共有

Bab 2

作者: Angin
Imperial Residences merupakan sebuah vila paling mewah yang ada di Rivera dengan luas selebar 20.000 meter persegi, dilengkapi dengan taman, kolam renang, bahkan sampai driving range juga ada.

Nova masuk ke vila tersebut dan duduk di sofa yang ada di dalam sana sambil memandangi interior yang begitu mewah dengan perasaan yang kalut. Dia tahu kalau kakeknya yang mencarikan dia suami, karena pria pada umumnya tidak akan ada yang mau menikah dengannya, tapi dia tidak tahu seperti apa latar belakang dari suaminya yang satu ini. Nova hanya bisa menebak bahwa semua ini hanyalah siasat mereka untuk mendapatkan kekayaan keluarga Kurniawan. Namun, Nova tidak menyangka suaminya malah membawanya ke tempat yang justru terlihat seperti alam mimpi.

Chandra pun berlutut di depan Nova dan hendak membuka perbannya.

“Jangan ….”

Nova panik dan spontan menghindar karena tubuhnya yang penuh dengan luka bakar ini pasti akan terlihat sangat mengerikan. Dia takut suami yang bahkan belum pernah dia temui ini akan syok seketika melihat seperti apa wajahnya. Akan tetapi, Chandra tetap saja membuka perbannya tanpa mengindahkan larangan dari Nova.

Nova pun jadi panik dan detak jantungnya berdegup kencang. Dia merasa begitu malu dan ingin menghilang saja rasanya dari dunia ini. Chandra mengangkat kepala Nova secara perlahan dan memperhatikan wajahnya yang penuh luka dengan saksama. Apa yang Chandra rasakan saat ini adalah rasa sakit seakan hatinya diiris oleh pisau. Semua ini terjadi gara-gara Chandra. Kalau bukan karena menolongnya, Nova tidak akan berakhir seperti ini.

Raut wajah Chandra yang maskulin tiba-tiba tergantikan oleh ekspresi penuh simpati, dan dia nyars saja meneteskan air matanya.

“Nova, maaf, ya. Percayalah sama aku, aku pasti bisa nyembuhin kamu.”

Sontak Nova pun panik mendengar ucapan Chandra dan tidak berani menatap kedua matanya.

“Ambilin obatnya,” seru Chandra.

Sesaat kemudian, pintu vila pun terbuka dan beberapa orang pria berpakaian serba hitam masuk membawakan sebuah kotak besar. Kotak itu berisi berbagai macam obat herbal mahal yang harganya tidak terbayangkan.

Chandra segera meracik obatnya dan berjongkok di depan Nova, lalu menggenggam tangan Nova yang penuh luka. Nova spontan terkejut dan langsung mengalihkan pandangan ke matanya dan bertanya, “Ka-kamu ngapain?”

“Nova, jangan takut, buka bajunya dulu, ya.”

Seketika itu juga Nova langsung menangis sambil melepas pakaiannya. Sembari menahan tangisnya, Nova menatap Chandra dan berkata, “Iya, aku tahu aku jelek. Semua badanku penuh luka bakar. Kamu puas sekarang?”

Nova mengira kakeknya mencarikan seorang suami hanya untuk mempermalukannya. Selama beberapa tahun ini, dia sudah terbiasa dengan semua itu. Semenjak insiden kebakaran itu, setiap malam Nova menangis sampai air mata memenuhi seluruh wajahnya, dan tidurnya pun tidak pernah nyenyak karena selalu dihantui oleh mimpi buruk.

Nova menggigit bibirnya dengan erat dan terus meneteskan air mata tanpa henti. Penampilan Nova yang seperti ini benar-benar membuat Chandra sedih. Hatinya yang dingin dan tak berperasaan itu akhirnya tergerak. Dia pun memeluk tubuh Nova dan berjanji padanya, “Mau kayak apa pun fisik kamu, aku nggak bakal merasa jijik. Kamu istriku, sekarang dan selamanya.”

Jadi … Chandra bukan sedang mengolok-oloknya? Nova benar-benar dibuat kebingungan oleh sikap Chandra sampai dia tidak bisa bereaksi apa-apa.

Kemudian Chandra melepaskan tangannya dan mengambil obat yang telah dia racik, dan mengoleskannya di tubuh Nova dengan hati-hati. Setelah itu dia mengambil kain kasa dan membalutkannya ke seluruh bagian tubuh Nova sampai Nova terlihat seperti mumi.

“Nov, kasih waktu sepuluh hari. Aku janji, setelah sepuluh hari, badan kamu pasti sudah berubah.”

“Se-serius?” balas Nova yang masih tidak percaya.

“Iya, aku mana mungkin bohongin kamu.”

Sekarang ini Nova memang tidak bisa melihat wajah Chandra, tapi dia bisa mendengar suaranya yang penuh dengan kehangatan dan rasa kasih sayang yang membuat hati Nova terasa tenteram.

Tak terasa waktu berjalan dan sudah sepuluh hari berlalu. Sepuluh hari ini adalah hari-hari yang paling bahagia dalam hidup Nova. Nova tidak tahu siapa suaminya, tapi dia begitu peduli padanya dan terus menjaganya selama 24 jam sehari. Setiap harinya Chandra akan bercerita dan bersenda gurau, sampai menemani Nova tidur. Dan ketika Nova terbangun, Chandra pasti sedang menggenggam tangannya.

Selama sepuluh tahun terakhir, Nova sudah lupa seperti apa rasanya disayang, apalagi dicintai. Namun sekarang, akhirnya dia tahu seperti apa rasanya cinta.

Nova rutin menjalani pengobatan selama sepuluh hari, dan dia pun mulai merasakan adanya reaksi dari kulitnya yang terbakar. Chandra juga mengatakan selama Nova rajin menggunakan obatnya, kecantikannya juga pasti akan berangsur pulih.

“Eh … ini beneran ada khasiatnya?” tanya Nova seraya menggenggam erat tangan Chandra.

“Iya,” jawab Chandra sambil membuka perban yang menutupi wajah Nova.

Nova merasakan adanya cahaya yang masuk ke penglihatannya, tapi dia masih tidak berani membuka mata.

“Coba buka matamu,” kata Chandra.

Setelah dibujuk, barulah Nova memberanikan diri untuk membuka matanya dan melihat dirinya yang tanpa busana di depan cermin. Di cermin itu tampak seorang wanita yang sekujur tubuhnya masih terlapisi oleh bubuk obat, tapi di balik bubuk obat tersebut, terlihat ada sedikit kulit yang putih dan mulus.

Nova kaget bukan main sampai mulutnya menganga lebar ketika melihat wajahnya sendiri yang tampak nyaris sempurna. Setelah termangu selama beberapa detik, dia pun segera menghapus sisa bubuk obat yang masih menempel di wajahnya dan meraba kulitnya sendiri dengan ekspresi seolah tidak percaya.

“Ini ….”

Nova tercengang dan tidak percaya bahwa orang yang dia lihat di cermin itu adalah dirinya sendiri. Tubuhnya yang terbakar habis sepuluh tahun lalu kini telah kembali sempurna. Bahkan dengan teknologi pengobatan yang begitu maju di zaman sekarang, hal ini tidak mungkin bisa dicapai.

Selama sepuluh tahun terakhir, Nova tidak berani menatap cermin karena dia pasti akan selalu mimpi buruk di malam harinya. Maka dari itu dia langsung melepaskan tangisan bahagia sambil memeluk Chandra saat dia melihat dirinya yang kini sudah cantik di cermin. Penderitaan selama sepuluh tahun akhirnya sirna bagai asap yang terbang tertiup angin.

“Aku bakal terus melindungi kamu, dan nggak akan ada lagi siapa pun yang bisa nyakitin kamu,” kata Chandra.

Nova yang akhirnya tersadar kembali dari kebahagiaannya menyadari kalau saat ini dia tidak mengenakan pakaian sehelai pun. Wajahnya pun seketika memerah karena merasa malu dan segera melepaskan pelukan Chandra.

“Air panas dan bajunya sudah aku siapin. Aku nggak tahu ukuran badan kamu, jadi untuk pakaian dalam, aku beli beberapa ukuran, tinggal kamu coba saja yang mana yang pas,” ucap Chandra.

Dengan rasa malu, Nova pun masuk ke dalam kamar mandi sambil menundukkan kepalanya, sementara Chandra duduk di sofa yang ada di ruang tengah sambil mengisap satu batang rokok.

“Jenderal.”

Seorang pria berusia sekitar 40-an tahun dengan jas hitam datang sambil membawa dokumen yang cukup tebal.

“Semua informasi terkait Empat Keluarga Besar ada di sini, termasuk penyebab dan dampak kejadian sepuluh tahun yang lalu. Silakan dilihat dulu, Jenderal.”

“Taruh saja di situ,” kata Chandra.

“Mereka cuma keluarga kecil yang lemah. Asal Jenderal kasih perintah untuk maju, aku bakal kerahin anak buahku untuk ….”

Namun, Chandra hanya melambaikan tangannya dan pria itu pun berhenti berbicara.

“Aku sudah bukan jenderal lagi. Mulai sekarang, nggak ada yang namanya Jenderal Naga di dunia ini. Penyelidikan ini juga terakhir kalinya aku memakai kekuasaanku. Kamu nggak perlu ngikutin aku lagi, bawa anak buah kamu untuk pulang. Daerah perbatasan masih butuh perlindungan kamu.”

Pria itu langsung berlutut di lantai dan berkata dengan suara yang lantang, “Perbatasan di Gurun Selatan sekarang sudah cukup stabil, musuh nggak ada yang berani menyerang. Jenderal, tolong jangan usir kami. Biarin kami bantuin Jenderal.”

Chandra pun bangkit dari kursinya dan membantu pria itu berdiri seraya berkata, “Paul, ini urusan pribadi, jadi biar aku yang urus sendiri. Begitu urusannya selesai, aku mau hidup tenteram tanpa ada lagi pertumpahan darah. Aku mau jagain Nova dan kasih dia rasa cinta yang paling dalam.”

“Jenderal ….”

“Pergilah, bawa semua anak buah kamu pulang ke Gurun Selatan,” perintah Chandra.

Sekali lagi Paul berlutut di depan atasannya dan berkata dengan suara keras, “Mohon jaga diri, Jenderal. Kamu segenap pasukan Naga Hitam menanti kepulangan Jenderal.”

“Sudah, pergi sana,” tutur Chandra seraya kembali duduk ke sofa.

Paul pun segera pergi meninggalkan Chandra, dan tak lama kemudian Nova juga baru saja keluar dari kamar mandi. Dia mengenakan sleeveless dress yang menonjolkan leher serta lengannya yang putih mulus. Dulu, mana mungkin Nova berani mengenakan pakaian seperti ini.

Perasaannya yang bahagia membuat Nova tanpa sadar bersenandung sambil mengelus kulit barunya, tapi dia langsung berhenti bersenandung ketika melihat Chandra di sofa. Dia pun duduk di sampingnya dengan wajah memerah, entah karena dia baru mandi, atau karena malu.

“Ehm ….”

Nova membuka mulutnya, tapi dia tidak tahu apa yang harus dia katakan. Walau baru tinggal bersama dengan Chandra selama sepuluh tahun, dia masih sedikit ketakutan ketika harus menghadapi Chandra dan tidak tahu harus bagaimana memulai percakapan dengannya.

Chandra yang saat itu sedang sibuk dengan pikirannya sendiri langsung menunjukkan sebuah reaksi. Kedua matanya berbinar ketika melihat luka di tubuh Nova yang sudah sembuh sepenuhnya.

“Sayang, kapan kita mau bikin akta pernikahan?”

“Eh?”

Nova tertegun dan mulutnya pun menganga. Tampangnya yang kebingungan seperti itu benar-benar terlihat menggemaskan.

“Kan aku sudah jadi bagian dari keluarga Kurniawan. Aku ini suami kamu, lho. Ini perintah dari kakek kamu. Kamu nggak mau menikah sama aku?” tanya Chandra.

“Ma-mau.”

Nova tidak banyak bicara dan hanya membalasnya dengan satu kata. Selama sepuluh hari ini, Chandra terus menjaganya dengan penuh perhatian sehingga membuat Nova tahu apa yang namanya kasih sayang. Mana mungkin dia tidak mau menikah dengan pria sebaik itu?

Diam-diam Nova melirik pria bertubuh tinggi dan fitur wajah yang sangat maskulin itu. Spontan wajahnya memerah dan detak jantungnya jadi semakin cepat.

Satu jam kemudian … mereka berdua keluar dari kantor catatan sipil. Nova masih tampak kebingungan ketika melihat akta yang ada di tangannya itu. Apakah memang sesederhana itu dia sudah mendapatkannya?

Dulu Nova pernah berfantasi akan seperti apa masa depannya. Dia berangan-angan kelak akan memiliki kehidupan yang penuh dengan kasih sayang. Hanya saja … semua yang terjadi tidak sesuai dengan fantasinya. Kakeknya telah menentukan akan seperti apa sisa hidupnya, tapi Chandra membawanya pergi ke sebuah tempat layaknya istana selama sepuluh hari.

Setelah sepuluh hari itu berlalu, lukanya telah pulih sepenuhnya, dan kondisi fisiknya pun membaik, membuat Nova menjadi wanita yang luar biasa cantik.

Meski sampai detik ini Nova masih belum tahu siapa identitas suaminya yang sebenarnya, dia tetap merasa bahagia dan menggenggam tangan suaminya dengan erat.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
コメント (6)
goodnovel comment avatar
Abdullah Wakhid
keknya alur cerita sama deh kaya jendral naga hitam
goodnovel comment avatar
Fajar Julios
b B. BBM di
goodnovel comment avatar
Fajar Julios
v. b B B. b. b
すべてのコメントを表示

関連チャプター

  • Jenderal Naga   Bab 3

    Sudah sepuluh hari sejak Nova pergi dari kediaman keluarga besarnya, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang menanyakan kabarnya. Di mata mereka, mungkin Nova hanyalah aib keluarga dan bahan bulan-bulanan satu kota. Dengan perginya Nova, kini usaha mereka bisa selangkah lebih maju. Setelah paras Nova sudah kembali seperti semula, dia segera membuat akta pernikahan dan kembali ke rumah keluarganya. Toni Kurniawan memiliki tiga orang anak. Anak sulungnya bernama Hardi, anak kedua namanya Jaka, dan yang bungsu bernama Boni. Boni selaku ayahnya Nova hanya dipandang sebelah mata karena apa yang terjadi kepada Nova, meski sesungguhnya dia juga telah berjasa besar bagi usaha keluarga. Walau Boni menjabat sebagai manajer eksekutif di perusahaan keluarganya sekalipun, dia tidak memiliki pembagian saham dan tidak mendapatkan dividen, melainkan hanya gaji per bulan. Perlakuan tidak adil ini tentu saja membuat Boni hidup dengan kondisi yang pas-pasan. Bahkan rumah saja dia masih harus cicil pe

  • Jenderal Naga   Bab 4

    Begitu meninggalkan kediaman keluarga Kurniawan, sambil meneteskan air mata Nova pun berkata, “Chan, maaf, ya. Aku memang nggak berguna. Aku bahkan nggak bisa ambil keputusan sendiri untuk kehidupan rumah tanggaku sendiri.” “Kan Kakek kamu sudah bilang, asal aku bisa dapat orderan dari Arthur Group, dia bakal mengakui aku sebagai suami kamu,” kata Chandra. “Tapi masalahnya mereka itu Arthur Group, lho.” Sebagai warga Rivera, tentu saja Nova tahu apa itu Arthur Group, dan sebesar apa mereka. Arthur Group adalah perusahaan besar skala internasional yang baru saja menginjakkan kaki di tanah Rivera beberapa tahun terakhir, dan semua proyek yang mereka kerjakan pada dasarnya telah dikendalikan oleh Empat Keluarga Besar. “Kalau nggak dicoba dulu, gimana kita bisa tahu,” balas Chandra. “Oh, aku baru ingat. Aku punya teman sekolah yang kerja di sana, jabatannya juga sudah cukup tinggi. Coba aku tanya dia, siapa tahu dia bisa temuin kita sama atasan Arthur Group,” ujar Nova. “Oke.” Denga

  • Jenderal Naga   Bab 5

    Hari ini adalah hari yang menggembirakan bagi keluarga Sinaga. Almaris Group yang berada di bawah naungan mereka menandatangani perjanjian dengan Arthur Group dan resmi menjadi partner bisnis dekat. Ini menandakan kedudukan keluarga Sinaga yang semakin meningkat. Ditambah lagi, hari itu juga bertepatan dengan ulang tahun ke-80 kepala keluarga Sinaga, Ahmad. Di depan kediaman keluarga Sinaga sudah berkumpul banyak mobil mewah, dan satu per satu tokoh penting di Rivera pada berdatangan untuk mengucapkan selamat kepada keluarga Sinaga. “Keluarga Wangsa memberikan batu giok yang harganya 16 miliar. Keluarga Tedjo menghadiahkan seekor katak emas yang dipercaya bisa membawakan kekayaan, harga satu ekor katak itu mencapai 24 miliar. Dan keluarga Cahyadi membawakan karya asli milik seorang pelukis terkenal yang harganya mencapai 17 miliar,” ujar seorang pembawa acara yang tak hentinya mengumumkan setiap hadiah yang dibawakan oleh para tamu. Ahmad masih terlihat begitu muda dan penuh dengan

  • Jenderal Naga   Bab 6

    Keesokan paginya, Chandra mendapatkan panggilan dari Nova. “Sayang, tadi aku sudah tanya temanku, dia bilang bisa bantu. Dia juga sudah bikin janji supaya aku bisa ketemu sama Pak Ihsan. Kamu di mana? Ayo kita berangkat ke sana sekarang.” “Kamu tunggu saja di rumah, nanti kau jemput.” Setelah itu Chandra langsung menutup telepon, bangun dari kasurnya dan mandi, lalu berangkat.“Kak, hari ini mau ke mana?” tanya Paul yang sudah siap menunggu di depan mobil. “Ke rumahnya Nova.” “Oke, ayo naik.” Mereka pun langsung menuju rumahnya Nova dan menunggu di luar, dan tak lama kemudian Nova pun keluar dari rumahnya. Hari ini Nova merias dirinya dengan sangat cantik karena hari ini akan bertemu dengan presiden direktur Arthur Group. Dia juga mengenakan gaun yang pas dengan tubuhnya dan membiarkan rambutnya tergerai alami sampai ke bahu. Dari jauh Nova sudah melihat suaminya yang sudah menunggu di depan mobil, dan dia pun berlari kecil menghampirinya sambil berkata dengan riang gembira, “Te

  • Jenderal Naga   Bab 7

    Dodi menunjukkan ekspresi seakan dia yakin akan mendapatkan Nova untuk malam ini. Dia menduduki jabatan yang cukup tinggi, dan karena jabatan inilah dia sudah mencicipi entah berapa banyak wanita. Awalnya para wanita itu memang menolak, tapi seiring berjalannya waktu, malah mereka sendiri yang berinisiatif mendatangi Dodi. Sisca juga sama-sama ingin masalah ini cepat terselesaikan, karena jika semuanya sudah beres dan Dodi merasa puas, dia juga yang akan mendapatkan keuntungan. “Nov, aku tahu selama ini hidup kamu cukup menderita, tapi sekarang kamu sudah cantik, makanya kamu harus bisa manfaatin kecantikan kamu itu. Masa muda cewek itu cuma sebentar. Sayang banget kalau sampai kelewatan,” kata Sisca. “Nggak, aku sudah punya suami,” bantah Nova. “Jangan ngelunjak kamu, Nova. Sudah bagus Pak Dodi mau bantuin kamu. Harusnya kamu merasa terhormat. Kalau sampai Pak Dodi merasa tersinggung, jangan harap kamu bisa kerja sama dengan Arthur Group.” “Chan ….” Chandra sedikit pun tidak men

  • Jenderal Naga   Bab 8

    Dodi menunjukkan ekspresi seakan dia yakin akan mendapatkan Nova untuk malam ini. Dia menduduki jabatan yang cukup tinggi, dan karena jabatan inilah dia sudah mencicipi entah berapa banyak wanita. Awalnya para wanita itu memang menolak, tapi seiring berjalannya waktu, malah mereka sendiri yang berinisiatif mendatangi Dodi. “Karena aku apanya? Aku ini kan cuma anak yatim piatu. Mana mungkin aku bisa kenal sama orang kayak Ihsan,” bantah Chandra. “Cih, nggak usah pura-pura. Rumah kamu yang di Imperial Residences itu gimana?” “Aku mana sanggup tinggal di sana. Imperial Residences itu punya temanku yang dulu sama-sama di panti asuhan. Sekarang dia lagi di luar negeri, dan karena aku nggak punya tempat tinggal, dia kasih aku tinggal di sana, hitung-hitung bisa sekalian jaga rumah.” “Serius?” tanya Nova ragu. “Iyalah. Kenapa? Kalau tempat itu bukan punyaku, kamu mau cerai?” “Bukan begitu! Kamu sudah nyembuhin aku dan aku jadi terlahir kembali, makanya aku mau menikah sama kamu. Kamu mi

  • Jenderal Naga   Bab 9

    Dia adalah adik perempuannya Leon Kurniawan, Linda Kurniawan, putri dari Hardi Kurniawan, yang merupakan putra tertua dari Toni Kurniawan.Begitu memasuki ruangan, dia melihat Nova dan Chandra. Dia memperhatikan mereka, kemudian mendatangi Toni, mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan sebuah berita kepada pria itu.Toni tercengang saat melihat berita bahwa Ihsan membungkuk dan meminta Nova untuk masuk Arthur Group.Padahal, Ihsan ini adalah direktur utama Arthur Group.Di Rivera, empat keluarga terkaya saja sangat menghormati Ihsan.Dia dengan cepat mengambil kontrak pesanan di atas meja. Ketika melihat bahwa kontrak itu benar-benar bernilai 200 miliar, dia langsung tertawa terbahak-bahak, “Hahaha. Nova, bagus sekali. Seperti yang diharapkan dari anggota keluarga Kurniawan. Setelah mendapatkan pesanan bernilai 200 miliar dari Arthur Group, Yorda Group-ku akhirnya bisa membusungkan dada di Rivera.”“Kakek, bagaimana dengan Chandra?”“Apa? Putra dari dari keluarga Sinaga datang?” Dari l

  • Jenderal Naga   Bab 10

    David langsung terduduk di lantai.Arthur Group membatalkan kerja sama dengan Almaris Group.Bagaimana itu bisa terjadi?Apa Nova benar-benar menelepon direktur utama Arthur Group tadi?Melihat sikap David, Chandra langsung tahu, pria itu pasti sudah mendapat kabar bahwa Arthur Group membatalkan kerja sama dengan Almaris Group.Di kantor presdir Almaris Group. Bambang Sinaga sedang berteriak memarahi David, karena dia mendapat kabar dari Arthur Group bahwa direktur utama mereka yang memerintahkannya sendiri dan mengatakan kalau David telah menyinggung perasaan seseorang yang seharusnya tidak tersinggung.“Pak Bambang, gawat. Arthur Group bilang adalah masalah kualitas pada bahan obat yang kita produksi. Mereka telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan kita dan meminta kita untuk membayar ganti rugi sebesar enam triliun!”“Pak, gawat. Ada pesan dari bank yang meminta kita segera melunasi pinjaman!”“Pak, gawat. Pabrik kita telah ditutup oleh pihak berwenang karena masalah kualitas!”

最新チャプター

  • Jenderal Naga   Bab 2185

    “Tugu Langit Tanpa Batas?” tanya Chandra antusias. Informasi tentang zaman dia berada sekarang tertulis di Tugu Langit Tanpa Baras yang artinya sekarang dia tidak lagi berada di zamannya. Dia sudah melakukan perjalanan melintasi waktu dan kembali ke masa lalu. Chandra melihat ke sekelilingnya. Di sekitarnya, terdapat banyak sekali prajurit. Beberapa di antaranya sudah berhasil menyelesaikan tantangan dan masuk ke dalam Kota Tanpa Batas yang merupakan titik awal dalam Negeri Penelusuran. Chandra memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota, sampai dia melihat sebuah tugu yang berwarna hitam dengan tinggi ratusan meter dan lebar 30 meter. Di tugu itu, terukir banyak tulisan rahasia. Selain itu, ada ratusan ribu prajurit yang berkumpul di bawah tugu. “Apa arti tulisan itu?”“Tugu Langit Tanpa Batas memang sangat ajaib.”*** Banyak prajurit yang tidak mengerti tentang tugu ini saling berdiskusi satu sama lain. Tidak lama kemudian, Chandra ikut berkumpul di bawah tugu. Dia melihat T

  • Jenderal Naga   Bab 2184

    Kedua orang ini sudah bertarung dengan sangat sengit yang telah membuat mereka terluka sekaligus menghabiskan banyak tenaga dan kekuatan mereka. Namun, mereka masih terhitung cukup kuat bagi Chandra. “Kurang ajar, aku salah perhitungan. Aku terlalu cepat muncul, seharusnya aku muncul ketika mereka sudah kehabisan tenaga untuk bertarung,” ujar Chandra sambil menepuk dahinya dan menyesali kemunculannya yang terlalu cepat. Kesatria Hitam dan laki-laki berjubah hitam menatap Chandra ngeri. Terlebih lagi, si laki-laki berjubah hitam yang sampai berkeringat dingin di punggungnya. Di sisi lain, Chandra sedang merenung sejenak. Sejauh ini, Chandra tidak memiliki masalah apa pun dengan si laki-laki berjubah hitam. Laki-laki itu pasti tidak akan menyerang Chandra kalau Chandra tidak menyerangnya. Namun, hal itu berbeda dengan Kesatria Hitam. Karena ada masalah yang cukup besar di antara mereka berdua. Oleh karena itu, Chandra memutuskan untuk menghadapi Kesatria Hitam terlebih dahulu. “Kesat

  • Jenderal Naga   Bab 2183

    Ada orang yang kembali muncul setelah Kesatria Hitam membunuh Chandra. Padahal dia saja belum sempat untuk mengatur napasnya. Orang itu juga terlihat sangat kuat dengan aura yang berhasil mengalahkannya.Kesatria Hitam sempat dipukul mundur dalam keadaan terkejut dan pertempuran sengit kembali terjadi di area ini. Di sisi lain, di reruntuhan. Chandra masih terbaring dalam keadaan sekarat. Kekuatannya memang sudah meningkat pesat. Ditambah lagi, dengan jurus Langkah Melawan Langit yang membuat kekuatannya semakin besar. Namun sayangnya, jurus Langkah Melawan Langit yang dimilikinya hanya mampu melawan seseorang yang berada di tingkat keenam Alam Kesucian. Walaupun Kesatria Hitam saat ini berada di tingkat keenam Alam Kesucian, kekuatannya sudah berada di puncak tingkat keenam dan hanya selangkah lagi untuk masuk ke tingkat ketujuh Alam Kesucian. Oleh karena itu, ada kesenjangan kekuatan yang sangat besar di antara mereka. Sekarang, Chandra terluka, tapi belum mati. Bagaimanapun juga

  • Jenderal Naga   Bab 2182

    Kesatria Hitam terlal kuat. Kekuatan penghancurnya terlalu mengerikan. Chandra tahu tanpa menggunakan Jurus Langkah Melawan langit, dia tidak akan dapat membunuh Kesatria Hitam.Saat ini, lautan energi kecil di dalam tubuh Chandra menyemburkan energi sejati. Energi sejati itu mengalir ke seluruh tubuhnya dan mematahkan tulang belakangnya. Chandra mengambil satu langkah ke depan. Setiap kali melangkah, energi langit dan bumi berkumpul ke arahnya dengan cepat. Energi langit dan bumi masuk ke dalam tubuh Chandra dan membentuk tulang belakang.Saat Chandra melangkah maju, Kesatria Hitam pun merasakan adanya kekuatan penghancur yang dahsyat. Akan tetapi, energi itu tidak cukup untuk mengejutkannya. Dia mengangkat pedang hitamnya dan menebas dengan ganas.Kibasan pedang hitam Kesatria Hitam mendatangkan badai. Chandra langsung mengambil beberapa langkah dalam sekejap. Tulang belakang yang terbentuk kembali langsung menghancurkan badai energi pedang.Jurus Langkah Melawan Langit adalah jurus

  • Jenderal Naga   Bab 2181

    Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,

  • Jenderal Naga   Bab 2180

    Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?

  • Jenderal Naga   Bab 2179

    Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah

  • Jenderal Naga   Bab 2178

    Pintu gerbang itu tergantung horizontal di tengah langit, dengan retakan antara bumi dan 3000 dunia tersegel di kedua sisinya. Pintu itu sangat besar. Tingginya mencapai seratus meter. Pada balok kusen pintu di kedua sisi, terdapat beberapa kata misterius. Tulisannya sangat kuno. Bahkan Trigali dan yang lainnya dari Dunia Iblis pun tidak mengetahui arti kata-kata tersebut.Ada kabut putih tebal di tengah gerbang. Mustahil untuk melihat melalui kabut putih dan mengetahui apa yang ada di balik gerbang. Satu demi satu, prajurit kuat muncul di langit. Mereka memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, lalu menghilang di bumi.Trigali langsung melangkahkan kakinya melewati Gerbang Waktu dan Ruang. Kemudian, bawahannya mengikutinya dari belakang.“Chandra, ayo kita pergi juga,” ajak Koko sambil menatap Chandra.“Oke.” Chandra menganggukkan kepala. Keduanya maju bersama dan memasuki gerbang pada saat yang sama. Begitu masuk ke gerbang, Chandra hanya merasakan ada kekuatan dahsyat yang menerpa dan meny

  • Jenderal Naga   Bab 2177

    Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu

無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status