Share

2

last update Last Updated: 2024-11-24 22:10:07

Hari ini benar-benar melelahkan. Sampai kapan aku harus berdiri di aula pesta ini? Cedric, sang kaisar, sama sekali tidak memandangku bahkan sejak upacara pernikahan hingga sekarang. Kami tidak berbicara satu sama lain sepatah katapun. Aku hanya berdiri di sampingnya seperti patung dan dia mengabaikan keberadaanku. Cedric sialan. Kau seharusnya tidak memilih aku bila kau hanya akan mengabaikan aku seperti ini.

Setelah satu jam berada di aula pesta, Cedric pergi entah kemana meninggalkan aku tanpa berpamitan. Sial. Dia benar-benar sialan. Rasanya aku ingin mengumpat langsung di hadapannya tapi pasti aku akan langsung dipenggal.

Aku keluar dari aula pesta sementara para tamu undangan masih menikmati pestanya. Aku sudah tidak peduli lagi.

Aku memutuskan untuk pergi kamar yang disiapkan untuk malam pertama kami. Aku masuk ke kamar itu dan mendapati dua orang pelayan sendang menaburkan bunga mawar di atas tempat tidur.

"Selamat datang, Ratu. Kami akan membantu Anda untuk membersihkan diri," kata seorang pelayan. Dia menuntunku ke dalam kamar mandi yang terhubung dengan kamar ini. Anna membantuku untuk melepaskan gaun pengantin ini.

"Siapa namamu?" tanyaku.

"Oh, maafkan aku, Yang Mulia. Namaku Anna dan dia yang sedang menaburkan bunga, adalah Clara. Mulai hari ini kami akan menjadi pelayan pribadi Anda." Aku mengangguk.

Aku masuk ke dalam bak mandi yang berisi air hangat. Rasanya benar-benar sangat nyaman. Ini sangat cocok untuk melepaskan rasa lelahku.

"Tinggalkan aku sendirian," kataku. Anna dan Clara langsung keluar dari kamar ini.

Sekarang, apa yang akan aku lakukan di sini? Tempat ini benar-benar asing untukku. Mungkin Cedric akan membuatku tinggal di istana lain besok dan menjauhkanku darinya. Untuk sekarang, mari kita bertaruh apakah dia akan datang ke sini atau tidak.

"Ternyata kau di sini, Boneka." Aku terkejut mendengar suara Cedric. Aku menoleh ke belakang dan melihat ke arahnya.

"Boneka?" tanyaku.

"Kau cantik dan tidak banyak bicara seperti boneka," kata Cedric. Entah mengapa aku merasa dia sedang menghinaku. Cara bicaranya seperti sedang merendahkan aku.

"Kenapa Anda mencari saya?" tanyaku dengan nada halus yang dibuat-buat.

"Eh, ternyata kau bisa bicara juga. Aku pikir kau bisu," ejeknya. Sialan. "Aku hanya ingin menunjukkan kamar ini padamu agar kau bisa beristirahat. Namun sepertinya aku tidak perlu melakukan hal itu lagi," sambungnya.

"Terimakasih atas perhatian Anda, Yang Mulia. Saya cukup pintar untuk bisa menemukan ruangan ini tanpa bantuan Anda," kataku dengan nada lembut dan dengan senyuman.

"Oh." Cedric pergi keluar tanpa berpamitan. Aku sampai lupa bahwa aku sedang telanjang karena rasa kesalku.

Tebaklah apa yang terjadi selanjutnya. Ya, benar sekali. Dia sama sekali tidak kembali ke tempat ini malam ini.

***

"Sudah aku duga." Aku berdiri di depan istana yang diperuntukkan untuk aku. Tempat ini tidak lebih besar dari kastil ayahku. Dan tempat ini terlihat benar-benar tidak terawat. Tanaman kering, kaca pecah, jendela yang tidak bisa tertutup dan sarang laba-laba ada dimana-mana.

"Sialan! Cedric sialan!" Aku berjalan ke dalam sambil mengumpat. Anna dan Clara mengikuti dari belakang.

"AH! Lebih baik aku pulang ke rumah ayahku daripada tinggal di tempat seperti ini." Aku menendang sebuah kursi untuk melampiaskan amarahku dan kursi itu langsung hancur berkeping-keping karena sudah lapuk.

"Kalian berdua, cari tempat untuk tidur malam ini. Aku akan melakukan protes pada Cedric sialan itu," kataku.

"Ratu, sebaiknya Anda menenangkan diri dulu," saran Clara dengan raut wajah khawatir.

"Aku sudah sangat tenang. Sampai jumpa nanti." Aku pergi keluar dari istana itu dan pergi ke istana utama.

Aku langsung ingin pergi ke ruang kerja pribadinya. Namun, ada dua orang penjaga yang menghadangku dan tidak mengijinkan aku untuk masuk ke area ini.

"Nona, orang luar dilarang masuk," kata salah satu penjaga.

"Aku adalah istri kedua Yang Mulia Kaisar. Biarkan aku lewat," kataku.

"Maaf Yang Mulia, silakan lewat," kata penjaga itu.

Aku terus berjalan dan berjalan namun aku terus digadang dan dihadang oleh para penjaga. Aku juga harus terus menjelaskan bahwa aku adalah istri kedua Cedric sialan itu. Rasanya sangat menyebalkan bahwa aku harus terus mengakui bahwa dia adalah suamiku.

Setelah perjalanan yang panjang, aku sampai di depan pintu ruang kerjanya. Tentu saja aku dihadang lagi oleh para penjaga.

"Yang Mulia, Ratu Stella ada di sini," kata seorang penjaga. Akhirnya ada yang mengenaliku.

"Masuk," kata Cedric dari dalam. Para penjaga itu langsung membukakan pintu untukku kemudian menutupnya kembali.

Aku langsung membungkuk hormat kepada Cedric. "Yang Mulia."

"Ada perlu apa?" tanyanya dengan nada tidak peduli. Dia sama sekali tidak melirik ke arahku dan hanya fokus pada kertas-kertas yang ada di meja kerjanya.

"Istana yang diperuntukkan untuk saya tinggali sudah tidak layak huni," kataku.

"Apa kau mau protes? Kau baru saja menjadi istriku kemarin. Beraninya kau protes sekarang," katanya dengan nada acuh. Sialan ini. Kalau boleh, aku sangat ingin memukul kepalanya itu. Aku benar-benar kesal.

"Lalu kenapa apabila saya protes? Saya berhak mengungkapkan pendapat saya dan memperjuangkan hak saya sebagai istri Anda," kataku dengan lembut.

"Bagaimana kalau aku bilang kau tidak berhak?" tanyanya.

"Yang Mulia, Anda tidak boleh memperlakukan saya seperti ini," kataku sambil menahan emosi.

"Kenapa tidak? Kau adalah istriku. Tentu saja aku boleh melakukan apapun yang aku mau kepadamu," katanya.

"Yang Mulia, apa Anda lupa bahwa Anda lah yang membutuhkan saya bukan saya yang membutuhkan Anda," kataku dengan nada yang selembut mungkin.

"Apa maksudmu?" Akhirnya dia melihat ke arahku. Sepertinya dia terkejut dengan penampilanku yang sedikit berantakan.

"Seperti yang saya bilang, Yang Mulia. Anda lah yang membutuhkan saya bukan saya yang membutuhkan Anda," kataku.

"Aku membutuhkanmu dan kau tidak membutuhkan aku, kau bilang?" tanyanya.

"Ya. Anda membutuhkan saya untuk menghasilkan keturunan. Sebenarnya itu tidak terlalu penting karena bisa saja Anda meniduri wanita mana pun yang Anda mau untuk membuat keturunan. Sebenarnya Anda lebih membutuhkan pengaruh ayah saya untuk membuat posisi Anda stabil. Tapi apabila saya kabur dari sini—"

"Apa kau mengancamku?" katanya dengan sedikit kesal. Oh, ini benar-benar menyenangkan.

"Tidak, Yang Mulia. Anda salah paham. Saya hanya menginginkan pertukaran yang setara. Anda tidak bodoh untuk mengerti maksud saya kan?" kataku.

"Apa kau ingin aku memberikan istana yang lain?" tanyanya. Aku langsung tersenyum mendengarnya.

"Benar sekali, Yang Mulia," kataku.

"Baiklah. Aku akan menyiapkan istana yang lain untukmu. Dengan satu syarat. Kau harus berlutut dan memohon," katanya. Dia benar-benar bajingan.

"Tidak terima kasih. Lebih baik aku pulang ke rumah ayahku dan mengadu padanya. Lalu aku akan mengajukan perceraian ke persidangan." Dia menggebrak meja kerjanya. Aku ingin tertawa melihat ekspresi marahnya.

"Baiklah. Kau boleh tinggal di Istana Mawar," katanya. Oh, mudah sekali. Sebesar itu kah pengaruh ayahku?

"Terima kasih, Yang Mulia." Aku membungkuk hormat kepadanya.

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Freaky Fresh
bagus thor
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Istri Kedua Kaisar   3

    Istana Mawar. Istana ini dulunya ditempati oleh Ratu Elena. Ratu Elena adalah istri kesayangan kaisar terdahulu, Kaisar Alexander.Kaisar Alexander memiliki tiga istri. Permaisuri Laura adalah istri pertama sekaligus ibu Cedric. Ratu Layla adalah istri kedua sekaligus ibu dari Pangeran Andreas. Ratu Elena adalah istri ketiga dan istri kesayangan Kaisar Alexander. Ratu Elena memiliki dua putra yaitu Pangeran Orion dan Pangeran Cassius.Ada rumor yang mengatakan bahwa Cedric sangat membenci Elena hingga saat ini. Bagaimana tidak? Kaisar Alexander lebih memilih untuk pergi liburan bersama Elena saat Laura sedang meregang nyawa melahirkan anak keduanya. Laura meninggal saat melahirkan, begitu pula anak yang dilahirkannya. Setelah itu, Elena diangkat menjadi Permaisuri.Ya, kurang lebih seperti itulah rumitnya keluarga kekaisaran dulunya. Lagipula itu tidak ada hubungannya denganku.Tapi kenapa Cedric meletakkan aku di Istana Mawar? Apa dia sangat membenciku? Entahlah. Yang penting aku bisa

    Last Updated : 2024-11-24
  • Istri Kedua Kaisar   4

    Belum genap dua hari aku berada di istana tapi aku sudah terlibat dalam drama istana. Aku dituduh telah meracuni Permaisuri. Aku tertangkap basah sedang melakukan sesuatu di dapur istana utama. Ya, memang aku mengakui bahwa aku sedang mencoba mencuri makanan di dapur. Tapi aku tidak meracuni makanan atau apapun itu. Aku hanya ingin makan.Para penjaga yang menangkapku, membawaku ke ruang kerja Cedric. Sesampainya di sana, aku dipaksa untuk berlutut di hadapan Cedric."Aku tidak menyangka ini. Baru kemarin kau mengancamku, sekarang kau sudah ingin merebut posisi Permaisuri dari Alicia," kata Cedric dengan penuh amarah. Aku bisa melihat wajahnya benar-benar marah."Saya tidak tertarik untuk merebut posisinya. Lalu kenapa saya ditangkap seperti ini?" tanyaku."Omong kosong. Kalau begitu apa yang kau lakukan di dapur kalau tidak meracuni bahan makanan di dapur?" kata Cedric."Saya lapar, Yang Mulia. Di istana saya tidak ada makanan yang tersisa. Jadi saya—""Lapar?! Omong kosong apa lagi i

    Last Updated : 2024-11-24
  • Istri Kedua Kaisar   5

    Masih di hari ke enam setelah aku menikah dengan Cedric. Matahari mulai terbenam. Sudah ketiga kalinya aku berpindah tempat untuk tinggal. Mungkin bisa dibilang ke empat kalinya apabila penjara dihitung. Aku lelah. Aku sangat amat lelah tiada tara. Aku ingin pulang ke rumah ayah. Jangan bilang bahwa aku tidak bisa bersyukur. Sejak awal hidupku berbeda dengan rakyat jelata yang sejak lahir sudah hidup susah. Maaf saya beda kasta. Seorang pelayan membawakan beberapa piring makanan di lengkapi dengan hidangan penutup juga. Pelayan itu meletakkan makanan itu di meja kemudian berjalan keluar. Aku langsung berjalan menuju meja dan memakan makanan itu. Kali ini, makanannya normal. Tidak ada bau aneh di maknan ini. Aku melahap seluruh makanan itu tanpa sisa. Rasanya benar-benar nikmat dan memuaskan untuk sesaat. Kemudian aku teringat tentang Cedric sialan itu. Aku benar-benar membencinya. Entah apa lagi yang akan dia lakukan padaku besok. Sial. Aku ingin pulang. Aku merindukan ibu.

    Last Updated : 2024-11-24
  • Istri Kedua Kaisar   6

    Masih di hari ketujuh setelah aku menikah dengan Cedric. Baru satu minggu aku menikah dengan Kaisar Kekaisaran Eqara dan aku sudah menjadi topik berita utama dalam surat kabar kekaisaran. Ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku. Aku yakin mereka semua sedang membicarakan aku. Aku membaca berita tentangku yang mengamuk di persidangan. Mereka menulis semua kata-kata yang aku ucapkan di persidangan. Termasuk kata-kataku yang menghina anggota dewan dan menghina kaisar itu sendiri. Aku tertawa saat membaca ini. "Semua orang sedang membicarakan tentang berita itu, Yang Mulia," kata Lucy. "Ya, itu cukup lucu untukku," kataku sambil tertawa. "Apa Anda tidak takut, Yang Mulia?" tanya Lucy. Aku tertawa terbahak-bahak karena mendengarkan pertanyaannya. "Takut? Takut dengan apa? Takut dengan gunjingan orang-orang? Apa kau benar-benar menanyakan itu pada orang yang berani menghina kaisar di depan dewan?" tanyaku balik. Lucy tersenyum mendengar pertanyaanku. Entah apa yang dia pikirkan.

    Last Updated : 2024-12-02
  • Istri Kedua Kaisar   7

    Hari kesembilan setelah aku menikah dengan Cedric. Seingatku hari ini, adalah hari ulang tahun Lucy. Aku ingin memberikan hadiah untuknya karena dia sudah bekerja sangat baik dalam dua hari ini. Tapi aku tidak memegang uang sepeser pun. Perhiasanku juga sangat terbatas."Yang Mulia, bolehkah saya masuk?" tanya Lucy dari luar. "Masuklah," jawabku. Lucy masuk dengan membawa troli berisi makanan. Dia menghidangkan makanan itu di meja seperti biasanya. "Lucy," panggilku sambil berjalan ke meja. "Apa kau pernah keluar istana?" tanyaku. "Tentu saja, Yang Mulia. Saya keluar istana sesekali ketika saya bosan berada di dalam istana ketika saya libur," jawabnya. "Ini hari ulang tahunmu kan?" tanyaku. Tiba-tiba dia menangis. Oh, ayolah. Dia terlalu emosional. Aku hanya menanyakan ulang tahunnya. "Tidak ada yang pernah mengingat ulang tahun saya selain ibu saya. Maaf Yang Mulia, saya merasa sangat terharu," kata Lucy sambil menghapus air matanya. "Oh, begitu ya. Ngomong-ngomong pergilah ke

    Last Updated : 2024-12-03
  • Istri Kedua Kaisar   8

    "Kau tahu kan, apa tujuanku ke sini. Aku yakin kau bukan tipe gadis bangsawan yang polos," kata Cedric dengan tatapan anehnya. Sial! Apa yang harus aku lakukan?!"Aku tidak mengerti apa maksudmu," kataku. Untuk sekarang mari pura-pura bersikap polos."Aku tahu kau tidak polos. Kau bahkan tidak merasa malu menggunakan pakaian seperti itu di depanku. Jangan-jangan kau sudah terbiasa berpenampilan seperti itu di depan pria," katanya. Dia jelas-jelas sedang merendahkan aku."Apa maksudmu?" tanyaku sambil menahan emosi."Apa aku harus memperjelasnya? Aku hanya menebak bahwa kau sudah terbiasa 'bermain-main' dengan banyak pria karena kau sama sekali tidak malu berpakaian seperti itu di depanku," kata Cedric."Aku bukan wanita murahan seperti itu," kataku."Oh ya? Aku meragukannya," kata Cedric. Cedric bajingan!"Ya, anggap saja seperti itu kalau itu yang ingin kau percaya. Lagipula kau tidak akan pe

    Last Updated : 2024-12-04
  • Istri Kedua Kaisar   9

    Hari kelima belas setelah aku menikah dengan Cedric. Dua hari lagi adalah hari pendirian kekaisaran. Semua orang di istana sibuk menyiapkan semua hal, kecuali aku. Bahkan Lucy juga ikut sibuk mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk hari itu.Aku melihat ke arah luar dari jendela kamarku. Ada banyak pelayan yang jalan ke sana ke mari sambil membawa barang-barang untuk keperluan perayaan hari pendirian kekaisaran. Mereka benar-benar sibuk akhir-akhir ini.Lagipula kenapa Cedric mengadakan pernikahan denganku sekitar tiga minggu sebelum hari pendirian kekaisaran? Mengadakan dua acara besar berturut-turut adalah hal yang melelahkan. Orang gila mana yang mengadakan dua acara dua acara besar berturut-turut? Itu hanya menguras uang dan tenaga. Walaupun pernikahanku hanya sederhana untuk ukuran kaisar, tapi itu tetap saja menguras uang dan tenaga.Aku tidak sengaja melihat permaisuri alias istri pertama Cedric saat melihat keluar melalui jendela. Aku belum pernah bert

    Last Updated : 2024-12-05
  • Istri Kedua Kaisar   10

    Hari ketujuh belas setelah aku menikah dengan Cedric. Hari ini adalah hari peringatan pendirian kekaisaran. Aku harus bangun pagi-pagi sekali dan segera bersiap-siap untuk hari yang panjang.Aku beridiri di depan cermin besar. Aku melihat diriku sendiri dari pantulan cermin itu. Baiklah, aku terlihat seperti seorang ratu sekarang. Tapi aku memang seorang ratu.Aku menggunakan gaun berwarna merah dengan sedikit warna putih di bagian depan gaun ini. Tak lupa dengan perhiasan dan tiara yang dihiasi oleh berlian berwarna merah."Yang Mulia, sepatu Anda," kata Lucy. Lucy berjalan mendekatiku dengan membawa sepatu berhak sangat rendah. Lucy menaruh sepatu itu di depan kakiku lalu aku memakainya."Anda terlihat sempurna, Yang Mulia," kata Lucy."Terima kasih atas, pujiannya," kataku."Sudah saatnya Anda pergi ke aula makan. Saya akan mengantar Anda," kata Lucy."Baiklah."Aku berjalan keluar menyusuri lorong bersama Lucy. Di persimpan

    Last Updated : 2024-12-06

Latest chapter

  • Istri Kedua Kaisar   148

    Hari ke-1150 setelah aku menikah dengan Cedric. Pagi ini, keadaan Arion sangat membaik dari pada hari sebelumnya. Dokter tidak melarang kami untuk membawa Arion ke kastil.Saat ini Arion, Brandon, Cedric, dan aku berkumpul di taman kastil. Kami akan merayakan ulang tahun Arion walaupun sudah terlambat beberapa hari.Kami berada di sebuah gazebo. Kami duduk sambil menikmati makanan kami dengan tenang.Hari ini semuanya terasa begitu damai. Aku bisa mengistirahatkan pikiranku sejenak karena Arion sudah lebih baik saat ini.Arion duduk di pangkuanku sambil memelukku erat. Dia benar-benar tidak mau lepas dariku dari tadi. Tapi aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini.Sementara itu, Brandon berada di pangkuan Cedric. Kalau dilihat-lihat, tampang dan tingkah mereka sangat mirip. Terlebih lagi saat mereka sedang makan. Gerakan mereka saat mengunyah sangat mirip."Arion, apa kau tidak merindukan Ayah?" tany

  • Istri Kedua Kaisar   147

    Hari ke-1147 setelah aku menikah dengan Cedric. Aku terbangun di kamar lamaku yang ada di kastil Gilmond. Ternyata aku sudah sampai di sini. Ingatan terakhirku sebelum aku tidur adalah Cedric, Arion, dan aku sedang dalam perjalanan menuju ke Gilmond untuk mendapatkan pengobatan untuk Arion. Aku duduk di tempat tidurku. Aku meraih segelas air yang ada di nakas lalu aku meminumnya sampai habis.Pintu kamarku terbuka lalu Cedric Cedric masuk ke dalam sambil menggendong Brandon. Sudah lama aku tidak melihat Brandon. Ternyata dia tumbuh dengan cepat. "Akhirnya kau bangun juga. Kau sudah tidur selama dua hari," kata Cedric sambil berjalan mendekat. "Aku benar-benar kelelahan karena Alicia terus memaksaku untuk bekerja," kataku. Aku menghela napas panjang. "Kau juga terlihat lebih kurus," kata Cedric. "Lalu, bagaimana dengan Arion?" tanyaku. "Arion berada di rumah sakit," kata Cedric. "Apa dia baik-baik saja?" tanyaku. "Aku tidak bisa mengatakan bahwa dia baik-baik saja untuk sekaran

  • Istri Kedua Kaisar   146

    Hari ke-1144 setelah aku menikah dengan Cedric. Sudah dua bulan Alicia terus mengendalikan aku. Dia terus memaksaku untuk melakukan ini dan itu. Aku merasa sudah menjadi budaknya saja. Stress? Tentu saja aku sangat stress dan kelelahan. Aku tidak sempat untuk memikirkan hal lain selain apa yang harus aku lakukan pada saat itu juga. Aku bahkan melewatkan hari ulang tahun Arion tiga hari yang lalu. Maafkan ibumu ini, Arion. Pagi ini, aku baru saja bangun dan para kesatria sudah menjemputku untuk pergi ke Istana Anggrek. Mau tidak mau aku harus segera pergi ke sana untuk menyusui Caelan. Kepalaku rasanya seperti akan pecah. Telingaku bahkan berdenging. Rasanya aku ingin hibernasi selama beberapa hari tapi aku tidak bisa.Aku masuk ke kamar Caelan. Aku melihat Alicia sedang menggendong Cealan di dalam. Sepertinya Caelan sudah mulai terbiasa dengan Alicia. Aku duduk di sofa lalu Alicia memberikan Caelan padaku. Aku segera mulai untuk menyusui Caelan. Namun, tak lama kemudian, Caelan l

  • Istri Kedua Kaisar   145

    Hari ke-1084 setelah aku menikah dengan Cedric. Taylor sudah kembali ke sini setelah mengantar Brandon ke Gilmond. Aku menyuruhnya untuk tidak memperlihatkan diri pada para kesatria kaisar yang lainnya.Aku tidak tahu apa yang dilakukan Lucy pada Mina setelah kekacauan tadi malam. Yang jelas, hari ini Mina sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Aku terlalu kesal untuk bertanya pada Lucy di mana Mina berada.Aku baru saja selesai sarapan lalu tiba-tiba para kesatria masuk ke dalam kamarku secara paksa. Ada apa lagi ini?"Beraninya kalian masuk ke sini tanpa permisi," kata Lucy pada mereka."Maafkan kami, Yang Muna. Akan tetapi, Yang Mulia Permaisuri memerintahkan kami untuk membawa Anda ke hadapan Yang Mulia Permaisuri sekarang juga," kata salah satu kesatria."Ini belum saatnya untuk mulai mengerjakan dokumen-dokumen itu," kataku dengan nada datar sambil menyeruput tehku."Yang Mulia, sebaiknya Anda ikut kami se

  • Istri Kedua Kaisar   144

    Hari ke-1083 setelah aku menikah dengan Cedric. Sudah tiga hari ini Alicia terus mengendalikan aku seenak jidatnya. Aku sudah mulai muak dengan semua ini. Aku harus segera mencari cara untuk mengambil Arion dari genggamannya. Tapi bagaimana?!Saat ini hari sudah menjelang malam dan aku masih terjebak di dalam ruang kerja permaisuri. Aku masih harus mengerjakan tumpukan kertas-kertas yang tidak ada habisnya ini.Aku melirik ke arah Alicia. Dia masih fokus pada kertas-kertasnya. Mau sampai kapan dia akan terus menahanku di sini?Para pelayan masuk ke dalam mulai menyalakan lentera. Seorang pelayan meletakkan sebuah cangkir berisi teh di atas mejaku. Aku hanya menatap cangkir itu tanpa menyentuhnya."Minumlah, aku yakin kau haus," kata Alica."Apa ini?" tanyaku."Itu hanya teh," kata Alicia."Aku tidak percaya kalau itu hanya sekedar teh biasa," kataku."Aku sudah mencari bahan untuk membuat teh

  • Istri Kedua Kaisar   143

    Hari ke-1081 setelah aku menikah dengan Cedric. Alicia mengambil Arion dariku kemarin. Dan aku sangat marah pada diriku sendiri karena aku tidak berdaya saat Arion diambil dariku. Aku hanya bisa berharap Arion baik-baik saja di sana.Pagi ini, aku sedang menyusui Brandon di atas tempat tidurku. Aku terus menatap wajah Brandon dan mencoba untuk tetap tenang.Tapi bagaimana aku bisa tenang dengan suara tangisan Caelan yang tidak ada hentinya itu? Tidak bisakah mereka membuatnya diam sebentar saja?Kalau anaknya sendiri dibiarkan begitu saja, bagaimana dengan Arion? Aku benar-benar tidak bisa mengkhawatirkan keadaan Arion yang berada di sana.Sepertinya tidak ada cara lain untuk menyelamatkan Arion selain menculiknya dari sana. Tapi aku yakin Alicia menempatkan banyak penjaga di sana."Taylor, apa kau di sana?" panggilku.Pintu yang terhubung dengan balkon kamarku terbuka. Taylor masuk ke dalam lalu membungku

  • Istri Kedua Kaisar   142

    Masih di hari ke-1080 setelah aku menikah dengan Cedric. Aku baru saja menyadari bahwa ada sesuatu yang berbahaya di mainan yang diberikan oleh Alicia pada Arion. Aku langsung menyuruh Mina untuk bersiap pergi ke Gilmond."Mau ke mana kau buru-buru seperti itu?"Aku menoleh ke arah pintu dan aku melihat Alicia beridir di sana. Mau apa lagi dia?"Apa yang kau lakukan pada Arion?" tanyaku sambil menahan amarahku."Tidak ada," kata Alicia sambil tersenyum.Aku bisa tahu bahwa itu adalah senyuman palsunya. Dia pasti memiliki niat yang tidak baik padaku."Apa kau mau menyingkirkan kami?" tanyaku."Oh, akhirnya kau sadar juga," kata Alicia."Alicia, kita tidak boleh berselisih seperti ini," kataku."Sepertinya kau salah paham. Kita menjadi teman karena kita menghadapi musuh yang sama. Karena musuh kita sudah tiada, tidak ada alasan lagi untuk kita berteman," kata Alicia.A

  • Istri Kedua Kaisar   141

    Hari ke-1080 setelah aku menikah dengan Cedric. Sesuai dengan perkataan Alicia, hari ini ibunya datang lagi ke sini untuk mengurus Caelan.Pagi ini, aku baru saja selesai menyuapi Brandon. Lalu tiba-tiba, aku mendapatkan kabar bahwa Eva datang ke istanaku. Aku pun langsung berganti pakaian dan berdandan sebelum bertemu dengan Eva.Setelah aku selesai bersiap, aku berjalan keluar dari kamarku menuju ke ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu, aku melihat Eva sudah duduk dengan manis di salah satu sofa. Aku segera masuk dan duduk di sofa yang berhadapan dengannya."Anda datang pagi sekali, Bibi," kataku sambil tersenyum."Oh, tentu saja aku sangat bersemangat untuk bertemu cucuku untuk pertama kalinya," kata Eva."Begitukah? Kenapa Anda tidak berkunjung saat Caelan baru saja lahir?" tanyaku tanpa menghilangkan senyumanku."Aku bahkan tidak mendapatkan kabar bahwa putriku sudah melahirkan. Kalian bahkan tidak m

  • Istri Kedua Kaisar   140

    Hari ke-1078 setelah aku menikah dengan Cedric. Pangeran Caelan sudah berusia satu bulan setengah. Caelan lebih sering menghabiskan waktu denganku dari pada dengan Alicia. Entah kenapa Caelan selalu menangis saat Alicia mencoba untuk menggendongnya.Alicia sudah kembali melakukan pekerjaannya sebagai permaisuri. Terlebih lagi, dia harus menggantikan pekerjaan Cedric karena Cedric sedang berperang di perbatasan.Saat ini, aku berada di ruang bermain Arion seperti biasanya. Aku mengawasi Arion dan Brandon yang mengacak-acak mainan mereka. Aku harus mengawasi Arion dan Brandon dengan pengawasan ekstra agar mereka tidak saling memukul satu sama menggunakan mainan mereka.Tiba-tiba pintu ruangan ini terbuka. Siapakah itu? Oh, ternyata itu Alicia. Alicia masuk lalu berjalan ke arah ayunan bayi, tempat di mana Caelan tertidur."Apa dia rewel pagi ini?" tanya Alicia."Tidak. Dari tadi dia hanya tidur," jawabku."T

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status