Tiga minggu sejak gugatan masuk ke Pengadilan Agama, aku merasa ada yang tidak beres dengan tubuhku. Pagi-pagi, menjelang subuh perutku serasa dikocok, mual sampai muntah. Kepalaku juga pusing bukan main, makan pun nggak bisa masuk karena dimuntahin lagi. Benar-benar hari yang kurang baik untuk aku yang sedang sibuk-sibuknya di kantor."Sakit?" Ulfa nempelin punggung tangannya ke keningku. "Demam, Din." Katanya, mungkin iya ditambah mataku terasa panas dan berair. "Izin pulang aja, Din. Biar aku yang izinin ya."Kepalaku menggeleng. "Nggak usah, soalnya aku ada janji sama Pak Raga. Beliau bilang sutradaranya mau ketemu, datang ke kantor siang ini." Andaikan sutradanya nggak datang, aku nggak bakalan maksain masuk kantor. Tapi masalahnya Pak Raga sejak semalam sudah bilang lewat sekretarisnya agar aku menyiapkan diri hari ini. Dan tepat pukul 11 siang, aku dipanggil masuk ruangannya Pak Raga. Di sana sudah ada Mas Bram, sutradara terkenal yang menangani banyak film. Jujur, aku nervous
Last Updated : 2025-03-19 Read more