Home / Romansa / Cinta Sejati / Pesona Dhila

Share

Pesona Dhila

Author: Ucu nurhayati
last update Last Updated: 2021-05-01 21:37:24

"Masuk!" ucapnya setelah duduk kembali di atas kursi kerja. 

Reihan yang merupakan asisten sekaligus tangan kanan Dipta pun masuk dan duduk tepat di hadapannya. 

"Saya sudah mendapatkan informasi lengkap tentang model yang Tuan inginkan," ucapnya to the point. Dipta hanya tersenyum kecil mendengar laporan dari asistennya itu. 

"Nama lengkapnya Anandhila prameswary, berumur 22 tahun, ayahnya sudah meninggal sekitar 15 tahun yang lalu. Sepeninggal sang ayah bisnisnya pun bangkrut karena gaya hidup ibunya yang suka berfoya-foya. Ibunya bernama Marta hampir setiap malam dia pergi ke kasino untuk berjudi dan mabuk-mabukan, dia juga seorang suggar mommy yang suka bersenang-senang dengan berondong. Sekarang Dhila adalah tulang punggung keluarga sekaligus sapi perah ibunya. Dia  sudah mempunyai pacar, yaitu seorang atlit basket nasional yang juga anak dari petinggi salah satu partai politik," jelas Rei panjang lebar. 

Dipta tersenyum kecut mendengar penjelasan dari asistennya," Cari tau di kasino mana saja Marta sering berjudi, dan selidiki apakah dia juga pemakai obat-obatan terlarang," ucap Dipta tegas. "Mengenai pacarnya itu hal yang mudah," Dipta tersenyum. "apa ada yang lain?" 

"Menurut informasi, lusa Nona Dhila akan mengadakan fashion show di hotel Hilton, apakah Tuan ingin datang ke acara itu?"

"Tentu! Apa kamu bisa mendapatkan undangannya untukku?"

"Tentu Tuan, itu hal yang mudah. Tuan bahkan bisa mendapatkan undangan VVIP agar bisa melihat Nona Dhila lebih dekat."

"Tidak. Aku hanya ingin melihat dia dari kejauhan saja, pesankan sebuah kalung berlian paling bagus dan berikan padanya sebagai hadiah setelah fashion show selesai." Ada senyum terukir di bibir Dipta tiap kali dia membayangkan pertemuannya dengan Dhila.

"Baik Tuan, semua akan berjalan sesuai dengan keinginan anda." Rei bangkit dari duduknya lalu membungkukkan badan dan keluar dari ruangan itu. 

"Sorry Mam, aku harus melakukan sedikit permainan kotor demi mendapatkan menantu untuk Mama, karena dengan keadaanku yang seperti ini mustahil ada wanita yang benar-benar tulus mencintaiku," ucap Dipta seraya melihat foto kedua orang tuanya. 

Hari sudah menjelang sore dan Dhila baru saja menyelesaikan perkerjaannya, kakinya terasa kebas karena hampir seharian memakai high heels begitu juga dengan punggungnya yang harus selalu tegak saat latihan. 

Dengan rasa lelah yang teramat sangat Dhila merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi, dan tiba-tiba sepasang tangan menutup kedua matanya dari belakang, "Surprise!" Bisik seorang laki-laki pada telinga Dhila yang suaranya sangat Dhila kenal. 

Dengan perasaan senang dan senyum mengembang Dhila membuka kedua tangan yang menutupi matanya dan segera berbalik menghadap ke belakang. 

"Adam!" Teriak Dhila dengan wajah sumringah dan segera menghambur ke dalam pelukan laki-laki yang ternyata adalah kekasihnya itu. 

Laki-laki dengan tinggi hampir 2 meter, berbadan tegap serta six pack itu membalas pelukan Dhila dengan hangat. Dia lalu memberikan satu buket bunga mawar merah yang sangat indah, Dhila menerima rangkaian bunga itu dengan perasaan haru dan mata berkaca-kaca hingga refleks langsung memberikan sebuah kecupan panas pada bibir kekasihnya. 

Bu Marta yang melihat adegan romantis anaknya itu hanya bisa berdecak kesal sambil memalingkan muka. 

"Sayang, bagaimana kalau malam ini kita dinner di luar?" ajak Adam sambil mengelus kepala Dhila, Dhila yang masih dalam pelukannya hanya memberikan respon dengan mengangguk kepala. 

"Hey! Setelah dari sini Dhila masih ada shooting untuk acara talk show," pekik Bu Marta  dengan ekspresi kesal. 

"Mam, please!" rengek Dhila. 

"Kita sudah tanda tangan kontrak dan honornya pun sudah masuk rekening," ucap Bu Marta tegas dan menggelengkan kepalanya. 

"Sayang bagaimana, kamu bisa nunggu kan? Acaranya cuma 2 jam ko," tanya Dhila dengan suara manja. 

"Apa sih yang nggak bisa buat ratuku, setelah acaranya selesai langsung telephon. Aku jemput kamu ke lokasi shooting," jawab Adam sambil mencubit hidung bangir Dhila. 

Bu Marta yang semakin kesal dan enek dengan adegan di depannya segera memanggil Tomi untuk membantu Dhila mengganti pakaian dan membersihkan make-up, adegan romantis itu pun berakhir dan Adam pun pamit. 

Mood Dhila yang buruk dari semenjak pagi langsung hilang setelah kedatangan sang kekasih, bahkan sepanjang shooting acara talk show bibir Dhila tidak lepas menyuguhkan senyuman yang membuat aura Dhila sangat bersinar di dalam kamera. 

Sesuai janji, Adam menjemput Dhila di lokasi shooting. Mereka pun segera pergi menuju sebuah restauran Jepang favorit Dhila, setelah selesai makan malam mobil Adam langsung melesat menuju ke sebuah daerah di pinggiran kota dan masuk kedalam halaman sebuah vila bergaya klasik, tidak berapa lama nampak Dhila dan Adam keluar dari mobil dengan berpelukan. 

Di mobil lain yang berada tidak jauh dari mobil Adam seorang laki-laki nampak mengepalkan tangan dan menggertakan giginya yang menandakan dia sedang menahan emosi, wajahnya memerah dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah Adam dan Dhila yang kini sudah masuk ke dalam vila. Laki-laki itu adalah Dipta yang dari tadi sudah mengikuti mobil Adam dan Dhila sejak dari restaurant. 

Bught. Dipta meninju keras kursi mobil yang sedang dia duduki. "Rei, aku ingin besok pagi kamu sudah mendapatkan informasi lengkap tentang laki-laki itu," perintah Dipta dengan penuh emosi. 

"Baik tuan," jawab Reihan diikuti anggukan. 

Menyadari keadaannya Tuannya yang sedang diliputi emosi, Rei segera memajukan mobil yang mereka tumpangi dan meninggalkan vila di mana Adam dan Dhila berada sekarang. 

Malam itu menjadi malam yang panas dan penuh gairah bagi Dhila dan Adam, Dhila yang lelah secara fisik dan mental kembali mendapatkan mood bosternya dalam setiap belaian dan kecupan yang diberikan oleh Adam. Begitu juga Adam yang sangat terpesona dengan kemolekan tubuh Dhila, mereka bergumul saling melepaskan gairah bahkan entah sudah berapa kali mereka sampai di puncak kenikmatan, hingga ahirnya mereka sama-sama terkulai lemas dan bermandi keringat. 

Dhila tersenyum penuh kepuasan sembari berusaha mengatur ritme nafasnya. Adam yang merupakan seorang atlit tentu memiliki fisik yang kuat sehingga mampu membuat Dhila seperti kecanduan untuk melepas gairah dengannya, terlebih dia juga seorang plamboyan yang tau benar bagaimana membuat wanita tergila-gila. 

"Sayang, kenapa dari kemarin handphone kamu nggak aktif sih?" tanya Dhila dengan nafas masih sedikit terengah-engah. 

"Kemarin jadwal latihan padat jadi handphone aku matikan, tapi sekarang aku udah bayar lunas kan," jawab Adam sambil kembali melumat bibir Dhila. 

Dhila mendorong lembut tubuh Adam. "Sayang sudah! Aku harus pulang sekarang," ucap Dhila dan bersiap bangkit dari tempat tidur. 

Adam yang kembali dibakar gairah karna melihat kemolekan tubuh Dhila langsung menarik pinggang Dhila dan merebahkan tubuhnya ketempat tidur, setelah itu Adam kembali menikmati bibir ranum Dhila diikuti tangannya yang mulai meraba setiap inci tubuh Dhila dan meremas bagian dadanya yang kenyal dan berdiri menantang. 

Dhila yang sudah dibakar gairah hanya pasrah menikmati setiap perlakuan Adam, bibirnya tidak berhenti mengeluarkan desahan dan memanggil nama Adam, dan malam itu untuk kesekian kalinya mereka kembali hanyut dalam kenikmatan surga dunia. 

Related chapters

  • Cinta Sejati   Hadiah mewah

    "Dari mana kamu pagi-pagi baru pulang?" bentak Bu Marta saat Dhila baru saja memasuki rumah."Seperti Mamah, meetime!" jawab Dhila singkat.Tanpa menghiraukan ekspresi ibunya yang marah Dhila langsung menuju kamar dan membersihkan diri, setelah 30 menit Dhila pun keluar kamar dan menuju meja makan."Tom, semua perlengkapan aku untuk fashion show udah kamu siapkan? Aku ingin penampilanku sempurna nanti malam," ucap Dhila. "Oh iya, bagaimana kalo sebelum berangkat ke hotel kita shooting dulu beberapa endoresan, " tambahnya.Tomi dan Bu Marta saling berpandangan dengan ekspresi aneh karena tidak biasanya Dhila penuh semangat seperti sekarang."Dhila, apa kamu baik-baik saja?" tanya Tomi heran."Tentu saja," jawab Dhila riang. Dia lalu mengambil mayones dan mengoleskannya pada putih telur yang sudah di siapkan.Pertemuan dan pergumulannya dengan Adam semalam benar-benar me-refresh mood Dhila. Dia

    Last Updated : 2021-06-08
  • Cinta Sejati   Galau

    "Oke. Kita istirahat makan siang dulu!" Teriak sutradara. Semua kru dan para aktris pun membubarkan diri, begitu juga dengan Dhila, dia segera mengambil ponsel dan melakukan panggilan telepon."Sayang, kenapa hari ini kamu tidak fokus, beberapa kali kamu bahkan lupa skrip," tanya Bu Marta."Sudah dua hari Adam tidak bisa dihubungi Mam, Dhila bingung padahal sebelumnya kami baik-baik saja." Dhila menjawab sambil terus melakukan panggilan dengan ponselnya."Sudahlah sayang, kamu tidak usah memikirkan atlit itu lagi, lagi pula Mama kan sudah pernah bilang kalau dia itu playboy.""Maaf Nyonya, ada kiriman untuk Nona Dhila." Seseorang mengantarkan sebuket bunga mawar merah yang dibentuk lambang love.Bu Marta menerima bunga itu dan membuka sebuah kartu ucapan yang terselip di dalamnya, "Saya harap kita bisa makan malam bersama besok, dan terimakasih untuk kuenya, Dipta.""Kue? Kapan aku memberinya kue," gumam Dhila.

    Last Updated : 2021-06-08
  • Cinta Sejati   pertemuan dengan Dhipta

    Walau sebenarnya Dhila tidak ingin pergi menghadiri undangan makan malam dari Dipta tapi apalah daya dia juga tidak bisa menolak semua keinginan ibunya, dari kecil dia merasa hanya menjadi sebuah boneka yang di mainan dan di kontrol oleh sang ibu. Dia tidak bisa melakukan apapun yang dia suka, bahkan dia kehilangan moment-moment remajanya, dia tidak pernah merasakan bagaimana serunya pergi jalan-jalan ke mall, makan dan nonton bioskop atau sekedar berbincang menghabiskan malam minggu bersama teman-temannya.Seperti malam ini, Dhila melihat pantulan dirinya dalam cermin. Ia terlihat sangat memukau memakai mini dress berwarna pastel dengan panjang selutut dan belahan dada yang sedikit rendah, rambut yang dibiarkan tergerai dan hiasan anting kecil membuat Dhila menjadi sangat elegan dan cantik apalagi hiasan wajahnya pun di buat senatural mungkin menambah sempurna penampilannya malam ini.“ Ayo sayang kita berangkat sekarang,” ucap Bu Marta a

    Last Updated : 2021-08-27
  • Cinta Sejati   Di luar ekspektasi

    Dhila menunduk dan menahan tawa ketika melihat ekspresi mamanya dan Tomi yang tercengang dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dhila sebenarnya juga sangat terkejut saat melihat laki-laki yang baru saja memperkenalkan diri di hapadannya. Menurut Dhila laki-lali di hadapannya itu sangat lucu dan aneh karena seperti anak usia 11 tahun yang akan mengikuti karnaval pakaian resmi. Jauh dari ekspektasi yang dibayangkan oleh ibunya.“Selamat malam Tuan Dipta, kami benar-benar merasa tersanjung bisa makan malam dengan laki-laki hebat seperti anda, benarkan mam?” Dhila melihat kearah kearah ibunya .“I-iya tentu saja,” jawab Bu Marta dengan gugup.“Tuan, maaf saya ke toilet sebentar,” ucap Dhila sambil tersenyum ke arah Dipta.Dhila bergegas dan mempercepat langkahnya menuju toilet, di toilet tawanya pun pecah . Dia merasa puas sekaligus lucu melihat ekspresi ibunya dan Tomi saat melihat Dipta.“Puas kamu!&

    Last Updated : 2021-08-27
  • Cinta Sejati   Permohonan Bu Marta

    Pukul Sebelas malam, dalam perjalanan pulang tidak ada obrolan antara tiga orang manusia yang sama-sama berada dalam mobil tersebut , mereka seakan tenggelam dalam dunia dan pikirannya masing-masing, Tomi begitu konsentrasi menyetir walau dalam keadaan capek dan mengantuk, Dhila terus memikirkan Adam dan terus melakukan panggilan telepon walau nomor ponsel kekasihnya itu tetap tidak dapat di hubungi sedang Bu Marta terus merokok dan terlihat gelisah. Hingga mobil mereka masuk dalam pelantaran garasi mereka masih tetap diam dan begitu mobil berhenti Dhila dan Bu Marta segera keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.“Dhila, mama ingin bicara sebentar,” pinta Bu Marta.Dhila yang hendak menaiki tangga menuju kamarnya berhenti dan menoleh ke arah ibunya , Bu Marta pun berjalan ke arah sofa diikuti Dhila.“Dhila, dulu kamu sudah berjanji pada papamu bahwa kamu akan selalu membahagiakan mama, dan sekarang mama menagih janjimu itu.&r

    Last Updated : 2021-09-09
  • Cinta Sejati   Tertangkap basah

    Sepuluh langkah berjalan ia dengan jelas di pertontonkan adegan panas laki-laki dan perempuan yang terlihat sangat liar dan diliputi gairah. Dalam pantulan sinar rembulan yang masuk melalui kaca jendela yang terbuka dua orang manusia yang sama-sama di perbudak nafsu itu terus mengeluarkan suara-suara desahan dan erangan yang menggema memenuhi ruangan tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang berdiri di belakang mereka dengan perasaan hancur dan lelehan airmata yang tiba-tiba turun.KlikLampu ruangan tiba-tiba menyala, dua orang yang sedang bergumul itu pun kaget dan sontak menghentikan kegiatan mereka.“Kenapa kalian berhenti hah, ayo lanjutkan.” Dhila duduk di sofa tepat di hadapan Adam dan wanita yang Dhila kenal sebagai model pendatang baru.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya adam sambil menutup bagian bawah badannya dengan kemeja, wanita pasangannya pun terlihat kalang kabut dan berlari menuju kamar mandi.&l

    Last Updated : 2021-09-09
  • Cinta Sejati   Prolog

    Hadap kanan, dagunya angkat sedikit. Ya begitu, bagus. Tahan!Dua orang fotografer dibantu asistennya yang menangani set lokasi dan pencahayaan sedang sibuk memotret seorang model yang bergaya dengan berbagai pose.Seorang fotomodel bekerja tanpa lelah, dalam satu kali pemotretan dia bisa beberapa kali mengganti kostum dan riasan.Anandhila Prameswary dialah fotomodel yang sekarang sedang berlenggak lenggok didepan kamera, kadang dia melakukan pose duduk, tersenyum menggoda dan pose-pose sensual lainnya, dalam hal fotosyut Dhila begitu dia biasa dipanggil bukanlah pekerjaan baru baginya, dia sudah banyak melakukan fashion show di dalam maupun di luar negeri, bahkan sekarang dia juga melebarkan sayapnya di dunia akting dan bintang iklan.Dengan tinggi 178cm, kulit yang putih, hidung bangir dan bibir yang sensual juga lesung pipi yang menambah daya tariknya sebagai wanita, maka tak heran banyak laki-laki dari kalangan artis, model maupun

    Last Updated : 2021-04-02
  • Cinta Sejati   Informasi tentang Dhila

    Jam menunjukan hampir tengah malam, keadaan jalanan pun sudah sedikit sepi, hanya pedagang-pedagang gerobak yang menjajakan kuliner khas malam yang kelihatan sibuk melayani konsumennya. Dhila yang baru saja menyelesaikan syutingnya sedang dalam perjalanan pulang. Di dalam mobil yang dia tumpangi semua orang terdiam dan sibuk dengan ponselnya masing-masing"Sayang kamu langsung istirahat ya, jangan lupa cuci muka dan langsung pake masker agar besok wajahmu fresh," ucap Bu Marta yang adalah ibu sekaligus manager Dhila memecah kesunyian."Memang Mama tidak langsung pulang?" tanya Dhila."Mama ada perlu dulu sebentar.""Jangan bilang Mama mau pergi ke kasino lagi!" Suara Dhila agak meninggi."Hey! Sejak kapan kamu ngatur-ngatur Mama? Mama itu jenuh dan capek nungguin kamu syuting seharian, jadi wajar dong Mama butuh refresing dan me time sebentar," jawab Bu Marta santai."Kalau Mama yang hanya nunggu sambil

    Last Updated : 2021-05-01

Latest chapter

  • Cinta Sejati   Tertangkap basah

    Sepuluh langkah berjalan ia dengan jelas di pertontonkan adegan panas laki-laki dan perempuan yang terlihat sangat liar dan diliputi gairah. Dalam pantulan sinar rembulan yang masuk melalui kaca jendela yang terbuka dua orang manusia yang sama-sama di perbudak nafsu itu terus mengeluarkan suara-suara desahan dan erangan yang menggema memenuhi ruangan tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang berdiri di belakang mereka dengan perasaan hancur dan lelehan airmata yang tiba-tiba turun.KlikLampu ruangan tiba-tiba menyala, dua orang yang sedang bergumul itu pun kaget dan sontak menghentikan kegiatan mereka.“Kenapa kalian berhenti hah, ayo lanjutkan.” Dhila duduk di sofa tepat di hadapan Adam dan wanita yang Dhila kenal sebagai model pendatang baru.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya adam sambil menutup bagian bawah badannya dengan kemeja, wanita pasangannya pun terlihat kalang kabut dan berlari menuju kamar mandi.&l

  • Cinta Sejati   Permohonan Bu Marta

    Pukul Sebelas malam, dalam perjalanan pulang tidak ada obrolan antara tiga orang manusia yang sama-sama berada dalam mobil tersebut , mereka seakan tenggelam dalam dunia dan pikirannya masing-masing, Tomi begitu konsentrasi menyetir walau dalam keadaan capek dan mengantuk, Dhila terus memikirkan Adam dan terus melakukan panggilan telepon walau nomor ponsel kekasihnya itu tetap tidak dapat di hubungi sedang Bu Marta terus merokok dan terlihat gelisah. Hingga mobil mereka masuk dalam pelantaran garasi mereka masih tetap diam dan begitu mobil berhenti Dhila dan Bu Marta segera keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.“Dhila, mama ingin bicara sebentar,” pinta Bu Marta.Dhila yang hendak menaiki tangga menuju kamarnya berhenti dan menoleh ke arah ibunya , Bu Marta pun berjalan ke arah sofa diikuti Dhila.“Dhila, dulu kamu sudah berjanji pada papamu bahwa kamu akan selalu membahagiakan mama, dan sekarang mama menagih janjimu itu.&r

  • Cinta Sejati   Di luar ekspektasi

    Dhila menunduk dan menahan tawa ketika melihat ekspresi mamanya dan Tomi yang tercengang dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dhila sebenarnya juga sangat terkejut saat melihat laki-laki yang baru saja memperkenalkan diri di hapadannya. Menurut Dhila laki-lali di hadapannya itu sangat lucu dan aneh karena seperti anak usia 11 tahun yang akan mengikuti karnaval pakaian resmi. Jauh dari ekspektasi yang dibayangkan oleh ibunya.“Selamat malam Tuan Dipta, kami benar-benar merasa tersanjung bisa makan malam dengan laki-laki hebat seperti anda, benarkan mam?” Dhila melihat kearah kearah ibunya .“I-iya tentu saja,” jawab Bu Marta dengan gugup.“Tuan, maaf saya ke toilet sebentar,” ucap Dhila sambil tersenyum ke arah Dipta.Dhila bergegas dan mempercepat langkahnya menuju toilet, di toilet tawanya pun pecah . Dia merasa puas sekaligus lucu melihat ekspresi ibunya dan Tomi saat melihat Dipta.“Puas kamu!&

  • Cinta Sejati   pertemuan dengan Dhipta

    Walau sebenarnya Dhila tidak ingin pergi menghadiri undangan makan malam dari Dipta tapi apalah daya dia juga tidak bisa menolak semua keinginan ibunya, dari kecil dia merasa hanya menjadi sebuah boneka yang di mainan dan di kontrol oleh sang ibu. Dia tidak bisa melakukan apapun yang dia suka, bahkan dia kehilangan moment-moment remajanya, dia tidak pernah merasakan bagaimana serunya pergi jalan-jalan ke mall, makan dan nonton bioskop atau sekedar berbincang menghabiskan malam minggu bersama teman-temannya.Seperti malam ini, Dhila melihat pantulan dirinya dalam cermin. Ia terlihat sangat memukau memakai mini dress berwarna pastel dengan panjang selutut dan belahan dada yang sedikit rendah, rambut yang dibiarkan tergerai dan hiasan anting kecil membuat Dhila menjadi sangat elegan dan cantik apalagi hiasan wajahnya pun di buat senatural mungkin menambah sempurna penampilannya malam ini.“ Ayo sayang kita berangkat sekarang,” ucap Bu Marta a

  • Cinta Sejati   Galau

    "Oke. Kita istirahat makan siang dulu!" Teriak sutradara. Semua kru dan para aktris pun membubarkan diri, begitu juga dengan Dhila, dia segera mengambil ponsel dan melakukan panggilan telepon."Sayang, kenapa hari ini kamu tidak fokus, beberapa kali kamu bahkan lupa skrip," tanya Bu Marta."Sudah dua hari Adam tidak bisa dihubungi Mam, Dhila bingung padahal sebelumnya kami baik-baik saja." Dhila menjawab sambil terus melakukan panggilan dengan ponselnya."Sudahlah sayang, kamu tidak usah memikirkan atlit itu lagi, lagi pula Mama kan sudah pernah bilang kalau dia itu playboy.""Maaf Nyonya, ada kiriman untuk Nona Dhila." Seseorang mengantarkan sebuket bunga mawar merah yang dibentuk lambang love.Bu Marta menerima bunga itu dan membuka sebuah kartu ucapan yang terselip di dalamnya, "Saya harap kita bisa makan malam bersama besok, dan terimakasih untuk kuenya, Dipta.""Kue? Kapan aku memberinya kue," gumam Dhila.

  • Cinta Sejati   Hadiah mewah

    "Dari mana kamu pagi-pagi baru pulang?" bentak Bu Marta saat Dhila baru saja memasuki rumah."Seperti Mamah, meetime!" jawab Dhila singkat.Tanpa menghiraukan ekspresi ibunya yang marah Dhila langsung menuju kamar dan membersihkan diri, setelah 30 menit Dhila pun keluar kamar dan menuju meja makan."Tom, semua perlengkapan aku untuk fashion show udah kamu siapkan? Aku ingin penampilanku sempurna nanti malam," ucap Dhila. "Oh iya, bagaimana kalo sebelum berangkat ke hotel kita shooting dulu beberapa endoresan, " tambahnya.Tomi dan Bu Marta saling berpandangan dengan ekspresi aneh karena tidak biasanya Dhila penuh semangat seperti sekarang."Dhila, apa kamu baik-baik saja?" tanya Tomi heran."Tentu saja," jawab Dhila riang. Dia lalu mengambil mayones dan mengoleskannya pada putih telur yang sudah di siapkan.Pertemuan dan pergumulannya dengan Adam semalam benar-benar me-refresh mood Dhila. Dia

  • Cinta Sejati   Pesona Dhila

    "Masuk!" ucapnya setelah duduk kembali di atas kursi kerja.Reihan yang merupakan asisten sekaligus tangan kanan Dipta pun masuk dan duduk tepat di hadapannya."Saya sudah mendapatkan informasi lengkap tentang model yang Tuan inginkan," ucapnya to the point. Dipta hanya tersenyum kecil mendengar laporan dari asistennya itu."Nama lengkapnya Anandhila prameswary, berumur 22 tahun, ayahnya sudah meninggal sekitar 15 tahun yang lalu. Sepeninggal sang ayah bisnisnya pun bangkrut karena gaya hidup ibunya yang suka berfoya-foya. Ibunya bernama Marta hampir setiap malam dia pergi ke kasino untuk berjudi dan mabuk-mabukan, dia juga seorang suggar mommy yang suka bersenang-senang dengan berondong. Sekarang Dhila adalah tulang punggung keluarga sekaligus sapi perah ibunya. Dia sudah mempunyai pacar, yaitu seorang atlit basket nasional yang juga anak dari petinggi salah satu partai politik," jelas Rei panjang lebar.Dipta tersenyum kecut me

  • Cinta Sejati   Informasi tentang Dhila

    Jam menunjukan hampir tengah malam, keadaan jalanan pun sudah sedikit sepi, hanya pedagang-pedagang gerobak yang menjajakan kuliner khas malam yang kelihatan sibuk melayani konsumennya. Dhila yang baru saja menyelesaikan syutingnya sedang dalam perjalanan pulang. Di dalam mobil yang dia tumpangi semua orang terdiam dan sibuk dengan ponselnya masing-masing"Sayang kamu langsung istirahat ya, jangan lupa cuci muka dan langsung pake masker agar besok wajahmu fresh," ucap Bu Marta yang adalah ibu sekaligus manager Dhila memecah kesunyian."Memang Mama tidak langsung pulang?" tanya Dhila."Mama ada perlu dulu sebentar.""Jangan bilang Mama mau pergi ke kasino lagi!" Suara Dhila agak meninggi."Hey! Sejak kapan kamu ngatur-ngatur Mama? Mama itu jenuh dan capek nungguin kamu syuting seharian, jadi wajar dong Mama butuh refresing dan me time sebentar," jawab Bu Marta santai."Kalau Mama yang hanya nunggu sambil

  • Cinta Sejati   Prolog

    Hadap kanan, dagunya angkat sedikit. Ya begitu, bagus. Tahan!Dua orang fotografer dibantu asistennya yang menangani set lokasi dan pencahayaan sedang sibuk memotret seorang model yang bergaya dengan berbagai pose.Seorang fotomodel bekerja tanpa lelah, dalam satu kali pemotretan dia bisa beberapa kali mengganti kostum dan riasan.Anandhila Prameswary dialah fotomodel yang sekarang sedang berlenggak lenggok didepan kamera, kadang dia melakukan pose duduk, tersenyum menggoda dan pose-pose sensual lainnya, dalam hal fotosyut Dhila begitu dia biasa dipanggil bukanlah pekerjaan baru baginya, dia sudah banyak melakukan fashion show di dalam maupun di luar negeri, bahkan sekarang dia juga melebarkan sayapnya di dunia akting dan bintang iklan.Dengan tinggi 178cm, kulit yang putih, hidung bangir dan bibir yang sensual juga lesung pipi yang menambah daya tariknya sebagai wanita, maka tak heran banyak laki-laki dari kalangan artis, model maupun

DMCA.com Protection Status