wanita itu.Dia takut kalau dia terus bercanda pada Rhea seperti ini, mungkin Rhea akan benar-benar marah padanya.Rhea melangkah mundur dua langkah, mengulurkan lengannya untuk merapikan rambutnya yang tadinya sedikit berantakan akibat "aksi tarik-menarik" dengan sang presdir. Sambil merapikan rambutnya, dia menatap Arieson dengan tatapan kesal."Sudah, sudah, jangan marah lagi. Malam ini mungkin aku akan bekerja lembur, aku akan meminta sopir untuk mengantarmu pulang dulu."Rhea mengerutkan keningnya dan berkata, "Lukamu perlu ganti obat. Selain itu, kamu bekerja lembur sampai jam berapa?""Hmm, belum bisa dipastikan. Mengenai ganti obat, aku akan meminta Tio untuk melakukannya."Melihat ekspresi tidak peduli Arieson, Rhea merasa agak marah. Dia memasang ekspresi dingin tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Arieson berkata dengan agak tidak berdaya, "Aku benar-baik saja, hanya

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 277

    Detik berikutnya, dia merasakan sensasi yang lembut di keningnya.Bagaikan ada bulu yang menyapu keningnya, terasa gatal, serta membuat hatinya bergetar.Setelah mengecup keningnya dengan lembut, Arieson segera mundur. Pria itu menatapnya dengan sorot mata diliputi rasa bersalah."Rhea, maafkan aku. Tadi, memikirkanmu pernah melakukan hal sebanyak itu demi Jerico, aku merasa sedikit nggak nyaman. Tapi ini nggak adil untukmu."Saat memutuskan untuk bersama Rhea, seharusnya dia sudah menerima masa lalu wanita itu, bukannya malah marah padanya.Rhea tertegun sejenak. Kemudian, dia mengulurkan lengannya untuk memeluk pinggang pria itu, bersandar di dadanya dan berkata dengan suara rendah, "Hmm."Tubuh wanita dalam pelukannya ini sangat lembut. Aroma khas wanita ini membuat sorot mata Arieson berubah menjadi gelap."Rhea, kalau kamu terus memelukku seperti ini, aku nggak berani jamin nggak akan terjadi apa-apa."Merasakan hasrat yang tertahan dalam suara pria itu, hati Rhea juga ikut berget

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 276

    "Nggak."Rhea mengangkat alisnya dan berkata dalam hati, 'Jelas-jelas nada bicaranya kaku begitu, tapi dia malah bilang dia nggak marah?'"Mengapa kamu marah? Karena aku bicara dengan Jerico?"Sorot mata Arieson berubah menjadi gelap. "Aku nggak kekanak-kanakan seperti itu.""Kalau begitu, mengapa kamu marah?"Tadi, selain mengucapkan beberapa patah kata dengan Jerico, Rhea merasa dia tidak melakukan sesuatu yang memicu amarah pria itu.Selain itu, sekarang dia sudah bercerai dengan Jerico, juga berbicara dengan pria menjijikkan itu tepat di hadapan Arieson, apa yang membuat Arieson marah?Setelah terdiam selama beberapa detik, Arieson berkata dengan suara rendah, "Hak paten obat penyakit jantung yang dikeluarkannya waktu itu adalah pemberianmu?"Rhea tertegun sejenak, lalu mengangguk."Hmm, saat itu dia baru mulai bekerja di Grup Thamnin, para pemegang saham nggak menyukainya. Selain itu, waktu itu kami sudah menikah, kalau kehidupannya baik, aku baru bisa menjalani kehidupan yang bai

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 275

    Jerico menggertakkan giginya, amarah menyelimuti hatinya.Bagaimana mungkin dia tidak sadar? Jelas-jelas Tuan Besar Thamnin sangat pilih kasih, masih saja memihak pada Arieson.Namun, berbeda dari Arieson yang memiliki perusahaan sendiri, dia juga tidak berani melawan Tuan Besar Thamnin.Dia buru-buru menundukkan kepalanya, lalu berkata dengan ekspresi bersalah, "Kakek benar ... saat itu aku hanya gegabah sesaat ... tapi, bagaimanapun juga, Stella sedang mengandung anakku ....""Sudahlah, aku nggak ingin repot-repot memikirkan tentang hubungan asmara kalian lagi. Kamu pergi sana."Melihat ekspresi tidak sabar di wajah Tuan Besar Thamnin, Jerico menarik napas dalam-dalam, lalu memaksakan seulas senyum dan berkata, "Baik."Setelah berjalan keluar dari Kediaman Keluarga Thamnin, Arieson baru melepaskan genggamannya pada tangan Rhea."Jelas-jelas kamu tahu kamu pasti akan dipersulit kalau datang ke sini, kenapa kamu tetap datang?"Mendengar nada bicara marah samar dalam ucapan pria itu, se

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 274

    Kilatan kasihan melintasi mata Tuan Besar Thamnin. "Apa kamu pikir kamu masih bisa menjadi menantu Keluarga Thamnin?"Sekarang Arieson bisa membangkang padanya demi wanita itu, hanya karena ketertarikan sesaat.Namun, tanpa butuh waktu lama, dia yakin putranya ini akan mengerti kesenjangan antara menikahi seorang istri yang tidak bisa memberinya bantuan apa pun dengan menikahi seorang istri yang bisa memberinya bantuan.Saat itu tiba, apa mungkin Arieson akan memilih Rhea?Kalau Rhea cukup cerdas, seharusnya dia berinisiatif untuk meninggalkan Arieson pada saat ini."Tuan Besar, mungkin ada banyak orang yang ingin menjadi menantu Keluarga Thamnin, tapi aku nggak berminat. Saat aku menikah dengan Jerico dulu, juga karena dia sendiri, bukan karena Keluarga Thamnin. Sekarang aku bersama Arieson, juga hanya karena dia adalah Arieson."Tuan Besar Thamnin mendengus dingin dan berkata, "Apa kamu berani bersumpah kamu bersamanya tanpa adanya niat lain sama sekali? Kamu bersamanya hanya karena

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status