Home / Rumah Tangga / Berhasil Usai Bercerai / Bab 40 - Kejujuran Fahmi

Share

Bab 40 - Kejujuran Fahmi

Author: Rini Lim
last update Last Updated: 2025-03-02 18:28:32

“Ya, suster”, Aldi menghampiri.

“Apakah bapak akan segera mengurus BPJS atau bagaimana? Pasien bisa kita bantu tangani dulu jika ada niat baik dari keluarga untuk mengurus administrasi dengan baik. Kebetulan dokter Wina bersedia menjaminkan sementara”, terang petugas pada Aldi.

“I-iya baik, sus, akan saya urus segera”, jawab Aldi tak enak, sebetulnya tadi dia sempat ragu mau mengurusnya, tapi diberi kelonggaran ini membuatnya yakin untuk mengaktifkan kembali kepesertaan dirinya dan Angela, ia khawatir juga jika sewaktu-waktu membutuhkan perawatan intensif akibat penyakit kelamin yang dideritanya, yang semakin lama dirasa semakin memburuk kondisinya. Teringat dokter di puskesmas, Aldi merasa tersanjung, ternyata masih ada orang baik yang mau menolongnya. Lucunya ia merasa tersanjung, bukan terharu. Parahnya lagi, Aldi merasa cukup percaya diri jika dokter Wina menolong karena menyukainya, padahal hanya naluri kemanusiaannya sebagai dokter sajalah yang membuatnya bersedia membantu, apal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 41 - Luka Rania

    Rania tersenyum tipis mendengarkan Fahmi bercerita tanpa bermaksud memotong ucapannya. Ia memandang lurus ke depan, sesekali melihat Fahmi yang begitu terbawa suasana. Sepertinya lelaki itu lupa tujuan utamanya mengajak Rania makan malam bersama sang Ibu. Sinar bulan yang terang benderang di malam ini membawanya kembali pada kenangan bersama mendiang istrinya. Ia mendadak lupa kalau malam ini sedang bersama orang yang selama ini ia incar. Wanita yang telah mampu membuatnya melupakan rasa sakit akibat kehilangan sang istri untuk selama-lamanya.Rania memilih tetap mendengarkan walaupun hatinya terasa sedikit perih, ia berusaha melupakan perasaannya yang mulai tumbuh untuk Fahmi. Dia akhirnya menyadari bahwa dirinya memang tak sepantasnya berharap lebih untuk dicintai. Rania tersenyum sendiri menguatkan hatinya.Fahmi terdiam. Rania lalu menoleh ke arah Fahmi, ia merasa heran karena Fahmi tiba-tiba berhenti berbicara. Entah karena dia mulai menyadari apa yang sudah diceritakannya barusa

    Last Updated : 2025-03-02
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 42 - Kesayangan Ibu

    “Rania”, panggil wanita tua yang masih terlihat gurat kecantikan di wajahnya walaupun terlihat banyak keriput.“Iya bu”, Rania berjalan menghampiri sambil membungkukkan badannya sedikit.Rania dipegang tangannya kemudian perlahan dibawa sang ibu menjauhi Fahmi. Rania diajak masuk ke dalam kamarnya kemudian didudukkan di kursi samping tempat tidurnya. Rania tetap mengikutinya walau nampak heran. Fahmi hanya diam memandangi dua wanita yang teramat dicintainya itu dengan perasaan tak menentu. Ia masih merasa sangat bersalah pada Rania karena terlalu larut dalam kenangannya bersama almarhum istrinya. Ia tahu Rania mungkin kecewa tapi memiliki banyak muka untuk menutupi lukanya.“Mohon maaf, Bu, Rania mohon izin pamit. Sudah malam, nanti Ibu di rumah kuatir kalau Rania pulang terlalu malam”, Rania membuka suara.“Iya, nak. Pulanglah. Tapi berjanjilah akan datang lagi kesini ya, mengunjungi ibu. Apa yang dilakukan Fahmi tadi pasti tidak sengaja, ibu tahu betul bagaimana anak itu benar-benar

    Last Updated : 2025-03-02
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 43 - Kembali Mencinta

    “Rania, keluarkan saja apa yang mengganjal di hatimu. Jangan sungkan. Kan kamu tadi sendiri yang bilang, Kita hanya manusia biasa, tak selamanya harus selalu terlihat kuat. Ada kalanya kita butuh menangis untuk melepaskan beban yang ada. Dikeluarkan saja beban supaya hati lebih tenang, Ran, tolong izinkan saya untuk menanggung semua beban yang kamu hadapi. Tolong jangan kamu tanggung itu semua sendirian”, Fahmi berkata dengan sungguh-sungguh. Ia memiringkan tubuhnya demi bisa menatap Rania dengan intens. Rania bergeming dengan tetap menatap lurus ke depan, Ia tak merubah posisinya sedikitpun. Hanya air mata yang terus menetes di pipinya. Malam ini Rania merasa sedih sekali, ia seperti terbawa perasaan dan situasi. Hatinya mencelos mengingat Fahmi yang tadi terlihat masih sangat mencintai almarhumah istrinya, ia merasa kehadirannya ternyata tak cukup berarti untuk Fahmi. Lalu melihat mantan suaminya dengan kondisi pilu begini, membuatnya kembali mengingat peritiwa sepuluh tahun yang la

    Last Updated : 2025-03-02
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 44 - Kembali Ke Rumah

    “Rania, jangan ragu untuk bicara padaku. Aku mencintai kamu, tak perlu sungkan”, ucap Fahmi berusaha meyakinkan Rania.Rania menarik nafas dalam-dalam, berusaha megambil oksigen sebanyak-banyaknya. Ia pikir inilah saat terbaik untuk bicara pada Fahmi.“Kandidat yang melamar untuk area manager Sumatera tapi tidak cukup mempunyai reputasi pekerjaan yang baik”“Ok, lalu...?” tanya Fahmi sedikit tak sabar sambil terus menatap Rania. Ia masih belum bisa memahami arah pembicaraan Rania, apakah ke arah pribadi atau pekerjaan.“Apakah bisa kalau kita tetap menerimanya untuk bekerja sebagai apa saja di kantor?”“Maksud kamu?”, tanya Fahmi yang masih tak paham.“Bisakah kalau kita tetap mempekerjakan dia sebagai staf admin? Atau OB misalnya? Atau apa saja, Pak, Saya kasihan melihatnya, karena kelihatannya sangat membutuhkan pekerjaan”, jawab Rania. Ia menghembuskan nafas lega setelah bicara. Memang hanya persetujuan Fahmi sajalah yang dibutuhkan untuk menerima karyawan baru di kantor, apalagi u

    Last Updated : 2025-03-02
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 45 - Berkelahi

    “Lalu sekarang Pak Fahmi mau kemana lagi? Bukannya mau pulang lihat Ibu?”, tanya Rania penasaran.“Sebentar saja, Ran. Aku mau minta maaf”, jawab Fahmi, Ia hanya tersenyum lalu keluar dari mobil menghampiri Aldi yang nafasnya sudah terdengar naik turun, dia tampak emosi.Rania tampak bingung tapi tak punya kesempatan untuk bertanya lagi karena Fahmi sudah langsung membuka pintu mobil sambil melebarkan payung.“Heh, lo nggak lihat ada orang disini jalan sampai nyipratin air, mentang-mentang mobil bagus suka-sukanya sendiri, air comberan ini kena muka gue”, teriak Aldi emosi.Rania menoleh ke belakang, Ia kaget bukan main melihat Aldi marah-marah pada Fahmi yang tetap terlihat tenang.Fahmi berusaha minta maaf tapi Aldi semakin emosi. Bagi yang sudah cukup mengenal Aldi pastilah tahu kalau orang ini memang punya attitude yang aneh. Jika orang sudah merendahkan diri meminta maaf, responnya suka semakin semena-mena memperlakukan orang. Tak berapa lama, dari dalam mobil Rania melihat Aldi

    Last Updated : 2025-03-02
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 46 - Panik

    Siasat Rania cukup tepat sasaran, Aldi mulai didera rasa panik, ia sadar sudah berbuat kesalahan dengan memukul Fahmi tadi menggunakan batang sapu ijuk, ketakutan mulai merajai hatinya, ia berpikir juga kalau dirinya bisa diamuk massa karena telah menyerang orang yang berjalan membelakanginya dan tidak melakukan perlawanan terhadapnya, dia bisa dituduh main hakim sendiri. Akhirnya Aldi malah memilih lari demi menghindari amuk massa, benar-benar cara yang tidak sportif, tapi bukan Aldi namanya kalau memakai cara yang sportif. Laki-laki itu memang terbiasa bermain curang, dulu dan sekarang.Rania kembali mendekati Fahmi yang sudah mulai sadar dan terduduk di kursi panjang di depan mini market. Wajahnya yang pucat tampak lebih cerah saat melihat Rania berjalan ke arahnya, senyum Rania mengembang kala sampai di depannya.“Rania...” , ucap Fahmi pelan, Ia tengah berusaha menahan sakit di kepalanya.“Iya Pak, bagaimana keadaan Pak Fahmi? Maaf tadi saya tinggal, orang itu benar-benar gila, s

    Last Updated : 2025-03-02
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 47 - Rumah Sakit

    Tiba di rumah sakit, dokter langsung memeriksa keadaan Bu Ratna, Ibunya Fahmi. Dokter saraf meminta CT Scan dilakukan karena ada indikasi penyumbatan pembulu darah di otak setelah terjatuh tadi. Segala pemeriksaan terbaik dilakukan sesuai permintaan Fahmi, dia sungguh tak ingin terjadi apa-apa pada ibunya.Rania tetap berada di sisi Fahmi untuk menguatkan. Fahmi akhirnya tersadar juga bahwa sudah selarut ini Rania bersamanya, ia melihat jam di pergelangan tangannya, sudah pukul 1.30 dini hari.“Rania, ini sudah sangat malam, maaf kamu masih harus nemenin aku”, ucap Fahmi.Rania menarik sedikit bibir atasnya untuk tersenyum, “tidak apa-apa, setelah Ibu selesai di CT scan mungkin aku pulang dulu ya, Pak”, jawab Rania.Fahmi mengangguk lemah sembari memaksakan tersenyum, “iya, tapi biar aku antar kamu pulang ya, jangan ditolak. Aku perlu meminta maaf pada Ibumu”, terang Fahmi.Rania mengangguk mengiyakan permintaan Fahmi.**Aldi terus dikejar beberapa orang hingga ia memutuskan untuk me

    Last Updated : 2025-03-02
  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 48 - Gaduh

    “I-i-iya suster”, jawab Aldi terbata.“Jadi bagaimana Bapak? Apakah pengobatan Bu Angela mau dilanjutkan atau bagaimana?”, tanya suster lagi tepat pada intinya. Aldi membuang nafas kasar, sungguh ia merasa buntu. Tak mendengar jawaban apaun dari Aldi, akhirnya suster hanya meminta Aldi untuk datang dan menyelesaikan administrasi untuk tindakan yang sudah terlanjur dijalankan.“Posisi bapak dimana? tolong segera kembali ke rumah sakit ya untuk menyelesaikan administrasi pasien pulang jika memang tidak melanjutkan pengobatan di Kurnia Asih”, ucap suster lagi.“Baik suster, saya akan segera kesana”, jawab Aldi akhirnya. Dan sambungan telepon pun diakhiri.Dengan langkah lemah Aldi mulai mencari jalan ke arah rumah sakit. Ia memesan ojek online karena sulit mencari tumpangan di waktu yang sudah selarut ini.**Di rumah sakit, Angela masih tak sadarkan diri, tubuhnya terlihat lemah bagaikan tak ada nyawa. Kondisinya semakin memprihatinkan, dokter jaga dan perawat yang memeriksa Angela ju

    Last Updated : 2025-03-02

Latest chapter

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 65 - Pemakaman

    "Aku benar-benar sayang sama kamu, jangan pernah kamu ragukan itu", ucap Fahmi lembut. Ia menatap wanita di hadapannya dengan rasa sayang yang teramat dalam.Ia tak punya alasan untuk mendebat Fahmi. Ia hanya merasa sangat melankolis saat dihadapkan pada dua orang lelaki yang kini ada di hidupnya, yang satu sangat ia benci, yang satu sangat ia sayang.“Maaf…”, hanya kata itu yang keluar dari mulut Rania.Fahmi tersenyum mengangguk lalu mengajak Rania kembali ke ruangan Angela.Di ujung jalan, Aldi melihat kejadian itu dengan sedih, ia mendengar semua perkataan Fahmi dan ia merasa cemburu. Ya, walau kecemburuannya sama sekali tidak berdasar, tapi penyesalan menyeruak ke dasar hatinya karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik Rania. Aku benar-benar bersalah sama kamu, Rania, kamu terlalu baik buat aku makanya Allah memisahkan kita, ucap Aldi dalam hati. Ia pun berbalik arah untuk segera kembali ke ruangan dimana istrinya berada. Ia tak ingin Rania dan Fahmi mengetahui bahwa dirinya mend

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 64 - Salah Sangka

    Pintu ruangan diketuk pelan, Rania dan Fahmi masuk ke dalam dengan raut muka penyesalan, apalagi Rania yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya menyaksikan kepergian Angela secepat itu setelah berbicara panjang lebar kemarin. Rania bersyukur telah memberitahu Angela bahwa ia telah memaafkan segala kesalahan yang pernah doperbuat Angela padanya. Fahmi menghampiri Aldi sementara Rania membuka kain penutup wajah Angela, dadanya mulai terasa sesak menyaksikan semua yang menimpa wanita perebut suaminya dulu, sungguh ia tak mengira begini akhir cerita hidup wanita yang dulu menghina dan mencemooh dirinya. Air mata membasahi pipi Rania, perlahan ia menghapusnya. Fahmi dan Aldi menghampiri Rania. Aldi menunduk melihat Rania, ia seperti tak sanggup menatap wajah teduh mantan istrinya. Betapa banyaknya dosa yang telah dia lakukan pada Rania, menghina dan mengusirnya tanpa menyadari bahwa Allah tak pernah tidur menyaksikan perbuatan hamba-hamba-Nya yang lewat batas dan lupa diri.“Rania...” ra

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 63 - Pergi

    Aldi menoleh ke arah Rania dan menatapnya sekian detik, entah mengapa setiap kata-kata yang keluar dari mulut Rania terasa sangat indah saat ini untuk Aldi. Meskipun kalimat itu adalah bentuk teguran nyata untuk dirinya, bahkan masih tersirat kebencian di sorot matanya, tapi Aldi cukup lega karena setidaknya Rania masih mau menatapnya saat berbicara tadi.Fahmi berdehem untuk memecah kesunyian yang tercipta beberapa detik diantara mereka bertiga."Hmm... kalau begitu kami pamit dulu. Semoga istri kamu lekas sadar dan pulih. Kalau ada kemajuan ataupun penurunan kondisi, bisa hubungi saya. Rania butuh istirahat, kasihan dari kemarin dia sibuk bolak balik ke rumah sakit, besuk ibu saya juga. Jadi jangan sungkan menghubungi saya. ", Fahmi menyerahkan kartu nama miliknya ke depan Aldi.Aldi menerimanya dengan tatapan tak enak."Baik pak Fahmi, terima kasih", jawab Aldi.Rania dan Fahmi sudah meninggalkan kamar rawat Angela, mereka pulang setelah menjenguk nyonya Lastri di ruang perawatan da

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 62 - Curahan Hati Aldi

    "Jangan membuat keributan disini, ingat ini rumah sakit!", seru Rania dengan penekanan.Fahmi memandang tajam ke arah Aldi."Jangan jadi laki-laki pengecut, saya paling ngga suka lelaki kasar yang beraninya hanya sama perempuan. Kamu jangan pernah membangunkan macan tidur, saya disini untuk membantu kamu dan Angela, dan jelas itu semua karena Rania. Jadi kalau kamu memang tidak mau istri dan bayi kamu selamat, lebih baik bilang dari sekarang, jangan buang waktu saya dan Rania! Saya akan menarik kembali uang jaminan saya!", Fahmi memperingatkan Aldi dengan serius, raut mukanya memancarkan kemarahan yang dalam. Aldi menunduk mendengarnya. Ia merasa tak enak mendengar penuturan Fahmi. Apalagi dia masih berharap Fahmi dapat membantunya mendapat pekerjaan di perusahaannya, kalau belum apa-apa Fahmi sudah kesal padanya, bagaimana dia bisa membantu aku nanti? Aldi bermonolog dalam hati. Ditengah keadaan Angela dan bayinya yang sakit, Aldi masih sanggup memikirkan dirinya sendiri.Rania menat

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 61 - Tantrum

    "Bagaimana bisa dia hamil sekarang? itu bukan anakku!", teriak Aldi histeris. Fahmi menarik paksa Aldi keluar dari kamar, dia bahkan sampai menyeret Aldi dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Untung saja Aldi tak banyak perlawanan.Bunyi pintu kamar yang didorong paksa dari dalam mengejutkan Rania yang sudah lebih dulu berdiri karena sebelumnya sudah merasa ada yang tak beres di dalam kamar. Rania mundur beberapa langkah saat melihat Aldi di dorong oleh Fahmi keluar, kerah baju di pegang kuat oleh Fahmi, sementara satu tangannya yang lain juga dikunci gerakannya oleh Fahmi. Setelah pintu tertutup dengan sempurna Fahmi melepaskan tubuh Aldi dengan kasar hingga Aldi nyaris terjatuh.Geram sekali dia melihat sikap Aldi yang pengecut. Apa yang sudah terjadi adalah buah dari apa yang pernah kita perbuat di masa lalu, harusnya Aldi introspeksi diri, bukan malah terus menyalahkan orang lain atas apa yang sudah terjadi. Walau bagaimana pun, Angela adalah istrinya, kehamilannya harus tetap dit

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 60 - Hamil

    Dokter datang memeriksa keadaan Angela, ia cukup heran dengan kemajuan yang ditunjukkan perempuan itu. Padahal sebelumnya sudah segala cara dikerahkan supaya pasien ini sadar dari pingsannya tapi tak juga menunjukkan hasil apa-apa. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah tak adanya detak jantung dalam waktu yang relatif lama dimana grafik pada layar sempat stagnan berada di garis lurus, makanya ia mulai menyerah dan meminta Aldi untuk menghubungi orang-orang terdekatnya supaya Angela bisa pergi dengan tenang disaksikan keluarga agar tidak ada penyesalan.Dia juga merasa heran kenapa Aldi sebagai suami tidak mengatakan padanya kalau istrinya ini sedang hamil, sehingga dari awal dokter di rumah sakit pun tidak mereferensikan Angela ke dokter kandungan untuk memeriksa kondisi kehamilannya. Entah apa yang ada di pikiran sang dokter, image Aldi sebagai seorang suami memang sudah tampak jelek sejak bermasalah dari awal kedatangannya di rumah sakit ini. Tidak memiliki biaya tapi gayanya selan

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 59 - Curahan Hati Angela

    Rania dan Fahmi tiba di depan kamar rawat Angela. Aldi mempersilahkan masuk.Kondisi Angela semakin memprihatinkan.Rania mulai mendekati Angela, ia memanggil Angela dengan berbisik di telinga kanannya, satu tangannya menggenggam tangan kanan Angela, ia berharap Angela bisa merasakan kehadirannya."Angela... Angela", panggil Rania. Tak ada jawaban, Angela masih tak sadarkan diri. Fahmi berdiri di samping Rania memberi kekuatan bagi wanita di sebelahnya. Aldi memperhatikan istrinya yang tertidur pulas, bibirnya terlihat pucat pasi, entah apa Angela masih punya kesempatan untuk hidup dan berbicara lagi dengan Rania, ia benar-benar tak tahu. Sesekali ia melirik ke arah Rania dan Fahmi, melihat lelaki itu begitu lembut saat berbicara dengan mantan istrinya, ada sejengkal rasa cemburu merajai hatinya. Penyesalah dirasakan menyeruak dari dasar hatinya mengingat masa dulu dirinya pernah mengkhianati ketulusan wanita itu, wanita penurut yang begitu ingin berbakti padanya, yang sayangnya semua

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 58 - Mencari Rania

    Dokter menggeleng lemah melihat kondisi Angela, dia tahu tidak ada harapan lagi untuk menyembuhkannya. Berbagai cara sudah dilakukan tapi nafas Angela tetap tak terdengar, detak jantungnya sudah tak ada sejak tiga puluh menit yang lalu walau sudah diupayakan menggunakan alat defribillator untuk memberikan kejutan listrik ke jantungnya. Dokter dan suster saling menatap putus asa karena tak bisa melakukan apa-apa lagi."Pak Aldi, tolong hubungi orang yang dirasa penting untuk bu Angela. Apakah orang tuanya masih ada?", tanya sang dokter.Aldi menggeleng lesu. "Bu Angela butuh seseorang yang bisa membangkitkan semangatnya untuk hidup, entah siapa tapi saya yakin ada yang benar-benar ditunggu oleh bu Angela", ucap dokter lagi.Aldi menarik nafas dan membuangnya perlahan."Mungkin saya tahu ada orang yang sangat ingin ditemuinya, dok", jawab Aldi."Tidak ada salahnya mencoba, Pak Aldi. Silahkan dihubungi", pinta sang dokter. Aldi mengangguk sambil membuka daftar kontak di ponselnya."Kala

  • Berhasil Usai Bercerai   Bab 57 - Kesempatan

    “Siapa yang sudah mencintai saya selama tiga belas tahun?”, tanya Rania tanpa mengalihkan pandangannya dari Fahmi. Ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Tak terasa mobil hampir memasuki komplek perumahan Rania.Fahmi mengurangi laju mobilnya perlahan kemudian menghentikannya di pinggir jalan.“Aku”, jawab Fahmi yakin sambil menatap lekat wanita di depannya. “Hah?”, Rania reflek menutup mulut dengan tangannya. Wajah herannya nampak begitu menggemaskan di mata Fahmi.Fahmi menarik nafas dan membuangnya perlahan. Ia mencoba mengumpulkan keberanian yang selama ini selalu menguap entah kemana saat berhadapan dengan Rania. Padahal dia adalah pemimpin yang kemampuan berbicaranya tak perlu diragukan lagi, tapi di depan Rania, untuk mengungkapkan perasaan saja musti dibantu ibunya segala untuk melamar, ah mengingat itu Fahmi jadi malu sendiri.“Aku sudah jatuh cinta sama kamu kira-kira beberapa bulan setelah kamu mulai bekerja di kantor dulu. Waktu itu kamu belum menikah dan jika kuhitu

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status