Bukan Inginku Menjadi Istri Kedua

Bukan Inginku Menjadi Istri Kedua

last updateLast Updated : 2023-04-17
By:  Nuri522Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
60Chapters
12.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Bukan impian Indira menikah dengan Aryo apalagi menjadi istri kedua. Permohonan Wulan --istri pertama Aryo lah yang membuat Indira akhirnya menerima lamaran pernikahan itu. Apakah alasan Wulan menghadirkan Indira dalam rumah tangganya? Akankah Indira bertahan setelah ujian demi ujian yang dihadapinya selepas menikah? Sanggupkah mereka berbagi suami seperti harapan pada awalnya?

View More

Chapter 1

Bab 1. Permintaan yang Mengejutkan

“Maaf, Mbak. Aku enggak bisa menerima lamaran ini. Tak ada sedikit pun kepikiran kalau aku akan jadi istri kedua. Aku enggak mau menjadi duri dalam rumah tangga orang lain,” tolak Indira dengan tegasnya.

Gadis itu tahu Aryo laki-laki yang sempurna, tampan, mapan dan berkarisma serta berkepribadian baik pada siapa pun. Tapi bukan berarti dia dengan senang hati menerima begitu saja permintaan Wulan.

“Tidak ... kamu bukanlah duri dalam rumah tangga kami. Aku tulus memintamu menjadi maduku. Aku mohon jangan tolak lamaran ini,” bantah Wulan.

‘’Bagaimana mungkin ada wanita seperti Mbak Wulan yang malah rela melamar wanita lain untuk suaminya?’’ batin Indira.

Dia sungguh tak habis pikir dengan pemikiran wanita di hadapannya tersebut.

Namun, bukan Wulan jika tak bisa meyakinkan Indira, dengan berbagai cara wanita itu meyakinkan gadis yang dia pilih agar menerima lamaran itu.

“Baik, Mbak. Aku akan menerima lamaran Mbak Wulan jika Mas Aryo sendiri yang datang untuk melamar. Satu lagi, aku minta waktu untuk melakukan salat istikharah, “ ujar Indira seminggu yang lalu, waktu di mana ia meminta kepada Wulan untuk menentukan pilihannya.

Betapa leganya Wulan saat itu, ketika akhirnya Indira mengatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan pinangannya untuk mewakili sang suami. Dengan hati semringah Wulan kembali ke rumahnya yang tak jauh jaraknya dengan hunian Indira. Ternyata, mereka bertetangga.

Tak sabar Wulan ingin menyampaikan kabar ini kepada suaminya, Aryo. Dia menunggu sampai sang suami pulang dari tempat kerja pada sore hari. Ketika suara mobil Aryo terdengar memasuki teras rumah mereka, Wulan segera berlari dan menyambut di depan pintu.

“Assalamualaikum, Sayang,” sapa Aryo.

“Waalaikumsallam, Mas.” Sambut Wulan sambil mencium tangan Aryo dengan takjub. Pria itu merangkul pinggang sang istri dan memberikan kecupan hangat di kepalanya.

Aryo memang laki-laki yang romantis. Tak segan dia menunjukkan rasa cinta kasihnya kepada Wulan. Sungguh, sebagai istri Wulan sangat bersyukur, tetapi ada satu hal yang membuat wanita itu merasa bersalah terhadap sang suami sehingga dia berani menyiapkan Indira menjadi madunya.

Ya, saat ini Aryo belum tahu apa pun tentang keinginan Wulan. Mempunyai istri sempurna di matanya membuat pria itu setia sampai sekarang. Apalagi rumah tangga mereka lengkap dengan hadirnya seorang buah hati yang tampan dan cantik bernama Danish dan Ria.

Danish berusia tujuh tahun, sedangkan Ria masih berusia empat tahun. Betapa sempurnanya bahtera rumah tangga mereka.

Setelah kecupan mendarat di kepala Wulan, Aryo masuk ke dalam kamar diikuti sang istri di sampingnya. Wulan menyuruh Aryo untuk mandi, sedangkan dia menyiapkan pakaian untuk suaminya. Ketika Aryo telah masuk ke kamar mandi, Wulan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

Malam ini setelah salat magrib keduanya makan malam beserta anak-anak. Pria itu begitu menikmati hidangan yang dibuatkan sang istri tercinta yang selalu pas di lidah. Bahkan tanpa segan-segan Aryo menggenggam dan mencium tangan Wulan di hadapan anak mereka hanya untuk mengatakan dia menikmati serta memuji masakan istrinya.

Waktu menunjukkan pukul sembilan malam anak-anak sudah tidur di kamar mereka. Sedangkan Aryo, masih asyik menonton televisi di ruang tamu ditemani Wulan di sampingnya. Wanita itu bertekad akan menyampaikan permintaannya hari ini juga.

“Mas, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,” ucap Wulan sambil menghadap suaminya.

“Ngobrol apa sih, Sayang?” tanya Aryo penasaran. Dia heran aneh sekali sang istri terlihat gelisah dan meminta izin untuk mengobrol. Biasanya wanita itu selalu langsung bicara ketika akan mengatakan apapun kepadanya.

“Aku ... a-ku mau Mas Aryo menikah lagi ...,” ucap Wulan.

Aryo terlonjak kaget. ‘Apa aku tak salah dengar?’ Batin Aryo.

“Maksud kamu apa, Sayang? Aku tak berniat menikah dengan orang lain. Hanya kamu yang Mas cintai,” tanya Aryo, alisnya bertaut merasa bingung dengan ucapan istrinya itu.

“Aku tahu, Mas sangat setia. Aku percaya itu. Aku hanya ingin Mas menikahi Indira. Aku sudah melamarnya untuk Mas, dan dia sudah menerimanya,” kata Wulan sambil menatap suaminya.

“Apa?! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melamar Indira untukku. Kenapa kamu enggak cerita lebih dulu padaku?” Aryo sangat tak habis pikir, dia benar-benar syok dengan apa yang dikatakan istrinya. Tak ada kata yang dapat terucap dari mulut Aryo saat ini.

Aryo marah, kesal, kecewa bagaimana mungkin Wulan memutuskan hal besar ini sendirian. Apalagi, ini juga menyangkut dirinya.

“Aku tak tahu harus mengatakan apa. Kumohon jangan mengatakan apapun tentang hal itu. Cukup sekali ini saja. Aku enggak mau mendengar kamu mengatakan permintaanmu yang ngawur itu.”

Aryo hendak berdiri tapi Wulan mencegahnya.

“Aku mohon, Mas. Sekali ini saja kabulkan permintaanku,” ucap Wulan memohon.

Aryo mengacak rambut di kepalanya dengan kasar. Merasa frustasi dengan pemikiran istrinya.

“Dengar! Aku tak tahu apa yang mendasari pikiranmu sehingga kamu meminta ini dariku. Apa kamu enggak sadar dengan permintaanmu ini? Kamu ingin wanita lain masuk ke dalam rumah tangga kita? Selama ini aku rasa enggak ada yang salah dengan pernikahan ini. Tapi kenapa? Apa yang membuatmu memiliki keinginan memberikanku istri kedua?” tanya Aryo lagi. Kali ini dia bertanya dengan suara tenang. Berharap, istrinya menceritakan isi hatinya.

“Aku enggak memiliki alasan apa pun, Mas. Aku hanya ingin Mas Aryo menikah dengan Indira, itu saja. Dia gadis yang baik dan cantik. Cocok dengan Mas yang tampan dan juga sama baiknya. Kami pasti bisa berbagi suami dan Mas bisa adil terhadap kami,” ucap Wulan yakin. Entah apa yang di rasakan hatinya. Yang jelas Wulan sangat bisa mengendalikan semua perasaannya. Dia bisa bersikap biasa saja saat mengatakan itu.

“Omong kosong.” Aryo tertawa sinis, benar-benar tak masuk akal alasan istrinya ini. Dia berdiri hendak pergi ke kamar mereka, tetapi saat Aryo sudah hampir membuka pintu kamar. Dia mendengar suara benda jatuh.

Aryo berlari mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Dia terpaku melihat sesuatu terjadi kepada Wulan.

“Ya Allah, apa yang terjadi kepada istriku?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

No Comments
60 Chapters
Bab 1. Permintaan yang Mengejutkan
“Maaf, Mbak. Aku enggak bisa menerima lamaran ini. Tak ada sedikit pun kepikiran kalau aku akan jadi istri kedua. Aku enggak mau menjadi duri dalam rumah tangga orang lain,” tolak Indira dengan tegasnya.Gadis itu tahu Aryo laki-laki yang sempurna, tampan, mapan dan berkarisma serta berkepribadian baik pada siapa pun. Tapi bukan berarti dia dengan senang hati menerima begitu saja permintaan Wulan.“Tidak ... kamu bukanlah duri dalam rumah tangga kami. Aku tulus memintamu menjadi maduku. Aku mohon jangan tolak lamaran ini,” bantah Wulan.‘’Bagaimana mungkin ada wanita seperti Mbak Wulan yang malah rela melamar wanita lain untuk suaminya?’’ batin Indira. Dia sungguh tak habis pikir dengan pemikiran wanita di hadapannya tersebut. Namun, bukan Wulan jika tak bisa meyakinkan Indira, dengan berbagai cara wanita itu meyakinkan gadis yang dia pilih agar menerima lamaran itu.“Baik, Mbak. Aku akan menerima lamaran Mbak Wulan jika Mas Aryo sendiri yang datang untuk melamar. Satu lagi, aku min
last updateLast Updated : 2023-01-24
Read more
Bab 2. Pingsan
“Ya Allah, apa yang terjadi kepada istriku?” Aryo bergegas menghampiri Wulan serta menepuk-nepuk pipi istrinya. Masih tak sadarkan diri. Dengan rasa panik dia pangku serta membawa Wulan ke kamar lalu merebahkannya di atas kasur.Setelah itu Aryo menelepon Dokter keluarga mereka. Dia penasaran sebenarnya apa yang terjadi terhadap Wulan saat ini. Kenapa sampai istrinya tak sadarkan diri.Setengah jam kemudian, Dokter Rahman datang dan langsung memeriksa kondisi Wulan. Aryo merasa harap-harap cemas. Ketakutan terjadi sesuatu terhadap istrinya membuat dia tak berhenti merasa khawatir. Dokter Rahman selesai memeriksa Wulan. Seketika itu pula Aryo memberondong Dokter muda itu dengan segala pertanyaan.“Apa yang terjadi dengan istri saya, Dok? Kenapa dia pingsan? Apa dia sakit?” tanya Aryo panik.Dokter Rahman tersenyum, lalu dia berkata “Tenang, Pak Aryo. Bu Wulan baik-baik saja. Sepertinya dia hanya kurang beristirahat. Apa ada pekerjaan yang membuatnya sibuk sehingga lupa akan kesehatan
last updateLast Updated : 2023-01-24
Read more
Bab 3. Dicegat Preman
Pagi-pagi sekali Wulan dan Aryo terbangun untuk salat subuh. Setelah itu Wulan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Seperti biasa Aryo siap-siap untuk pergi ke kantor sedangkan Wulan mengurus anak-anak yang akan diantarnya ke sekolah. Setelah sarapan semuanya pergi dengan kendaraan masing-masing.Hari ini Aryo ada pertemuan penting dengan klien. Dia akan menjalani meeting di sebuah resto yang sudah ditentukan kliennya.Jam makan siang dia menghadiri pertemuan itu. Tak disangka ternyata Indira juga hadir di sana sebagai sekretaris Pak Wildan, kliennya.Ada rasa gugup yang dirasakan Aryo saat tak sengaja bertatapan dengan Indira. Apalagi dia teringat dengan kata-kata istrinya kalau Indira sudah menerima lamaran yang diajukan Wulan. Seketika dia jadi penasaran apa alasan Indira menerimanya sebagai calon suami.Aryo tahu dan sangat paham kalau Indira gadis yang cantik, mandiri dia juga salihah. Tak pernah dia melihat Indira berpakaian yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. Bahkan beker
last updateLast Updated : 2023-01-24
Read more
Bab 4. Siapakah Ira yang Dimaksud?
“Eh ... apa maksud Mas Aryo?” tanya Indira dengan raut wajah heran. Alisnya bertaut seakan hendak menyelidik maksud perkataan Aryo sebenarnya.‘’Kenapa saya merasa Mas Aryo mengenal saya lama, ya?” tanya Indira kepada Aryo.Aryo terlihat gugup, dia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Hmm ... itu, sa-saya hanya ... menebak. Iya saya hanya menebak.” Kentara sekali kalau Aryo sedang gugup. Dia bingung harus menjawab apa lagi. Sedangkan tak mungkin dia menjawab yang sesungguhnya.“Oh ... begitu ya, Mas.” Indira tersenyum canggung. Entah kenapa dia merasa masih ada yang mengganjal . Hatinya merasa kurang puas mendengar jawaban Aryo tadi, tapi dia tak mungkin bertanya lebih jauh. Toh Indira yakin tak pernah bertemu dengan Aryo sebelum dia pindah ke kota ini.“Sekali lagi, saya berterima kasih, Mas. Kalau tak ada Mas Aryo, tak tahu bagaimana keadaan saya sekarang,” ucap Indira tulus dengan suara bergetar. Sesungguhnya dia masih syok dan ketakutan setelah apa yang terjadi barusan. Tapi In
last updateLast Updated : 2023-01-24
Read more
Bab 5. Kenangan yang Kembali Hadir
Angin malam membelai lembut rambut seorang gadis. Menghadirkan hawa dingin ke seluruh kepalanya yang tak tertutup hijab.Sejak gadis itu terbangun karena mimpi buruk. Dia sama sekali tak bisa memejamkan matanya kembali. Sudah lama dari terakhir sang gadis mendapatkan bunga tidur yang aneh beberapa tahun yang lalu. Namun, sekarang mimpi itu hadir lagi.Kilasan demi kilasan yang terekam di mimpi itu membuat gadis itu heran. Siapakah laki-laki yang berjanji akan datang melamar setelah memintanya untuk sabar menunggu selama mengenyam pendidikan di luar negeri?Bahkan kebersamaan mereka teringat sangat manis. Gadis itu tersenyum dan mengiyakan permintaan pria di hadapannya. Namun, sesuatu terjadi, di saat yang sama pria itu langsung menghilang. Bukan itu! Dialah yang menghilang. Tubuhnya seakan terhempas ketika sebuah mobil menabraknya. Selanjutnya hanya kegelapan yang menyelimuti pandangan gadis itu. Dan seketika dia terbangun dari tidurnya dengan keringat bercucuran.‘’Apa gadis itu aku?
last updateLast Updated : 2023-01-24
Read more
Bab 6. Perbincangan antar ipar
Seiring berjalannya waktu Aryo sama sekali tak pernah mencoba memikirkan gadis pujaannya dulu itu. Sekuat tenaga ia menepis semua perasaan yang kembali hadir menyeruak. Sejak Aryo mengatakan kepada adiknya jangan pernah membahas masa lalu kakaknya itu. Yuri menuruti ucapan sang kakak. Namun, di dalam hatinya tetap bergelayut segala pertanyaan, kenapa wanita yang dia panggil Mbak Ira itu sama sekali tak mengenalinya?Sudah seminggu lebih dari saat Wulan meminta suaminya untuk menikahi Indira. Sejak saat itu dia memutar otak agar kali ini Aryo tak bisa menolak permintaannya. Rencananya harus berhasil. Seketika dia teringat Yuri. Mungkinkah adik iparnya bisa membantu?Wulan mengajaknya untuk berbelanja ke Mall sembari menemani anak-anak ke tempat bermain. Dia sudah meminta izin kepada Aryo kalau siang ini akan mengajak adiknya untuk menemani dia. Setelah berbelanja kebutuhan bulanan. Wulan mengajak Yuri untuk menunggu anak-anak selesai bermain sambil memesan makanan di sebuah Cafe. Awa
last updateLast Updated : 2023-01-25
Read more
Bab 7. Kejadian Saat Hujan
Ketika sore hari menjelang. Hujan lebat mengguyur kota Jakarta dengan derasnya. Membuat seorang gadis dengan kepayahan memarkirkan motornya di salah satu halte bus agar tubuhnya bisa berteduh. Dia lupa membawa jas hujan di motornya sehingga membuat dia terpaksa basah-basahan. Meski sudah menepi tetap saja gamis yang dikenakannya terkena cipratan air hujan.Apalagi di halte bus itu dia mendapatkan tempat berteduh yang paling ujung. Berkali-kali badannya tersenggol orang lain yang sedang berdesakan dengan niat yang sama. Melindungi tubuh mereka agar tak kebasahan. Setengah jam sudah hujan belum juga reda. Membuat Indira merasa kedinginan. Apalagi gamis yang dipakainya kini sudah hampir setengahnya basah. Mau meneruskan pulang pun tak mungkin karena dia memang tak bisa sama sekali terkena hujan. Tubuhnya akan langsung sakit jika memaksakan diri.Sedangkan orang lain yang tadi ikut berdesakkan bersamanya sudah sedikit demi sedikit berkurang. Mereka ada yang memilih naik bus, angkot, bahk
last updateLast Updated : 2023-01-25
Read more
Bab 8. Pingsan
Wulan berusaha tersenyum dan berpikir positif ketika melihat suaminya menggendong Indira. Entah apa yang dirasakan oleh wanita itu. Yuri yang ada di sebelah Wulan ikut tercengang. Bagaimana mungkin kakaknya pulang dengan seorang wanita? Dan tunggu! ‘Bukankah wanita itu Mbak Ira? Jadi, dugaanku benar? Mas Aryo berselingkuh dengannya? Mungkinkah cinta bersemi kembali saat Mbak Ira kembali?’ batin Yuri.Aryo membawa tubuh Indira ke kamar ditemani ibunya. Meski dalam hatinya berkecamuk rasa tak nyaman serta gelisah takut istrinya salah paham. Dia tak mungkin mengabaikan Indira yang sedang pingsan. Dia tahu bagaimana kalau gadis itu selalu drop jika tubuhnya kedinginan.Setelah merebahkan tubuh gadis itu di kasur. Aryo berpamitan keluar.“Tadi, kulihat dia sedang menunggu di halte bis dengan keadaan setengah basah dan kedinginan. Jadi, kuajak kami pulang bersama. Motornya nanti akan diantarkan oleh orang suruhanku,” jelas Aryo saat melihat Ibu Indira memandangnya dengan segala pertanyaan
last updateLast Updated : 2023-01-25
Read more
Bab 9. Kekhawatiran yang Terpampang Jelas
Malam ini entah kenapa Aryo merasa gelisah tak jelas. Teringat akan kesehatan Indira yang berada di rumahnya. ‘Semoga dia baik-baik saja,’ batinnya. Saat makan malam bersama pun tak biasanya dia menikmati hidangan tanpa berselera. Sejak masuk kamar mandi tadi dia merasakan sesuatu yang tak tenang. Apalagi merasa kesal dengan permintaan Wulan yang tak hentinya menyuruh dia menikahi Indira. Sebagai seseorang yang pernah mencintai gadis itu, ada sisi hati Aryo merasa senang luar biasa kala Wulan memintanya menikahi gadis itu. Namun, segera dia tepis. Aryo memang teguh dalam berpendirian, dia laki-laki yang memiliki prinsip untuk setia pada satu wanita. Itulah kenapa saat Indira menghilang tanpa jejak dahulu. Aryo sama sekali tak melirik wanita mana pun. Sampai dia dijodohkan dan berusaha menerima Wulan sebagai istrinya. Untunglah, cinta Aryo untuk wanita itu tak harus menunggu lama untuk berkembang. Sehingga membuat Wulan merasakan keberuntungan luar biasa. Sebelum, rahasia itu terkua
last updateLast Updated : 2023-03-17
Read more
Bab 10. Awal Keputusan Aryo
Sudah dua hari Indira di rawat. Sejak saat itu Wulan setiap hari datang menjenguk. Sengaja membawakan makanan untuk orang tua Indira yang menunggu di Rumah Sakit. Keinginan Wulan agar mereka tak perlu membeli makanan apa pun selama menunggu Indira. Wanita itu akan mengirimkan hasil masakannya ke sana. Untuk pagi hari diantar Aryo, sedangkan siang dia yang pergi sendiri.Awalnya keluarga Indira keberatan. Bagaimanapun tak enak jika terus-menerus merepotkan orang lain. Sekalipun Aryo calon suami anaknya dan Wulan pun calon kakak madu Indira. Namun, itu tak membuat mereka menghilangkan rasa segan di hati.Untuk perasaan Aryo kepada Indira. Setelah merenungkan semuanya, dia setiap malam salat istikharah. Meminta jawaban dari segala kebimbangan yang menghantuinya. Aryo memutuskan akan menerima keinginan istrinya untuk menikahi Indira, kalau gadis itu menyetujui dan mengatakannya langsung di hadapan pria itu. Saat Wulan mendengar ucapan sang suami. Rasanya seperti campur aduk, ada bahagia
last updateLast Updated : 2023-03-17
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status