Chandra sedang merenungkan ucapan Shadow barusan. Dia memikirkan para pemelihara serangga beracun yang hidup pada ratusan tahun lalu. Mereka ingin menggunakan serangga beracun untuk menguasai dunia?Itu sebabnya, suara Sandra sontak membuatnya terperanjat. Chandra mendongak dan melirik Sandra yang berdiri di pintu masuk bangsal, lalu berkata, "Mengejutkanku saja.""Ke mana kamu?" Sandra menatapnya dengan heran. Dia bahkan keluar dari bangsal untuk memeriksa sekeliling, tetapi tidak melihat siapa pun. Sesudah masuk kembali, dia melipat lengannya di depan dada dan bertanya seraya menatap Chandra, "Kamu diam-diam keluar malam-malam begini, siapa yang kamu temui?"Chandra hanya menguap tanpa menjawabnya. Kemudian, dia berjalan ke ranjangnya seraya membalas dengan lirih, "Aku hanya jalan-jalan sebentar karena merasa pegal.""Masa?" tanya Sandra dengan ekspresi tidak percaya.Chandra berbaring, lalu mengangguk dan menimpali, "Ya. Memangnya bisa apa lagi?""Ya sudah." Sandra pun tidak bertany
Sandra menatap Chandra yang baru terbangun, lalu menunjuk kursi roda dan berkata, "Kemari."Chandra merasa lucu melihatnya. Dia menimpali, "Astaga, aku masih bisa berjalan.""Jangan terus memaksakan dirimu." Sandra memasang ekspresi datar sambil meneruskan, "Cepat duduk. Dokter sudah bilang penyakitmu bukan penyakit biasa dan menyuruhmu untuk meminimalisir gerakan. Virus di tubuhmu bisa menyerap energi. Makin kamu bergerak, sel virusnya akan makin aktif."Chandra pun mengangguk dan menurutinya. Diagnosis dokter sama dengan spekulasinya.Chandra bangkit dari ranjangnya. Sandra buru-buru menghampiri untuk memapahnya ke kursi roda.Kemudian, Sandra pun mendorong Chandra ke luar rumah sakit.Di luar rumah sakit, Sandra bertanya, "Mau ke mana?"Chandra menatap kota yang ramai ini. Dia merasa agak bingung karena tidak memiliki tempat tinggal di kota yang begitu luas ini.Chandra menghela napas, lalu menjawab, "Kita menginap dulu di hotel. Setelah beberapa hari, kita akan kembali ke Rivera."
Setelah memainkan Jarum 81 Langit sesaat, Chandra melemparkannya ke meja dan mengeluarkan ponsel untuk melihat waktu.Sekarang sudah pukul 00.00. Chandra baru makan malam pada pukul 20.00, tetapi sudah merasa lapar.Chandra pun mengirim pesan kepada Sandra yang berada di kamar sebelah.[ Aku lapar. ]Baru beberapa detik berlalu, Sandra sudah membuka pintu kamarnya.Sandra mengenakan piama putih yang agak transparan. Tubuhnya pun samar-samar terlihat sehingga menjadi sangat menggoda. Rambutnya belum kering, seharusnya Sandra baru selesai mandi."Mau makan apa? Aku pesankan makanan untukmu," tanya Sandra."Aku mau daging," jawab Chandra.Sejak ada serangga beracun di tubuhnya, Chandra terus ingin makan, terutama makan daging."Oke." Sandra mengeluarkan ponselnya untuk memesan makanan.Sesudah memesan, Sandra duduk di samping. Ketika melihat jarum perak yang berserakan, dia pun bertanya, "Apa yang kamu lakukan?""Bukan apa-apa." Chandra mengambil sebuah jarum perak, lalu menekan ujung jar
Semua orang tercengang mendengarnya."Membawa tahanan keluar?""Kak Chandra, siapa yang akan kita bawa keluar?"Semuanya menatap Chandra dengan heran.Chandra menatap Dahlia sembari bertanya, "Kamu tumbuh besar di Istana Gelap dan pernah menjadi pembunuh level 3. Kamu seharusnya mengenal Alex yang mendirikan Istana Gelap, 'kan?""Ya." Dahlia mengangguk untuk mengiakan.Ketika mendengar nama Alex, raut wajahnya seketika menjadi serius. Dia menjawab, "Aku kenal dia. Setahuku, Alex adalah orang yang sangat kejam. Siapa pun yang menentang dan berkhianat pasti akan mati tragis. Tapi, dia dipenjara beberapa tahun lalu."Selesai berbicara, Dahlia melirik Chandra dan bertanya, "Jangan-jangan, dia adalah tahanan yang Kak Chandra maksud?"Chandra mengangguk sambil menjawab, "Ya, aku terkena serangga beracun. Dia langsung tahu begitu melihat kondisiku. Dia bilang punya cara untuk menyembuhkanku, tapi syaratnya adalah membawanya keluar dari penjara."Semua orang pun terdiam dan mendengarkan dengan
Malam berlalu dengan tenang.Keesokan harinya, Shadow sudah datang pagi-pagi sekali.Di dalam kamar, Chandra berunding dengan Shadow sebentar.Dia ingin Shadow turun tangan dan mengatur agar Delapan Naga Langit untuk bergabung ke dalam Pasukan Api Merah. Selain itu, mereka juga harus menjadi Pasukan Api Merah yang menjaga penjara bawah tanah.Pasukan Api Merah adalah tentara yang bertanggung jawab atas keamanan Diwangsa.Mereka yang ingin bergabung dengan Pasukan Api Merah harus melalui seleksi bertahap-tahap, sampai akhirnya Jendral Pasukan Api Merah yang akan menilai mereka secara pribadi. Setelah penilaian, mereka baru bisa menjadi anggota Pasukan Api Merah.Shadow adalah pengawal pribadi raja. Dia tidak memiliki pangkat militer dan tidak banyak yang tahu keberadaannya. Namun, dia memiliki kekuasaan yang sangat besar.Terkadang, perkataannya bisa mewakili perkataan raja.Tak sulit baginya untuk mengatur Dahlia dan lainnya untuk menjadi Pasukan Api Merah.Bahkan bisa dibilang sangat
“Baik.” Dahlia mengangguk dan segera pergi.Chandra pun bersandar di tempat tidur dengan lemas, kemudian tenggelam dalam pikirannya.Sandra datang mendekatinya, naik ke tempat tidur, dan memijat leher Chandra. Dia kasihan pada pria itu. “Lihat dirimu, sudah selelah ini, tapi masih mau melakukan banyak hal. Kamu seharusnya beristirahat sekarang.”Chandra melambaikan tangannya sedikit dan berkata, “Nggak apa-apa, jangan khawatir. Di hotel terlalu membosankan. Kamu dorong aku jalan-jalan keluar.”“Oke.” Sandra mengangguk dan berkata, “Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu.”Dia keluar dari kamar itu dan pergi ke kamarnya sendiri untuk berganti pakaian.Dia memakai dress yang pas di badan, mengikat rambut panjangnya ke atas, sehingga terlihat sangat dewasa dan berkarisma. Lalu, dia mendorong Chandra keluar dari hotel.Sekarang masih pagi. Cuacanya agak dingin dan angin sepoi-sepoi bertiup mengenai tubuh mereka. Rasanya sejuk.”“Kakak Chandra, mau ke mana?”Chandra duduk di kursi roda, mempe
Chandra datang menemui Teuku hanya untuk melihat reaksi pria itu.Reaksi Teuku sangat besar.Chandra kurang lebih jadi bisa menilai apa tujuan Teuku.Teuku ada hubungannya dengan Orang Dukun.Selain itu, di Rivera juga ada pangkalan penelitian rahasia, yang juga tidak bisa dicari tahu informasinya oleh orang-orang Filbert.Sekarang, dia kurang lebih tahu pangkalan penelitian itu mungkin berkaitan dengan Racun Dukun.“Lihat ke sekeliling,” kata Chandra pada Sandra.“Oke.” Sandra mengangguk, mendorong Chandra dan berjalan berkeliling.Teuku masuk ke dalam mobil dan sopir membawanya pergi.Dia duduk di kursi belakang dengan ekspresi masam.Dia tidak menyangka Chandra ternyata begitu peka, sampai bisa mengerti begitu banyak hanya karena terkena Racun Dukun.Padahal, Aliran Dukun kan dari seratus tahun yang lalu. Tidak banyak orang yang mengetahuinya.Bahkan, bisa dibilang orang yang mengetahui rahasia itu sudah mati semua. Bagaimana Chandra bisa tahu?Chandra sudah cacat sekarang, tapi kun
Setelah makan, dia berbaring dan beristirahat sementara Sandra membereskan piring.Hari ini, tidak keluar seharian.Di hotel sangat membosankan, tapi untungnya, Sandra bersamanya, terus membuat lelucon dan membuatnya tertawa.Waktu berlalu dengan cepat.Dalam sekejap mata, hari H untuk rencana mereka tiba.***Di malam hari.Chandra berdiri di balkon, memandangi kota besar yang terang benderang di depan matanya.Sandra datang membawa jaket besar, meletakkannya di bahu Chandra, dan mengingatkan, “Ini musim hujan. Cuacanya semakin dingin. Dengan keadaanmu yang sekarang, kamu nggak boleh sakit. Dokter sudah bilang, kalau kamu sakit, konsekuensinya akan serius.”Chandra memandang kota di depan matanya. “Lihat, betapa cantiknya Diwangsa di malam hari.”“Kamu ini, masih punya mood untuk berapresiasi di sini. Mereka sudah mau bergerak malam ini. Kalau gagal, bisa-bisa mendapatkan hukuman mati.”“Kita berusaha yang terbaik, tapi hasilnya tergantung rencana Tuhan lagi,” ujar Chandra dengan pela
Sosok bayangan itu menghilang setelah dia tertawa terbahak-bahak. Si bayangan dan perempuan bergaun putih melihat peristiwa itu dari kejauhan dalam diam. Mereka sadar, Tuan mereka sekarang sudah benar-benar pergi dari bumi dan tidak akan pernah kembali lagi. Chandra tampak sangat gembira. Dia berjalan menghampiri peri dan mengambilnya. Tidak lama kemudian, si bayangan muncul di hadapan Chandra. Dia sedikit membungkuk lalu berkata dengan hormat, “Tuanku, memurnikah peri sangatlah mudah. Tuanku hanya perlu menyuntikkan energi sejati ke dalamnya.”“Terima kasih sudah memberitahuku,” ujar Chandra. Dia mengerahkan energi sejatinya lalu menyuntikkannya ke dalam batu kristal yang ada di tangannya. Batu kristal itu seketika berubah cerah lalu merasuk ke dalam alis Chandra dan menghilang. Saat ini, Chandra sudah terhubung dengan Rumah Abadi dan seluruh isinya. Dia juga tahu kalau ternyata nama Rumah Abadi ini adalah Istana Abadi Ceptra yang merupakan peninggalan Kaisar Ceptra di zaman kuno.
Pedang di tangan Chandra tiba-tiba saja terlempar dari tangannya. Kemudian perempuan bergaun putih bergegas menyerang Chandra kembali. Pedang di tangannya berhasil menyentuh dada Chandra, tapi dia tidak menusuk Chandra. Dia menatap Chandra lalu tersenyum kecil seraya berkata, “Kamu kalah.”“Aku kalah?” Chandra tercengang. Dia tidak pernah menyangka kalau dirinya akan kalah seperti ini. Bagaimana mungkin dia kalah begitu saja setelah berlatih dua tahun lamanya?“Belum tentu.”Chandra memanfaatkan kesempatan itu untuk melayangkan serangan balik kepada si perempuan bergaun putih. Dia mengangkat tangannya dan dua jenis energi sejati muncul dari kedua tangannya. Kedua energi itu bersatu dalam sekejap mata dan membentuk kekuatan yang sangat dahsyat. Si perempuan bergaun putih tidak menyangka kalau Chandra akan melakukan serangan balik di saat terpojok seperti ini. Sebenarnya, dia bisa dengan cepat menghindari serangan Chandra, tapi tiba-tiba saja dia mendapat pesan dari si bayangan. Dia
Perempuan bergaun putih itu tampak sangat antusias. Akhirnya, dia menemukan lawan yang setara setelah bertahun-tahun. Sekarang, dia tidak lagi menahan diri untuk mengeluarkan kekuatan maksimalnya di puncak segel kedelapan. Gaunnya berkibar dengan rambut yang menari-nari. Ditambah lagi, dengan aura yang mengerikan terpancar dari tubuhnya. Tubuhnya melesat dengan sangat cepat menuju Chandra. Dia mengangkat tangannya dan berusaha memukul Chandra dengan kekuatan telapak tangan yang berhasil mendistorsi udara di sekitarnya. Kekuatan telapak tangan ini mampu melukai prajurit yang sudah masuk ke Alam Trasenden. Namun, Chandra sama sekali tidak takut untuk menghadapi kekuatan telapak tangan itu. Dia justru bergerak maju dan menghadapi serangan perempuan itu.Duar!Energi sejati mereka saling beradu dan mengguncang kehampaan. Keduanya terus bertarung di area terbuka. Perempuan itu bergerak dengan sangat cepat, aneh dan sulit ditebak. Walaupun Chandra tidaklah lemah, semua serangannya bisa dit
Chandra berdiri di puncak gunung sambil menatap sebuah kota menakjubkan di kejauhan. Keinginannya untuk mendapatkan Rumah Abadi terasa semakin kuat. Chandra mengabaikan orang-orang yang berkumpul cukup banyak di puncak gunung dan memilih untuk langsung berjalan menuruni gunung. Tidak lama kemudian, dia sudah tiba di level pertama. Namun, manusia batu itu sama sekali tidak menyerangnya. Itu artinya dia tidak perlu lagi melewati level demi level untuk mencapai level sembilan. Hal ini membuat Chandra cukup senang karena dia bisa menghemat waktu lebih banyak. Dia terus berjalan tanpa hambatan menuruni gunung dan muncul di luar gerbang kota. Tubuhnya tiba-tiba melayang dan langsung mendarat di dalam kota ketika dia berada di luar gerbang kota. Dia melihat altar yang ada di depannya saat ini dengan kristal-kristal yang mengambang di udara. Ini adalah level sembilan dan tidak ada siapa pun di sana. Siapa pun yang bisa mencapai level ini pastinya sangat kuat, sedangkan orang-orang yang tida
Mereka menganggap manusia bumi sebagai pengkhianat yang pantas mati dan selalu memandang manusia bumi sebelah mata, tapi sejauh ini mereka belum pernah melakukan pembantaian. Karena masih ada manusia bumi yang sangat kuat, yaitu Basita. Walaupun kekuatan Basita sedikit di bawah Dusky, bukan berarti Basita adalah lawan yang mudah dikalahkan. Chandra langsung naik pitam ketika mendengar kata pembantaian. Dia menatap ke arah Anak Dewa sambil mengepalkan tinjunya. “Lihat saja nanti, apa kamu benar-benar berani melakukan pembantaian. Lagi pula, kamu pasti sudah mati di tanganku sebelum kamu berhasil melakukannya,” ujar Chandra tanpa bercanda sedikit pun. “Ayo,” ujar Chandra yang tidak ingin berlama-lama di Kota Dusky. Dia pergi meninggalkan Kota Dusky bersama tiga mahasiswi itu. Chandra mengawal mereka sampai keluar dari area Gunung Bushu dan muncul di sebuah pinggiran kota manusia bumi. Di sebuah pinggiran kota. Chandra menatap ketiga mahasiswi yang tampak kotor itu lalu berkata, “Ke
Sebenarnya, dendam di antara Chandra dan Anak Dewa tidaklah dalam. Chandra sudah mengecohnya ketika mereka berada di level enam Rumah Abadi, sampai akhirnya dia tidak bisa menghindari serangan Chandra yang berhasil membuatnya terluka parah. Karena alasan inilah, Anak Dewa sudah lama ingin membunuh Chandra. Namun, Chandra tiba-tiba menghilang setelah keluar dari Rumah Abadi. Sekarang, Chandra tiba-tiba muncul di hadapannya dan membuat onar di Kota Dusky. Bagaimana mungkin Anak Dewa bisa tinggal diam sebagai seorang Wakil Penguasa Kota?Lurca menghampiri Chandra setelah mendengar perintah Anak Dewa. Ketiga mahasiswi bergegas bersembunyi di belakang tubuh Chandra dengan raut wajah ketakutan. Chandra menatap Lurca yang berjalan mendekatinya. Dua tahun lalu di Gunung Bushu, Lurca pernah cukup merugikan Chandra. Oleh karena itu, Chandra tidak memiliki kesan baik kepada manusia yang datang dari dunia lain. “Kenapa? Kamu mau menyerangku?” tanya Chandra sambil menatap Lurca tenang dan tanpa
Raut wajah orang-orang berubah serius ketika melihat Chandra membunuh laki-laki gemuk itu. Di sisi lain, beberapa gadis yang berada di dalam kendang sedang menatap ngeri ke depan. Mereka tidak tahu, apa yang sedang terjadi di luar sana. Ketua penjaga berkata dengan ekspresi wajah muram, “Mati, kamu!”Si ketua penjaga sampai saat ini belum merasa takut. Karena mereka berada di dalam Kota Dusky yang muncul di tempat ini setahun yang lalu. Para prajurit dari dunia lain telah bertempur dengan sengit untuk memperjuangkan kota ini. Sampai akhirnya, Dusky berhasil mengalahkan prajurit lainnya dan menduduki kota ini yang diberi nama Kota Dusky.Chandra mengabaikan ancaman si ketua penjaga. Dia berjalan menuju kendang di mana terdapat tiga perempuan yang terkurung di dalamnya. Walaupun wajah ketiga perempuan itu kotor, kecantikan mereka tetap tidak bisa ditutupi. Ketiga perempuan ini pastinya merupakan perempuan-perempuan paling cantik di universitas mereka. Chandra berusaha untuk bersikap ra
“Aku tidak peduli siapa kamu. Kamu harus tunduk dan hormat ketika berada di Kota Dusky ini. Tangkap dan kurung dia selama 30 tahun!” seru ketua penjaga itu dengan dingin. Para penjaga di sekitar Chandra hendak menyerang Chandra, tapi tubuh Chandra tiba-tiba saja menghilang dan muncul 10 meter jauhnya dari pengepungan. “Ini?” Ketua penjaga tertegun. Chandra bergerak dengan sangat cepat. Bahkan dia tidak bisa melihat pergerakannya dengan jelas. “Laki-laki itu harus mati,” ujar Chandra sambil menunjuk laki-laki gemuk di belakang si ketua penjaga. Chandra harus menunjukkan kekuasaannya agar para makhluk dari dunia lain tidak bisa semena-mena terhadap manusia bumi. Para penjaga menatap Chandra dengan saksama. Chandra sangatlah kuat, bahkan jauh lebih kuat dari bayangan mereka. Namun, tempat ini adalah Kota Dusky dan para penjaga memiliki tanggung jawab untuk melindungi kota ini. Mereka akan menghabisi siapa pun yang berniat untuk membuat onar di Kota Dusky. Chandra melangkah semakin
Ketiga perempuan itu menatap Chandra ngeri. “Hufh!”Chandra menarik napas panjang dan memilih untuk tidak bertindak gegabah. Bagaimanapun juga, dia sudah pergi selama dua tahun, jadi dia tidak tahu prajurit kuat seperti apa yang datang ke bumi. Dia juga tidak tahu, apakah dia bisa mengalahkan mereka atau tidak. Namun, dia mendengar laki-laki gemuk itu menyebut Basita. “Kamu menyebut nama Basita tadi. Apa orang itu sangat kuat?” tanya Chandra sambil berusaha menahan amarahnya. “Apa kamu tidak tahu tentang orang itu? Kamu pasti baru datang ke bumi, ya?”Chandra mengangguk lalu berkata, “Ya, aku baru datang ke bumi, jadi aku tidak tahu apa pun yang ada di sini.”“Kalau begitu, aku akan menjelaskannya untukmu.”Si laki-laki gemuk itu tanpa ragu terus berbicara agar Chandra mau membeli para perempuan itu, “Basita adalah manusia bumi paling kuat saat ini. Kabarnya, dia sudah mencapai Alam Trasenden tingkat tiga. Karena dia pernah mengalahkan seseorang yang berada di Alam Trasenden tingkat