Share

49. Jatah Pagi

Penulis: Estaruby
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-07 13:54:09

Kaira secara perlahan membuka matanya dan mulai menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang masuk. Masih cukup minim, sebab ruangan luas dengan nuansa abu-abu dan putih itu masih lumayan gelap dengan hanya cahaya lampu tidur yang menerangi. Samar-samar Kaira melirik jam dinding, sudah pukul enam pagi sekarang.

Berpikir lima detik, selebihnya Kaira gunakan untuk memaksa dirinya bangkit dari ranjang super nyaman dan juga dekapan hangat yang memeluknya dari belakang, siapa lagi kalau bukan ulah Davian?

Suaminya itu ikut bergerak dan membuka mata saat merasakan pergerakan Kaira yang tiba-tiba. Menggosok wajahnya perlahan saat menyadari istrinya sudah ancang-ancang untuk turun dari ranjang. Melihat itu, Davian menggunakan lengan kokohnya untuk menarik kembali Kaira hingga terjatuh di dada bidangnya.

"Mas!" Kaira terpekik kaget saat tubuhnya kembali jatuh di ranjang, dalam dekapan kuat Davian pula.

"Mau kemana? Ini masih pagi sekali," tutur Davian dengan suara khas baru bangun tidur yang me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   50. Peluang Baru

    Sepasang insan yang kini sudah rapi itu akhirnya keluar kamar berjalan menuju meja makan. Kaira mengenakan blouse biru muda dengan semacam kulot yang nyaman. Sementara itu Davian muncul dengan kemeja kerja serta celana bahan berwarna hitam. Mama Tania dan Alvero sudah lebih dulu duduk tenang di meja makan. Tania tersenyum tipis saat melihat putranya terus mencekal pinggang istrinya, mensejajarkan langkah mereka sebab nampaknya Kaira tengah memaksakan diri untuk berjalan dengan normal.Tapi siapapun di rumah itu tahu, apa yang terjadi sehingga Kaira tertatih begitu.Davian nampak super perhatian. Mulai dari menjaga Kaira saat tengah berjalan, hingga membantu istrinya itu duduk. Sebuah pemandangan manis super langka sebab tidak seperti Davian biasanya yang super dingin, cuek, dan cenderung apatis terhadap sekitarnya.Mama Tania duduk di kursi utama, Davian dan Alvero ada di sebelah kanan dan kirinya sehingga mereka saling berhadapan. Sementara Kaira duduk di sebelah Davian. Mereka berem

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-08
  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   51. Extra Attention

    "Kamu tidak harus memaksakan diri menerima tawaran itu. Ingat, semua keputusan ada di tangan kamu."Davian membelai puncak kepala istrinya dengan penuh sayang. Keduanya sudah berada di mobil, diantar oleh supir keluarga Rajendra menuju kantor Davian sebelum nantinya bertolak mengantar Kaira kembali ke rumah Davian. Sebuah peluang besar yang disampaikan di meja makan keluarga Rajendra tadi menghuni pikiran Kaira secara terus menerus. Bahkan setelah hampir lima belas menit mereka meninggalkan halaman kediaman utama tersebut. Sementara Davian cukup sibuk dengan pekerjaan di tangannya, Kaira mengarahkan pandang keluar jendela dan tenggelam dalam pikirannya. Davian yang sempat melirik sekilas kearahnya tentu memahami bahwa istrinya itu tengah berpikir keras."Terus terang, aku juga setuju dengan keputusan mama. Tapi kamu bisa pikirkan dulu, ya? Aku nggak mau kamu jadi merasa terbebani," tambah Davian lagi.Lelaki itu mengulum senyuman tipis saat menggenggam jemari sang istri. Beberapa pem

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-09
  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   52. Davian Cemburu

    Sibuk dengan tumpukan dokumen yang menunggu untuk disentuhnya setelah tiga hari tidak berada di kantor. Davian tidak punya banyak waktu untuk bersantai sebab semuanya tiba-tiba saja nampak seperti pekerjaan yang mendesak. Ada banyak dokumen yang harus dia periksa sebelum harus dia bubuhi tanda tangan. Begitu pula hasil kerjanya saat di Thailand kemarin, sudah dia delegasikan kepada tim dan perintahkan untuk melakukan pengembangan sesuai rencana. Tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia.Lelaki itu bahkan tidak sadar bahwa ia belum menyentuh makanan sejak jam makan siang tadi. Padahal Aldo sudah memintanya untuk beristirahat dan menghabiskan makanan yang telah dipesankan sebelum melanjutkan pekerjaan. Tapi begitulah Davian, manusia keras kepala yang hanya peduli pada tujuannya dan sering abai pada diri sendiri.Ini sudah mendekati pukul lima sore, mata lelaki itu super lelah sebenarnya setelah sekian jam tanpa henti terus menatapi layar komputer dan terus membaca hardcopy. Tubuhnya

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-11
  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   53. Menguji Davian

    Bukannya istirahat, Kaira sampai rumah justru langsung beberes rumah, membersihkan diri, memasak dan merapikan kembali barang-barangnya dan Davian usai liburan di Thailand kemarin. Setelah percakapan ambigunya dengan Davian pagi ini, wanita itu punya terlalu banyak bahan pikiran. Daripada tenggelam di dalamnya, Kaira lebih memilh untuk menyibukkan diri sebagai bentuk distraksi. Wanita itu melambat dalam aktivitasnya setelah upaya kerasnya itu seakan menghianatinya. Dia kembali mengingat percakapannya dengan Davian terakhir kali yang terdengar begitu ganjil di telinganya. Maksudnya, itu lebih terdengar seperti Davian menyalahkannya karena bertemu dengan Alvero padahal adik iparnya itu sendiri yang datang mengetuk kamar mereka. Lagipula apa salah pakaian tidur Kaira yang ikut dibawa-bawa dijadikan permasalahan? Wanita itu berpikir keras, mencari letak kesalahannya yang menurut egonya sendiri tentu tidak dapat dia temukan. Apa dan kenapa? Sisi apa dari Davian yang belum wanita itu pah

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-12
  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   54. Telepon Dari Aidan

    Dengan kecamuk pikiran yang masih ribut di kepala, Kaira memutuskan untuk kembali ke dapur. Mendengar suaminya berkata bahwa dia akan segera pulang, setidaknya Kaira perlu menghangatkan kembali masakannya. Dia tidak tahu pembicaraan dan suasana macam apa yang akan terbentuk setelahnya, hanya saja wanita itu setidaknya perlu menyiapkan makanan. Kaira mengaduk sup dengan tatapan kosong. Wanita itu menghela nafas lelah menyadari bahwa mungkin dia telah membuat kesalahan besar. Bagaimana dia menghadapi Davian sekarang? Mau ditaruh dimana wajahnya?Di tengah aktivitasnya, ponsel Kaira kembali berdering. Wanita itu setengah panik hingga tidak sadar mencipratkan kuah panasnya ke tangan. Sembari menahan ringisan, Kaira mematikan kompor dan membaca nama pemanggil, itu Aidan.Untuk apa Aidan tiba-tiba meneleponnya? Adik sepupunya itu jarang sekali bertukar kontak dengannya. Selama ini Kaira hanya mengirim uang untuk adik-adiknya itu lewat Tante Mita. Sesekali juga langsung pada Aira. Setelah be

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-14
  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   55. Interupsi Perut

    Kaira refleks membulatkan matanya saat menemukan tubuh tinggi pria secara cepat mengukungnya. Dia terhuyung hingga terjatuh di sofa dengan sebuah lengan kekar yang secara sigap menyangga kepalanya. Wajah keduanya terlalu dekat, Kaira hampir tidak bisa bernafas dengan normal apalagi saat melihat tatapan tajam yang masih dapat ditembus meskipun dihalangi kaca mata. "Mbak? Mbak Kaira nggak apa-apa?"Pekikan Kaira tadi tentu dapat didengar oleh Aidan diseberang panggilan. Laki-laki yang beranjak dewasa itu tentu sedikit khawatir dengan kondisi kakak sepupunya. Si pelaku—siapa lagi kalau bukan Davian, seolah tak terganggu justru menggunakan jemarinya untuk membelai dan menarik pelan rahang Kaira. Mengirimkan desiran lembut namun penuh tuntutan yang tiba-tiba saja membuat Kaira jadi seolah melemah. Dia sempat melirik nama pemanggil yang tertulis di layar ponsel istrinya. Sebuah senyuman miring refleks terbit di bibir Davian. "Y—ya, aku baik-baik saja, kok! Nanti mbak telfon lagi ya, Dan!

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-17
  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   56. Keputusan Suami

    Davian menerima piring penuh yang disodorkan istrinya dengan baik. Aromanya menggugah selera, hanya saja pernyataan Kaira tadi masih lebih menarik perhatiannya. Istrinya itu tersenyum ringan, menatapnya dengan mata bulat yang berbinar sembari menumpu dagunya dengan dua siku di meja. Sesuatu dibalik senyuman Kaira membuat Davian mengangkat sebelah alisnya dibarengi sebuah tatapan menyelidik."Berapa yang kamu butuhkan? Kamu bisa menggunakan cara yang lebih sederhana untuk mendapatkan uang," ujar Davian dengan makna terselubung. Lelaki itu masih belum melepaskan tatapannya pada sang istri. Ingin mengetahui apa yang sebenarnya tengah Kaira pikirkan.Mendengarnya, Kaira mengendikkan bahu dengan senyuman yang ditarik paksa. "Aku hanya ingin merasakan bekerja secara produktif lagi. Mendapatkan uang yang aku hasilkan dari keringat sendiri meskipun tetap saja berangkat dari kantong Mas Davi," tanggapnya sederhana dengan sebuah senyum jenaka.Pembahasan ini sebenarnya bukan pertama kalinya ba

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-20
  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   57. Sebuah Tutorial

    Mata Davian mengerjap pelan menyadari arah pertanyaan istrinya. Itu sebuah pertanyaan serius, kan?Kaira nampak polos dengan mata bulat besar nan jernih yang menatapnya seperti anak anjing lucu. Namun di saat yang bersamaan, gerakan perlahan telunjuk wanita itu di belakang leher Davian justru kontras sebab menunjukkan seberapa flirty Kaira yang sebenarnya. Bagaimana bisa Davian menahan diri dari godaan secara terang-terangan seperti ini?"Kenapa?" Tanya Davian yang kini telah sepenuhnya meninggalkan makanannya. Fokus pria itu tentu saja istrinya yang memberi sebuah pertanyaan polos namun penuh godaan. Mengendikkan bahunya sekali lagi, Kaira melanjutkannya dengan membentuk senyum segaris tanpa rasa bersalah. "Hanya penasaran. Apa yang mas tinggalkan selalu sulit bagiku untuk menyembunyikannya. Tapi aku bahkan tidak berhasil membuat satu," ungkapnya jujur. Entah apa motivasi Kaira mengatakan ini sekarang. Terkadang, wanita itu cukup frontal terhadap apa yang ada dalam benaknya. Davia

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-21

Bab terbaru

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   133. One Day

    Langit sore tampak cerah, seolah turut merayakan momen spesial di perhelatan sederhana namun meriah keluarga bahagia tersebut. Siapapun bisa dengan mudah melihat dan merasakan binar yang terpancar, terutama dari Kaira dan Davian.Ketika mereka menikah sekitar dua tahun lalu, mungkin tak pernah sepasang insan itu sangka bahwa mereka akan ada di titik seperti sekarang ini. Tersenyum bahagia dengan mata penuh cinta. Pernikahan yang awalnya digagas penuh intrik oleh adik Davian sekaligus juga mantan Kaira—Alvero. Pernikahan yang awalnya dilaksanakan dengan prinsip hanya untuk sekadar "menikah". Pernikahan yang mungkin tidak didasari cinta tapi tetap dengan komitmen bahwa menikah hanya sekali seumur hidup. Kalau bukan karena kekuatan mereka berdua yang menjalani didalamnya, tentu semua tidak akan seperti ini, kan?Hari ini adalah ulang tahun pertama Arsandi Rajendra—putra kecil mereka yang telah membawa begitu banyak kebahagiaan dalam keluarga. Ruang tamu dan halaman belakang rumah didekora

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   132. Si Kecil

    Mobil yang dikendarai Davian melaju dengan kecepatan stabil, membawa mereka pulang dengan anggota keluarga baru yang mungil dan berharga. Di kursi belakang, Kaira duduk dengan hati-hati, memastikan bayi mereka tetap nyaman dalam gendongannya. Sesekali, ia menatap wajah mungil itu dengan mata berbinar, seolah masih sulit percaya bahwa mereka akhirnya bisa membawa pulang buah hati mereka setelah seminggu di NICU.Kaira sudah diperbolehkan pulang lebih dulu sekitar tiga hari lalu. Selama itu juga dia bolak-balik rumah sakit untuk menengok putranya sekaligus memberikan ASI. Setelah perjuangan tersebut, akhirnya pagi ini bayi mereka diperbolehkan untuk dibawa pulang. Berat dan kadar bilirubinnya dikatakan sudah normal sehingga kondisinya sudah memungkinkan untuk pulang ke rumah."Dia tidur nyenyak sekali," bisik Kaira, menatap wajah bayi mereka yang tenang dalam balutan selimut lembut.Davian melirik melalui kaca spion tengah, senyum tak pernah lepas dari wajahnya. "Akhirnya kita pulang be

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   131. Surat Untuk Kaira

    Teruntuk Kaira—Kakak Iparku.Ketika kamu membaca ini, aku mungkin sedang tidak dalam keadaan yang baik-baik saja atau bahkan sudah tak bernafas di lingkup yang sama denganmu. Aku nggak berharap kamu membaca ini pada akhirnya, tapi sebagai manusia aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya atau bagaimana Tuhan menggagalkan aneka rancangan rencanaku. Aku pasrah.Tapi satu yang pasti. Ketika kamu membaca surat ini, aku yakin kamu sudah berbahagia dengan laki-laki yang kamu cintai dan bisa mencintai kamu sama atau bahkan lebih besar. Dan itu..tentu saja kakak kebangganku—Davian Rajendra. Aku nggak bohong saat mengatakan bahwa Davian adalah lelaki terbaik yang bisa menemani kamu. Begitupula untuk Davian, aku yakin kamu adalah pilihan terbaik untuknya. Aku sangat mengenal bagaimana kalian berdua. Itulah mengapa aku berjuang menjodohkan kalian dan syukurnya aku berhasil, kan? Lihat bagaimana Davian menatapmu penuh dengan cinta. Juga kamu yang selalu tanpa sadar tersenyum bahag

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   130. Membuka Kebenaran

    Lorong ruang tunggu ICU terasa amat sangat dingin. Kaira masih duduk di kursi roda, berdampingan dengan Cindy yang duduk di kursi ruang tunggu sembari memandang kosong tembok yang ada dihadapannya. Suasana terasa lebih sunyi dan mencekam setelah Kaira pada akhirnya mengetahui fakta baru. Alvero kritis karena kanker?"Maaf, aku dan Alvero belum bisa menepati janji kami untuk menemani persalinanmu," buka Cindy setelah lama menutup mulutnya. Bahkan ketika Davian menitipkan Kaira padanya untuk membiarkan mereka bicara, Cindy baru bersuara selang tiga menit lamanya.Dalam selang waktu tersebut juga Kaira tidak bersuara sama sekali. Dia hanya mendengar sedikit dari Davian, selebihnya Davian bilang Kaira harus mendengarnya dari Cindy langsung. Tapi jujur saja, apa yang bisa Kaira tampilkan selain keterkejutan yang mendalam? Kaira bergeming, wajahnya terlalu datar dan tidak memberikan jawaban apapun pada Cindy. Kali ini dia hanya akan fokus mendengarkan. "Aku...aku nggak tahu harus mulai da

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   129. Reality hit

    Kaira menggenggam erat tangan Davian saat mereka berdiri di depan ruang NICU. Hatinya bergetar melihat bayi mungil mereka yang terbaring di dalam inkubator, tubuhnya yang kecil masih dipenuhi selang dan monitor yang berbunyi lembut. Meski dokter sudah menjelaskan bahwa putra mereka harus mendapat perawatan intensif karena lahir prematur di usia kandungan 34 minggu, tetap saja sulit bagi Kaira untuk menahan air matanya.Davian melingkarkan lengannya di bahu sang istri, menguatkannya. "Dia kuat, Sayang. Lihat, dia bahkan sudah mulai menggenggam jari perawat tadi." Suaranya lembut, namun ada kebanggaan dan kasih sayang yang begitu dalam di matanya.Mata Kaira terus memandangi buah hati mereka, dadanya sesak oleh campuran emosi. "Dia masih begitu kecil..." bisiknya, suaranya nyaris patah. "Aku ingin memeluknya, Mas. Aku ingin menghangatkannya di dekapanku."Davian menenangkan dengan mengusap punggung istrinya. "Sebentar lagi, Sayang. Dokter bilang kondisinya sudah terus membaik. Dia hanya

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   128. Hai Tante Mita

    Kaira membuka matanya perlahan, cahaya lampu kamar rumah sakit terasa sedikit menyilaukan setelah ia tak sadarkan diri entah berapa lama. Ada rasa lelah yang masih melekat di sekujur tubuhnya, tapi itu semua langsung tergantikan oleh kehangatan yang menjalar di hatinya saat melihat sosok suaminya, Davian, duduk di samping ranjangnya. Pria itu tampak begitu lelah, lingkaran hitam menghiasi bawah matanya, tetapi senyum lega yang menghiasi wajahnya saat melihat Kaira sadar membuatnya terlihat lebih lembut dari biasanya. "Kaira..." Suaranya terdengar serak, seperti seseorang yang hampir tak berani berharap. Kaira mengerjap pelan, mencoba mengumpulkan kesadarannya. Bibirnya merekah dalam senyum kecil. "Hei..." Seolah tak mampu menahan diri lebih lama, Davian langsung menggenggam tangannya, mengecupnya lembut. "Kamu baik-baik saja?" Kaira mengangguk, meski tubuhnya masih terasa lemah. "Bayinya?" "Dia masih harus berada di ruang NICU, tapi tidak akan lama lagi dia bisa berkumpul bersama

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   127. Persalinan

    Dokter telah menjelaskan semuanya—Kaira mengalami placenta previa, kondisi di mana plasenta menutupi jalan lahir, menyebabkan pendarahan hebat dan berisiko bagi ibu dan bayi. Tidak ada pilihan lain selain operasi caesar darurat.Sejujurnya Davian tidak sepenuhnya kaget akan terjadinya Placenta Previa. Memang di beberapa pemeriksaan, indikasi sebab plasenta tidak bergerak naik dengan posisi janin juga menjadi kekhawatiran mereka. Kaira pun sempat stres, namun Davian menjadi suami yang berupaya untuk menjaga pikiran sang istri. Mengafirmasi bahwa mereka akan baik-baik saja. Tapi tetap saja, ketika ini sudah di depan mata, Davian tidak bisa tidak ikut panik. Melihat raut dan suara istrinya yang tengah kesakitan sudah jelas membuatnya kalut. Tak ada hal lain yang bisa dia lakukan selain memanjatkan doa berkali-kali dan berharap bahwa baik istri dan anaknya akan keluar dari ruang operasi dengan kondisi yang baik. Belum lagi, Alvero yang tadi secara tiba-tiba tidak sadarkan diri membuat p

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   126. Tiba-Tiba Saja...

    Apa yang lebih membahagiakan dari berkumpulnya seluruh keluarga dengan penuh riuh canda tawa? Tania Rajendra, di usianya yang jelas tak muda lagi, satu-satunya yang paling dia inginkan adalah menemani dan menyaksikan anak-anaknya dengan kebahagiaan mereka. Putra-putranya yang sudah menghadapi asam garam kehidupan bersamanya meskipun mereka terlahir dari keluarga berada. Saling menguatkan ketika dihantam cobaan saat harus merelakan suami dan ayah tercinta berpulang lebih dulu. Berjuang dengan keras untuk mempertahankan semua yang mereka miliki atas nama keluarga Rajendra. Sekarang, melihat bagaimana Davian dan Alvero tersenyum cerah sembari tertawa dalam suasana hangat yang melingkupi, membuatnya merasa sangat bahagia.Malam itu, suasana rumah keluarga Rajendra dipenuhi gelak tawa dan kehangatan. Setelah sekian lama, akhirnya mereka kembali berkumpul lengkap. Mama Tania Rajendra jelas tampak begitu bahagia melihat anak-anaknya duduk mengelilingi meja makan, menikmati hidangan yang te

  • Mendadak Dilamar Kakak Mantan   125. Menjelang Hari-H

    Kata orang, kalau sedang berbahagia, maka waktu jadi terasa berlalu begitu cepat. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh pasangan yang tengah menanti kehadiran buah hati mereka—Davian dan Kaira. Sepasang insan yang tak sabar menunggu peran baru keduanya. Menginjak bulan kedelapan usia kehamilan, Kaira pada akhirnya diminta untuk rehat di rumah. Kaira menurut saja. Lagipula, dia masih bisa melakukan banyak aktivitas di rumah seperti menulis dan bahkan turut menghandle pekerjaan kantor secara remote. Kaira tidak akan bosan sebab Davian benar-benar menyediakan semua yang dia perlukan. Dia bahkan mengganti tv lama mereka dengan layar yang lebih besar hanya untuk membuat aktivitas menonton Kaira jadi lebih nyaman. Rumah mereka semakin dipenuhi kehangatan. Setiap sudutnya terasa lebih hidup dengan keberadaan Kaira yang kini tengah mengandung buah hati mereka. Davian, yang biasanya sibuk dengan pekerjaan, semakin sering menyempatkan diri untuk pulang lebih awal, hanya untuk menemani istriny

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status