Selir Yang Terlupakan
"Permaisuri Utama memohon kehadiran Yang Mulia di ruang dalam segera. Beliau memiliki urusan penting menyangkut administrasi provinsi perbatasan untuk dibahas."
Ekspresi Kaisar tak berubah sedikit pun. Beliau bahkan tak menoleh ke arah kasim itu. Matanya masih tertuju padaku, seolah permintaan Permaisuri Utama tak lebih dari angin lewat yang tak berarti.
"Sampaikan padanya, aku akan datang saat aku siap," jawabnya singkat, tegas, dan tak bisa dibantah.
Kasim itu membungkuk lebih cepat, lalu mundur dengan langkah tergesa-gesa.