Home / Rumah Tangga / Selingkuhan Suamiku / Chapter 1 - Chapter 10

All Chapters of Selingkuhan Suamiku: Chapter 1 - Chapter 10

30 Chapters

Status W******p

Keningku mengernyit dalam membaca status tetangga baruku, Miska. Yang membuatku keheranan karena statusnya itu janda, aku tahu sendiri sewaktu kami berkenalan pertama kali pas dia pindahan dan kami ujungnya bertukar nomor ponsel, katanya biar mudah kalau ada apa-apa. Secara dia belum punya tetangga di komplek perumahan kami.[Selamat kerja suamiku… uh tambah ganteng habis cukuran.. jadi nggak rela buat dilepas]“Suamiku? Bukannya dia janda ko bikin status kaya gitu?"Kebetulannya, storynya baru dia buat setelah suamiku pergi berangkat ke kantor sekitar lima menit lalu. "Apa dia lagi ngehalu?" Aku terkekeh sambil geleng-geleng kepala. Selalu saja ada manusia aneh secara kebetulan di muka bumi ini.Jarak rumahku dengan tetangga sebelah tidak terlalu jauh hanya terhalang pagar besi tinggi sebagai pembatas rumah kami, jadi aku tidak bisa melihat rumahnya dan dari rumahnya tidak bisa melihat rumahku.Bentar! Aku baru ingat kalau suamiku habis cukur rambut kemarin malam. Apa jangan-jangan
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Loyo

Aku coba meredam perasaanku yang mulai gak enak. Aneh saja kalau dipikirkan lebih teliti, masak iya aku harus tanya di saat suamiku tadi sudah jawab kalau dia makan siang sama Tiara sebelum aku ke sini. Walau aku nggak munafik masih tetap bertanya-tanya dengan siapa sebenarnya Mas Fahri makan siang."Sayang, kenapa jadi diam?" Mas Fahri mindai wajah aku pasti dia lihat banget kalau aku lagi mikir keras."Eh nggak Mas, lagi mikirin nanti malam kita makan di luar yuk. Udah lama kayaknya kita nggak makan keluar sambil jalan-jalan." Berharap diiyain sama suamiku biar dia nggak curiga.“Kayaknya nggak bisa deh, Sayang. Gimana kalau besok malam aja, malam ini Mas udah janji mau bahas kerjaan sama Roni, kamu tau kan bisnis baru Mas sama Roni.”“Pulang kerja?”“Heem, malem lah sekitar jam tujuhan. Kita mau bahas banyak banget, kayaknya sampai larut deh. Maklum kalau luncurin bisnis baru kan harus siapin semuanya dengan detail.”Aku pura-pura saja ngangguk paham, aku juga tidak terlalu tahu ap
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Menyambut Mama Mertua

Semenjak buka status whatsappnya Miska, aku jadi keterusan buat nggak kepo. Malah aku makin penasaran pengen tahu apa yang sebenarnya, siapa laki-laki yang dimaksud dia sebagai suaminya itu. Seperti siang ini, aku ngintip statusnya dan seketika hatiku panas meradang merasa statusnya itu ditujukan pada kami, ibu-ibu komplek.[Dasarnya ibu-ibu komplek, nggak bisa tenang lihat body seksi kaya gini. Takut kesaingan ya? hahaha]Statusnya sudah sekitar tiga jam lalu, itu tandanya setelah dia belanja tadi.Padahal siapa yang takut kesaingan cuma berusaha jaga pandangan mata para suami kalau tampilannya menantang kaya gitu, kata-katanya itu ditujukan padaku langsung dan buat para ibu-ibu yang sedang belanja tadi.Mataku melebar kala status Miska muncul lagi.[Bentar lagi ketemu mertua, belanja dulu ah buat nyambut.]"Mertua? Oh jadi beneran kalau dia udah punya suami. Aku komen ah..."Eh.. eh ko statusny malah hilang. Aku cari-cari tetap nggak ketemu, pasti Miska sudah menghapusnya, apa dia
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Menyanjung Perempuan Lain

"Wah Aurel kamu cantik banget sih." Samar kudengar suara mama mertua di luar rumah ketika pagi menjelang. Pagi ini aku bangun lebih awal, mau bikin sarapan buat Mama sekaligus nyiapin bekal buat Mas Fahri. Semalam suamiku itu bilang mau dibawain bekal ke kantor. Namun, aku terdiam kala pintu samping rumah yang sudah terbuka. Kuperhatikan dari samping kalau pintu gerbang rumah juga sudah terbuka, fix Mama mertua memang sedang bercengkrama di depan rumah jendes itu.Ingin sekali aku larang Mama, tapi masa aku larang-larang. Bisa-bisa Mama nanti ngadu sama Mas Fahri dan nganggap aku menantu kurang ajar hanya gara-gara ngobrol sama anak jendes cantik itu."Sayang.. Kamu ko bengong." Tangan Mas Fahri melingkar di pinggangku. Aku sempat bengong natap wajah bantal suamiku yang baru saja bangun."Oh itu lagi nunggu Mama, ko Mama pagi-pagi sekali udah keluar aja ngobrol sama anaknya Mbak Miska lagi," aduku. "Biarin aja, mungkin Mama lagi pengen ada temen ngobrol. Atau Mama lagi ngasih oleh-o
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Hadiah Tas Dari Suami

Hari ini aku pulang dari kantor editor, sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya tanpa memberitahukan Mama sama Mas Fahri, katanya anaknya Pak Wira mau kunjungan ke kantor sekalian lihat-lihat kantor sebelum beliau menjabat gantiin Pak Wira. Tapi kami tunggu sampai siang anaknya Pak Wira yang entah siapa namanya tak kunjung datang katanya nggak jadi pulang ke Jakarta hari ini. Padahal aku sudah cari alasan sama Mama biar Mama nggak curiga kalau aku kerja. "Ma..." Suasana rumah sepi, kucari Mama di halaman belakang siapa tahu sedang duduk santai sambil buka-buka hape. Namun sosok mertuaku itu tidak terlihat di sana. "Ma..." kupanggil lagi, tetap tidak ada sahutan.Curiga, kulirik rumah sebelah. Kuputuskan mendatanginya dengan langkahku yang lebar dan tergesa-gesa, kubuka pintu samping. Mulai samar kudengar suara orang ramai ketawa-tawa di rumah itu. Kuhela napas dalam-dalam sebelum akhirnya aku buka pintu pagar Mbak Miska lalu kubuka perlahan agar aku bisa melihat apa sedang terjadi
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Pulang Berduaan

Bukti apalagi yang harus aku cari buat membuktikan kalau status Mbak Miska ini memang ditujukkan buat suamiku? Hampir semalaman aku tidak kunjung menutup mata akibat memikirkannya, kalau sampai kenyataannya benar, aku bingung harus bagaimana. Entah apa karena aku yang terlalu polos selama ini, mengganggap tidak ada yang terjadi sehingga aku tidak tahu di belakangku ada apa.Bangun tidur, tenggorokanku terasa kering. Kulirik sebelah tempat tidurku dimana biasanya suamiku berada di sana, ternyata sudah kosong. Kemana suamiku sepagi ini?Curiga, kusibak selimutku. Gegas kucari keberadaan suamiku berada, sampai ke lantai bawah. Namun kucari-cari, entah dimana dia berada hingga telingaku menangkap suara seseorang di halaman belakang."Kamu jangan sering bikin status WA. Lama-lama nanti Dinda bisa curiga." Dari belakang Mas Fahri nampak menyugar rambutnya. "Iya itu kamu bikin status dibeliin tas sama aku, kalau Dinda tau gimana? Berabe kan?"Kuseret ludahku susah payah, apa telingaku tidak
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Papanya Aurel

Sumpah kali ini aku nggak bisa tenang, aku nangis di dalam kamar akibat kejadian barusan yang bikin aku yakin 80 % kalau mereka ada hubungan. Ya allah, sumpah aku belum sanggup kalau ternyata mereka memang ada hubungan. Aku belum mempersiapkan apapun jika aku berpisah dengan Mas Fahri. "Dinda Sayang, maaf kalau Mas bikin kamu marah. Mas janji, Mas nggak akan nawarin tebengan lagi sama Miska." Suamiku ngehampiri aku tapi mama mertuaku, mama mertuaku malah mampir ke rumah si jendes kegatelan itu.Dadaku makin sesak, sekelebatan aku membayangkan mereka ngapain aja di dalam mobil. Lihat jendes itu turun sambil dadah-dadah saja bikin aku mau muntah, apalagi membayangkan yang lain-lainnya."Kamu sama mama kayaknya akrab banget sama Mbak Miska, coba sekarang bicara jujur sama aku. Kalian sebenernya udah kenal lama kan?"Kedua netra Mas Fahri natap mataku lekat-lekat, lalu bibirnya perlahan menyungging. Tangannya terulur rapiin anak rambutku lalu ngaitin ke telinga. "Kata siapa udah kenal l
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Foto Suamiku

Air mataku merembes saat Nadia mengirimiku foto. Foto suamiku dengan janda itu. Janda yang sudah bikin hidupku nggak tenang akhir-akhir ini. Sampai tubuhku rasanya lemas tak bertenaga dimana di dalam foto itu Miska lagi nyuapin suami aku makan di sebuah restoran. Nadia bilang, dia nggak sengaja lihat Mas Fahri makan sore-sore di sana dengan seorang perempuan berpenampilan menarik dan seksi. Pas aku lihat fotonya, ya allah tanganku sampai gemeteran karena ternyata benar, dia adalah Miska.Kususut air mataku yang nggak mau berhenti, sumpah sakit hatiku mendapati kenyataan pahit ini. Suamiku ada main dengan janda tetangga sebelah. Jadi, selama ini bukti pembelian tas, ngasih tumpangan ternyata adalah alasan hubungan mereka. Bodoh Dinda, kamu memang bodoh banget."Din, jangan mewek. Kamu nggak apa-apa kan?" Mungkin Nadia dengar suaraku yang sengau bikin dia khawatir dan akhirnya milih nelpon buat mastiin aku baik-baik saja."Mereka masih ada di sana, Nad?" Malah aku tanya keberadaan mere
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Nikah Siri

Lama kumenunggu suamiku datang, sampai pegal rasanya. Sudah lewat setengah jam dari seharusnya, suamiku menampakkan batang hidungnya sedikitpun untuk rencana makan siang yang sudah direncanakan semalam."Coba deh aku telpon," gumamku lalu mengambil ponselku. Ku tekan nomornya Mas Fahri, tak lama terdengar nada tersambung tapi kemudian nada itu berganti dengan nada sibuk. "Ko direject?" Jelas aku marah, dia semalam mau diajak makan siang malah nawarin jemput, eh pas waktunya malah nggak muncul.Kesal sampai perut keroncongan, kuputuskan keluar rumah mencari makanan. Biasanya siang-siang gini ada si abang tukang bakso lewat depan rumah. Aku mau pesan bakso dengan level terpedas."Dinda..."Kulirik dua rumah di sebelahku, ada Citra tetanggaku yang lagi nutup pintu pagar rumahnya lalu berlari kecil nyamperin aku."Suami kamu ada?" tanya Citra tiba-tiba. Ngapain dia tanya suamiku."Nggak ada, lagi di kantor. Kenapa emangnya Cit?"Gelagat Citra juga aneh, dia celingukkan lirik-lirik rumahny
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Rekaman Video

"Bu Dinda.." Sekretaris suamiku gegas berdiri menyambutku yang tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan, dia kelihatan gugup waktu lihat aku persis lihat hantu. "Di dalam ada siapa?" Padahal aku cuma ngetes sekretaris yang sudah lama kerja dengan Mas Fahri. Apa dia akan jujur kalau di dalam itu ada Miska."Eum anu Bu.." "Shuuutt..." Aku meletakkan telunjukku di depan bibir saat mataku melihat dengan jelas kalau perempuan itu ada di dalam ruangannya Mas Fahri. Ruangan yang sedikit terbuka itu memudahkan aku melihat sedang apa keduanya di dalam sana. Kulihat wajah Tiara, sekretaris suamiku makin tertekan tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Makin mendekati ruangannya Mas Fahri, jantungku makin berdebar kencang. Jujur, sebenarnya aku tak siap dengan situasi seperti ini tapi aku ingin tahu mereka berbuat apa. Dari celah yang terbuka sedikit itu aku bisa mengintip ke dalam dan jantungku yang awalnya berdebar cepat seakan berhenti begitu saja.Tangis yang tidak aku rencanakan akan keluar malah
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status