Share

Bab 02

Penulis: Olivia Yoyet
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-09 18:57:21

02

Siang itu, Sebastian telah tiba di unit apartemen yang disewanya di kawasan hunian bergengsi di Kota Singapura. 

Sebab tengah mengerjakan proyek dari PC di sana, Sebastian memutuskan untuk menetap di kota itu. Dia berharap tindakannya tersebut bisa membantunya untuk melupakan Keisha. 

Sudah beberapa bulan berlalu. Sebastian sama sekali tidak pernah menghubungi Keisha. Sedangkan perempuan itu berulang kali mengirim pesan pada Aline, Adik bungsu Sebastian, untuk meminta harta gono-gini. 

Sebastian bukan tidak mau memberikan apa yang diminta mantan istrinya. Namun, karena mereka telah menandatangani surat perjanjian pra nikah, yang menyebutkan jika ada perselingkuhan, maka pelakunya tidak berhak mendapatkan harta bersama.

Sebastian yakin jika Keisha tahu tentang klausul itu, tetapi perempuan tersebut benar-benar kemaruk. Hingga Keisha melakukan segala cara untuk mendapatkan simpati dari orang-orang terdekat Sebastian. 

Pria berkemeja putih seketika menoleh ke belakang saat dipanggil ajudannya. Urfan bergegas mendatangi sang bos untuk menyampaikan pesan dari kuasa hukumnya di Jakarta. 

"Syukurlah. Akhirnya selesai juga urusan harta itu," cakap Sebastian. 

"Tapi kayaknya Ibu akan terus berusaha mendapatkannya, Pak," balas Urfan. 

"Biarkan saja. Dia mau pakai pengacara top pun, tetap akan kalah. Karena status surat perjanjian itu sah di mata hukum negara." 

Urfan mengangguk paham. "Ehm, Pak, besok, Komandan Wirya dan Komandan Zulfi mau datang." 

Sebastian mengangkat alisnya. "Tumben mereka ke Singapura? Biasanya, kan, keluyuran di Australia atau Eropa." 

"Mereka dapat tugas dari Komandan Varo, buat menangani mega proyek yang diikuti Baltissen dan Pramudya Grup." 

"Pantas mereka yang datang, karena itu proyek penting." 

"Bapak nggak join?" 

"Modalnya gede, Fan. Nggak sanggup aku." 

"Bisa gabung sama perusahaan lain." 

"Kamu tahu? Cara berpikirmu cerdas sekali. Harusnya kamu jangan jadi ajudan, tapi pengusaha." 

"Ya, pengusaha tahu." 

"Bagusan tempe, lebih populer." 

"Bapak nyebut itu, aku jadi pengen mendoan." 

Sebastian berdecih. "Kamu bikin aku ngiler. Pesan sana. 20 biji!" titahnya yang segera dikerjakan sang pengawal muda. 

***

Rinjani memandangi gerakan bayi di layar monitor dokter spesialis kandungan, yang menanganinya semenjak beberapa bulan silam. 

Rinjani mengulum senyuman menyaksikan tingkah anaknya yang bergerak-gerak lincah di dalam kandungan. 

Kendatipun menghadapi kehamilan itu tanpa didampingi suami, Rinjani sangat bahagia dengan kehadiran sang buah hati di perutnya. 

Puluhan menit terlewati, Rinjani telah berada di taksi bersama Lidya, kakaknya yang mengantarkan Rinjani kontrol ke rumah sakit. 

"Rin, Dina nanya, kapan bisa ketemu buat membahas detail acara resepsinya," tukas Lidya seusai membaca pesan dari temannya. 

"Besok sore. Kebetulan bosku mau datang buat ngecek persiapan fashion show," terang Rinjani. 

"Teh Mutiara?" 

"Hu um. Katanya, bareng Teh Edelweiss dan Teh Ineke." 

"Aku suka sama mereka. Ramah semua. Padahal istri konglomerat." 

"Kata Cyra, semua istri bos PG dan PC serta PBK itu baik-baik." 

"Kamu sudah kenal semua?" 

Rinjani menggeleng. "Aku hanya tahu anggota keluarga Adhitama, sama Cyra dan tim PC Bandung." 

"Di Bogor, nggak adakah?" 

"Kalau nggak salah, ada beberapa anggota PC yang berasal dari sini, tapi aku nggak kenal."

"Kela', aku masih bingung, apa bedanya PG dan PC? Kalau PBK, aku tahu itu perusahaan jasa keamanan." 

"PG adalah perusahaan gabungan. Anggotanya 50 bisnisman muda Indonesia. Setiap anggota PG menjadi mentor satu hingga empat anggota PC, yang merupakan perusahaan cabang." 

"Hmm, apa PC itu semuanya milik anggota PG?" 

"Teh Mutiara pernah bilang, kebanyakan anggota PC itu dari perusahaan pribadi. Hanya ada belasan perusahaan bentukan bos PG yang tergabung di PC." Rinjani berpikir sesaat, lalu dia berkata, "Tapi, kalau nggak salah, banyak bos PC bikin perusahaan baru, dan para direkturnya tergabung di PCD." 

"Apa lagi itu, PCD?" 

"PC Dua."

"Oh, kitu." Lidya manggut-manggut. "Si borokokok eta, nggak gabung, kan, ke PC?" desaknya. 

"Setahuku, nggak. Dia, kan, cuma direktur operasional, Teh. Bukan owner perusahaan." 

"Direktur oge tos balaga pisan eta jelema!" 

"Biarin ajalah. Sudah bukan suamiku juga." 

"Semoga anakmu nggak nurun sifat buruk bapaknya." 

"Aamin." Rinjani mengusap perutnya yang membuncit. "Aku akan mendidiknya dengan keras, agar dia jadi pribadi yang sopan, setia dan bertanggung jawab," bebernya. 

Lidya mengamati adiknya dengan saksama. "Aku khawatir, kehamilanmu akan mereka ketahui." 

Rinjani mendengkus pelan. "Semoga itu nggak terjadi. Kalau pun bapaknya anak ini tahu, aku nggak akan pernah mengizinkannya untuk bertemu. Apalagi membawanya pergi dariku." 

"Coba saja dia berani macam-macam. Aku dan suami akan menghajarnya." 

Rinjani melirik perempuan yang tengah merengut di sebelah kirinya. "Teteh belum puas sudah ngelempar dia pakai asbak?" 

"Belum," balas Lidya. "Aku, tuh, kesal, karena dia benar-benar nggak ada menghiraukanmu. Datang pun cuma ngomong nggak jelas gitu," lanjutnya. 

"Enggak jelas, gimana?" 

"Dia cuma menyerahkanmu kembali.ke orang tua kita. Tapi, sampai sekarang nggak ada ngasih kamu nafkah. Padahal hukum agama sudah jelas-jelas mewajibkannya untuk memberimu nafkah. Sampai kamu menikah kembali." 

Rinjani menggeleng. "Aku justru senang dia nggak ngasih uang. Dengan begitu, nggak ada alasannya buat ngaku-ngaku anak ini sebagai darah dagingnya." 

"Tapi, Rin, suatu saat anakmu akan menanyakan bapaknya." 

"Gampang. Tinggal bilang, bapaknya sudah mati."

Sementara itu di tempat berbeda, Anton baru memasuki ruang kerjanya seusai melakukan rapat dengan komisaris dan segenap petinggi perusahaan. 

Anton duduk di kursi putar dan memijat dahinya yang tiba-tiba berdenyut. Dia menarik napas berat dan mengembuskannya sekali waktu. Berharap hal itu bisa menghilangkan kegundahan dalam dada. 

Anton mengkhawatirkan kondisi perusahaan, yang sudah beberapa bulan ini minim proyek. Dia sudah meminta asiatennya untuk menyelidiki hal itu, dan sedang menunggu orangnya datang. 

Tidak berselang lama, seorang pria berkemeja cokelat memasuki ruang kerja Anton, sambil membawa satu bundel berkas. 

Mardani duduk di kursi seberang meja kerja bosnya. Pria berkacamata itu meletakkan berkas di meja. Mardani mengecek deretan kalimat dalam kertas, sebelum menunjukkannya pada Anton. 

"Sebagian besar proyek besar, sekarang dikuasai PC," ujar Mardani. 

"Apa itu PC?" tanya Anton. 

"Grup pengusaha muda, yang merupakan anak perusahaan PG." 

"Aku tambah bingung." 

"Mas kenal sama komisaris PG." 

"Siapa?" 

"Artio Laksamana." 

Anton mengerutkan dahi. "Ehm, Pramudya?" 

"Betul. Dia anak tertua Pak Sultan Pramudya." 

"Berarti PC itu anak perusahaan Pramudya?" 

"Beberapa saja. Sisanya milik perusahaan pribadi pengusaha muda Indonesia. Termasuk Pak Olavius Aristide, Kasyafani Suwardana, Farisyasa Kagendra, dan Arkhan Maheswara."

"Maksudmu, Ganendra Grup, kan?" 

"Yups." 

Anton berpikir sesaat. "Oke, lanjut tentang proyek." 

"Aku sudah tanya-tanya, Mas. Jadi, karena banyak proyek dipegang PC, kita jadi sulit nembus tendernya. Terutama di Pulau Jawa." 

"Maksudmu, mereka menguasai area sini?" 

"Ya, dan sekarang mereka melebarkan sayap ke Sumatera, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi."

Anton mendengkus pelan. "Apa kita nggak bisa nyelip?" 

Mardani mengeleng. "Mereka memonopoli proyek. Bos PG hanya memberikannya pada anggota PC." 

Anton melengos. "Kacau kalau begitu." 

"Kalau mau, Mas bisa daftar jadi anggota PC Dua. Dengar-dengar, mereka lagi buka pendaftaran." 

"Ke siapa?" 

"Dirutnya. Pak Andri Kaushal."

"Kamulah yang daftar." 

"Oke." 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 03

    03Jalinan waktu terus bergulir. Sore itu, Sebastian dan Urfan telah berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka pulang ke Indonesia, karena Sebastian hendak menghadiri pernikahan temannya saat kuliah dulu. Kedua pria berbeda tampilan, mengikuti langkah Syuja dan Hasbi, kedua pengawal muda PBK, yang juga baru pulang dinas jadi pengawas di Singapura. Selain keempat orang itu, beberapa anggota PG dan PC turut bergabung dalam kelompok pimpinan Syuja. Hadrian Danadyaksha, Yafizhan Endaru, Rylee Maglorius Ghawani dan Riko Mahardika, terlihat berbincang santai sembari meneruskan langkah menuju luar terminal kedatangan khusus luar negeri. Dua pria berbadan tegap menyambut mereka dengan penghormatan. Nawang dan Dipta, kedua pengawal lapis 9, menyalami semua anggota kelompok tersebut. Seusai berbincang sesaat, mereka bergerak menuju tempat parkir. Tidak berselang lama, kedua mobil MPV hitam telah melaju keluar area parkir bandara, menuju jalan tol. "Rapat gabungan, jadinya hari

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-09
  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 04

    04Sebastian menggeleng ketika Yeremia dan Didi saling mendorong bahu. Dia terkekeh saat kedua rekannya tersebut melanjutkan perdebatan dengan saling memelototi. Kelompok pria bersetelan jas berbagai warna tersebut, berdiri dan jalan menuju pelaminan. Seusai menyalami pasangan pengantin, mereka berdiri di sisi kanan dan kiri kedua mempelai sambil berpose. Beberapa jepretan diambil sang fotografer. Kameramen juga turut mengabadikan kelompok rekan-rekan kuliah sang pengantin laki-laki dalam video berdurasi pendek. Setelahnya, mereka menuruni pelaminan. Sebab hendak menuntaskan panggilan alam, Sebastian memisahkan diri dari kelompoknya. Pria bersetelan jas abu-abu, mengayunkan tungkai menuju area belakang gedung. Sebastian memasuki toilet khusus laki-laki dan segera menyelesaikan urusannya. Saat beranjak keluar, tanpa sengaja Sebastian mendengar suara orang meminta tolong. Dia berdiri sesaat di depan toilet wanita, sebelum memberanikan diri membuka pintunya. "Astaga! Kamu kenapa?"

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-09
  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 05

    05"Halo?" sapa suara laki-laki yang tidak dikenali Anton. "Maaf, apa ini betul nomornya Rinjani?" tanya pria berkulit kecokelatan. "Ya. Ini, siapa?" "Ehm, temannya." Chumaidi, ipar Rinjani terkesiap. Dia seolah-olah pernah mendengar suara orang yang menelepon itu. Namun, Chumaidi melupakan detailnya. "Ririn sedang tidak bisa menerima telepon," jelas Chumaidi."Apa ada masalah?" tanya Anton tanpa bisa menahan rasa penasarannya."Tidak ada. Dia sedang tidur." "Oh, begitu." "Ada yang bisa saya bantu?" "Ehm, nggak ada. Besok saya telepon lagi." "Sebutkan namamu. Supaya saya bisa menyampaikannya pada Ririn nanti." Anton melirik asistennya yang sedang sibuk bersantap. "Dani," ucapnya, sengaja memakai nama Mardani agar tidak dicurigai orang yang ditebaknya sebagai suami Lidya. "Baik." "Makasih, Mas. Saya tutup teleponnya. Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." Chumaidi menjauhkan ponsel Rinjani dari telinganya. Pria berkumis tersebut memandangi istrinya yang sedang mengaji dengan

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-09
  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 06

    06Sebastian dan Urfan tiba di rumah sakit tepat jam besuk. Mereka jalan menyusuri lorong yang banyak orang lalu-lalang, dengan berbagai keperluan. Sesampainya di depan ruang ICU, keduanya terkejut karena ternyata banyak pengunjung. Lidya yang berada di sana, berdiri dan menyambangi Sebastian dan Urfan. "Ririn sudah sadar, dan dia nyariin Mas," terang Lidya sembari menyalami kedua tamu. "Syukurlah. Aku bisa tenang sekarang," jawab Sebastian. "Mari masuk, Mas. Ada Ibu di dalam." "Bapak dan yang lainnya, ke mana?" tanya Sebastian sembari mengikuti langkah Lidya ke ruangan dalam. "Bapak dan Faidhan pulang dulu untuk istirahat. Nanti malam mereka akan menunggui lagi di sini. Kalau suamiku, sedang kerja." "Abizar?" "Dia lagi jaga toko bapaknya." Mereka berhenti di dekat pintu besar. Urfan duduk di bangku panjang. Sedangkan Lidya mengajak Sebastian memasuki ruangan ICU. Lidya meminta Sebastian mencuci tangan di wastafel. Kemudian dia memberikan pakaian khusus untuk melapisi baju l

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 07

    07Suasana kamar kelas utama yang ditempati Rinjani, sore itu terlihat ramai. Kondisinya yang makin membaik, membuat Rinjani bisa dipindahkan ke ruangan itu siang tadi. Netha, Tia dan Shahnaz bergantian mengendong bayi laki-laki berselimut biru. Mereka langsung jatuh hati pada anak Rinjani, hingga berebutan untuk menjadikannya menantu. Kala kedua bos Rinjani datang bersama beberapa orang lainnya, Lidya dan Ambar, ibunya, seketika sibuk menyajikan aneka suguhan buat para tamu dari Jakarta. "Masyaallah, kasep pisan," puji Edelweiss Indira, seusai mengecup dahi sang bayi yang tengah terlelap. "Mirip kamu, Rin," imbuh Mutiara, bos utama EO tempat Rinjani bekerja. "Ya, terutama alis dan bibirnya," sahut Amy, sang MUA."Aku jadi pengen punya anak," imbuh Jhonny, fotografer EO. "Calon ibunya dulu yang dicari, Mas," sela Netha. "Cariinlah, Tha. Aku nggak punya waktu," seloroh Johnny. "Sama saudaraku, mau?" Netha mengutak-atik ponselnya, lalu memperlihatkan foto seorang perempuan beram

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 08

    08Jalinan waktu terus berjalan. Jumat pagi, Sebastian tiba di gedung belasan lantai di kawasan Jakarta Selatan. Pria bersetelan jas abu-abu muda, melangkah memasuki lobi sembari membalas sapaan karyawan tempat itu dengan senyuman. Urfan yang mengikuti langkah bosnya, sempat memberi hormat pada seorang pria bersetalan jas biru, yang kemudian berbincang dengan Sebastian.Ketiganya meneruskan langkah menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai 11. Sepanjang beberapa saat di dalam elevator, Sebastian dan pria bermata besar tersebut, berbincang santai.Tidak berselang lama mereka telah berada di ruangan besar di ujung kanan lantai itu. Ketiganya menyalami semua orang di ruangan, sebelum menempati kursi masing-masing. Urfan berpindah ke deretan kursi khusus asisten. Dia bersalaman dengan para pendamping bos, lalu duduk di kursi ujung kiri. Hadrian Danadyaksha, sang pemimpin proyek yang tadi berjumpa dengan Sebastian dan Urfan, memulai pertemuan itu dengan untaian doa. Selanjutny

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-27
  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 09

    09Sebastian tiba di rumahnya menjelang jam 9 malam. Dia memicingkan mata ketika melihat seunit mobil sedan merah di depan pagar rumah, yang seolah-olah tidak asing baginya.Sang asisten rumah tangga, Ida, bergegas membukakan pagar agar mobil yang dikemudikan Urfan nisa memasuki carport. Setelah mobil benar-benar berhenti, Sebastian membuka pintu samping kiri dan keluar. Dia menutup pintu, lalu memandangi Ida yang tengah mendekat. "Keisha ada di dalam?" tanya Sebastian sambil menaikkan alisnya, sesaat setelah Ida menerangkan tentang sang tamu. "Ya, Pak. Aku sudah berusaha ngusir, tapi dia maksa masuk," jelas Ida.Sebastian menyugar rambutnya sembari mendengkus. "Bagaimana dia bisa tahu alamat ini?" "Hai, Mas." Panggilan satu suara dari belakang Ida, menyebabkan Sebastian terdiam. "Sorry, aku nyelonong masuk, tapi, ini benar-benar penting," ungkap pemilik suara tadi. Sebastian memandangi orang yang sudah menghancurkan hatinya. "Kamu tahu alamat ini, dari mana?" tanyanya tanpa berb

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-27
  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 10

    10Jalinan waktu terus bergulir. Akhir pekan itu, kediaman Basman dipenuhi banyak orang. Acara akikahan Dylan dilaksanakan dengan sederhana, tetapi tetap membahagiakan bagi seluruh anggota keluarga Daharyadika. Setelah acara pengajian, seorang ustaz yang merupakan teman Basman, memberikan tausiah yang sangat menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Rinjani memandangi sang ustaz sembari mengingat-ingat petuah lelaki tua bersorban putih tersebut. Dalam hati Rinjani berjanji, akan membesarkan anaknya dengan semangat. Meskipun tanpa didampingi seorang suami. Selanjutnya, Lidya dan yang lainnya membagikan tas berisikan makanan, minuman dan kue-kue pada hadirin. Sementara para tamu penting dipersilakan untuk menyicipi hidangan di meja prasmanan, yang disiapkan di ruang makan. Dylan berpindah tangan dari satu orang ke orang lainnya. Walaupun tidak mengenali siapa saja yang tengah mengasuhnya, bayi berbaju biru tua itu tetap tenang dan lebih sering tidur. "Gimana kondisimu, Rin?" tany

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-28

Bab terbaru

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 53

    53Sabtu siang, Sebastian menunaikan janji pada Rinjani. Dengan didampingi Gustavo dan Ira, serta kedua adiknya dan para sahabat, Sebastian mendatangi kediaman Basman untuk meminang Rinjani. Tio yang diminta sebagai pembicara, menunjukkan surat identitas baru yang menerangkan jika Sebastian telah menjadi seorang muslim. Sesuai saran Ustaz Mawardi, Sebastian tetap memakai nama sebelumnya. Hal itu supaya tidak perlu mengurus ulang akte lahir dan semua ijazah yang dimiliki Sebastian. Hanya KTP, SIM dan paspor yang diganti, dan kolom agama diubah dari Kristen menjadi Islam. Basman dan keluarganya menyambut kabar itu dengan gembira. Pria tua tersebut juga langsung menerima lamaran Sebastian atas Rinjani, karena sudah mengetahui kepribadian sang duda bermata tajam tersebut."Sekarang, kita bahas tentang tanggal lamaran resmi dan akadnya, Pak," tutur Gustavo yang diminta Sebastian untuk menjadi wakil orang tuanya. "Mengenai itu, lebih baik kita tanyakan pada mereka, Pak," sahut Basman.

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 52

    52Jumat siang, gedung PG dikunjungi banyak orang yang mengenakan setelan jas beraneka warna. Bila semua anggota PG menggunakan setelan jas biru tua mengilat, anggota PC mengenakan setelan biru muda. Keempat puluh anggota PCD memakai setelan jas abu-abu. Para pengawal lapis tiga dan empat tersebut, menjadi orang-orang yang paling gembira, karena mereka bisa berjumpa kembali setelah lama tidak berjumpa. Kesepuluh pengawal lapis tiga yang hadir dalam formasi komplet, duduk berderet di kursi bagian ketiga sisi kiri. Di depan mereka adalah kedua puluh anggota PCD dari kelompok satu dan dua. Di belakang regu Hisyam, Harun dan rekan-rekannya dari pengawal lapis empat, duduk dengan rapi. Deretan selanjutnya diisi para calon anggota tim 5 PCD yang bukan berasal dari PBK. Komisaris utama PG, yakni Tio, memasuki ruangan luas dengan diikuti keempat direktur dan manajer PG. Tio dan Hamid, direktur operasional, meneruskan langkah menuju podium. Sedangkan yang lainnya menempati deretan kursi ya

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 51

    51Hari berganti hari. Selasa pagi menjelang siang, Rinjani tiba di depan gedung belasan lantai yang merupakan pusat bisnis para bos PC. Urfan yang telah menunggu sejak tadi, mendatangi mobil milik bosnya bersama Gumilang, Jariz dan beberapa pengawal muda lainnya. Mereka membantu mengeluarkan banyak wadah makanan dan menyusunnya di beberapa troli. Satu per satu troli diangkut menggunakan lift, hingga isi mobil habis. Setelah menutup dan mengunci pintu, Santos menyusul Rinjani yang tengah berbincang dengan beberapa staf perempuan. Mereka memasuki lift terbesar untuk menuju ke lantai tujuh. Sesampainya di tempat tujuan, Sebastian telah menunggu di ruang tamu luas, yang diperuntukkan untuk tamu umum 10 kantor, yang ada di lantai itu. Selama setengah jam berikutnya, Rinjani berjibaku membereskan meja prasmanan dan wadah kaca untuk hidangan. Semua peralatan makan dipinjam dari kantor PBK, yang sering mengadakan jamuan makan. Freya, staf HWZ, KARZD dan ZAMRUD, bersama beberapa staf PBK

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 50

    50Malam beranjak larut. Rinjani telah menguap beberapa kali, sebelum akhirnya menyandarkan kepala ke tumpukan bantal sofa. Sebastian yang masih menonton film laga dari negeri tirai bambu, melirik ke kiri. Dia mengulum senyum seusai melihat Rinjani yang tengah lelap. Sebastian berdiri dan jalan ke kamar tamu. Dia mengambil selimut, lalu keluar. Sebastian menutupi tubuh kekasihnya, sebelum kembali duduk di tempat semula. Puluhan menit berlalu, suara rengekan Dylan dari kamar utama, mengejutkan Sebastian. Dia berdiri dan jalan cepat memasuki ruangan yang pintunya terbuka, kemudian menyambangi Dylan yang masih menangis di tengah-tengah kasur besar. "Apa, Nak?" tanya Sebastian sembari duduk di tepi kasur. "Haus? Bentar, ya, Om panasin dulu ASIP-nya," lanjutnya sambil mengangkat sang bayi dan menggendongnya dengan tangan kiri. Sebastian bergerak luwes menyiapkan minuman dalam botol. Kemudian dia mengajak Dylan ke ruang tengah dan duduk di sofa tunggal. Sebastian memberikan botol yang

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 49 - Bertukar Pasangan

    49Pertanyaan Sebastian kemarin malam, masih terngiang di telinga Rinjani. Dia syok dan tidak serta merta menjawab pertanyaan lelaki tersebut. Bahkan Rinjani langsung menutup sambungan telepon tanpa mengucapkan apa pun. Sepanjang pagi hingga sore itu, pikiran Rinjani mengembara ke mana-mana. Dia nyaris tidak bisa bekerja, dan hanya menatap kosong pada laptopnya. Sore itu, Rinjani memutuskan untuk pulang lebih awal. Dia meminta diantarkan ke supermarket pada Santos, karena Rinjani ingin berbelanja bahan makanan.Puluhan menit berlalu, Rinjani telah usai berbelanja. Dia tengah duduk di bangku dekat supermarket sambil meminum es teh dingin. Rinjani sedang menunggu Santos yang sedang antre di depan toko roti. "Rin," panggil seorang pria yang telah duduk di samping kanan. Rinjani terkejut dan sempat bengong sesaat, sebelum dia bergeser menjauh dari pria berkemeja hijau muda. "Aku cuma pengen ngobrol. Jangan menjauh gitu," pinta Anton. "Aku lagi nggak moid buat ngobrol. Apalagi dengan

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 48 - Would You ?

    48Rinjani terkejut, kala tiba di rumahnya sore itu dan ada mobil sedan hitam terparkir di depan rumah Sebastian. Rinjani merasa pernah melihat mobil itu, tetapi dia lupa di mana.Setelah Santos memarkirkan mobil dengan rapi di car port depan rumah nomor 1, Rinjani turun dan bergegas ke rumah sebelah. Perempuan bersetelan blazer abu-abu, tertegun menyaksikan Aline dan Riordan yang tengah bermain dengan Dylan di karpet lantai ruang tengah. Riordan yang melihat sang mama datang, segera bangkit berdiri dan menyambangi Rinjani. Riordan menyalami perempuan tersebut, lalu mengajak Rinjani duduk di sofa ruang tengah. "Aline kangen sama Dylan. Jadi kuantarkan ke sini," terang Riordan. "Ya, nggak apa-apa," sahut Rinjani. "Walaupun kaget, tapi aku senang kalian datang," lanjutnya seraya tersenyum. "Aku mau sering main ke sini. Boleh, Teh?" tanya Aline sembari bangkit duduk. "Boleh. Aku nggak keberatan. Yang penting, Dylan jangan diajak keluar, tanpa penjagaan Santos atau Urfan," ungkap Ri

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 47

    47Senin pagi, Rinjani tiba di kantor EO menjelang jam 8. Dia bergegas menuju ruang rapat yang ternyata telah ramai orang. Rinjani menyalami mereka satu per satu, termasuk Jemmy, suami Shireen, yang juga memiliki saham di perusahaan itu.Selama beberapa saat berikutnya, Rinjani larut dalam perbincangan dengan rekan-rekannya. Tidak berselang lama, Mutiara dan Edelweiss memasuki ruangan bersama Cyra, manajer tim Bandung yang merupakan istri Zafran, direktur PC. Mutiara meminta Jemny untuk memimpin rapat, dan laki-laki tersebut memulainya dengan pembacaan doa, sesuai agama masing-masing. Selama puluhan menit berikutnya, Rinjani mendengarkan penuturan Jemmy yang bergantian mengoceh dengan Mutiara. Rinjani meringis, ketika dirinya diminta untuk menjadi penanggung jawab acara ulang tahun Ganendra Grup, yang akan dilaksanakan awal bulan depan. Setelah rapat dibubarkan, Rinjani mengikuti langkah kedua komisaris menuju ruang kerja mereka. Jemmy dan Jhon turut bersama ketiga perempuan terseb

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Vab 46 - Pengakuan

    46Hari berganti. Siang menjelang sore itu, Sebastian telah berada di ruang kerja Dante, di kantor Adhitama Grup di kawasan Kuningan. Keduanya berdiskusi mengenai berbagai hal, terutama tentang pengalaman Dante sebelum menjadi mualaf, beberapa tahun silam. Dante menerangkan semuanya dengan detail dan sangat jujur. Dia memahami bila Sebastian membutuhkan banyak masukan, karena berpindah agama itu bukan hal sepele. Hampir satu jam berlalu, Sabrina, istri Zulfi yang juga merupakan Adik sepupu Dante, memasuki ruangan. Dia menyalami Sebastian, kemudian berpindah untuk menyalami Dante dengan takzim. Seperti halnya sang koko, Sabrina juga dimintai masukan oleh Sebastian. Perempuan bermata sipit itu menerangkan kisahnya dengan tenang, hingga tuntas. "Berarti, pengalaman kalian hampir sama denganku. Yaitu, merasa tenang saat mendengar suara azan ataupun orang mengaji," tutur Sebastian, sesaat setelah Sabrina usai berceloteh. "Aku juga suka lihat orang salat. Aku bahkan sudah hafal geraka

  • Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu    Bab 45 - Trust Me!

    45Suasana tegang melingkupi ruang tamu kediaman Ardiatma Anargya. Beberapa orang yang berada di tempat itu, menunggu lelaki tua berkemeja hijau lumut, yang masih memegangi kertas berlogo rumah sakit F.Ardiatma mengulang membaca detail hasil tes DNA atas Sebastian dan Dylan. Angka 77% di bagian yang digaris merah, membuatnya terpaku. Ardiatma benar-benar terkejut dengan kenyataan itu. Rasa marah, kecewa, sedih, dan penyangkalan, bercampur menjadi satu dalam benak pria yang rambutnya telah dihiasi uban. Hal nyaris setupa juga dirasakan Eva yang membaca salinan keterangan hasil tes DNA. Perempuan tua berambut sepundak, menutupi mulutnya dengan tangan kiri. Eva menggeleng pelan. Dia tidak bisa memercayai penglihatan. Otaknya mendadak buntu dan Eva hanya bisa terpaku sembari memejamkan mata. Riordan mengambil kertas yang dipegangi Eva. Dia membaca hingga tiga kali. Sebelum menengadah dan memandangi Sebastian serta Rinjani, yang menempati kursi panjang di dekat jendela. "Mas, berarti

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status