Home / Romansa / Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris / Bab 2. Tekad Aleena Sudah Bulat

Share

Bab 2. Tekad Aleena Sudah Bulat

Author: Te Anastasia
last update Last Updated: 2024-11-28 11:17:42

Esok harinya, Aleena mendatangi kediaman Keluarga Benedict bersama Carl.

Ya, Aleena sudah membuat keputusan. Ia akan menerima tawaran menjadi ibu pengganti demi pengobatan ayahnya, sekaligus membuktikan pada Carl bahwa ia bukan gadis yang mudah diperdaya. 

Aleena bersandiwara seolah tidak tahu kenyataan menyakitkan bahwa selama ini calon suaminya telah berkhianat. 

"Aku yakin, Sayang, kau tidak akan menyesali keputusanmu," bisik Carl yang kini duduk bersebelahan dengan Aleena di ruang tamu rumah mewah itu. 

"Ya," balas Aleena singkat. 

Dapat Aleena lihat betapa berseri-serinya wajah Carl saat ini, seolah tak sabar mendapatkan keuntungan besar dengan memanfaatkan dirinya. 

Tapi hal itu tak akan terjadi. Aleena akan memastikan Carl tidak mendapat keuntungan sepeser pun darinya!

"Aku berharap setelah ini Papa cepat sembuh," ujar Carl menoleh pada Aleena dan tersenyum lembut. "Dan kita akan segera menikah." 

Aleena hanya tersenyum kecut dan merasa jijik mendengar ungkapan penuh kebohongan dari Carl. Kata-kata manisnya benar-benar membuat Aleena muak.

Tak ingin meladeni pria itu, Aleena mengalihkan pandangannya pada rumah bak istana yang ia kunjungi sekarang ini. 

Keluarga Benedict benar-benar kaya raya hingga membuatnya terkagum-kagum dalam diamnya. 

Beberapa menit kemudian, muncullah seorang wanita cantik berpakaian glamor dan berkelas dengan rambut hitam sepunggung. Ia berjalan dengan sangat anggun menuju ruang tamu di mana Aleena dan Carl menunggu. 

"Selamat pagi, Nyonya," sapa Carl tersenyum lebar. 

Wanita cantik berbalut gaun berwarna navy itu tersenyum formal. "Selamat pagi," balasnya. "Apakah dia…?" 

"Benar Nyonya, saya datang bersama dengan gadis yang tadi saya bicarakan dengan Nyonya," ujar Carl tak sabaran. 

Manik cokelat wanita itu pun bergerak melirik gadis cantik yang berada di samping Carl. 

Aleena langsung membungkukkan badannya memberi hormat. "Senang bertemu dengan Nyonya Benedict. Perkenalkan saya Aleena Pandora," ucapnya dengan sopan. 

"Senang juga bertemu denganmu, Aleena. Panggil aku Nyonya Marsha Benedict," ujar wanita itu. 

Dengan posisi duduknya yang tegap, Marsha menatap Aleena dengan pandangan yang menelisik jeli seolah tengah menilai.

Tentu saja tatapan Marsha membuat Aleena tidak nyaman. 

"Carl sudah menjelaskan padamu tentang tawaran yang aku berikan, Aleena?" tanya Marsha kemudian. 

"Sudah, Nyonya."

Marsha meraih secangkir teh di hadapannya. Bahkan gerakan sederhana itu tampak sangat anggun di mata Aleena. 

"Apa yang membuatmu menerima tawaran ini?" tanya Marsha, usai menyeruput teh di dalam cangkir yang ia pegang. 

Jemari tangan Aleena meremas kuat rok hitam yang ia pakai, menunjukkan betapa gugupnya ia dengan pertanyaan yang Marsha berikan padanya. 

"Karena saya … butuh uang untuk biaya pengobatan Papa saya yang sedang sakit, Nyonya," jawab Aleena jujur.

Senyuman tipis terukir di bibir Marsha, seolah tampak puas. Ia lantas menatap Aleena lamat-lamat.

“Aku membutuhkanmu untuk melahirkan keturunan bagi Keluarga Benedict. Jadi, kau akan tidur bersama suamiku sampai kau berhasil mengandung anak untuk kami. Tidak lebih dari itu.” 

Aleena tampak gugup dan cemas. Ia tidak bisa membayangkan dirinya harus tidur bersama pria yang sudah beristri!

"Kalau kau tidak siap, kau bisa mundur sekarang juga," sahut Marsha lagi. “Aku tidak butuh wanita yang tidak punya pendirian.”

Aleena menggigit bibir dalamnya untuk menenangkan dirinya sendiri. Ia sudah bertekad akan melakukan apapun untuk Papanya, dan membalaskan kemarahannya pada Carl. 

Kemudian, Aleena menatap Marsha dengan penuh keyakinan. 

"Saya siap, Nyonya. Apapun akan saya lakukan untuk memenuhi permintaan Nyonya Marsha." 

Mendengar jawaban Aleena, Marsha tersenyum miring. Ekspresinya menunjukkan bahwa ia menikmati keputusasaan gadis di hadapannya ini.

Marsha mengangguk. "Bagus. Kalau begitu, apa satu miliar cukup untuk membayar kesepakatan kita, Aleena?" 

Kedua mata Aleena membola mendengar jumlah yang Marsha tawarkan. Uang itu lebih dari cukup untuknya.

"Sa-saya rasa cukup, Nyonya—" 

"Apa kau yakin, Aleena? Bukannya itu kurang?" sahut Carl di samping Aleena. 

Marsha beralih pada Carl sambil menaikkan kedua alisnya. "Jadi ... kurang ya?" tanya wanita itu sambil tersenyum. 

Bagi Aleena, senyuman itu tampak merendahkan.

Aleena yang sadar kalau Carl hanya memanfaatkannya untuk mendapatkan uang dari Marsha, lantas langsung menggelengkan kepalanya cepat dan menyangkal apa yang Carl katakan. 

"Tidak, tidak kurang, Nyonya. Itu sudah lebih dari cukup untuk biaya operasi Papa saya," sela Aleena.

“Tapi—” 

Aleena langsung menatap Carl sengit, memintanya untuk diam. Meski tampak tidak senang, Carl akhirnya pasrah. 

"Baiklah. Aku akan mengurus biaya pengobatan Ayahmu. Kau fokuslah pada kesepakatan kita," ujar Marsha dengan tegas. 

Aleena mengangguk. "Baik, Nyonya." 

Sedangkan Carl terlihat kesal. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendapatkan uang lebih banyak, tapi Aleena justru membuang kesempatan itu dengan bodohnya! 

Marsha lantas mengajukan beberapa pertanyaan terkait kehidupan pribadi Aleena. Gadis itu menjawab dengan jujur tanpa ada yang ia sembunyikan. Ia tahu, meski nantinya akan melakukan tes kesehatan, Marsha bertanya untuk memastikan bahwa dirinya layak menjadi ibu pengganti. 

Di tengah perbincangan, tiba-tiba muncul sesosok pria berparas tampan dengan balutan tuxedo hitam rapi yang kini berjalan masuk ke dalam rumah. Tatapan tajamnya menatap ke arah Aleena dan Carl yang tengah bersama dengan Marsha. 

Melihat kedatangan laki-laki tampan itu, Marsha langsung beranjak dari duduknya dan menatap Aleena yang terlihat gugup. 

"Aleena, suamiku sudah datang. Dia Asher Benedict," ujar Marsha. 

Aleena tampak mematung di tempatnya. Jemarinya mencengkeram erat tas yang ia bawa saat tatapannya bertemu dengan sepasang manik hitam yang menatapnya tajam itu. 

Laki-laki itu mendekati Marsha dan menatap Carl penuh selidik, lalu beralih pada Aleena. 

Tatapannya tampak tidak suka, raut wajahnya masam. Suaranya terdengar dingin ketika bertanya pada sang istri.

"Siapa mereka, Marsha? Apa yang mereka lakukan di rumah kita?"  

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Asna Datau
cerita nya bagus lanjut
goodnovel comment avatar
Rina okta Rina
lanjut tor kren novel nya
goodnovel comment avatar
Ketut Aryatrini
cerita nya bagus
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 3. Berada di Antara Pertentangan Suami Istri

    Kedatangan Asher Benedict membuat suasana menjadi tegang. Sekilas saja, Aleena langsung tahu bahwa Asher adalah sosok pria dingin, tegas, dan mengintimidasi. Aura penuh wibawanya itu membuat siapapun akan merasa gugup jika berhadapan dengannya. Aleena menelan ludah saat Asher menatapnya. Ia tidak menduga bahwa ternyata laki-laki itu jauh lebih dewasa darinya."Sayang, mereka adalah tamu kita," ujar Marsha menjelaskan. Asher menaikkan salah satu alisnya. Ia tidak pernah tahu sejak kapan istrinya bergaul dengan gadis berpenampilan sederhana seperti gadis di depannya ini."Ada keperluan apa?" tanya Asher, sembari duduk di sofa menyilangkan kakinya. "Ada hal penting yang ingin aku bahas," jawab Marsha. Asher tidak lagi berkata-kata. Di sampingnya, Marsha memperhatikan Carl yang masih duduk di samping Aleena. Marsha ingin berbincang dengan suaminya dan Aleena saja saat ini. "Carl, bisakah kau pergi dulu dan tinggalkan Aleena sebentar di sini?" Aleena sontak menatap Carl dengan lekat.

    Last Updated : 2024-11-28
  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 4. Ikatan Seorang Ibu Pengganti

    "Semua biaya rumah sakit Papamu sudah aku urus Aleena. Hasil pemeriksaan kesuburanmu pun sangat baik. Kemungkinan besar, sekali berhubungan saja kau bisa segera hamil.” Aleena hanya mengangguk kecil mendengar apa yang Marsha katakan. Siang ini, Marsha mendatangi rumah sakit bersama Asher. Mereka berdua mengurus semua administrasi pengobatan Papanya dan ia juga melakukan tes kesehatan."Sekarang semua sudah selesai, ayo kita pergi," sahut Asher meraih tangan Marsha. "Tunggu, Sayang—"Marsha menghentikan langkahnya saat ponsel miliknya di dalam tas berdering. Wanita berambut cokelat sebahu itu menoleh seolah meminta izin, lalu berjalan menjauh saat menjawab panggilan tersebut. Kini hanya ada Aleena dan Asher berdua di sana. Asher melirik gadis bertubuh kurus di sampingnya yang tengah memeluk sebuah tas besar. "Apa kau membawa semua pakaianmu?" tanya Asher menoleh. Aleena menatapnya gugup. "Nyo-Nyonya yang meminta pada saya, Tuan," jawabnya.Hari ini Aleena akan tinggal bersama Ma

    Last Updated : 2024-11-28
  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 5. Penghinaan di Malam Pertama

    Dua hari berlalu dengan cepat. Aleena masih berada di kediaman Keluarga Benedict dan tidak pergi ke mana pun. Apalagi, sekarang Aleena telah memiliki status baru, yaitu menjadi istri kedua Asher. Malam ini, gadis bertubuh kurus itu duduk di tepi ranjang dengan balutan dress berwarna biru muda. Aleena tampak cemas dan kalut. Dalam waktu yang begitu singkat, Aleena dan Asher resmi menikah. Meskipun pernikahan itu hanya untuk sementara waktu saja, dan juga berjalan demi keuntungan masing-masing."Nona Aleena..." Suara Bibi Julien berhasil membuyarkan lamunan Aleena, gadis itu menoleh cepat ke arah pintu dan berdiri dari duduknya. "Iya, Bi? Ada apa?" tanya Aleena menatapnya. "Ini gaun tidur tidur yang Nyonya Marsha siapkan untuk Nona Aleena pakai malam ini," ujar Bibi Julien meletakkan gaun tidur satin berwarna merah di atas ranjang. Wajah Aleena mendadak pucat. Rasa takut menyelimutinya dengan cepat.Ia tidak bisa membayangkan seperti apa malam pertama itu?"A-apa Nyonya Marsha sed

    Last Updated : 2024-11-28
  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 6. Tangisan Sang Ibu Pengganti

    Sepanjang malam Aleena setia terjaga. Rasanya, kedua mata gadis itu tidak bisa ia pejamkan. Bahkan hingga pagi, Aleena masih duduk di atas ranjang memeluk kedua lututnya merenungi nasibnya yang malang.Aleena tidak tahu, apa yang akan ia katakan pada Marsha. Membayangkan betapa kecewanya wanita itu membuat Aleena tak bisa menahan air mata.Bagaimana jika Marsha menarik semua uang yang telah ia gelontorkan untuk pengobatan ayahnya karena ia gagal melakukan tugasnya?"Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya sambil menyeka air mata. Gadis itu menyandarkan punggungnya dan menatap langit-langit kamar dan tenggelam dengan lamunannya yang gelap. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar, membuat lamunan Aleena seketika buyar. "Selamat pagi, Nona ... apa Nona sudah bangun?" Suara Bibi Julien di luar membuat tubuh Aleena tersentak. Ia segera merapikan penampilannya yang berantakan seadanya, lalu beranjak dari atas ranjang. Ia membuka pintu kamar dan mendapati Bibi Julien di had

    Last Updated : 2024-12-02
  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 7. Malam Selanjutnya, Aleena Harus Berhasil!

    Aleena merasa jenuh berada di dalam paviliun sepanjang hari. Setelah kejadian pagi tadi, ia memang sengaja tidak keluar dari paviliun dan terus merenung di sana. Namun, saat hari menjelang malam, Aleena kepikiran kondisi Papanya yang masih terbaring di rumah sakit. Gadis itu pun berinisiatif untuk mengunjunginya malam itu juga.Kalau sudah sadar, Papanya pasti akan mencari Aleena. Belum lagi, pria paruh baya itu akan merasa kesepian bila tak menemukan keberadaannya. Aleena berpikir sambil menggigit bibir bagian dalamnya, lalu mengangguk kecil untuk meyakinkan diri. "Mungkin aku harus meminta izin pada Nyonya Marsha sebentar untuk ke rumah sakit," ucap Aleena. Perasaan ragu langsung hinggap di hatinya, tapi Aleena berusaha menepisnya. Bagaimanapun, ia harus memastikan kondisi Papanya agar tak terus merasa khawatir. Aleena melangkah keluar dari paviliun. Ia melewati taman samping untuk sampai di teras rumah megah milik Marsha dan Asher. Sesampainya di kediaman utama, Aleena memelan

    Last Updated : 2024-12-03
  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 8. Satu Malam Tanpa Kelembutan

    Setelah kedua orang tua Asher pulang beberapa menit yang lalu, rumah megah itu pun tersisa Marsha dan Asher saja. Terlihat Marsha yang kini berdiri bersedekap menatap lurus ke arah paviliun tempat Aleena tinggal. "Aku tidak ingin kau mengulur banyak waktu, Asher," ucap Marsha tiba-tiba. Asher yang mendengarkannya pun menoleh. "Apa maksudmu, Sayang?" Marsha membuat tubuhnya menatap sang suami. "Aku sudah muak dengan semua cercaan Mamamu tentang anak sampai telingaku terasa panas karena terus mendengar hal itu setiap bertemu!""Sayang—""Kau tidak menepati janjimu padaku, Asher. Aku hanya memintamu untuk bermalam dengan Aleena, kita sudah membayar gadis itu. Hanya dia harapan kita satu-satunya!" desak Marsha dengan wajah memerah. Asher memijit pangkal hidungnya, tampak benar-benar frustrasi. “Marsha, aku bisa melakukannya kapan-kapan—”"Kapan-kapan?” sela Marsha. “Tapi sampai kapan, Asher? Apa kau tidak keberatan melihatku terus direndahkan seperti ini? Atau sebenarnya kau ingin be

    Last Updated : 2024-12-04
  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 9. Beban yang Harus Ditanggung sang Ibu Pengganti

    “Akh—shh—” Aleena meringis menahan sakit pada bagian inti tubuhnya ketika ia terbangun di ranjang yang asing pagi itu. Ia menarik selimut dan mendekapnya dengan erat di dada saat menyadari tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun. Bayangan-bayangan dari malam panas itu kembali terulang dalam ingatannya, seolah tak membiarkan Aleena lupa begitu saja. “Siapa dirimu sebenarnya, Aleena?” Aleena tidak tahu mengapa Asher tampak kalut dan tidak percaya bahwa dirinya masih suci. “S-saya—”“Tak mungkin aku yang pertama bagimu! Katakan, apa tujuanmu melakukan ini? Kenapa kau—”“Lakukan saja, Tuan,” Aleena menyela sebelum Asher kembali menghinanya dengan kata-kata tajam. Suaranya bergetar di bawah dominasi Asher yang membuat tubuhnya meremang. Ia hanya ingin semua ini segera berakhir. “Lakukan saja dengan cepat, seperti yang Nyonya Marsha inginkan….”Aleena tidak mengerti mengapa setelah itu Asher tiba-tiba berubah seperti predator kelaparan. Sentuhan dan gerakannya berantakan, menuntut,

    Last Updated : 2024-12-05
  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 10. Hamil Anak dari sang Presdir Angkuh

    "A-apa maksud Tuan mengatakan hal itu?" Aleena menatap Asher dengan lekat, dan napasnya tercekat seolah ingin mencekiknya kuat-kuat. Mengapa Asher tidak pernah berhenti merendahkannya?Melihat ekspresi kesal di wajah Aleena, Asher hanya tersenyum miring. Dagunya terangkat, menunjukkan ekspresi remeh. "Memang begitu kenyataannya, bukan?" katanya dengan nada datar. "Baru semalam kau berhasil merayuku, siang ini kau sudah bertemu laki-laki lain.”“Saya hanya—”Asher lebih dulu menyela. “Kali ini apa yang kau tawarkan padanya? Tubuhmu, seperti yang kau lakukan padaku?”Dada Aleena bergemuruh hebat tak terima. Perkataan Asher selalu berhasil mencabik dan melukai perasaan serta harga dirinya setiap kali dia berbicara. Dengan kedua tangan terkepal, Aleena berdiri dengan tegap memberanikan diri menatap Asher yang kini duduk di sofa menyilangkan kakinya, memperhatikan Aleena dengan begitu rendahnya. Aleena menahan air matanya yang berdesakan dan berusaha menjelaskan. Bibirnya menipis gera

    Last Updated : 2024-12-06

Latest chapter

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 336. Bersama Sampai Mereka Besar Nanti

    Keesokan harinya, Aleena sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, juga anak kembarnya. Kepulangan Aleena disambut dengan sangat baik oleh Theo, Jordan, dan seorang anak perempuan yang bersama Theo. Tampak Aleena dan Asher sedikit terkejut melihat anak perempuan mungil berwajah cantik dan lucu berada di sana dengan pakaian yang rapi dan bagus. "Mama, Theo kangen," seru Theo mendekati Aleena dan memeluk sang Mama yang kini berdiri di samping Asher. Sedangkan bayi kembarnya sudah dibawa masuk oleh seorang pengasuh yang disewa oleh Asher dan Aleena, yaitu pengasuh Theo saat kecil dulu. Aleena tersenyum hangat melihat putranya yang begitu antusias. "Mama juga kangen sekali dengan Theo," ujar Aleena tersenyum manis mengelus pucuk kepala Theo. "Hmmm ... nanti malam bobo sama Mama dan adik, ya, Sayang..." "Iya, Mama. Siap!" Theo terlihat sangat berseri-seri bahagia. Asher yang bersama mereka, ia pun ikut tersenyum sambil merangkul pundak istrinya. "Theo tidak boleh nakal, ya, Sayang.

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 335. Anak Adopsi Seorang Ajudan

    Hari sudah sore, Jordan pun mengajak Theo untuk pulang bersamanya. Anak itu terlalu asik bermain dengan adik kembarnya. Sampai diajak pulang pun Theo tampak hampir tidak mau pulang sekeras apapun Jordan membujuknya. "Ayo Bos Kecil, kita pulang dulu. Nanti malam ke sini lagi," bujuk Jordan pada Theo yang masih marah dan merajuk berdiri di ambang pintu. "Tidak mau! Theo mau di sini sama Adik!" pekik anak itu menolak. Jordan menyergah napasnya panjang, laki-laki itu berdiri di dekat pintu sambil menenteng tasnya. Ia menatap ke arah Theo yang masih marah-marah. Dan kini, Asher pun mendekati putra kecilnya. Anaknya yang sudah jelas terlihat menolak keras untuk pulang. "Sayang, Theo harus pulang. Ajak Paman Jordan bermain di game zone," ujar Asher. Theo merotasikan kedua bola matanya. "Tidak tertarik!" "Emmm ... bagaimana kalau ke kedai es krim?" "Sudah bosan, Papa..." Jordan yang menatapnya dengan mencari ide pun tiba-tiba laki-laki itu tersenyum lebar. "Bagaimana kalau kita men

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 334. Theo dan Adik Kembarnya

    Di lain tempat, Aleena dan Asher kini masih di rumah sakit. Aleena sudah merasa baikan meskipun perutnya masih terasa sangat sakit di bagian luka operasinya. Pagi ini, Aleena diizinkan bertemu dengan kedua bayi kembarnya. Bayi-bayi manis itu dibawa ke kamar Aleena. Wajah Aleena berseri-seri bahagia melihat bayi kembarnya yang ternyata benar-benar sangat mirip dengan Asher. "Lihat, ya ampun Aleena ... Leo sangat-sangat mirip dengan Theo saat masih bayi, Nak!" seru Camelia tersenyum begitu bahagia menatap bayi yang ia gendong. "Iya, Ma. Lea juga sangat manis sekali," ujar Aleena menatap bayi dalam pelukannya. "Lea lebih mirip dengan Aleena menurut Papa," sahut Darren. "Iya. Mama pikir juga begitu, Pa...." Camelia menyahuti. Kedua orang itu sangat bahagia melihat cucu kembarnya. Sedangkan Asher merangkul Aleena dari samping sambil memperhatikan wajah menggemaskan putri kecilnya. Tentu saja Asher dan orang tuanya merasa begitu bahagia, mereka mempunyai keturunan anak perempuan. "

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 333. Rasa Sayang Seorang Anak Kecil

    Keesokan paginya... Theo berangkat ke sekolah bersama dengan Jordan seperti biasa. Anak laki-laki itu kini tampak sangat tampan dengan balutan mantel berwarna cokelat yang ia pakai dan syal berwarna hitamnya, juga topi beret berwarna merah muda di kepalanya. Theo yang baru saja turun dari dalam mobil, kini menoleh ke kanan dan ke kiri. "Hemmm, Arabelle belum datang, ya?" gumamnya lirih. Jordan menaikkan salah satu alisnya. "Sepertinya pacarnya Bos Kecil tidak masuk sekolah." "Masuk, Paman! Theo sudah janjian dengan Arabelle!" seru Theo dengan bibir mencebik. "Arabelle dan Theo tidak satu kelas, jadi kalau main harus bersama bisa bertemu terus!" Mendengar seruan Theo yang 'sok dewasa' membuat Jordan tersenyum gemas. Jordan menekuk kedua lututnya di tepian jalan trotoar. Situasi sekolah Theo juga masih sepi, belum banyak anak-anak yang datang. Sedangkan Theo tampak menunggu-nunggu. Hal ini membuat Jordan penasaran, anak sekecil Theo, anak laki-laki, anak orang kaya, kenapa mau b

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 332. Kebahagiaan yang Kita Rasakan

    Setelah Aleena dipindah ruangan usai operasi, masih belum diizinkan pihak keluarga untuk menjenguknya sementara waktu. Dan hanya Asher yang diizinkan untuk masuk, karena Aleena masih belum sadarkan diri. Tetapi, Asher dipanggil lagi oleh suster ke ruangan perawatan bayi. Kali ini, ia mengajak Theo bersamanya untuk melihat adik bayinya yang baru lahir. Theo begitu senang melihat dua wajah gemas adik bayinya yang kini berada di dalam ranjang bayi dari kaca di dalam ruangan rumah sakit. "Papa, adik Leo yang mana?" tanya Theo menatap dua bayi mungil di depannya. Asher tersenyum. "Adik Leo yang pakai selimut biru, Sayang. Yang pakai selimut merah muda, ini Adik Lea." Kedua mata Theo berbinar-binar menatap adiknya. "Wahhh ... lucunya, Theo mau gendong adik," seru anak itu. Asher langsung menarik tubuh Theo dan memeluknya. "Tidak boleh, Sayang. Adik kembar masih harus tidur." "Emmm, tidur terus. Mereka tidak mau menangis yang kencang ya, Pa?" tanya Theo cemberut. "Jangan dong, biark

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 331. Kelahiran Si Kembar Leo dan Lea

    Di rumah sakit, Aleena kini berada di dalam sebuah ruangan khusus setelah seharian penuh ia di dirawat di sana menjelang hari kelahiran si kembar. Aleena kini ditemani oleh Asher di dalam sebuah ruangan khusus sebelum masuk ke dalam ruangan operasi. Tampak Asher terus menggenggam erat tangan Aleena dan membisikkan kata-kata yang penuh dengan dukungan. "Jangan takut, Sayang. Semua pasti akan baik-baik saja, kau dan si kembar pasti akan sehat-sehat," ujar Asher berbisik di telinga Aleena dan mengecup pipi istrinya. Aleena membalas genggaman tangan Asher dan wanita cantik itu mengangguk kecil. "Jangan pergi-pergi ya, Asher. Di sini saja sampai operasinya selesai," pinta Aleena. "Iya. Aku akan menemanimu, Sayang." Dengan penuh rasa cemas yang tak terbendung, Asher memeluk istrinya. Bahkan sejak pagi, ia terus mengusap-usap perut Aleena yang besar dan terus berbisik pada anaknya yang berada di dalam perut untuk segera lahir dengan sehat. Tak berselang lama seorang dokter dan suster

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 330. Teman Kesayangan Theodore

    Keesokan harinya, Aleena dan Asher pagi ini bersiap pergi ke rumah sakit. Hari ini adalah hari yang ditentukan oleh dokter untuk jadwal operasi Aleena untuk melahirkan besok. Theo menatap Mamanya yang masuk ke dalam mobil bersama sang Papa. Sedangkan anak itu tampak lesu dan sedih karena ia harus sekolah, tidak bisa menemani sang Mama. "Theo berangkat dengan Paman Jordan ya, Sayang," ujar Aleena pada Theo yang sedang digendong oleh Jordan."Iya, Mama. Mama hati-hati, nanti pulang sekolah Theo jenguk Mama," jawab anak itu melambaikan tangannya. Aleena dan Asher tersenyum. "Iya, Sayang." Barulah Jordan membawa Theo masuk ke dalam mobil satunya dan bergegas berangkat ke sekolah. Di dalam mobil, sepanjang perjalanan Theo mencebikkan bibirnya sebal dan tampak badmood. "Calon kakak tidak boleh cemberut terus, Boss..." Jordan menyenggol pelan lengan kecil Theo. Sejauh ini, Jordan dan Theo memang seperti musuh. Tapi hanya Jordan yang bisa memahami perasaan Theo, putra atasannya tersebu

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 239. Tinggal Menghitung Hari

    Beberapa Bulan Kemudian...Terlepas dari semua masalah pekerjaan yang selalu datang, Theodore yang semakin hari semakin aktif bertingkah ini dan itu layaknya anak seusianya, juga Aleena yang kini sudah mengandung ke sembilan bulan. Hari demi hari dihitung oleh Aleena. Wanita itu terus berdoa sepanjang hari menunggu hari kelahiran si kembar. Bahkan dokter sudah memberikan jadwal untuk Aleena melahirkan si kembar secara operasi yang kurang tiga hari lagi lantaran kondisi Aleena yang tidak memungkinkan. Namun, entah kenapa Aleena takut saat ia membayangkannya hingga tiga hari ini ia banyak diam dan termenung. Asher yang selalu menemaninya, ia paham dengan kekhawatiran yang dialami oleh sang istri. "Aleena..." Asher mendekatinya dan laki-laki itu meletakkan sebotol susu hangat di pipi Aleena. Wanita cantik yang tengah memandangi salju itu pun menoleh cepat. Aleena tersenyum tipis pada Asher. "Emm, kau ini mengejutkanku saja," ujar Aleena menepuk pelan lengan Asher. Laki-laki itu du

  • Ibu Pengganti 1 Miliar untuk Anak Pewaris   Bab 328. Asher yang Siap Siaga

    Usai keributan Aleena beberapa hari yang lalu dengan Levi, sekarang Aleena jatuh sakit dan tidak memungkinkan bagi Asher untuk pergi ke kantor. Karena kondisi inilah, Camelia dan Darren pun sampai datang berkunjung dengan sangat cemas melihat menantunya sakit dalam keadaan hamil yang ke tujuh bulan."Bagaimana Aleena bisa sakit, Asher? Sejak kapan Aleena sakit? Kenapa tidak menghubungi Mama dan Papa?" Camelia menatap putranya sambil duduk di tepi ranjang dan mengusap-usap lengan Aleena yang tengah berbaring. "Sejak tiga hari yang lalu, Ma. Tapi demamnya sejak semalam, panasnya juga sudah turun," ujar Asher. "Sudah turun apanya, masih panas begini kau bilang masih turun," omel Camelia. Wanita itu meraih handuk kecil basah dan ia mengompres lengan kiri Aleena yang benar-benar terasa sangat panas. "Ya ampun, Nak ... cepat sembuh, Aleena," bisik Cemelia lirih. "Perutmu sudah sebesar ini, Aleena. Mama tidak tega melihatnya." Aleena merasa pusing, ia tidak membuka mata dan masih tertid

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status