Share

Bab 75

Penulis: Liazta
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-29 19:42:56

"Katakan, apa yang kamu inginkan untuk mahar pernikahan kita?" Sebastian tersenyum memandang calon istrinya. Apapun yang akan diminta oleh Zia, pasti akan diturutinya.

"Saya ingin sebuah rumah, tidak besar, tidak apa yang penting nyaman," kata Zia sambil menundukkan kepalanya.

Meskipun tahu bahwa harga rumah bukanlah murah namun Zia tetap memberanikan diri untuk memintanya.

"Rumah? " Sebastian sempat berpikir bahwa Zia akan meminta mahar yang fantastis namun ternyata tidak. Gadis polos itu hanya meminta rumah yang sederhana.

Zia menganggukkan kepalanya. "Zia ingin rumah untuk adik-adik di panti. Walau bagaimanapun kami tumbuh dan besar bersama. Manis, pahit, sakit dan senang kami rasakan bersama. Tidak jarang kami juga menangis bersama di saat hari raya. Impian kami sama, kami ingin merayakan idul Fitri bersama orang tua kami." Zia mengusap air matanya.

"Berapa banyak adik di panti asuhan?" Tanya Sebastian sambil memberikan tisu untuk mengusap air mata Zia.

"Usia 12-18 tahun ada 15
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 76

    Prak!Suara pintu yang didorong dengan keras membuat pria paruh baya yang sedang duduk di meja kerjanya terkejut. Kening Heru berkerut ketika melihat pelaku yang mendobrak pintu."Papi!" Alina menangis sambil berlari ke arah Heru."Ada apa, mengapa kamu menangis?" Tanya Heru yang memeluk putrinya. "Aku sudah ke kantor Sebastian. "Alina berusaha untuk berbicara. Dadanya terasa sesak dan juga sakit ketika mengingat seperti apa Sebastian memperlakukannya.Harga diri yang begitu tinggi, dengan enaknya diinjak-injak oleh bujang lapuk seperti Sebastian. "Apa yang terjadi, coba berbicara pelan-pelan nak, agar papi memahami permasalahan kamu." Heru mengusap punggung putrinya. "Papi, si perjaka tua itu menolakku. " Wajah Alina menegang ketika mengatakan kalimat yang begitu sangat memalukan dan menyakitkan hatinya. Wanita yang memiliki kepercayaan diri setinggi gunung Himalaya itu, merasakan hancur sehancurnya ketika cinta yang ditawarkannya untuk Sebastian ditolak dengan sangat kasar. "Di

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 77

    Tak ingin terlihat gugup, Zia mengalihkan perhatian ke arah luar di mana gedung-gedung tinggi berada, juga kios-kios kecil yang terlihat sedang sibuk melayani pelanggan. Pikirannya benar-benar kalut.Apa tujuan Sebastian menikahinya? Apakah pria itu mencintainya? Pertanyaan yang sama selalu saja mantul-mantul di tempurung kepalanya.Tapi ya sudahlah, apapun yang akan terjadi nanti, Zia harus siap menghadapinya. Yang terpenting saat ini, adik-adik di panti asuhan dapat terselamatkan."Mas, Zia boleh berhenti di toko roti itu gak?" Zia menunjuk ke arah plang roti. "Mau makan roti?" Tanya Sebastian."Iya, adik-adik di panti sangat suka roti, Zia mau beli untuk mereka. Di panti juga ada 2 orang yang sedang berulang tahun hari ini," jelas ZIa."Oh ya, siapa?" Tanya Sebastian yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Zia."Noval berusia 4 tahun dan Aisah ulang tahun yang ke tujuh. Sebenernya Noval ulta Minggu kemarin. Dia minta beli kue dan tiup lilin. Tapi belum kesampaian." Bibir Zia me

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 78

    Gadis yang awalnya sok jual mahal mendadak mengatakan cinta setelah diberi rumah mewah. Jelas saja membuat Sebastian curiga.Zia mengusap air matanya dan kemudian tersenyum manis."Tentu saja karena mas kasih mahar rumah mewah. Apa lagi kalau maharnya ditambah uang, beserta seperangkat perhiasan berlian. Pasti cinta Zia akan semakin bertambah hingga penuh dan melimpah." Gadis imut itu tersenyum manis memandang wajah calon suaminya yang sudah masam."Mulut mu ya Zia, kamu sungguh tidak berperasaan."Sebastian mendorong tubuh Zia hingga pelukan gadis itu terlepas."Ha... Ha... Mas, Zia hanya berkata jujur, sejujur-jujurnya. Zia cinta mas, pakai banget. Apa lagi kalau maharnya ditambah. Makan di rumah makan Padang aja boleh tambuh ciek. Masak mahar gak boleh tambuh ciek." Zia tersenyum usil menjahili calon suami tuanya."Kamu matre." Sebastian memukul sayang kening calon istrinya. "Is pelit." Zia mengusap keningnya yang tidak sakit.Sebastian membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalk

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 79

    Setelah melihat rumah Sebastian dan juga Zia langsung menuju ke panti asuhan. Lama tidak bertemu dengan adik-adiknya membuat dia begitu sangat merindukan saudara-saudar senasib dengannya. "Mas mobilnya kenapa lambat ya?" Zia memandang wajah Sebastian yang saat ini duduk di sampingnya. Pria itu tampak begitu posesif dengan terus menggenggam tangannya. "Jalannya macet jawab Sebastian Andaikan ada mobil yang bisa terbang pasti mah sudah beli kan Zia tersenyum memandang wajah sang taipan."Sudah pasti, melewati kemacetan seperti ini membuat saya tidak sabar. "Sebastian memandang wajah dia dengan sedikit tersenyum. Semenjak mengenal Zia, Sebastian merasakan hidupnya mulai berwarna. Seperti saat ini, ia merasakan jantungnya berdegup cepat. Rasa bahagia melihat senyum yang terukir di bibir kecilnya calon istri kecilnya. Dan pastinya ada hasrat ke lelaki yang ingin dia telusuri lebih dalam. "Pantas saja saya tidak menikah-menikah sampai usia 40 tahun." Sebastian memandang Zia."Kenapa?"

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 80

    Ibu panti tampak gugup ketika Zia menanyakan Aisyah. Agar tidak ada yang berbicara, wanita itu mengancam dengan sorot matanya."Aisyah sudah tidur, kasihan kalau di bangunkan." Ibu panti bernama Rita itu tersenyum. Matanya dengan genit melirik ke arah Sebastian. "Silakan duduk mas." Dengan centilnya janda tua meminta agar Bastian duduk di sampingnya. Melihat sosok pria ganteng dan mapan, sudah pasti membuat jantung janda itu berdetak dengan cepat. Agar penampilannya semakin memikat, Rita sedikit menurunkan leher bajunya agar dadanya yang besar dapat terlihat menarik. "Saya duduk di sini saja," kata Sebastian yang memilih duduk di samping Zia dan juga anak-anak panti."Kalau saja Zia memberi tahu akan datang ke sini, pasti saya sudah siapin makanan enak untuk kita santap bersama." Dengan mulut manisnya wanita itu berkata sangat lembut. Kelembutan yang jauh berbeda ketika dia berhadapan dengan anak-anak asuhnya. "Tidak apa-apa kami sudah membawa makanan." Sebastian memerintahkan aga

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 81

    Jika ibu panti itu tidak perempuan, bisa dipastikan Sebastian sudah menghantamkan tendangan di mulutnya.Begitu banyak dana yang diluncurkannya untuk memberikan bantuan ke panti asuhan ini, namun nyatanya anak-anak di sini diperlakukan dengan tidak semestinya."Saya memberikan dana bantuan ke panti asuhan ini sejak tahun 2006, uang yang saya donasikan di sini, perbulan 25 juta. Untuk panti asuhan ini, saya mengeluarkan anggaran 300 juta pertahun. Saya rasa dengan uang donasi yang perusahaan berikan, anak-anak panti di sini tidak akan kelaparan." Tatapan kelem Sebastian membuat nyali wanita itu menciut.Zia terdiam ketika mendengar penjelasan dari Sebastian. Pantas saja dulu mereka tidak pernah kekurangan, meskipun tinggal di panti asuhan."Jangan sok ngaku mas, emangnya mas itu siapa, bisa memberikan donasi sebesar itu. Di sini yang memberikan donasi besar perusahaan-perusahaan besar. Salah satunya JS Grup." Rita tersenyum. "Sebastian Alio, salah satu pemilik JS Grup." Sebastian ters

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 82

    Zia merasa lega karena sudah membawa adik-adiknya keluar dari rumah panti yang sudah membesarkannya. Akan tetapi hati Gadis itu tetap tidak tenang. Karena mengingat kondisi Aisyah ketika dilarikan ke rumah sakit."Mas, gimana ya kabarnya Aisyah?" Tanya Zia. Ada rasa tidak enak karena terlalu merepotkan Sebastian. Namun saat ini hanya Sebastian yang benar-benar bisa menolong adik-adiknya."Jam 2 dini hari dokter akan melakukan operasi," kata Sebastian."Operasi apa mas?" tanya Zia."Dengan terpaksa satu kakinya harus diamputasi." Sebastian mengusap kepala Zia. Ia berharap Zia bisa kuat ketika mendengar berita ini.Deg!Mendengar kata amputasi, jantung Zia seakan lepas dari tempatnya. Apakah kondisi Aisyah separah itu?Aisyah masih sangat kecil, bahkan hari ini dia ulang tahun yang ke tujuh, namun mengapa harus mendapatkan kado yang begitu sangat buruk?"Zia gak mau jika Aisyah kehilangan kakinya. Aisyah sangat aktif, dia suka lari. Bagaimana jika kakinya sudah gak ada." Zia menangis ke

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 83

    Zia memandang ke luar jendela, ternyata benar mereka sudah sampai di rumah baru miliknya. Wajar jika Zia belum terlalu hafal tempat dan rumah barunya. Karena Zia baru pertama kali ke rumah ini.Zia tersenyum ketika pintu mobilnya sudah dibuka oleh Sebastian."Ayo turun," Sebastian memegang tangan calon istrinya.Diperlakukan dengan sangat baik, tentu membuat Zia bahagia."Iya mas," jawab Zia kemudian keluar dari dalam mobil.Zia tersenyum memandang adik-adiknya yang keluar satu persatu dari dalam bus. "Kak Nila, ini rumah siapa? "Tanya salah seorang anak panti. "Ini rumah kakak, dan kalian bakal tinggal di sini." Zia berkata dengan penuh kebahagiaan dan juga semangat. "Kak Zia punya rumah semewah ini?" tanya Ilham. "Kakak juga baru punya, dibeliin sama mas Sebastian." Zia tersenyum memandang cat suaminya. "Om yang belikan kakak Zia rumah mewah seperti ini?" tanya anak panti yang lain dengan mulut terbuka lebar "Iya tapi ini rumah kakak kalian," jawab Sebastian. "Om baik sekali s

Bab terbaru

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 190

    Sherina tersenyum memandang pria yang sudah berdiri di depan apartemennya. Kali ini pria itu datang tidak sendiri namun dengan seorang gadis kecil. "Paman sudah pulang dari luar kota ya?" Tanya Sherina dengan tersenyum manis. Sudah satu minggu ia tidak bertemu dengan Alex. Ada rasa rindu ketika tidak melihat pria tersebut. Mungkin karena hanya Alex, satu-satunya orang yang perduli dan mau dekat dengannya. "Ya baru saja," jawab Alex dengan sedikit tersenyum.Pria berwajah tampan itu tidak datang sendiri. Kali ini ia datang bersama dengan gadis kecilnya yang cerewet."Sebenarnya papi sangat lelah, tapi aku yang memaksanya untuk datang ke sini. Aku ingin bertemu dengan kak Sherin," celoteh gadis kecil berusia 5 tahun tersebut.Sherina gemas melihat Celine bercerita. Apa lagi bibirnya yang yang tipis maju hingga beberapa centi. Shelina menundukkan tubuhnya. Kemudian menyapa gadis kecil memakai bando berwarna merah tersebut. "Hai cewek cantik."Celine memandang Sherina dengan tersenyum

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 189

    Satu bulan sudah Sherina berapa di rumah sakit. Hari ini dia sudah diperbolehkan pulang. Tidak ada sahabat atau kerabat yang menjemputnya. Karena itu ia akan pulang sendiri. Sebenarnya Alex sudah berjanji untuk menjemputnya dari rumah sakit. Namun ternyata pria itu mendadak di tugaskan ke luar kota selama 1 Minggu.Saat ini ia memakai masker, kaca mata hitam serta topi. Sherina tidak ingin ada orang yang mengenalinya. Sherina mengambil barang-barangnya yang hanya tas kuliah dan satu buah tas kecil yang berisi pakaian dalam, beberapa baju dan barang-barang keperluan wanita. Semua barang ini Alex yang memberikannya. Selama berada di rumah sakit, pria itu selalu menemani Sherina. Bahkan Alex menemani ketika Sherina cuci darah untuk yang pertama kalinya. Efek dari penusukan yang dialaminya, Sherina menderita gagal ginjal. Karena itu ia harus cuci darah 1 kali dalam seminggu.Kasus penikaman terhadapnya tidak dilanjutkan karena tidak ada bukti. Sherina juga meminta pihak kepolisian menut

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 188

    Sherina hanya bisa menangis ketika melihat persidangan kedua orang tua beserta kakaknya lewat televisi. Mengapa harus seperti ini akhir dari keluarganya. Hanya pertanyaan ini yang selalu dipertanyakan Sherina. Setelah kasus kejahatan orang tuanya terungkap tidak ada lagi kebahagiaan. Dunianya gelap dan berkabut."Jujur aku tidak sanggup." kalimat itu yang keluar dari bibir pucat Sherina. Masalah seberat ini, ia harus memukulnya sendiri. Dengan kondisi tubuh yang lemah, mental tidak stabil, bagaimana mungkin Sherina bisa menjadi sosok yang kuat untuk keluarganya.Dengan perasaan yang bercampur aduk, ia menonton berita persidangan tersebut. Sherina seperti tidak mengenali sosok Heru Ema beserta Alina ketika semua perbuatan mereka di bacakan oleh jaksa penuntut. Ia berharap papi, mami dan juga Alina menolak tuduhan demi tuduhan. Namun ternyata tidak, mereka mengakui semua perbuatan yang telah mereka lakukan. Ia baru menyadari bahwa apa yang selama ini yang dimakan nya berasal dari cuc

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 187

    Lily merasakan sakit yang luar biasa ketika Heru memaparkan perbuatan yang telah dilakukannya terhadap Basri. Sebagai seorang anak dia ingin orang itu mati di tangannya. Namun ia harus menepati janji terhadap Sebastian."Kamu tidak boleh bersedih. Kedua orang tua beserta adik kamu sudah bahagia dan tenang disana. Kamu sudah berjuang menuntut keadilan untuk mereka. Heru beserta keluarganya akan membayar semuanya." Vandra yang duduk di sebelah Lily berusaha untuk menenangkan gadis cantik tersebut. Di mata orang, Lily merupakan gadis yang sangat kuat. Namun nyatanya tidak, dia hanyalah wanita biasa yang menjadikan air mata sebagai simbol kesedihan."Ya aku juga tahu hal itu, hanya saja hukuman yang mereka dapatkan belum sebanding dengan apa yang telah mereka lakukan. Nyawa mereka tidak sepadan dengan nyawa kedua orang tua beserta adikku."Lily berkata dengan wajah merah. "Di dunia saja mereka sudah mendapatkan balasan yang sangat pedih. Apalagi di akhirat nanti. Mereka akan meninggalkan

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 186

    Wanita paruh baya itu duduk dengan menundukkan kepalanya. Air mata bentuk penyesalan tak henti-hentinya menetes ketika jaksa penuntut membacakan semua kejahatan yang dia lakukan. Setiap kejahatan yang dilakukannya di masa lalu diuraikan satu persatu oleh jaksa penuntut. Jika dulu ia akan merasa puas dan bangga karena apa yang direncanakan berjalan dengan sempurna. Setiap kali melakukan tindakan pembunuhan, tidak ada satu orangpun pihak kepolisian berhasil mengungkap pelakunya. Hal ini yang membuat Ema semakin bangga dengan kejeniusan yang dia miliki.Namun kini ia merasa ketakutan setiap kali mendengar jaksa penuntut membacakan semua bukti kejahatannya. Tubuhnya bergetar hebat ketika jaksa menuntut membacakan secara rinci bagaimana para korban meregang nyawa.Ema memang jenius, dia berada di belakang Heru. Setiap ide yang diberikannya selalu berjalan dengan sempurna. Namun sayang kelebihan yang diberikan sang pencipta digunakan untuk berbuat hal yang buruk. "Saudari Ema, peristiwa p

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 185

    "Paman Sebastian, sudah siap berangkat ke pengadilan?" Tanya Zahira dengan tersenyum dan kemudian duduk di kursi makan yang sudah di sediakan Arion. "Iya, kita akan pergi bersama-sama," jawab Sebastian dengan tersenyum hangat. "Kalau begitu kita sarapan dulu." Zahira memandang 4 porsi nasi goreng yang sudah disediakan Mpok Siti. Ternyata ART nya sangat hafal dengan kebiasaan pemilik rumah berserta tetangganya yang selalu datang sarapan pagi tanpa pernah absen. "Iya Bibi juga sudah sangat lapar." Zia tersenyum dan mulai memasukkan goreng ke mulutnya. "Paman apakah di rumahmu tidak ada sarapan?" Arion berbisik di dekat daun telinga Sebastian. "Ada," jawab Sebastian dengan santai sambil menyantap nasi gorengnya. "Terus kenapa setiap kali sarapan, makan siang dan makan malam, selalu datang ke rumahku?" "Aku juga malu melakukan ini semua, hanya saja Bibi mu yang tidak tahu malu. Setiap kali mau makan dia pasti akan meminta untuk makan di sini. Kau tenang saja, untuk masalah dapu

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 184

    Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Ini merupakan momen pertama Arion berjumpa dengan Heru. Setelah peristiwa berdarah di mansion.Entah mengapa ia memiliki firasat bahwa pengikut Heru masih ada di lingkungannya. Kekayaan yang Heru miliki, tidaklah fantastis. Tidak mungkin jika dia sanggup mendanai semua aksi kejahatannya. Setelah Heru tertangkap, Arion belum benar-benar tenang. Tidak mungkin jika pamannya itu bergerak sendiri. Nyali Heru tidak sekuat ini, terkecuali ada orang kuat dan hebat berdiri di belakangnya. Heru hanya pion, yang diimingi menjadi raja. Arion masih terus memantau setiap gerak-gerik orang-orang yang berada di dekatnya. Apakah itu di kantor ataupun orang-orang yang masih diberinya kepercayaan. Meskipun nasib Heru sudah jelas, belum tentu orang itu bisa diam. Bisa saja orang yang selama ini membantu Heru, memanfaatkan situasi dan mencari keuntungan. "Hubby." Zahira menggenggam erat tangan suaminya. Suara Zahira, sentuhan lembut tangannya, menarik kesadaran Ar

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 183

    Kesedihan yang tadi dirasakan Sherina berangsur berkurang ketika mendengar perkataan Briptu Amri. "Briptu Ambri nggak bohong kan?""Tidak, saat ini lebih baik kamu tidak muncul di depan publik." Sherina dengan cepat menganggukkan kepalanya. Sejak tadi dia memikirkan untuk bisa datang ke persidangan. Walau bagaimanapun setelah kejadian penusukan yang dilakukan oleh pembencinya, Sherina takut untuk bertemu dengan orang. "Paman Alex." Sherina tersenyum sambil menyapa Alex yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan obrolan antara Sherina dan Ambri."Apa kamu masih ingat wajah orang yang menusuk kamu? "Betul Amri ini kembali ke kasus Sherina. Sherina menggelengkan kepalanya. Kejadian itu begitu sangat cepat hingga dia tidak bisa mengingat dengan jelas. Namun ketika orang itu menusukkan pisau di perutnya Sherina masih sempat memandang wajahnya. Sherina kembali diam sambil terus mengingat di mana barisan orang itu berada. Sherina kembali menggelengkan kepalanya."Kamu yakin tidak ingat

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 182

    Didalam kamar ini tidak ada suara apapun yang terdengar. Hanya suara hembusan napas panjang, pendek yang menjadi bukti bahwa ada seorang gadis yang sedang berbaring lemah diatas tempat tidur.Luka tusukan yang dialaminya begitu sangat parah. Satu ginjalnya harus segera dioperasi karena takut akan ada efek lain yang lebih buruk lagi. Namun dokter mengatakan bahwa operasi masih bisa menunggu hingga sampai 6 bulan mendatang. Berharap Sherina mendapatkan pendonor sebelum 6 bulan. Untuk sementara waktu, ia harus menjalani pengobatan rutin serta cuci darah.Selama dua Minggu tidak sadarkan diri, begitu banyak informasi yang tidak dia ketahui. Sherina ingin melihat berita online di ponselnya. Namun saat ini ia tidak tahu handphone nya ada dimana. Setelah sadar selama 3 hari, tidak ada satu orangpun yang datang menjenguknya. Hanya beberapa orang pihak kepolisian yang menanyakan kronologi kejadian.Terlalu sibuk dengan pikirannya hingga ia tidak menyadari keberadaan Briptu Ambri."Halo Sheri

DMCA.com Protection Status