Tiga tahun lalu, Fandy mengikuti gurunya tinggal di desa terpencil. Tiga tahun kemudian, dia terpaksa kembali ke kota demi surat pernikahan, tak disangka dia malah ditolak nikah. "Siapa kamu?! Kamu hanya dokter desa saja, apa pantas bersama dengan Dewi Perang terhebat di Negara Limas?"
View More"Kakakku."Eva bahkan tidak bangkit, hanya sedikit menundukkan kepala sebagai salam.Wah, begitu. Bibi Shanty langsung tidak senang, seolah menemukan titik untuk melancarkan serangan."Hehe! Benar-benar hebat. Bukan saja satu orang kenyang, tetapi semua anggota keluarga harus turut serta. Datang ke pesta ulang tahun malah bawa seluruh keluarga. Bagaimana? Fandy, kamu belum pernah makan hidangan mewah seperti ini? Saudara perempuanmu ini, sama saja seperti kamu, nggak sopan. Kami semua sudah datang, hanya kalian berdua yang duduk."Zoran lebih parah, langsung menunjuk keluar dengan tangan kanannya."Kalian berdua keluar, benar-benar memalukan. Irvan, kalau kamu masih bawa teman seperti ini ke acara publik, jangan salahkan Paman Zoran kalau kamu diusirnya dari Keluarga Jonathan."Setelah perkataan mereka, Fandy langsung menegakkan tubuhnya, memalingkan wajahnya ke arah Kak Eva yang kebetulan bertatapan dengannya dan berbicara dengan santai."Bisakah aku binasakan mereka?"Sambil menelan
Fandy dengan cepat menoleh, melihat ke sebelah. Kursi di sebelahnya yang selalu kosong, pada awalnya diperuntukkan bagi generasi ketiga pemimpin Balai Purnama. Namun saat ini, ada seseorang yang duduk di sana.Jika bukan karena reaksi berlebihan Irvan, Fandy masih belum menyadarinya.Namun, ini terlalu tidak masuk akal. Tingkat kultivasi Fandy yang sudah demikian tinggi. Meskipun dirinya tidak memperhatikan kehadiran orang lain, jika seseorang bergerak ke arahnya sampai sedekat ini, Fandy pasti akan merasakannya. Sayangnya ...."Kak Eva?"Di saat berikutnya, Fandy tertegun. Orang yang tiba-tiba duduk di sebelahnya ternyata adalah Kak Eva.Untungnya, panggilannya ini tidak terdengar oleh Irvan dan Aldo yang masih tenggelam dalam keterkejutan. Mereka heran, bagaimana seseorang bisa tiba-tiba muncul tanpa sepengetahuan mereka. Jika mereka mendengarnya, pikiran mereka pasti akan melayang jauh.Bagaimanapun, mereka juga seorang praktisi bela diri, tetapi tetap tidak bisa melihat bagaimana E
"Seharusnya, pemimpin generasi ketiga Balai Purnama sudah tiba. Aku akan menelepon untuk pastikan."Irvan tersenyum pahit."Kak Fandy, nggak perlu! Benar-benar nggak ada hubungannya denganmu. Siapa pun nggak akan sangka pamanku masih simpan langkah cadangan ini. Bahkan kalau orang-orang dari Balai Purnama muncul sekarang, itu sudah nggak ada gunanya."Melihat Fandy tidak mengerti, Aldo berbisik dan menjelaskan."Balai Purnama memang merupakan kekuatan besar di Negara Limas, dan hanya sedikit yang berani menolaknya. Kamu sudah lihat sendiri di Keluarga Hubert di Kota Taro! Tapi Delapan Keluarga Bela Diri Kuno adalah sesuatu yang lebih tinggi lagi. Balai Purnama mungkin masih bisa melawan satu atau dua keluarga di peringkat bawah, itu juga harus dengan pendiri mereka. Sekarang, paman Irvan rupanya berhasil undang Putri Agung dari Asosiasi Tetua. Dari namanya saja sudah terdengar luar biasa. Begitu menentang dia, itu berarti memusuhi seluruh Delapan Keluarga Bela Diri Kuno sekaligus. Lagi
"Putri Agung, Anda datang kenapa nggak memberi tahu sebelumnya, supaya aku bisa keluar sambut Anda!"Begitu suara itu terdengar, semua orang langsung melihat ke arah sumber suara. Karena sejauh ini, belum ada yang masuk dengan bergembar-gembor seperti ini. Jelas ini sangat berbeda dari yang lain. Bahkan orang bodoh pun tahu bahwa orang yang statusnya luar biasa telah datang.Yang membuat banyak orang merasa bingung adalah bahwa yang pertama kali maju untuk menyambut bukanlah tokoh utama hari ini, Samuel, melainkan kakaknya, Zoran. Hal ini tentu saja terasa aneh."Irvan, apa yang terjadi? Pamanmu agaknya ambil alih peran tuan rumah, sudah kelewatan nih."Mendengar ucapan Aldo, Irvan juga mengernyitkan alisnya."Aku juga nggak tahu ada kejadian seperti ini. Selain itu, sejak kapan pamanku kenal orang-orang dari Asosiasi Tetua? Tampaknya, kedudukan Putri Agung di Asosiasi Tetua juga nggak sederhana."Hmm? Fandy melihat ke arah mereka."Kalian juga tahu tentang Asosiasi Tetua?"Kini gilira
Di meja-meja depan, orang yang paling muda pun sudah berusia lebih dari empat puluh tahun. Ini membuat kehadiran Fandy beserta temannya tampak sangat mencolok.Sebenarnya, Fandy juga ingin membawa serta Mia dan Jeno, tetapi mereka menolak duduk di depan. Dalam beberapa situasi, mereka harus tahu batasan, kalau tidak, itu benar-benar bisa dianggap keterlaluan.Baru saja duduk, seorang wanita paruh baya muncul."Bibi!"Irvan berdiri memberi salam dengan penuh hormat."Meskipun Tuan Besar Keluarga Jonathan belum umumkan secara resmi, pada dasarnya, banyak hal sekarang ditentukan oleh pamannya yang tertua. Terlebih lagi, Bibi Shanty ini bukanlah orang yang mudah dihadapi."Mendengar bisikan Aldo, Fandy tidak mengatakan apa-apa. Dari permintaan Irvan yang datang mencarinya sendiri, jelas ini melibatkan persaingan dalam keluarga."Irvan, kalau aku nggak salah lihat, dia ini Fandy yang dulu membuat kehebohan di Keluarga Hubert di Kota Taro, 'kan? Kudengar dia teman baikmu?""Benar, Bibi."Kar
Marco mati!Itu adalah putra sulung Keluarga Griz, salah satu dari Delapan Keluarga Bela Diri Kuno, apa dia telah mati? Selain itu, kata-kata ini keluar dari mulut Fandy yang menyiratkan kemungkinan dirinya melihat dengan mata kepala sendiri.Secara logika, ini seharusnya menimbulkan kehebohan. Namun, jika Fandy tidak muncul hari ini, mereka benar-benar tidak akan mengetahui kematian Marco.Saat ketiganya tiba di pintu, Irvan makin terkejut."Ayah? Ayah tunggu siapa?"Tak jauh dari sana, seorang pria paruh baya, Samuel, ayah Irvan, mendengar perbincangan mereka dan segera menoleh, lalu berjalan menghampiri."Fandy, kamu sudah datang?"Fandy mengangguk."Ya, Paman Samuel, jangan bilang Paman datang jemput aku, ya.""Tentu saja! Dasar bocah nakal, kamu datang tapi kok nggak bilang dulu."Dari tatapan mata Samuel, terlihat bahwa dirinya bukan berpura-pura. Irvan pun memberi penjelasan."Ayah, aku lihat Ayah sedang menjamu teman lama, jadi kupikir biar aku saja yang jemput Kak Fandy."Mesk
Saat berbicara, tubuh Casella bergetar hebat.Demi membuktikan perkataan Yuhdi, dia telah mengorbankan salah satu kartu truf terakhirnya, sesuatu yang bisa menyelamatkan nyawanya di saat kritis, tetapi kini, pengorbanan itu sia-sia.Dari sisi lain, ini juga menunjukkan betapa luar biasanya sosok yang mereka bicarakan, hingga Casella bahkan tak bisa bertemu langsung. Hanya untuk mendapatkan satu jawaban saja, dirinya harus membayar harga sebesar itu."Aku salah! Aku remehkan kamu, rupanya kamu bisa hubungi dia pada saat seperti ini."Wajah Yuhdi pucat pasi. Saat berbicara, darah mulai mengalir dari sudut bibirnya."Paman Yuhdi!"Di sisi lain, Ardi langsung berlari ke arahnya, menatap Casella dengan mata penuh kemarahan."Bukan salahnya, jangka hidupku memang sudah berakhir." Yuhdi membenarkan Casella.Saat ini, darah mulai mengalir dari hidung, telinga, bahkan mata Yuhdi. Bahkan Casella pun terkejut melihatnya. Penyakit macam apa ini, hingga saat menjelang ajal terlihat begitu tragis?"
Fitri menepuk kepala Fandy."Apa yang aneh? Takut aku jebak kamu?"Plak!Fandy berbalik dan tanpa ragu langsung membalas dengan satu tepukan. Namun, yang ditepuknya adalah bokong Fitri.Sekejap mata, wajah Fitri langsung memerah, menatapnya dengan marah, tetapi tidak melakukan tindakan lain.Begitu kenyal.Setelah bercanda sesaat, Fandy yang tersadar segera mengalihkan topik."Wira keracunan.""Hmm?" Fitri juga mengerutkan keningnya."Apa berbahaya?""Nggak sampai begitu. Racunnya sangat khusus. Pemeriksaannya terlalu singkat, jadi aku belum bisa mendiagnosis dengan pasti."Mendengar penjelasan ini, Fitri segera merasa lega."Apa yang perlu dicurigai? Wira adalah sesepuh dari Lembah Pengobatan, keahliannya dalam pengobatan sangat tinggi. Bukankah banyak dokter pengobatan tradisional seperti kalian yang juga sering menguji racun pada diri sendiri?"Selesai berbicara, Fitri mencengkeram leher Fandy."Kalau berani kurang ajar lagi, kamu mati!"Namun, Fandy malah tersenyum. Ancaman ini mak
Agra tersenyum."Memang sudah sesuai dugaanku. Kalau reaksinya berbeda, aku akan terkejut."Sekarang Shawn sangat penasaran, jadi segera duduk dan bertanya."Ayah, meskipun Kak Fandy punya hubungan dekat dengan Delapan Keluarga Bela Diri Kuno, yang membuktikan bahwa dia pasti sangat kuat, Sekte Ganda bukanlah lawan yang mudah. Dengan skala seperti itu, mereka sudah bisa menantang anggota dari Delapan Keluarga Bela Diri Kuno."Sambil mengangguk, Agra menyentuh kepala putranya."Sejak kamu bertemu Fandy dan menderita, kamu menjadi jauh lebih bijaksana. Ayah juga senang. Ayah akan bercerita lebih banyak tentangnya hari ini! Fandy ini bukan orang yang sederhana. Keluarga Ritos adalah yang kedua. Fandy juga mendapat dukungan dari Tim Drag."Apa! Tim Drag? Shawn terkejut hingga berkeringat dingin. Awalnya Shawn sangat bijaksana hingga meminta maaf pada Fandy tanpa memedulikan reputasinya. Kalau tidak, mungkin dirinya sudah meninggal dari dulu."Kalau begitu, jika Sekte Ganda benar-benar meni
"Kak Irana, aku bisa memastikan haid kamu baik-baik saja."Di Desa Persik, tepatnya di halaman depan sebuah tempat yang bernama Helty, Fandy Thio mengangkat tangannya dengan ekspresi tak berdaya.Di depannya ada enam wanita cantik dengan berbagai karakter, bisa dibilang mereka semua sedang antre dengan senyum."Aduh! Fandy, aku benaran merasa nggak enak badan, bagaimana kalau kamu ke kamar untuk membantuku memeriksa secara detail?"Fandy tersenyum pahit. Sejak tiga tahun lalu dia dibawa gurunya ke Desa Persik, dia perlu menghadapi gangguan para kakak seniornya. Sebenarnya dia memang sudah terbiasa, tapi Fandy mana bisa tahan kalau setiap hari diganggu oleh wanita-wanita yang begitu cantik ini."Irana jangan kelewatan.""Benar itu, sekarang giliran aku, minggir kamu! Bisa-bisanya mau masuk ke kamar untuk berbincang dengan Fandy?! Mimpi kamu!"Melihat Kak Gina duduk lagi, Fandy pun meminta ampun."Kakak semuanya, bisakah kalian seperti Kak Bella, Kak Indri dan Kak Eva yang serius latihan...
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments