Share

Istri Kedua

Penulis: NonaRein
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-12 10:57:54

"Saya tidak berzinah, Pak " Mas Fahri keukeuh tidak mengakui hubungannya dengan si jendes. Aku lelah, sumpah. Ingin pulang, tidur lalu melupakan semuanya menganggap ini hanyalah mimpi buruk waktu bangun nanti.

"Alah udah Pak RT, lapor polisi aja. Mereka berdua udah bikin komplek kita tercemar." Siapa yang bicara, aku nggak tahu.

Para bapak-bapak berisik banget di belakangku ini. Bikin aku nggak fokus dengerin penjelasannya si Miska.

"Kalau nggak zinah ngapain malam-malam ngendap kayak maling ke rumah nya Miska, bukannya itu namanya mau zinah."

"Astagfirullah Bu ibu, tolong tenang. Hargai Pak RT," suaminya Bu Cokro bersuara, sama denganku ingin jalannya sidang ini dengan tenang dan aman. Nggak ada lagi yang lempar batu atau telur kayak tadi.

"Kami emang nggak zinah, Mas kamu ngomong dong yang sebenarnya." Miska nyenggol lengan suamiku bikin kami yang mengelilingi mereka menunggu apa yang sebenarnya harus Mas Fahri bicarakan. Apa si jendes itu nggak tahan karena sejak tadi dia terus y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Selingkuhan Suamiku   POV Miska 1

    "Pokoknya jangan sekarang, aku nggak bisa ke rumah, Mis. Dinda aja udah curiga, katanya dia denger dari tetangga-tetangga sini kalau aku sering kedapatan ke rumah kamu. Kamu cari alasan yang masuk akal, jaga-jaga kalau nanti ada yang tanya sama kamu tentang aku, oke!"Kugigit bibir saking kesalnya karena Mas Fahri nolak datang. Padahal aku lagi pengen dimanja, lagi pengen dibelai. Mumpung Aurel sudah tidur sama Bibik. Kesal ditolak, aku telpon Mama sajalah. Siapa tahu kesel ku langsung hilang karena Mama paling jago bikin hatiku berbunga-bunga."Emang si Dinda itu ngerecokkin Fahri terus. Jadi kamu harus maklum ya, Mis. Mama yakin nanti kalau ada waktu senggang, Fahri juga ke sana. Sabar ya, Sayang.""Tapi aku maunya sekarang Mam.. huhu. Si Dinda lama-lama emang ngeselin, kenapa sih Mas Fahri nggak cerein dia aja. Kan nanti aku sama Mas Fahri bisa bebas, Mam. Mama bujukkin Mas Fahri dong, ceraiin ajalah si Dinda. Dia juga nggak hamil-hamil kan.""Iya-iya, nanti Mama bilangin Fahri. La

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-13
  • Selingkuhan Suamiku   POV Miska 2

    "Mama harus bujuk Mas Fahri buat cerain Dinda. Aku lagi hamil lagi, Mam. Aku nggak mau warga tau aku hamil di luar nikah, mereka taunya aku janda. Padahal aku ada suami."Perutku lama-lama makin membesar, dikiranya macem-macem lagi. Janda gatel atau apapun lah itu, nanti orang tuaku nggak enak denger gosip tentang aku malah ujungnya malah nyuruh aku ninggalin Mas fahri. Gini nih resiko jadi istri kedua."Iya kamu sabar aja, nanti Mama bilangin fahri. Pokoknya kamu jangan banyak pikiran, nanti stress. Mama nggak mau ada apa-apa sama kehamilan kamu, Miska. Kamu harus jaga cucu-cucu Mama ini, kasih perhatian, urusin yang bener. Mama udah nurunin harga diri Mama demi kebohongannya fahri," ujar Mama mertua."Kebohongan yang mana, Ma?" tanyaku."Itu loh, Fahri kan alesan motong uang bulannya si Dinda karna Mama butuh uang banyak. Padahal kan kamu tau sendiri kalau Mama nggak pernah kekurangan uang," ujar Mama mertua dengan pongahnya. Iya aku akui kalau memang keluarg suamiku nggak pernah ke

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-14
  • Selingkuhan Suamiku   Pengakuan Menyakitkan

    "Dinda Sayang, Mas nggak mau cerai." Mas Fahri terus buntutin aku kemanapun aku melangkah di rumah ini.Jujur aku sudah muak lihat wajahnya yang terus memohon-mohon, dengan menunjukkan mimik wajahnya yang sedih. Padahal semua orang tahu kalau aku adalah orang yang paling sedih dari kejadian memalukan itu.Aku menulikan telinga tak menggubrisnya sama sekali, mengacuhkannya dan terus saja melanjutkan kesibukanku mengepak barang-barangku ke dalam koper."Kamu mau kemana?" Matanya nanar, nggak terima melihat barang-barangku mulai masuk satu persatu."Aku mau pergi Mas, setelah itu aku mau ajukkan gugatan ke pengadilan," jawabku yakin."Nggak Dinda..." Mas Fahri halangin aku, ngambil lagi baju-baju aku yang berada di koper lalu memindahkannya lagi ke dalam lemari.Setelah dimasukkan ke lemari, aku keluarkan lagi begitupun selanjutnya sampai aku marah dan menutup koperku."Mas nggak usah halangin aku karna setelah ini hubungan kita berakhir. Aku akan urus semuanya kalau Mas nggak mau ngurus

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15
  • Selingkuhan Suamiku   Aku Talak Kamu

    Suara ketukan tanpa jeda disertai dengan suara bel tanpa henti membuatku mau tak bangun. Mataku sepet pas lihat jam sudah setengah tujuh. Semalam kurang tidur habis packing dan efeknya sekarang ini malah kepalaku berat dipaksakan bangun. Kuturuni undakkan demi undakan dengan hati-hati, takut jatuh akibat tak seimbang. Suasana rumah masih sepi, mungkin aku di rumah ini seorang ini karena Mama sudah terang-terangan memilih menginap di rumahnya Miska.Suara ketukannya nggak mau berhenti, ingin sekali berteriak buat bersabar sebentar saja menunggu dibuka."Kamu ini lama amat bangunnya, bukannya bangun dari pagi malah leha-leha. Mentang-mentang suami kamu nggak di rumah ini." Waktu buka pintu, Mama nyerocos sambil masuk eh di belakangnya malah si Miska ngikutin.Cuma yang bikin aku menunda menjawab adalah Mama sama Miska sama-sama membawa kantong kresek besar dan ada terlihat menyebul sayuran dari dalamnya."Iya, males banget sih kamu. Nggak kerja tapi males," cibir Miska bikin tanganku m

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • Selingkuhan Suamiku   Di Usir Dari Rumah

    "Mas kamu...," kalimatku menggantung menahan sesak yang tiba-tiba menghampiri.Aku berencana menggugat cerai Mas Fahri sesudah aku keluar dari rumah ini, tapi kalah cepat dengan dia yang sudah menalakku duluan. Sumpah aku nggak terima, nggak terima karena dengan alasan tadi Mas Fahri sampai nalak aku, menghinakkan aku di depan mama dan istri mudanya. Keterlaluan kamu, Mas!"Kamu denger Dinda?" Miska tersenyum miring lihat aku sambil melipat tangannya di depan dada. "Kalau Mama jadi Dinda, Mama mau langsung angkat kaki dari sini." Tambah panas saja hatiku mendengar dua orang perempuan yang miskin empati itu berkata-kata di depan mukaku."Oke.. Aku akan pergi dari sini. Aku memang sudah berniat pergi dari kemarin juga!" Tanpa menunggu waktu lebih lama, kumelangkah ke kamar mengambil koper yang kemarin lalu memasukkan semua pakaianku tanpa tersisa. Dua koper besar aku seret keluar dari kamar hingga kulihat ketiganya natap aku tak berkedip. Ada penyesalan kenapa nggak dari kemarin saja

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-17
  • Selingkuhan Suamiku   Surat Gugatan

    "Din.. Dinda.. gimana kata Pak Raga? Denger-denger novelmu bakal diangkat ke layar lebar ya?" Ulfa antusias banget dengan rencana ini, aku sih mengaminkan dengan kencang dalam hati selain karena aku sedang butuh uang banyak, semoga saja tidak ada halangan dan hambatan. "Do'ain aja ya, moga jadi," jawabku sambil mengulas senyum."Pastinya, aku tau kamu pantes dapetin itu. Aku aja mewek sama alur ceritanya, nyentuh banget. Kayak realate banget sama kehidupan nyata." Ulfa ini memang paling baik diantara yang lainnya, dia itu perhatian banget sama teman. Tidak merasa tersaingi malah nyuport habis-habisan."Makasih ya, moga aja nggak ada halangan apapun.""Aamiin.." Ulfa mengusap wajahnya sambil tersenyum, kata Ulfa bangga banget punya teman kayak aku yang nggak nyerah di tengah prahara rumah tanggaku. Minggu lalu waktu aku niat kerja daily, aku cerita sama Ulfa dan Ulfa menyayangkan hubunganku yang harus kandas."Masalah perceraian gimana? Udah sampai mana?"Aku ngangkat bahu, nggak tah

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-18
  • Selingkuhan Suamiku   Hamil Muda

    Tiga minggu sejak gugatan masuk ke Pengadilan Agama, aku merasa ada yang tidak beres dengan tubuhku. Pagi-pagi, menjelang subuh perutku serasa dikocok, mual sampai muntah. Kepalaku juga pusing bukan main, makan pun nggak bisa masuk karena dimuntahin lagi. Benar-benar hari yang kurang baik untuk aku yang sedang sibuk-sibuknya di kantor."Sakit?" Ulfa nempelin punggung tangannya ke keningku. "Demam, Din." Katanya, mungkin iya ditambah mataku terasa panas dan berair. "Izin pulang aja, Din. Biar aku yang izinin ya."Kepalaku menggeleng. "Nggak usah, soalnya aku ada janji sama Pak Raga. Beliau bilang sutradaranya mau ketemu, datang ke kantor siang ini." Andaikan sutradanya nggak datang, aku nggak bakalan maksain masuk kantor. Tapi masalahnya Pak Raga sejak semalam sudah bilang lewat sekretarisnya agar aku menyiapkan diri hari ini. Dan tepat pukul 11 siang, aku dipanggil masuk ruangannya Pak Raga. Di sana sudah ada Mas Bram, sutradara terkenal yang menangani banyak film. Jujur, aku nervous

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-19
  • Selingkuhan Suamiku   Gugurkan Saja

    Entah apa yang merasukiku datang ke rumah yang dulu aku tinggali. Rumah yang pernah menjadi tempat ternyamanku selama pernikahanku.Baru hendak kuayun langkah masuk ke pintu gerbang yang terbuka, kulihat Miska bersama mantan ibu mertuaku tengah tertawa-tawa kecil sambil fokus mereka ke ponsel. Ingin kutarik lagi lalu mundur, tapi Mas Fahri keluar berjalan di belakang mereka. Nampaknya mereka akan berangkat, dengan koper yang dibawa Mas Fahri.Sumpah, aku nggak sanggup. Aku nggak tahu gimana caraku untuk menyampaikan semua ini, bagaimana kalau nanti Mas Fahri nggak percaya?"Dinda..."Bukan Mas Fahri, melainkan itu suara mantan ibu mertuaku yang sadar lebih dulu menemukanku berdiri. Kemudian kulihat Mas Fahri natap aku begitupun dengan Miska. Miska sinis sekali pas menemukanku di depan pintu gerbang."Ada apa kamu kesini?" tanya Miska."Aku-aku ada urusan sama Mas Fahri," jawabku tanpa ingin menatap matanya."Urusan apa? Mau minta uang? Bukannya kamu udah kerja."Kuseret ludahku susah

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-21

Bab terbaru

  • Selingkuhan Suamiku   Fitnah Tak Jelas

    POV DindaLama-lama kehamilanku ini malah tambah parah rasanya, mulai nggak bisa semua makanan aku nikmati dan aku juga nggak bisa menerima bau-bauan yang hinggap ke hidungku. Rasanya tuh mual dan lama-lama mau muntah. Sepertia saat ini, tetiba wangi parfum yang malah bikin kepalaku pusing. Wanginya nggak nyengat, nggak terlalu strong, manly tapi herannya nggak bisa aku terima dan lebih kagetnya kala mendapati bahwa Pak Ragalah pemilik wangi itu. Beliau ada di depan kubikel aku, spontan aku lirik teman-teman timku takut ada yang salah paham melihat 'kedekatanku' dengan Pak Raga."Din, sarapan dulu." Beliau nyimpan sesuatu, kotak makanan karena aromanya tercium nikmat. Kayanya enak, lagian kebetulan belum sempat sarapan."Buat saya Pak?" tanyaku sok pura-pura."Menurutmu buat siapa? Nggak ada orang lain lagi di ruangan ini."Ya karena memang cuma baru beberapa yang datang, itupun mereka lagi di pantry, biasalah sarapan, ngopi sambil gosip.Pak Raga tergolong bos yang rajin, masih ada

  • Selingkuhan Suamiku   Hancur Perlahan

    "Jadi Raga lagi deket sama janda?" Tante Nelly kelihatan termenung, pasti pikirannya sudah terkontaminasi oleh ceritaku tentang si Dinda."Iya Tan, Tante coba deh bicara baik-baik sama Raga. Masa iya seorang Raga bisa sama janda kaya perempuan itu, dia perempuan nggak punya Tan. Rumahnya aja ngontrak, terus bukan dari turunan keluarga yang selevel dengan keluarga Tante. Ya Miska cuma menyayangkan aja, kasihan nanti kalau Om sama Tante harus malu pas kabar ini sampai ke kolega atau rekan bisnis kan."Perlahan Tante Nelly nggangguk, yes aku rasa misiku sudah hampir berhasil. Aku yakin banget setelah ini Raga nggak akan pernah kelihatan atau terdengar dekat lagi sama Dinda.Kami cukup lama ngobrol hingga akhirnya aku bisa lihat Raga keluar dari kamarnya di lantai atas, lah aku kira Raga sudah berangkat ke kantor tapi rupanya dia masih ada di rumah. Wah bisa-bisa nanti dia curiga sama aku lagi."Hai Ga.." Tanganku melambai nyapa dia yang menghampiri kami."Hai Mis, tumben..""Iya nih, kan

  • Selingkuhan Suamiku   POV Miska

    "Gimana, lo udah berhasil ngerjain si Dinda?" Kesal juga menunggu cukup lama di depan gerbang rumah.Sejak aku tahu kalau dia tinggal di perumahan itu, aku jadi punya ide buat ngerjain dia. Minimal bikin dia takut dan akhirnya nggak betah tinggal di Jakarta. Aku nggak mau yah kalau Mas Fahri nyamperin dia dengan alasan-alasan lain. Seperti kayak tempo hari, suamiku minta diantar buat urusan surat cerai. Padahal tinggal minta pengacara saja buat urus semuanya bikin hatiku ketar-ketir nggak jelas. "Berhasil Bos, cuma.." Orang suruhanku natap aku dalam-dalam kayak ada yang janggal."Saat kami mau masuk ke rumahnya, di rumah sebelahnya kayak masih rame Bos. Untungnya kami nggak jadi aksi, soalnya nggak lama setelah itu kami lihat ada mobil mewah datang pas kami udah kabur naik motor.""Mobil mewah?" Keningku mengernyit dalam, mobil siapa yang dia maksud itu."Iya Bos, kami nggak tau siapa yang ada di dalamnya karna kami langsung kabur dari perumahan itu."Penuturan anak buahku bikin aku

  • Selingkuhan Suamiku   Diinterogasi Pak RT

    Sekelebatan dua orang tadi terlihat lagi, keduanya naik motor dengan mesin yang tidak dinyalakan. Aku nggak salah lagi, jelas sekali mataku ini melihat kedua orang yang lari dari arah rumahku menuju tempat gelap dimana motor mereka berada.Diiringi ketakutan akibat mati lampu, mau tak mau memberanikan diri menyalakan meteran listrik di luar sana. Kalau tidak kan listrik di rumahku bakalan mati sampai pagi, anehnya pos ronda yang tak jauh dari rumah kelihatan sepi kalau biasanya ada yang jaga sampai subuh. Sayup-sayup terdengar suara deru mesin mobil makin dekat dan tak salah lagi, mobil yang aku kenali parkir di depan rumah. Itu mobilnya Pak Raga, ada apa coba datang lagi malam-malam begini? Bikin aku was-was disamperin bos di waktu yang kurang wajar."Dinda, kenapa listrik rumahmu mati? Apa tokennya mati?" Kulihat Pak Raga menghampiriku yang memang belum sempat menyalakan meteran listrik. Pun saat baru akan aku jawab, tetangga sebelah rumah keluar dan bertanya dengan suara nyaring.

  • Selingkuhan Suamiku   Hamil di Luar Nikah

    Aku menatap nanar uang dalam amplop dari bank. Makan-makan kemarin sama sekali tidak ada yang keluar dari dompetku, murni Pak Raga semua yang bayar. Itupun aku nggak enak sama beliau pas mau bayar di kasir, beliau malah memberikan kartunya dan melarangku bayar. Mau diganti, ditolak dengan alasan biar uangku ditabung buat lahiran nanti. Menunggu taksi online di halaman Bank tempat mencairkan uang, nggak sengaja mataku menangkap sosok Mas Fahri, dia kelihatan keluar dari toko sebelah Bank. Toko bakery terkenal, dulu sebelum berpisah aku sering ke toko bakery itu. Kuenya enak-enak, cake, puding dan rata-rata enak semua. Pernah aku berpikiran ingin memiliki toko bakery saja daripada menulis. Mengembangkan sisi lain diriku yang memang hoby membuat kue.Taksi online datang, gegas ku masuk. Tujuanku sekarang adalah supermaket. Rencana membeli kebutuhan bulanan yang memang sudah habis. Hari ini aku memang izin pulang lebih awal sekitar pukul 2 kurang mengejar tutup Bank biar bisa mencairkan

  • Selingkuhan Suamiku   Merasa Tersindir

    Aku masuk kerja lagi sesuai yang diminta Pak Raga. Pertemuan kami membahas masalah produksi film berjalan lancar, dan sesuai yang aku prediksi hari ini aku mendapatkan DP bayaran filmku yang pertama sebagai tanda jadi. Sumpah aku shock begitu tanganku menerima cek dengan nilai yang menurutku sangat besar ini. Kata anak-anak, begitu Pak Raga keluar dari ruangan meeting wajahnya berseri-seri. Senyum terus mengukir di wajahnya yang tampan. Aku sih nggak tahu karena jalan di belakang beliau dan orang-orang film. Sebenarnya membuatku insecure, apalah aku ini yang bukan apa-apa bermodalkan cerita akhirnya dapat tawaran kontrak menggiurkan."Din, gimana?"Teman-temanku pada kepo, jelas mereka tahu kalau aku dapat kontrak ini. "Apanya?" tanyaku pura-pura."Filmmu? Udah dikontrak kan?"Aku cuma ngangguk kecil mengiyakan, nggak mau bohong anggap saja sebagai motivasi buat mereka agar bisa memecut diri lebih semangat. Karena biasanya yang aku tahu, perusahaan itu akan melihat peluang dari para

  • Selingkuhan Suamiku   Gugurkan Saja

    Entah apa yang merasukiku datang ke rumah yang dulu aku tinggali. Rumah yang pernah menjadi tempat ternyamanku selama pernikahanku.Baru hendak kuayun langkah masuk ke pintu gerbang yang terbuka, kulihat Miska bersama mantan ibu mertuaku tengah tertawa-tawa kecil sambil fokus mereka ke ponsel. Ingin kutarik lagi lalu mundur, tapi Mas Fahri keluar berjalan di belakang mereka. Nampaknya mereka akan berangkat, dengan koper yang dibawa Mas Fahri.Sumpah, aku nggak sanggup. Aku nggak tahu gimana caraku untuk menyampaikan semua ini, bagaimana kalau nanti Mas Fahri nggak percaya?"Dinda..."Bukan Mas Fahri, melainkan itu suara mantan ibu mertuaku yang sadar lebih dulu menemukanku berdiri. Kemudian kulihat Mas Fahri natap aku begitupun dengan Miska. Miska sinis sekali pas menemukanku di depan pintu gerbang."Ada apa kamu kesini?" tanya Miska."Aku-aku ada urusan sama Mas Fahri," jawabku tanpa ingin menatap matanya."Urusan apa? Mau minta uang? Bukannya kamu udah kerja."Kuseret ludahku susah

  • Selingkuhan Suamiku   Hamil Muda

    Tiga minggu sejak gugatan masuk ke Pengadilan Agama, aku merasa ada yang tidak beres dengan tubuhku. Pagi-pagi, menjelang subuh perutku serasa dikocok, mual sampai muntah. Kepalaku juga pusing bukan main, makan pun nggak bisa masuk karena dimuntahin lagi. Benar-benar hari yang kurang baik untuk aku yang sedang sibuk-sibuknya di kantor."Sakit?" Ulfa nempelin punggung tangannya ke keningku. "Demam, Din." Katanya, mungkin iya ditambah mataku terasa panas dan berair. "Izin pulang aja, Din. Biar aku yang izinin ya."Kepalaku menggeleng. "Nggak usah, soalnya aku ada janji sama Pak Raga. Beliau bilang sutradaranya mau ketemu, datang ke kantor siang ini." Andaikan sutradanya nggak datang, aku nggak bakalan maksain masuk kantor. Tapi masalahnya Pak Raga sejak semalam sudah bilang lewat sekretarisnya agar aku menyiapkan diri hari ini. Dan tepat pukul 11 siang, aku dipanggil masuk ruangannya Pak Raga. Di sana sudah ada Mas Bram, sutradara terkenal yang menangani banyak film. Jujur, aku nervous

  • Selingkuhan Suamiku   Surat Gugatan

    "Din.. Dinda.. gimana kata Pak Raga? Denger-denger novelmu bakal diangkat ke layar lebar ya?" Ulfa antusias banget dengan rencana ini, aku sih mengaminkan dengan kencang dalam hati selain karena aku sedang butuh uang banyak, semoga saja tidak ada halangan dan hambatan. "Do'ain aja ya, moga jadi," jawabku sambil mengulas senyum."Pastinya, aku tau kamu pantes dapetin itu. Aku aja mewek sama alur ceritanya, nyentuh banget. Kayak realate banget sama kehidupan nyata." Ulfa ini memang paling baik diantara yang lainnya, dia itu perhatian banget sama teman. Tidak merasa tersaingi malah nyuport habis-habisan."Makasih ya, moga aja nggak ada halangan apapun.""Aamiin.." Ulfa mengusap wajahnya sambil tersenyum, kata Ulfa bangga banget punya teman kayak aku yang nggak nyerah di tengah prahara rumah tanggaku. Minggu lalu waktu aku niat kerja daily, aku cerita sama Ulfa dan Ulfa menyayangkan hubunganku yang harus kandas."Masalah perceraian gimana? Udah sampai mana?"Aku ngangkat bahu, nggak tah

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status