Share

84. Malam Reuni

“Perpisahan ini ..., janganlah cepat berlalu. Perpisahan ini ..., ingin kukenang selalu. Hatiku damai ..., jiwaku tenteram di sampingmu. Hatiku damai..., jiwaku tenang bersamamu ....”

Mengelilingi api unggun, orang-orang bernyanyi syahdu diiringi petikan gitar Juna dan juga Bernard. Menghangatkan hati yang terikat dalam satu memori manis semasa SMA yang tak pernah dilupa. Suka cita mewarnai wajah semua orang yang ada di sana, tak terkecuali Mei yang ikut bernyanyi di sebelah Juna. Sepertinya ini menjadi kali pertama Juna mendengar Mei ikut menyanyi sejelas ini. Dalam acara reuni-reuni sebelumnya Mei bahkan nyaris tak pernah bersuara. Juna pun menoleh, menatap Mei, dan tersenyum lembut kepadanya. Merasa sedang ditatap, Mei balas menoleh dan membalas senyum Juna. Secara refleks Juna menghentikan petikan gitarnya, lalu menjulurkan kepalanya untuk mengecup kening Mei.

“Huuuu!”

Juna tak sadar jika teman-teman sedang menyoraki tindakannya. Pria itu malah menggeser ciumannya ke bibir Mei.
Indy Shinta

Terima kasih atas dukungan dan vote-nya :) Happy reading ....

| 1
Заблокированная глава
Продолжайте читать эту книгу в приложении
Комментарии (1)
goodnovel comment avatar
Tri Wahyuni
mangka Juna kmu buka hati mu untuk Mey lupain itu Raya kmu kan dh masing2 punya istri jangan mikitin istri orang ..kasian mei klo kmu ttp hati mu tuk Raya ...
ПРОСМОТР ВСЕХ КОММЕНТАРИЕВ

Related chapter

Latest chapter

DMCA.com Protection Status