Share

Bab 10

Author: Imgnmln
last update Last Updated: 2024-02-01 14:45:19

“Tuan, katakan saja apa yang kamu butuhkan, aku akan berusaha sebisa mungkin untuk memenuhi permintaanmu!” Kevin segera menjawab dengan percaya diri. “Percayakan padaku!”

“Nathan, dalam daftar ini kamu menuliskan Kalung Giok Suci dan Batu Akik Sojol, apa kegunaan mereka?” Sarah tiba-tiba membuka suara dan bertanya.

Karena kalung dan Batu Akik tidak terdengar seperti bahan yang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit, dan benda ini juga umum dijual di jalanan.

“Sarah, kamu jangan banyak bertanya, kamu hanya perlu membantuku untuk mencarinya!” gerutu Kevin memelototi Sarah.

“Tidak apa-apa,” Nathan tersenyum. “Kedua benda ini juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit, hanya saja kedua benda ini tidak biasa, yang aku perlukan ini, semuanya memiliki energi spiritual!”

“Memiliki energi spiritual?” Sarah tercengang mendengar itu.

Kevin juga terkejut, mereka bahkan tidak mengerti apa yang dimaksud memiliki energi spiritual.

Melihat kedua orang itu tercengang, Nathan menjelaskan. “Di dunia ini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Pakde Parman
sayang sekali
goodnovel comment avatar
Madi Yono
bagus xeritanya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 11

    “Tuan, hari ini Tuan Muda dari Keluarga Orton sedang melangsungkan pernikahannya, resepsi pernikahannya diselenggarakan di aula lantai dua, makanya diluar ribut!” Manajer itu segera menjelaskan situasi kepada Kevin.Saat mendengarnya Kevin kemudian mengangguk, dia juga seorang pebisnis yang bergerak dalam bidang usaha perhotelan, keributan yang terjadi karena ada resepsi pernikahan memang suatu hal yang tidak bisa dikontrol.“Tuan Kevin, kalau begitu, aku pamit!” Nathan kemudia berjalan keluar dari dalam kamar.Dan saat Nathan baru turun ke lantai bawah, dia kembali bertemu dengan Rendy yang sedang menggendong pengantinnya, Sherly memasuki hotel.Saat melihat Nathan, Rendy tercengang sesaat lalu mencibir. “Nathan, tidak disangka, kamu benar-benar datang untuk menghadiri pernikahan kami, hebat!”Nathan tidak bersuara dan ganga melirik dingin ke arah Rendy, dan sama sekali tidak mengatakan apapun, dia berbalik dan hendak pergi.“Tunggu dulu, kenapa terburu-buru? Jangan pergi begitu saja

    Last Updated : 2024-02-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 12

    “Wah!” kembali terdengar seruan sosok pria di belakang wanita itu.Nathan yang mendengar itu menatapnya dengan tatapan jijik. Wanita itu adalah Sindy, yang merupakan teman sekolah SMA Nathan, bahkan wanita itu pernah menyukai Nathan. Saat itu ayah Nathan memiliki pekerjaan yang luar biasa sukses dan termasuk keluarga kaya raya, karena itu, banyak wanita yang menyukai Nathan.Hanya saja, Nathan tidak menyukai Sindy, dia merasa dari segi manapun, baik secara kepribadian maupun penampilan, Sherly jauh lebih baik daripada wanita sombong dan kasar seperti Sindy. Sehingga Nathan lebih memilih Sherly pada saat itu.Tapi saat ini setelah dia merasakannya, kedua wanita itu sama saja, Nathan benar-benar buta.“Tatapan macam apa itu? Tenang sedikit, dong!” seru sosok pria itu dengan senyuman. “Saat SMA dulu, kamu terlihat sangat hebat, bahkan menjabat sebagai ketum osis, kalau kepala sekolah dan para guru sampai tahu kalau murid berprestasi sepertimu malah menjadi narapidana setelah lulus, kamu

    Last Updated : 2024-02-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 13

    ‘A-apa yang sebenarnya terjadi?!’Kamil yang melihat bawahannya tersungkur di lantai tiba-tiba diselimuti rasa dingin.Di sisi panggung, seorang pria paruh baya berpakaian rapi mengerutkan keningnya saat melihat kejadian itu, Zein Orton, kepala Keluarga Orton. Zein menyaksikan seluruh kejadian saat Nathan menghabisi sekelompok bawahan itu. Dia sendiri juga berlatih bela diri, dan dia bisa melihat kalau kemampuan Nathan itu lumayan hebat.Sedangkan Rendy yang menyaksikan itu mengernyitkan keningnya. “Bajingan!” seru pria itu dengan kesal. “Beraninya merusak acara pernikahanku!” timpalnya melompat dari atas panggung.“Suamiku!” Sherly juga ikut berlari di belakangnya.“Rendy, jangan gegabah!” Zein yang duduk di sisi panggung sejak tadi juga segera menghampiri Rendy, dia takut anaknya akan dipermalukan.“Ada apa ini?!” seru seorang kapten keamanan Hotel.Diikuti belasan petugas keamanan dari hotel bergegas masuk dengan membawa tongkat. Hotel Northen sudah berdiri sejak enam tahun lalu,

    Last Updated : 2024-02-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 14

    “Bocah ingusan ini!” Teriak Zein penuh amarah seraya mengangkat tangannya menunjuk ke arah Nathan. “Dia berani datang membuat onar di pernikahan putraku, bahkan mematahkan tangannya, aku akan mencincang tubuhnya!” Zein menunjuk Nathan yang duduk tenang menyeruput teh di mejanya.Dan saat Sarah melihat kearahnya, dia langsung tercengang. Bagaimana pun dia tidak habis pikir, orang yang membuat keributan adalah Nathan. “‘Pria itu, dia belum pergi?’“Tuan Nathan?” Sarah bertanya dengan wajah keheranan. “Mengapa kamu bisa ada disini?”“Nona Sarah, apakah ini sangat aneh?” Nathan tersenyum pada Sarah.“Sarah, kamu kenal dengan orang ini?” Zein mengernyitkan keningnya.“Paman Zein, sepertinya ada kesalahpahaman disini, dia adalah Tuan Nathan yang datang untuk mengobati ayahku, pasti ada kesalahpahaman!” Sarah menjelaskan.“Mengobati?” kerutan yang ada di kening Zein semakin jelas terlihat.“Apa? Jangan berbicara omong kosong! Pria itu, dia adalah seorang napi!” Sherly yang mendengar Nathan d

    Last Updated : 2024-02-06
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 15

    Sadar masalah akan menjadi semakin besar, Zein langsung memerintahkan kepada para pengawalnya. “Siapa saja yang bisa membunuh bajingan itu akan aku beri kalian 10 juta!”Setelah mendengar hadiah 10 juta, sepuluh pengawal itu menjadi semakin tergiur, mereka mengepalkan tinju mereka dengan erat.“Maju satu langkah, kalian mati!” Kevin berkata dengan marah. “Jangan lupa, hotel ini milikku!”Setelah suara Kevin terdengar, belasan petugas keamanan hotel bergegas masuk lagi, bahkan asisten Kevin Wibowo juga kewalahan.“Tuan besar, saya sudah melakukan sesuai dengan perintahmu, semua petugas keamanan Keluarga Wibowo dan juga yang ada di pabrik sudah dipanggil kemari, para pengawal Keluarga Wibowo juga sudah dalam perjalanan!” asistennya melaporkan pada Kevin.Kevin hanya mengangguk dengan datar.Saat Zein mendengar laporan asisten Kevin, dia mengernyitkan keningnya. “Kevin, hanya karena seorang bocah seperti ini, kamu berani bertarung hidup dan mati denganku?”“Zein, kalau kamu berencana mem

    Last Updated : 2024-02-09
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 16

    Pria itu berdiri dengan tegap, tatapan matanya sangat mengintimidasi. “Aku sangat sibuk, siapa yang kamu mau bunuh?” Tuan Ryzen langsung bertanya dengan dingin.“Dia!” Zein mengangkat tangannya menunjuk ke arah Nathan.Ryzen melirik sekilas kearah Nathan. “Bocah ini? Dia terlihat biasa-biasa saja, dan tubuhnya malah terlihat sangat lemah, tidak ada yang spesial darinya,” Ryzen menautkan alisnya. “Kenapa kamu ingin membunuhnya?”“Bocah itu, dia berani mematahkan tangan putraku!” teriak Zein penuh amarah.Mendengar itu, Ryzen berjalan ke arah Nathan. Kevin dan Sarah yang melihat Ryzen berjalan ke arah Nathan langsung menghalanginya dengan tubuh sedikit gemetar.“Jangan menghalangiku,” dengus Ryzen yang melihat Kevin dan Sarah berdiri di hadapannya.Hanya satu kata dari Ryzen, mampu membuat Kevin dan Sarah yang mendengarnya gemetaran dan seakan-akan nafasnya sesak. Tapi, mereka tetap bersikukuh berdiri dengan tegap.“Enyahlah!”Kembali terdengar teriakan dari sang pemimpin Nocturnal itu.

    Last Updated : 2024-02-11
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 17

    Wajah Ryzen menjadi serius, kedua matanya menatap Nathan dengan aura membunuh.Rendy yang ada disamping sudah tertawa geli. ‘Hahaha …. Kamu akan mati!’ gumamnya menatap dingin ke arah Nathan.“Nathan, cepat minta maaf pada Tuan Ryzen!” Sarah bergegas menarik lengan baju Nathan, dia sudah berkeringat dingin.“Bocah, kamu berani membantah Tuan Ryzen?! Cari mati!”Bawahan Tuan Ryzen yang ada di belakangnya meraung.“Ryzen, aku akan mewakili Tuan Nathan meminta maaf kepadamu!”Kevin melihat bawahan Ryzen turun tangan dan dia menjadi panik, tapi dia juga tidak berani memerintahkan bawahannya untuk turun tangan. Bahkan ,meskipun dia membuat perintah, belasan bawahannya itu tidak akan berani, dan tidak menjadi tandingan bawahan Ryzen yang memang berbeda level, hal itu jelas-jelas akan membunuh Keluarga Wibowo.Ryzen hanya diam, dia mengabaikan Kevin, juga tidak memerintahkan bawahannya untuk berhenti. Bawahan Ryzen itu sangat kuat, hanya satu pukulan dari mereka kalau mendarat di tubuh Natha

    Last Updated : 2024-02-12
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 18

    “Bolehkah aku menjadi kekasihmu?”Disaat Catherine selesai mengutuk Nathan, dan mengatakan seumur hidup dia akan melajang dan tidak akan mendapatkan kekasih, Sarah melangkah maju dan bertanya dengan serius pada Nathan.Seketika, Nathan terpana dan terdiam ditempat, dia tidak menyangka Sarah akan mengatakan hal seperti itu di depan umum. Perlu diketahui kalau Sarah adalah putri dari Keluarga Wibowo, dia adalah penerus Keluarga Wibowo di masa depan!Mendengar ucapan Sarah, Catherine dan Sherly langsung membeku, ini jelas-jelas sedang menampari mereka! Apalagi, Catherine yang barusan memaki Nathan, dan tidak akan mungkin mendapatkan pacar, malah harus menyaksikan pernyataan cinta dari Nona Sarah.Sherly mengepalkan tangannya dengan erat, wajahnya memerah. Tadi dia baru mengatakan pada Nathan untuk tidak terus mengharapkannya, tapi hanya berkedip saja, Nathan sudah mendapatkan pernyataan cinta dari Sarah?!Kalau dibandingkan dengan Sarah dari Keluarga Wibowo, Sherly tidak ada apa-apanya.

    Last Updated : 2024-02-13

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1032

    “Kalian berdua, maaf, tapi kalian yang tiba-tiba muncul dan membuatku tidak sempat mengerem,” Sopir itu segera meminta maaf, berusaha meredakan situasi.Namun, salah satu dari mereka tidak mau mengalah dan mendorong sopir taksi itu, sementara yang lainnya diam-diam mengamati Nathan yang masih berada di dalam taksi. Meskipun Nathan duduk di dalam, dia sudah menyadari sejak awal bahwa ada yang mengawasinya. Dua orang itu samar-samar memancarkan aura seorang ahli bela diri.Meskipun keduanya berusaha menyembunyikan aura mereka, Nathan masih bisa mendeteksinya. “Kalian berdua, aku sedang buru-buru. Bukankah ini hanya tersenggol? Berapa biayanya? Aku akan mengganti rugi,” Nathan membuka pintu mobil dan melangkah keluar.Salah satu dari mereka menatap Nathan dari atas ke bawah, sementara Nathan dengan sengaja menunjukkan auranya secara samar. Raut wajah kedua pria itu sedikit berubah, tetapi mereka segera memperbaikinya.“Biaya perbaikan mobilku paling tidak sepuluh juta,” salah satu dari m

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1031

    “Saudara, ke mana kamu akan pergi?” tanya sopir taksi itu setelah mereka duduk.“Tolong antarkan aku ke hotel yang agak besar untuk beristirahat,” Nathan meminta, menyadari bahwa dia perlu mencari tempat untuk tinggal sebelum mencari Ramos.“Saudara, sepertinya kamu orang luar kota? Kenapa bisa datang ke tempat kami? Para pemuda di sini sudah pergi ke luar kota untuk bekerja, tidak ada yang mau menetap di tempat yang buruk ini,” Sopir taksi itu tampak senang mengobrol, terus berbicara dengan Nathan.“Aku hanya memiliki janji dengan seorang teman,” Nathan menjawab sambil memejamkan matanya, berusaha menenangkan pikirannya.“Dari pakaianmu, sepertinya kamu cukup punya uang. Aku akan membawamu ke satu-satunya hotel bintang lima di ibukota kami. Dengar-dengar, di sana sangat mewah. Seumur hidupku, aku tidak pernah punya kesempatan untuk tinggal di sana. Biaya pembangunannya kabarnya mencapai triliunan, disana harusnya sangat mahal,” Sopir taksi itu terus berceloteh, antusias dengan inform

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1030

    Sementara itu, setelah mengalahkan Ryuki, Nathan tidak berlama-lama dan segera kembali ke Saibu Care bersama Guyton. Pikiran Nathan dipenuhi kekhawatiran akan keadaan Beverly. Dia ingin memastikan apakah Herold dan yang lainnya telah menemukan obat untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh Beverly.Saat Nathan tiba di Saibu Care, Beverly masih terbaring tak sadarkan diri. Herold dan beberapa tetua lainnya tampak putus asa, mereka kehabisan cara. Nathan menatap Beverly yang tak berdaya, menyadari bahwa satu-satunya harapan adalah membawanya ke Celeste. Hanya dengan menemukan Ramos, mereka bisa mendetoksifikasi racun yang mengancam nyawa Beverly.“Nathan, bagaimana pertarunganmu dengan Ryuki? Apakah Ravensclaw memberikan bantuan?” Zephir bertanya, nada suaranya penuh perhatian.“Ryuki kalah. Jika bukan karena Ravensclaw turun tangan, sepertinya Martial Shrine tidak akan membiarkanku pergi dengan selamat,” Nathan menjawab, sedikit gemetar saat mengingat betapa dekatnya dia dengan kematian

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1029

    Di aula megah Martial Shrine, Sancho terisolasi dalam keheningan, duduk dengan mata yang menyimpan amarah dan kegetiran yang mendalam. Kejadian hari itu telah membuatnya hampir meledak dalam kemarahan.Tak lama kemudian, seseorang berlari mengabarkan. "Tuan Sancho, Duta Besar Negara Solara, Elon Lune, telah meminta untuk bertemu dengan Anda!”“Duta Besar Negara Solara?” gumam Sancho dengan nada tercengang, kerutan di keningnya mengungkap ketidakpercayaan yang mendalam. “Untuk apa Duta Besar ingin menemuiku? Aku hanyalah Ketua Martial Shrine, jabatan sipil yang jauh dari urusan resmi pemerintahan.”Meskipun begitu, ada aura misterius yang mengitari pertemuan itu, membangkitkan pertanyaan yang semakin merundung pikirannya.“Persilahkan dia masuk,” perintah Sancho terdengar ragu namun penuh kewaspadaan, membuka gerbang bagi kehadiran Elon.Sosoknya yang berpakaian rapi dengan setelan jas dan berjanggut, sang duta melangkah ke dalam ruangan dengan penuh wibawa, menunjukkan bahwa setiap la

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1028

    Tanpa ragu, Nathan dan Famrik berjalan mendekati keributan.Dari tengah-tengah kerumunan, Sancho menyeringai. "Nathan, kamu tampak ragu untuk melangkah, ya?”Nathan hanya membalas dengan tatapan dingin, menyembunyikan kegelisahan yang menggelegak.“Apakah kamu ingin merasakan tekanan nyata? Kalau begitu, kami tak akan segan memberimu pelajaran!” ancam salah seorang ketua keamanan dengan suara dingin.Swooosshhh!PLAK!CRACK!Di saat itu, Famrik melesat bak bayangan yang menghantui—dia tiba-tiba muncul di hadapan ketua keamanan Martial Shrine, dan dengan satu tamparan yang memecah keheningan, kepala sang ketua hancur berkeping dalam sekejap. Darah segar memercik ke mana-mana, menggambarkan betapa intensnya pertempuran yang sedang terjadi.Keributan semakin memuncak. Tak ada yang menyangka bahwa Famrik, dengan temperamen yang berapi-api, rela menghabisi nyawa demi melindungi Nathan.“Famrik?! Ka-kau .…” dengus Sancho terpana, sementara aura mematikan mulai menyelimuti anggota Martial Sh

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1027

    Nathan pun mengangguk, menggenggam erat tangan para anggota Ravensclaw sebagai tanda terima kasih. Namun, perhatian Famrik tertumbuk pada sebuah detail penting, sebuah cincin yang terpampang di tangan Nathan. Tatapan Famrik sesaat dipenuhi kengerian, namun segera terganti oleh sikap tegas.“Kamu ikut denganku. Ada yang perlu kutanyakan,” perintah Famrik sambil melambaikan tangannya.Terkejut namun patuh, Nathan mengikuti Famrik menuju tempat yang tersembunyi. Di sana, tanpa peringatan, Famrik berbalik dan dengan penuh hormat berlutut di hadapan Nathan.“Ada apa, Tuan Famrik?” ujar Nathan, kebingungan.Namun, Famrik tetap tidak bergerak, lalu dengan suara berat dia berkata. "Bawahanmu, Famrik, memberi hormat kepada Tuan Ace!”Kata-kata itu mengguncang pikiran Nathan. ‘Ace? Apakah …. organisasi Matilda juga merupakan cabang dari Dragnows?!’Seluruh benak Nathan seketika dipenuhi pertanyaan yang tak terjawab. Dia teringat bahwa kekuatan organisasi Matilda begitu dahsyat, bahkan anggota R

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1026

    Dengan nada yang penuh rasa ingin tahu, Nathan bertanya kepada Milan. "Kapten Milan, siapa mereka?”Milan menatap Nathan dengan mata yang tenang namun penuh arti, lalu berkata. "Tuan Nathan, mereka adalah Ravensclaw dari organisasi Matilda. Di antara mereka, yang berbicara dengan suara lantang itu adalah Famrik sang pemimpin keempat orang itu. Di bawahnya—kaki tangannya—yang berada di sisinya adalah Ariel. Lalu ada Zechar dan yang terakhir adalah Fernand.”Kata-kata Milan menggema di benak Nathan, dia sempat teringat akan desas-desus yang pernah dia dengar dari Zephir—bahwa suatu ketika, Rebecca pernah dipungut oleh Ravensclaw, dan Zechar yang menyerahkannya kepada Zephir untuk dibesarkan. Sejenak, pikiran Nathan terombang-ambing antara kekaguman dan kebimbangan.Jika benar keempat sosok ini diutus oleh Zephir, apa maksud sebenarnya dan bagaimana mereka bisa begitu dekat dengan kekuatan yang begitu menakutkan?Tak lama kemudian, suasana di arena semakin memanas. Sancho naik ke tengah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1025

    "AARGH!" Nathan meraung, berjuang mati-matian melawan belenggu tersebut. Otot-ototnya menegang, urat-uratnya mencuat, namun belenggu itu tak mudah dipatahkan.Keamanan Martial Shrine bertukar pandang. Tanpa ragu, mereka melontarkan cahaya pekat dari tangan mereka. Kilatan itu seperti aliran listrik yang langsung merambat ke belenggu dan merasuk ke dalam tubuh Nathan."AAARGGGHHH!" Tubuh Nathan tersentak hebat, darah segar menyembur dari mulutnya.BAM!Tubuhnya menghantam tanah dengan keras.Sancho mendengus, menatapnya dengan penuh penghinaan. "Sudah kukatakan, lebih baik kau menyerah!"Keamanan Martial Shrine melangkah maju, siap membawa Nathan pergi. Namun, di saat itu juga, mereka semua terkejut. Nathan, yang seharusnya sudah tak berdaya, perlahan bangkit. Kilatan merah terang menyala di dahinya, seperti bara api yang baru saja tersulut!Angin di sekitarnya bergemuruh. Aura Nathan mulai bergejolak, semakin kuat, semakin liar.Para penonton menahan napas. “Apa yang akan terjadi sela

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1024

    Sancho menatap Nathan dengan dingin. "Apa pun yang kau ucapkan, tak ada gunanya!” lalu memerintahkan. "Bawa dia pergi!”Namun, tak disangka, Milan, Nelson, Bachira, dan para pendukung lainnya segera menerjang untuk melindungi Nathan.“Tuan Sancho, Tuan Nathan adalah bagian dari kepolisian! Dia bukan orang yang bisa dipermalukan begitu saja!” seru Milan dengan dingin.“Tak pedulikan siapa dia! Karena dia telah berani melanggar aturan aliansi, aku yang akan menanganinya. Kalau kau berani banyak bicara, percayalah, aku akan membawa kalian semua juga!” jawab Sancho, tatapannya menusuk dengan ketegasan.Milan, yang tampak gemetar karena amarah, berusaha menantang. "Kau tak takut kepada Tuan Ryujin?”“Biarlah. Aku telah berkata, masalah ini hanya bisa kuselesaikan sendiri!” balas Sancho dengan suara penuh ancaman. “Minggir!”Saat kata minggir terdengar, tubuh Milan terhuyung mundur beberapa langkah..Kekuatan Milan tidak bisa dibandingkan dengan Sancho. Mereka adalah dua sosok yang berada d

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status