Home / Rumah Tangga / Selingkuhan Suamiku / Chapter 11 - Chapter 20

All Chapters of Selingkuhan Suamiku: Chapter 11 - Chapter 20

30 Chapters

Kamu Bapaknya Aurel

Bercerai sepertinya lebih baik.Rencana itu terus berputar di otakku yang kecil. Namun sebelum bercerai, aku harus punya tempat tinggal sendiri dulu, aku nggak mau nantinya malah hidup nelangsa di jalanan karena rumah ini Mas Fahri beli dengan uangnya. Apalah dayaku yang nggak punya apa-apa ini, hanya bergantung pada suamiku. Walau secara perlahan, sudah mulai menabung dari hasil menulis. Lumayan nanti buat ngontrak rumah sama buka usaha."Tok..Tok.. Tok..."Kepalaku mendongak melihat ke arah pintu rumah. Hari ini hari minggu dan suamiku rencananya tidak kemana-mana, katanya mau santai sambil nonton film di netflix. Syukurlah, aku nggak harus sakit kepala karena mikirin tingkah dia sama selingkuhannya yang suka curi-curi kesempatan."Biar Mas buka, Sayang." Mas Fahri beranjak ke pintu utama rumah."Mas, bisa aku titip Aurel sebentar gak? Hari ini aku harus ketemu klien penting, kalau bawa Aurel kayaknya repot deh.""Kamunya bakalan lama?""Nggak, palingan dua jam ko," jawabnya terdeng
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Mengakhiri atau Memaafkan

Di jalan menuju kantor, iseng aku buka laptopnya Mas Fahri. Hoki, laptopnya tidak dikunci. Jemariku kancar berselancar membuka tiap aplikasinya dan aku kepikiran buat buka file di ponselku yang nggak bisa dibuka, lalu aku buka di laptopnya Mas Fahri. Lebih dulu aku buka WA webku tapi aku malah ngefrezze pas WA nya sudah tersambung dengan WA suamiku yang belum di logout. Kuseret ludahku susah payah saat mata ini membaca chat dari kontak yang bernama Bu Moni. Setahuku Bu Moni ini bawahannya Mas Fahri, tapi kenapa manggil sayang-sayangan. Kubaca chat kebawahnya sehingga aku jadi tahu kalau Bu Moni itu adalah Miska.[Aku udah nunggu di dekat kantormu, Mas. Cepetaaann..]Chatnya Miska kulihat sejam lalu.[Iya tunggu ya, ini lagi nitipin mobil dulu. Tunggu yah, Sayang.] Balasan suamiku sampai membuatku tak bisa berkata-kata. Jadi hanya kebohongannya suamiku saja kalau dia ada kerjaan di luar kota. Nyatanya suamiku ada rencana mau pergi sama perempuan sundal itu. Jujur, aku memang jarang b
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Positif

Masuk ke kamar mandi, lekas kuguyur tubuhku ini dengan air dingin. Kedatangan mama mertua bikin moodku anjlok parah sampai ke dasar terdalam. Sikapnya yang jadi sinis sampai nyindir secara langsung sudah jadi kebiasaannya. Jadi tahu kalau selama ini mama mertuaku ini punya kepribadian ganda, baik di awal-awal pernikahanku dan keluar sifat aslinya sekarang-sekarang ini.Namanya pernikahan tidak selalu mulus. Ada kalanya suatu pernikahan akan terganggu akibat adanya orang ketiga, orang ketiga entah itu keluarga, ipar, atau mertua. Dihadapkan pada kenyataan dimana mertua sudah ngebet menginginkan cucu. Dimana perkara keturunan tidak ada yang tahu, aku sendiri, baik suami tidak ada yang tahu kapan rezeki itu akan datang menghampiri.Tangisku pecah bersama air shower yang terus mengguyur tubuhku. Tekanan yang aku rasakan ini menghantam mentalku habis-habisan, pertanyaan kapan hamil dan kenyataan suamiku mendua. Sakitnya doble, dan nggak ada duanya lagi. Berharap suami adalah orang yang me
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Rencana Pak RT

Diam di rumah cuma bikin aku mati muda, kuhabiskan hari ini di kantor ah sekalian mau menghadap bos. Ada info kalau novel keduaku mau naik cetak, lumayan kan ada tambahan uang buat tabungan. Riuh para karyawati sedang sibuk menggibah waktu aku sampai kantor lima belas menit sebelum teng."Din, tumben ngantor. Dipanggil?"Aku cuma mengulas senyum, soalnya anak-anak tahu aku ini pekerja rumahan yang digaji layaknya orang kantoran. Beginilah nasib karyawan kontrak yang kerjanya nggak nentu."Iya nih mau ngadep, Bos," jawabku lalu melambai melewati kubikel mereka.Kata Luki, rekan kantor yang cukup akrab denganku ada di mejanya lihat aku baru datang."Din, sehat lo? Ko makin kurusan?" Luki ngehampirin dan kami bersalaman kayak orang lama nggak ketemu padahal baru beberapa hari sudah bertemu waktu anaknya Pak Wira mulai kerja."Sehatlah, nih efek diet bikin turun kiloan." Bisa mati kalau Luki tahu turunnya berat badanku akibat diselingkuhi, memalukan."Yakin efek diet? Bukan efek yang lai
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Dukungan Buat Si Pelakor

Dengan jantung yang berdebar kencang dan perasaan was-was sejak memasuki waktu isya, aku dan Mas fahri duduk santai berdua di depan televisi yang menyala. Aku nonton acara sinetron yang tersakiti itu dan suamiku mantengin layar ponselnya, mungkin saja dia lagi WA an sama si jendes itu.Lama nunggu sampai terdengar bedug adzan isya, dan tak lama suara hujan deras perlahan mulai turun, deras banget hujannya. Kutebak, pasti Pak RT nggak jadi datang karena hujan deras yang mengguyur, lebih milih tidur sambil selimutan daripada ngurusin rencanaku tadi siang. sedikit kecewa, tapi nggak apa-apa masih ada esok hari.Rasa kantuk menyerang, hebat banget sampai kepalaku terasa berat. Kupaksa buat pindah ke kamar daripada nanti merepotkan Mas fahri yang harus bopong aku. Pindah ke kamar dan setelah pindah, langsung aku merebahkan diriku dan memejamkan mata mulai terlempar ke alam mimpi.Entah berapa jam aku tidur, pas samar-samar aku mendengar suara berisik di luar. "Tok.. Tok.. Tok..""Assala
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Istri Kedua

"Saya tidak berzinah, Pak " Mas Fahri keukeuh tidak mengakui hubungannya dengan si jendes. Aku lelah, sumpah. Ingin pulang, tidur lalu melupakan semuanya menganggap ini hanyalah mimpi buruk waktu bangun nanti."Alah udah Pak RT, lapor polisi aja. Mereka berdua udah bikin komplek kita tercemar." Siapa yang bicara, aku nggak tahu. Para bapak-bapak berisik banget di belakangku ini. Bikin aku nggak fokus dengerin penjelasannya si Miska."Kalau nggak zinah ngapain malam-malam ngendap kayak maling ke rumah nya Miska, bukannya itu namanya mau zinah.""Astagfirullah Bu ibu, tolong tenang. Hargai Pak RT," suaminya Bu Cokro bersuara, sama denganku ingin jalannya sidang ini dengan tenang dan aman. Nggak ada lagi yang lempar batu atau telur kayak tadi. "Kami emang nggak zinah, Mas kamu ngomong dong yang sebenarnya." Miska nyenggol lengan suamiku bikin kami yang mengelilingi mereka menunggu apa yang sebenarnya harus Mas Fahri bicarakan. Apa si jendes itu nggak tahan karena sejak tadi dia terus y
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

POV Miska 1

"Pokoknya jangan sekarang, aku nggak bisa ke rumah, Mis. Dinda aja udah curiga, katanya dia denger dari tetangga-tetangga sini kalau aku sering kedapatan ke rumah kamu. Kamu cari alasan yang masuk akal, jaga-jaga kalau nanti ada yang tanya sama kamu tentang aku, oke!"Kugigit bibir saking kesalnya karena Mas Fahri nolak datang. Padahal aku lagi pengen dimanja, lagi pengen dibelai. Mumpung Aurel sudah tidur sama Bibik. Kesal ditolak, aku telpon Mama sajalah. Siapa tahu kesel ku langsung hilang karena Mama paling jago bikin hatiku berbunga-bunga."Emang si Dinda itu ngerecokkin Fahri terus. Jadi kamu harus maklum ya, Mis. Mama yakin nanti kalau ada waktu senggang, Fahri juga ke sana. Sabar ya, Sayang.""Tapi aku maunya sekarang Mam.. huhu. Si Dinda lama-lama emang ngeselin, kenapa sih Mas Fahri nggak cerein dia aja. Kan nanti aku sama Mas Fahri bisa bebas, Mam. Mama bujukkin Mas Fahri dong, ceraiin ajalah si Dinda. Dia juga nggak hamil-hamil kan.""Iya-iya, nanti Mama bilangin Fahri. La
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

POV Miska 2

"Mama harus bujuk Mas Fahri buat cerain Dinda. Aku lagi hamil lagi, Mam. Aku nggak mau warga tau aku hamil di luar nikah, mereka taunya aku janda. Padahal aku ada suami."Perutku lama-lama makin membesar, dikiranya macem-macem lagi. Janda gatel atau apapun lah itu, nanti orang tuaku nggak enak denger gosip tentang aku malah ujungnya malah nyuruh aku ninggalin Mas fahri. Gini nih resiko jadi istri kedua."Iya kamu sabar aja, nanti Mama bilangin fahri. Pokoknya kamu jangan banyak pikiran, nanti stress. Mama nggak mau ada apa-apa sama kehamilan kamu, Miska. Kamu harus jaga cucu-cucu Mama ini, kasih perhatian, urusin yang bener. Mama udah nurunin harga diri Mama demi kebohongannya fahri," ujar Mama mertua."Kebohongan yang mana, Ma?" tanyaku."Itu loh, Fahri kan alesan motong uang bulannya si Dinda karna Mama butuh uang banyak. Padahal kan kamu tau sendiri kalau Mama nggak pernah kekurangan uang," ujar Mama mertua dengan pongahnya. Iya aku akui kalau memang keluarg suamiku nggak pernah ke
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Pengakuan Menyakitkan

"Dinda Sayang, Mas nggak mau cerai." Mas Fahri terus buntutin aku kemanapun aku melangkah di rumah ini.Jujur aku sudah muak lihat wajahnya yang terus memohon-mohon, dengan menunjukkan mimik wajahnya yang sedih. Padahal semua orang tahu kalau aku adalah orang yang paling sedih dari kejadian memalukan itu.Aku menulikan telinga tak menggubrisnya sama sekali, mengacuhkannya dan terus saja melanjutkan kesibukanku mengepak barang-barangku ke dalam koper."Kamu mau kemana?" Matanya nanar, nggak terima melihat barang-barangku mulai masuk satu persatu."Aku mau pergi Mas, setelah itu aku mau ajukkan gugatan ke pengadilan," jawabku yakin."Nggak Dinda..." Mas Fahri halangin aku, ngambil lagi baju-baju aku yang berada di koper lalu memindahkannya lagi ke dalam lemari.Setelah dimasukkan ke lemari, aku keluarkan lagi begitupun selanjutnya sampai aku marah dan menutup koperku."Mas nggak usah halangin aku karna setelah ini hubungan kita berakhir. Aku akan urus semuanya kalau Mas nggak mau ngurus
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Aku Talak Kamu

Suara ketukan tanpa jeda disertai dengan suara bel tanpa henti membuatku mau tak bangun. Mataku sepet pas lihat jam sudah setengah tujuh. Semalam kurang tidur habis packing dan efeknya sekarang ini malah kepalaku berat dipaksakan bangun. Kuturuni undakkan demi undakan dengan hati-hati, takut jatuh akibat tak seimbang. Suasana rumah masih sepi, mungkin aku di rumah ini seorang ini karena Mama sudah terang-terangan memilih menginap di rumahnya Miska.Suara ketukannya nggak mau berhenti, ingin sekali berteriak buat bersabar sebentar saja menunggu dibuka."Kamu ini lama amat bangunnya, bukannya bangun dari pagi malah leha-leha. Mentang-mentang suami kamu nggak di rumah ini." Waktu buka pintu, Mama nyerocos sambil masuk eh di belakangnya malah si Miska ngikutin.Cuma yang bikin aku menunda menjawab adalah Mama sama Miska sama-sama membawa kantong kresek besar dan ada terlihat menyebul sayuran dari dalamnya."Iya, males banget sih kamu. Nggak kerja tapi males," cibir Miska bikin tanganku m
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status