Seorang pria turun dari mobil, lalu berdiri dengan hormat di depan mobil mereka. Milla langsung mengenali pria itu. Itu adalah asisten yang pernah mendorong belakang kursi roda Chris saat acara bakat.Mengingat janjinya dengan Yoan kemarin, Milla memberi beberapa pesan singkat kepada Joy, lalu turun dari mobil dan mengikuti pria itu masuk ke mobil lainnya."Bu Milla, aku diutus untuk menjemputmu ke rumah lama untuk menemui Bu Tessa," kata asisten Chris sambil menyerahkan beberapa lembar dokumen."Bukannya dijadwalkan akhir pekan?" tanya Milla."Bu Tessa pulang lebih awal. Begitu sampai, dia langsung ingin segera bertemu denganmu," jelas asisten itu."Baiklah."Milla melihat gaun formal yang sedang dipakai, lalu berkata, "Tolong antar aku pulang dulu untuk ganti pakaian."Asisten itu tidak berani mengambil keputusan sendiri. Dia mengambil ponsel untuk menghubungi Chris, lalu menyerahkan ponselnya kepada Milla. "Pak Chris ingin bicara ...."Milla menerima ponsel itu. Di seberang sana, Ch
Bagaimanapun, di hadapan Tessa, Yoan adalah seorang pemuda yang suka bermeditasi. Milla memilih kata dengan hati-hati dan menjawab, "Maksudku, dia suka bercanda dan hidup bebas."Tessa terkejut dan menoleh ke arah Lola. Lola mencoba memahami, lalu berbisik di telinga Tessa, "Mungkin saja Tuan Chris terlihat berbeda di depan Nona Milla, nggak seperti di depan kita.""Oh, masuk akal." Tessa mengangguk. Jika kecelakaan 8 tahun lalu tidak terjadi, Chris mungkin tidak akan menjadi sedingin ini. Mungkin saja, di hadapan seseorang yang benar-benar dia sukai, dia bisa membuka hatinya?"Bagus, bagus." Tessa mengangguk berulang kali. "Kamu anak yang baik, tapi harus menjalani pernikahan diam-diam seperti ini. Ini pasti sulit bagimu.""Nggak kok, aku tahu ini demi kebaikan bersama." Dalam hati, Milla justru berharap rahasia ini tetap terjaga selamanya.Tessa benar-benar puas dengan Milla. Keluarga Jauhari ternyata mampu mendidik putrinya menjadi seseorang yang bijak dan baik hati. Dia sempat berp
Di sebelah, Mona memandang dengan penuh penghinaan. "Dia cuma wanita cacat. Kalaupun dia memang ingin menyanjung Bu Tessa, apa yang perlu kamu takutkan?"Hara langsung merasa lega dan merangkul lengan ibunya dengan erat. "Ibu benar. Di dalam negeri, hampir nggak ada yang bisa punya hubungan dengan Bu Tessa, tapi Ibu adalah salah satunya!""Tenang saja. Aku dengar Chris sangat berbakti. Kamu cuma perlu bersikap manis. Selama Bu Tessa menyetujui, perusahaan ayahmu bisa tetap beroperasi. Soal kandidat yang akan menghadiri acara pesta sosialita internasional, tentu saja itu kamu!" kata Mona sambil merapikan syal di bahu.Saat mendengar ini, Hara menjadi lebih percaya diri. Ibu dan anak itu berjalan dengan tubuh tegak.....Hara dan Mona berkeliling di luar untuk waktu yang lama, tetapi tidak ada pelayan yang datang mengundang mereka masuk. Hara mulai merasa tidak sabar, jadi memikirkan cara dan langsung menghampiri Milla yang berada di bawah pohon sakura."Oh, Milla ya? Kamu datang ke ruma
"Serius? Pemenang acara bakat itu seorang wanita pincang?" Para wanita kaya di sekitar mulai bergosip."Ehem." Tessa berdeham dan ruangan langsung sunyi. Kemudian, dia bertanya, "Kamu kenal dia?"Hara mengira Tessa marah pada Milla, jadi segera menambah api. "Nggak kenal, tapi sekarang dia jadi bahan pembicaraan. Di Kota Huari, hampir semua orang mengenalnya. Pagi tadi, video tentang tunangan dan adiknya yang selingkuh bahkan ditayangkan di layar lebar gedung tertinggi ....""Ternyata itu putri sulung Keluarga Jauhari. Belakangan ini, Keluarga Jauhari dan Keluarga Samali memang sangat terkenal. Video itu ditayangkan langsung. Kamu lihat nggak?""Tentu saja lihat, siaran langsung seperti itu nggak bisa diabaikan. Nggak mau lihat pun nggak bisa."Para wanita itu menutup mulut sambil tertawa dengan tatapan mencela.Dalam keramaian itu, Hara semakin percaya diri. Dia tidak menyadari wajah Tessa yang semakin suram, jadi menambahkan, "Lucu, 'kan? Keluarganya baru saja mengalami hal seperti i
Pesta di rumah Keluarga Mahendra selesai. Tessa secara khusus menyuruh sopir untuk mengantar Milla pulang.Milla melihat waktu, ternyata bursa saham baru saja tutup. Tanpa diduga, saham Grup Samali turun drastis!Meskipun Donny dan Fernand bekerja sama menekan opini publik, ingatan orang terhadap kejadian di gedung tertinggi itu sangat mendalam. Efek berantai seperti ini tidak akan hilang dalam waktu singkat.Milla membaca berita terbaru dengan tidak acuh. Semuanya tentang pencabutan hak Sunny. Banyak syuting yang seharusnya akan dimulai, tetapi banyak merek internasional yang mencabut dukungan untuknya, bahkan mengajukan tuntutan ganti rugi yang sangat besar.Banyak rekan dan staf yang pernah bekerja sama dengan Sunny juga mulai mengungkapkan bahwa etika profesionalnya sejak debut sangat buruk. Opini publik di internet hampir sepenuhnya berbalik melawan Sunny.Milla tersenyum dingin. Ini adalah akibat dari sikap tak bermoralnya. Ketika masalah datang, tidak ada seorang pun yang membel
Keesokan malam, Sunny merias wajahnya dengan tebal untuk menutupi kepucatannya akibat kondisi tubuh yang masih lemah. Dengan gaun seksi, dia naik ke kapal pesiar di tepi pantai.Sunny mendapatkan informasi dari Hara bahwa Jay baru saja tiba di Kota Huari dan ada banyak pengusaha kaya yang menjamunya, bahkan mengadakan pesta mewah di atas laut untuknya. Kesempatan ini tentu tidak akan dilewatkan oleh Sunny.Sunny menyamar sebagai wanita pendamping, menyusup ke kapal pesiar, dan menemukan Jay di tengah kerumunan.Setelah minum beberapa gelas, Jay mulai mabuk dan dikelilingi oleh banyak wanita. Namun, dia terlihat mulai bosan.Sunny memakai topeng Cleopatra setengah wajah, membawa tongkat perak, dan memakai gaun seksi. Dia sengaja berjalan di depan Jay untuk menarik perhatiannya.Jay mendorong para wanita di sekitarnya dan mendekati Sunny. Saat dia mencoba menyentuh pinggang Sunny, Sunny pun menghindar. Setelah beberapa kali percobaan, Jay akhirnya terpikat olehnya.Karena ini adalah wakt
Sebelum berangkat malam itu, Milla melirik tongkat yang diletakkan di samping kursi. Dia ragu selama beberapa detik dan akhirnya tidak membawanya.Kaki kirinya sebenarnya sudah bisa berjalan normal, tetapi dia terbiasa bergantung pada tongkat sehingga masih agak kaku saat berjalan. Namun, malam ini dia mewakili Grup Jauhari untuk menghadiri acara kelas atas. Sudah saatnya melepaskan tongkat itu dan memberi dirinya awal yang baru.Milla pergi bersama Joy. Di perjalanan, Milla sengaja bertanya kepada Joy, yang informasinya selalu terkini, "Ryan memukul Sunny sampai masuk rumah sakit. Lalu, gimana dengan anaknya?""Anaknya? Tentu saja mati!" Joy menjawab sambil mengemudi, "Kalaupun Ryan nggak memukulnya, Sunny juga nggak akan mempertahankan anak itu."Melihat wajah Milla yang tampak dingin, Joy tak kuasa bertanya, "Yang benar saja, jangan bilang kamu kasihan sama jalang itu. Kudengar, meskipun dirawat di rumah sakit, dia tetap sibuk. Kemarin, dia bahkan sudah keluar dan pergi ke pesta kap
Jay hampir menempel di tubuh Milla, kedua matanya terus menjelajah tubuh Milla. Meskipun tidak puas dengan sikap angkuhnya, Jay terpesona oleh kecantikannya yang luar biasa dan tidak sabar ingin memeluknya."Pak Jay, aku ke sini untuk membahas kerja sama pengembangan parfum. Apa kamu sudah melihat proposal dari Grup Jauhari?" tanya Milla sambil menghindari tangan gemuk Jay dengan lincah."Eh?" Jay melambaikan tangannya di depan wajah Milla. "Jangan bahas hal-hal yang bisa merusak suasana. Kita bertemu lagi, ini takdir. Kamu harus menepati janji! Ayo, ikut aku ke lantai atas!""Dalam undangan, kamu menyebutkan bahwa tujuan acara ini adalah untuk membahas kerja sama." Milla menegaskan.Jay yang kesal pun mengernyit. "Kerja sama apa? Aku sudah menyelidikinya. Sekarang Keluarga Jauhari sudah bangkrut sampai harus menjual putri mereka untuk menyanjung orang kaya. Selama kamu bisa memuaskanku malam ini, aku bisa memberimu lebih dari apa yang kamu inginkan!""Heh." Milla tersenyum sinis. Dia
'Baguslah kalau Om nggak datang,' batin Yoan sambil diam-diam menyimpan ponselnya ....Setelah selesai menangani dokumen di tangannya, Chris merasa ada yang aneh dengan pertanyaan Yoan tadi. Dia pun segera memerintahkan Wilson, "Cari tahu, apa yang sedang dilakukan Yoan."Tak lama kemudian, Wilson kembali melapor, "Pak Chris, Pak Yoan hari ini sedang syuting iklan kedua untuk parfum Grup Jauhari, dan ... pasangan perempuannya tiba-tiba diganti menjadi Nyonya.""Apa?"Alis Chris langsung mengernyit. Dia berkata tegas, "Bawa ke sini proposal iklan yang terakhir kali diserahkan oleh Grup Jauhari!""Baik!"Wilson tidak berani menunda. Dia segera mengambil dokumen proposal dan meletakkannya di depan Chris. Melihat desain iklan yang penuh adegan berpelukan dan mengangkat tubuh wanita, pupil mata Chris memicing tajam. Dia langsung menginstruksikan dengan suara tegas, "Ke studio sekarang juga!"....Yoan sedang syuting adegan solonya. Sementara itu, Milla duduk santai di kursi istirahat sambil
Di internet, empat influenser kecantikan yang sebelumnya bersekongkol dengan Laura tiba-tiba berbalik arah. Mereka mengaku bahwa malam sebelum mereka menggunakan parfum itu, Laura mengundang mereka makan malam. Saat itu, Laura diam-diam merusak parfum mereka.Masalah ini semakin besar. Mereka merasa ada sesuatu yang janggal, jadi berkumpul untuk membahas lebih lanjut. Ketika mereka membawa sampel parfum itu untuk dianalisis, ditemukan satu bahan tambahan yang sangat mudah menyebabkan alergi. Namun, parfum milik para penguji lain tidak memiliki bahan itu. Dengan kata lain, Laura sengaja melakukan kecurangan.Bukan hanya itu, salah satu influenser kecantikan paling berpengaruh bahkan mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan Laura, membuktikan bahwa setelah skandal ini pecah, Laura terus menghasutnya untuk membangkitkan emosi publik dengan tujuan menghancurkan reputasi Jauhari Parfum.Alasan Laura melakukan semua ini ternyata hanyalah dendam pribadi. Dia merasa tidak puas karena da
"Aku?" tanya Milla dengan terkejut.Sutradara mengangguk. "Aku sudah lama memperhatikanmu. Begitu kamu muncul di depan kamera, kamu langsung menjadi pusat perhatian. Struktur wajahmu elegan dan tegas. Mau dari sudut mana pun, hasilnya pasti bagus.""Aku nggak bisa." Milla tersenyum sambil melambaikan tangan. "Aku bukan artis, juga bukan model.""Kenapa kita awalnya ingin mencari artis dan model untuk berpasangan dengan Yoan?" Sutradara mulai membujuknya, "Karena mereka sudah memiliki popularitas. Tapi, Bu Milla, popularitasmu saat ini nggak kalah dengan model biasa, terutama setelah Laura baru saja menambah bahan bakar ke dalam api."Staf di sekeliling juga ikut membujuk, "Bu Milla, coba saja. Ini bisa menghemat waktu dan juga mengurangi biaya produksi.""Benar. Nggak perlu banyak adegan, hanya beberapa pengambilan gambar saja. Nggak sulit kok," timpal sutradara.Milla menggigit bibirnya, mempertimbangkan situasi. Akhirnya, dia memaksakan diri untuk setuju.Saat Milla baru mulai dirias
Dalam 2 tahun terakhir, Grup Jauhari terus berusaha memperluas skala produksinya, terutama sekarang divisi parfum baru saja meluncurkan lini produk baru dan sangat membutuhkan pembangunan pabrik baru.Nayla telah mengincar sebidang tanah yang terletak tepat di sebelah pabrik lama Grup Jauhari, tetapi hak penggunaan tanah tersebut belum dilepas.Sebulan yang lalu, BPN mengumumkan bahwa tanah itu akhirnya akan dilelang. Grup Jauhari mengajukan dokumen untuk ikut serta dalam pelelangan. Namun, BPN menolak dengan alasan memprioritaskan perusahaan yang belum memiliki pabrik di sekitar area tersebut.Nayla pun merasa frustrasi selama beberapa hari akibat hal ini. Lantas, bagaimana bisa ...?"Bu Nayla baru saja mendapat pemberitahuan kalau BPN akhirnya menyetujui partisipasi Grup Jauhari dalam pelelangan," jelas asisten.Milla mengangguk, itu kabar baik. Meskipun ibunya terjebak di luar negeri karena urusan bisnis, dia akan mengurus masalah ini dengan baik sebagai bentuk baktinya. Dua pabrik
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Laura mengangkat telepon. "Ada apa, Kak Kenrick?""Laura, kamu pernah bilang nggak akan salah jalan. Tapi, sekarang kamu hampir menghancurkan Jauhari Parfum. Mereka cuma menghapus cuplikanmu, tapi apa perlu sampai memojokkan Grup Jauhari sedemikian rupa?" tanya Kenrick."Kalau Jauhari Parfum bisa hancur hanya karena hal kecil seperti ini, bukankah itu membuktikan kalau mereka memang lemah?" Laura menimpali dengan santai. Dia baru saja menyelesaikan siaran langsung. Beberapa produk kecantikan yang dia promosikan laris manis, membuatnya semakin puas."Mereka sudah tahu kalau ini ulahku." Kenrick menghela napas, tak menyembunyikan apa pun dari Laura."Apa?" Nada suara Laura langsung berubah penuh emosi. "Kamu bilang kalau ini ulahku?"Kenrick mengerutkan kening, suaranya rendah. "Nggak.""Oh, bukan begitu maksudku .... Maksudku, kamu baik-baik saja?" Laura segera mencari alasan untuk memperbaiki suasana.Kenrick awalnya ingin mengatakan bahwa keluarga
Kenrick kembali ke kantornya. Yang mengejutkannya, perusahaan tidak lagi mengirim orang untuk mengawasinya ....Dia masih teringat suasana di rapat dewan direksi tadi. Semua pemegang saham menargetkan keluarganya karena perbuatannya. Dia juga teringat wajah ayahnya yang marah besar. Hatinya terasa berat.Dia membuka internet dan mencari perkembangan terbaru tentang skandal parfum Grup Jauhari. Situasinya ternyata jauh lebih buruk dari yang dia bayangkan. Meskipun demikian, Milla masih menjaga harga dirinya.Di tengah kebingungannya, Kenrick melihat ponselnya dan ragu-ragu apakah harus menelepon Laura atau tidak. Namun, sebelum sempat mengambil keputusan, Milla sudah mengetuk pintu ruangannya.Dia panik dan buru-buru meletakkan ponselnya. Milla masuk dengan ekspresi tenang dan berucap, "Aku ingin kamu mendengar sebuah rekaman. Kamu masih ingat beberapa hari yang lalu, saat aku difitnah memiliki kehidupan pribadi yang kacau di Cube Mansion?"Kenrick mengangguk. Kasus itu sempat menjadi s
Dua puluh menit kemudian, rapat dewan direksi darurat pun dimulai.Kenrick bisa dibilang adalah orang yang berani bertanggung jawab atas perbuatannya. Dia langsung mengakui semua yang telah dia lakukan, bahkan menjelaskan secara detail bagaimana informasi itu bocor.Seperti yang diduga, para pemegang saham lain langsung mengarahkan kemarahan mereka kepada ayah Kenrick."Ini keterlaluan! Kenapa kamu melakukan ini? Kamu sudah mencelakai kita semua!""Kami tahu dulu kamu adalah bawahan Donny, tapi lihat bagaimana keadaan Donny sekarang! Kamu masih memilih berdiri di pihaknya?"Para pemegang saham mengkritiknya dengan suara lantang. Wajah Kenny memerah karena marah, tubuhnya sedikit gemetar. Dia berdiri dan menunjuk Kenrick sambil menghardik."Anak durhaka! Apa kamu diancam seseorang? Kenapa kamu melakukan hal bodoh seperti ini? Apa kamu dijadikan kambing hitam oleh seseorang? Katakan sesuatu!"Milla yang merasa tersindir oleh ucapan itu, hanya tersenyum dingin dan tenang. "Pak Kenny, aku
Salah satu karyawan wanita mengambil ponselnya dengan gugup, membuka media sosial, dan menyerahkannya kepada Milla. Gerak-geriknya hati-hati, seolah-olah sedang mengakui kesalahan."Bu Milla, aku menambahkan WhatsApp-nya waktu menangani iklan dengan Laura hari itu ...."Semua orang tahu bahwa saat terakhir kali syuting iklan, Milla dan Laura sempat berselisih. Mereka khawatir akan menyinggung Milla karena hal ini.Namun, Milla tidak peduli. Matanya hanya terpaku pada layar ponsel. Di sana, Laura mengunggah postingan terbaru.[ Malam panjang lagi, hanya bisa diselamatkan oleh masker wajah .... ]Di kolom komentar, Kenrick menunjukkan kepeduliannya.[ Kalau bisa tidur, tidurlah sebentar. Jaga kesehatanmu. ]Kalimat itu ... sepertinya hubungan mereka cukup dekat.Milla mengedipkan matanya. Tiba-tiba, dia teringat sesuatu. Sebelumnya ketika naik mobil Kenrick, ponsel Kenrick berbunyi. Nama yang muncul di layar adalah Laura. Ternyata Laura yang sama?"Terima kasih." Milla mematikan ponsel i
Milla mendongak dengan terkejut. Yang dilihatnya adalah leher panjang dan dagu Chris. Pria itu merangkulnya ke dalam mantel, seolah-olah dia adalah zirah pelindungnya.Di belakang, bawahan dan pengawal Chris segera menahan beberapa orang yang membuat onar itu. Salah satu dari mereka maju untuk bertanya, "Pak, apa yang harus kami lakukan terhadap orang-orang ini?""Bawa mereka kembali, cari tahu dalang di balik ini!" Chris memberi perintah tanpa menoleh."Baik!"Suasana di belakang langsung menjadi tenang. Milla keluar dari pelukannya, melihat punggungnya yang basah kuyup. Ujung mantel Chris masih terus meneteskan air."Kamu baik-baik saja?" Ada banyak hal yang ingin Milla tanyakan, tetapi akhirnya hanya itu yang keluar."Apa yang perlu dikhawatirkan? Aku cuma perlu mengganti pakaian," jawab Chris dengan tenang. "Kamu naik saja, aku akan mengantarmu ke lift.""Baik." Milla mengangguk tanpa banyak bicara.Chris mengantarnya ke lift. Begitu sampai di kantor, asisten sudah menunggu di depa