Share

Loyo

Author: NonaRein
last update Last Updated: 2025-02-04 13:16:00

Aku coba meredam perasaanku yang mulai gak enak. Aneh saja kalau dipikirkan lebih teliti, masak iya aku harus tanya di saat suamiku tadi sudah jawab kalau dia makan siang sama Tiara sebelum aku ke sini. Walau aku nggak munafik masih tetap bertanya-tanya dengan siapa sebenarnya Mas Fahri makan siang.

"Sayang, kenapa jadi diam?" Mas Fahri mindai wajah aku pasti dia lihat banget kalau aku lagi mikir keras.

"Eh nggak Mas, lagi mikirin nanti malam kita makan di luar yuk. Udah lama kayaknya kita nggak makan keluar sambil jalan-jalan." Berharap diiyain sama suamiku biar dia nggak curiga.

“Kayaknya nggak bisa deh, Sayang. Gimana kalau besok malam aja, malam ini Mas udah janji mau bahas kerjaan sama Roni, kamu tau kan bisnis baru Mas sama Roni.”

“Pulang kerja?”

“Heem, malem lah sekitar jam tujuhan. Kita mau bahas banyak banget, kayaknya sampai larut deh. Maklum kalau luncurin bisnis baru kan harus siapin semuanya dengan detail.”

Aku pura-pura saja ngangguk paham, aku juga tidak terlalu tahu apa bisnisnya Roni tentang apa dan niat banget suamiku ini buat bantu.

***

[Dinda, Mas ke tempatnya Roni dulu ya, Sayang. Mas janji selesai semua, Mas langsung pulang.]

Aku baca chatnya Mas Fahri sekitar jam tujuj malam, karena Mas Fahri tidak pulang dulu ke rumah langsung dari kantornya.

Aku nggak bales, cuma ngangguk sendiri saja tanpa bisa dia lihat. Kalau gitu aku nulis saja lah daripada bengong.

Sebelum mulai nulis, aku beres-beres rumah dulu, cuci-cuci piring sama gelas kotor. Mungkin ada setengah jam aku berkutat dengan pekerjaan rumah tanggaku ini, gegas setelah selesai aku baru ke kamar membuka laptop fokus dengan niat awalku tadi. Entah selesai jam berapa semalam. aku juga langsung tidur nggak nunggu suamiku pulang dan aku juga nggak tahu kapan suamiku ini datang, tahu-tahu sudah ada di sebelahku tidur pulas masih dengan pakaiannya kerjanya, kemeja tanpa jasnya sudah dilepas.

"Mas..." Kuguncang pelan tubuhnya suruh dia bangun, tapi nggak bangun-bangun malah suara dengkurannya makin keras.

"Mas..." ulangku.

Dia menggeliat, perlahan matanya membuka. "Ada apa, Dinda?" Kelihatan banget malas sama ngantuk beratnya.

"Udah pagi, Mas bangun siap-siap ngantor."

"Duh nanti aja, Mas ngantuk banget. Mas capek, badan Mas pegel-pegel. Kayaknya hari ini Mas bolos kerja, pengen tiduran aja."

Aku tahu Maas Fahri pasti masih ngantuk karena bahas kerjaan semalam, tapi ko kesannya dia mengesampingkan urusan kantornya sendiri setelah bahas kerjaan sama Roni. Pulang-pulang malah loyo banget staminanya.

Usai bangunin suamiku, gegas aku ke bawah buat beli sayuran buat sarapan. Di depan sana tukang sayur yang biasa mangkal sudah teriak-teriak buat panggil ibu-ibu komplek. Dan aku lihat ada Mbak Janda sebelah berpakaian serba minim bikin aku jadi malu sendiri ngelihatnya, pasti setelah ini ibu-ibu komplek bakalan ramai gibahin dia.

"Bang udangnya ada? Sama brokolinya." Rencananya pagi ini aku mau bikin sarapan udang saus tiram sama tumis brokoli favoritnya Mas Fahri. Pasti Mas Fahri lahap makannya, aku yakin itu.

"Bang, daging ayamnya sekilo. Jahenya juga sama wortel," pinta Miska setelah aku bicara.

"Mbak Miska mau bikin apa?" tanya Citra, dia ini seumuran denganku tetanggaan juga tapi rumahnya terhalang tiga rumah dari rumahku.

"Mau bikin sup ayam jahe, buat stamina. Badan saya rontok capek banget habis gadang semalaman." Jawaban Miska spontan bikin aku ngerutin kening, habis ngapaian dia capek segala habis gadang kayak habis ngeronda saja.

Eh! Sebentar. Habis gadang? Badannya capek banget?

"Mbak Miska ini kayak habis malam jumatan aja, rontok segala badannya," ujarku mancing. Ingin tahu habis ngapain sih dia sebenarnya, aku kan jadi kepo gara-gara story dia kemarin.

"Emang, kan habis malam jum'atan. Capek banget banyak gaya." Miska terkekeh tapi aku dan ibu-ibu yang lain malah saling pandang. Lah kalau dia habis malam jum'atan, lantas siapa lakinya? Dia kan janda anak satu.

"Mbak Miska punya suami? Ko warga di sini nggak tau siapa suaminya Mbak Miska? Jangan-jangan Mbak Miska nutupin status Mbak Miska dari Pak RT?" Langsung saja aku sembur dia biar tahu rasa.

Bola mata Miska bergerak liar seperti sedang cari alasan. "Eh nggak ko saya cuma bercanda. Kemarin habis gym mulai lagi jadi badannya pada rontok." Dia terkekeh nutupin mulutnya lalu buru-buru membayar setelah tukang sayur menghitung total belanjaannya.

Bodynya yang bohai dengan gaun tidur bahan satin berbalik masuk ke rumahnya lalu menutup pintunya rapat-rapat.

"Nggak ngerti deh sama dia, pakai baju tidur keluar buat beli sayuran. Kalau suami saya lagi di luar, otomatis saya langsung suruh masuk lagi. Bisa gawat tuh penampilan seksinya dia."

Ibu-ibu sudah heboh perkara Miska dengan gaun tidurnya itu. Aku sih setuju-setuju saja secara menurutku pakaiannya kurang sopan kalau dipakai keluar rumah.

*

Menjelang siang sekitar pukul sepuluhan, suamiku baru bangun. Selama kami menikah, ini kali pertama suamiku bangun siang selain karena sakit. Dengan muka bantalnya dia turun lalu duduk buat makan, karena aku yang nyuruh dia buat sarapan yang terlewatkan.

"Mas, tadi ibu-ibu komplek pada ngomongin janda sebelah," aduku sama Mas Fahri sewaktu aku ambilkan nasi dan teman-temannya ke dalam piring.

"Kenapa memangnya?" Mas Fahri seperti biasa dengan ekspresi santainya.

"Itu loh gara-gara dia pakai gaun tidur tipis di atas paha mana belahan atasnya kelihatan lagi." Kepalaku geleng-geleng, entah gimana jadinya kalau suamiku sendiri ngelihat pemandangan itu.

"Seksi dong," sahut Mas Fahri nerima piringnya lalu menyuapkan satu sendok suapan pertamanya itu.

"Seksi sih tapi nggak tau tempat!" Semburku. Tuh kan gimana kalau suamiku lihat sendiri, nggak lihat saja dia bilang seksi kan aku jadi kesal.

Langsung aku berdiri ngambil air minum di dapur, mendadak seret tenggorokan kalau bahas janda sebelah.

"Nggak usah marah kali, Sayang. Biarinlah asal jangan kamu yang pakai kayak gitu keluar rumah, nggak bakalan nggak ikhlas." Satu lirikan mata suamiku bikin aku meleyot, tiap kali kayak gitu nyerah deh aku.

"Tapi Mas.." Teringat perkataan Miska yang badannya rontok-rontok habis gym katanya gitu. "Dia juga lagi capek katanya, badannya pegal-pegal rontok sebadan-badan. Habis gadang malam jum'atan. Ada ya tetangga modelan gitu, padahal nggak deket-deket banget berani bicara kayak gitu." Sama Citra saja yang sudah sama-sama lama tinggal di sini, aku belum terlalu bebas ngobrolin masalah kayak yang diucapkan Miska tadi, malu.

"Dianya curhat sama kamu?"

"Bukan curhat, tapi aku tanya. Katanya sih dia habis ngegym gitu, mulai lagi."

“Oh mungkin iya, positif aja, Sayang. Ko kamu jadi seneng ngomongin dia?”

Aku mendelik, bukan seneng Mas, tapi kesel.

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Selingkuhan Suamiku   Menyambut Mama Mertua

    Semenjak buka status whatsappnya Miska, aku jadi keterusan buat nggak kepo. Malah aku makin penasaran pengen tahu apa yang sebenarnya, siapa laki-laki yang dimaksud dia sebagai suaminya itu. Seperti siang ini, aku ngintip statusnya dan seketika hatiku panas meradang merasa statusnya itu ditujukan pada kami, ibu-ibu komplek.[Dasarnya ibu-ibu komplek, nggak bisa tenang lihat body seksi kaya gini. Takut kesaingan ya? hahaha]Statusnya sudah sekitar tiga jam lalu, itu tandanya setelah dia belanja tadi.Padahal siapa yang takut kesaingan cuma berusaha jaga pandangan mata para suami kalau tampilannya menantang kaya gitu, kata-katanya itu ditujukan padaku langsung dan buat para ibu-ibu yang sedang belanja tadi.Mataku melebar kala status Miska muncul lagi.[Bentar lagi ketemu mertua, belanja dulu ah buat nyambut.]"Mertua? Oh jadi beneran kalau dia udah punya suami. Aku komen ah..."Eh.. eh ko statusny malah hilang. Aku cari-cari tetap nggak ketemu, pasti Miska sudah menghapusnya, apa dia

    Last Updated : 2025-02-04
  • Selingkuhan Suamiku   Menyanjung Perempuan Lain

    "Wah Aurel kamu cantik banget sih." Samar kudengar suara mama mertua di luar rumah ketika pagi menjelang. Pagi ini aku bangun lebih awal, mau bikin sarapan buat Mama sekaligus nyiapin bekal buat Mas Fahri. Semalam suamiku itu bilang mau dibawain bekal ke kantor. Namun, aku terdiam kala pintu samping rumah yang sudah terbuka. Kuperhatikan dari samping kalau pintu gerbang rumah juga sudah terbuka, fix Mama mertua memang sedang bercengkrama di depan rumah jendes itu.Ingin sekali aku larang Mama, tapi masa aku larang-larang. Bisa-bisa Mama nanti ngadu sama Mas Fahri dan nganggap aku menantu kurang ajar hanya gara-gara ngobrol sama anak jendes cantik itu."Sayang.. Kamu ko bengong." Tangan Mas Fahri melingkar di pinggangku. Aku sempat bengong natap wajah bantal suamiku yang baru saja bangun."Oh itu lagi nunggu Mama, ko Mama pagi-pagi sekali udah keluar aja ngobrol sama anaknya Mbak Miska lagi," aduku. "Biarin aja, mungkin Mama lagi pengen ada temen ngobrol. Atau Mama lagi ngasih oleh-o

    Last Updated : 2025-02-04
  • Selingkuhan Suamiku   Hadiah Tas Dari Suami

    Hari ini aku pulang dari kantor editor, sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya tanpa memberitahukan Mama sama Mas Fahri, katanya anaknya Pak Wira mau kunjungan ke kantor sekalian lihat-lihat kantor sebelum beliau menjabat gantiin Pak Wira. Tapi kami tunggu sampai siang anaknya Pak Wira yang entah siapa namanya tak kunjung datang katanya nggak jadi pulang ke Jakarta hari ini. Padahal aku sudah cari alasan sama Mama biar Mama nggak curiga kalau aku kerja. "Ma..." Suasana rumah sepi, kucari Mama di halaman belakang siapa tahu sedang duduk santai sambil buka-buka hape. Namun sosok mertuaku itu tidak terlihat di sana. "Ma..." kupanggil lagi, tetap tidak ada sahutan.Curiga, kulirik rumah sebelah. Kuputuskan mendatanginya dengan langkahku yang lebar dan tergesa-gesa, kubuka pintu samping. Mulai samar kudengar suara orang ramai ketawa-tawa di rumah itu. Kuhela napas dalam-dalam sebelum akhirnya aku buka pintu pagar Mbak Miska lalu kubuka perlahan agar aku bisa melihat apa sedang terjadi

    Last Updated : 2025-02-04
  • Selingkuhan Suamiku   Pulang Berduaan

    Bukti apalagi yang harus aku cari buat membuktikan kalau status Mbak Miska ini memang ditujukkan buat suamiku? Hampir semalaman aku tidak kunjung menutup mata akibat memikirkannya, kalau sampai kenyataannya benar, aku bingung harus bagaimana. Entah apa karena aku yang terlalu polos selama ini, mengganggap tidak ada yang terjadi sehingga aku tidak tahu di belakangku ada apa.Bangun tidur, tenggorokanku terasa kering. Kulirik sebelah tempat tidurku dimana biasanya suamiku berada di sana, ternyata sudah kosong. Kemana suamiku sepagi ini?Curiga, kusibak selimutku. Gegas kucari keberadaan suamiku berada, sampai ke lantai bawah. Namun kucari-cari, entah dimana dia berada hingga telingaku menangkap suara seseorang di halaman belakang."Kamu jangan sering bikin status WA. Lama-lama nanti Dinda bisa curiga." Dari belakang Mas Fahri nampak menyugar rambutnya. "Iya itu kamu bikin status dibeliin tas sama aku, kalau Dinda tau gimana? Berabe kan?"Kuseret ludahku susah payah, apa telingaku tidak

    Last Updated : 2025-02-04
  • Selingkuhan Suamiku   Papanya Aurel

    Sumpah kali ini aku nggak bisa tenang, aku nangis di dalam kamar akibat kejadian barusan yang bikin aku yakin 80 % kalau mereka ada hubungan. Ya allah, sumpah aku belum sanggup kalau ternyata mereka memang ada hubungan. Aku belum mempersiapkan apapun jika aku berpisah dengan Mas Fahri. "Dinda Sayang, maaf kalau Mas bikin kamu marah. Mas janji, Mas nggak akan nawarin tebengan lagi sama Miska." Suamiku ngehampiri aku tapi mama mertuaku, mama mertuaku malah mampir ke rumah si jendes kegatelan itu.Dadaku makin sesak, sekelebatan aku membayangkan mereka ngapain aja di dalam mobil. Lihat jendes itu turun sambil dadah-dadah saja bikin aku mau muntah, apalagi membayangkan yang lain-lainnya."Kamu sama mama kayaknya akrab banget sama Mbak Miska, coba sekarang bicara jujur sama aku. Kalian sebenernya udah kenal lama kan?"Kedua netra Mas Fahri natap mataku lekat-lekat, lalu bibirnya perlahan menyungging. Tangannya terulur rapiin anak rambutku lalu ngaitin ke telinga. "Kata siapa udah kenal l

    Last Updated : 2025-02-04
  • Selingkuhan Suamiku   Foto Suamiku

    Air mataku merembes saat Nadia mengirimiku foto. Foto suamiku dengan janda itu. Janda yang sudah bikin hidupku nggak tenang akhir-akhir ini. Sampai tubuhku rasanya lemas tak bertenaga dimana di dalam foto itu Miska lagi nyuapin suami aku makan di sebuah restoran. Nadia bilang, dia nggak sengaja lihat Mas Fahri makan sore-sore di sana dengan seorang perempuan berpenampilan menarik dan seksi. Pas aku lihat fotonya, ya allah tanganku sampai gemeteran karena ternyata benar, dia adalah Miska.Kususut air mataku yang nggak mau berhenti, sumpah sakit hatiku mendapati kenyataan pahit ini. Suamiku ada main dengan janda tetangga sebelah. Jadi, selama ini bukti pembelian tas, ngasih tumpangan ternyata adalah alasan hubungan mereka. Bodoh Dinda, kamu memang bodoh banget."Din, jangan mewek. Kamu nggak apa-apa kan?" Mungkin Nadia dengar suaraku yang sengau bikin dia khawatir dan akhirnya milih nelpon buat mastiin aku baik-baik saja."Mereka masih ada di sana, Nad?" Malah aku tanya keberadaan mere

    Last Updated : 2025-03-05
  • Selingkuhan Suamiku   Nikah Siri

    Lama kumenunggu suamiku datang, sampai pegal rasanya. Sudah lewat setengah jam dari seharusnya, suamiku menampakkan batang hidungnya sedikitpun untuk rencana makan siang yang sudah direncanakan semalam."Coba deh aku telpon," gumamku lalu mengambil ponselku. Ku tekan nomornya Mas Fahri, tak lama terdengar nada tersambung tapi kemudian nada itu berganti dengan nada sibuk. "Ko direject?" Jelas aku marah, dia semalam mau diajak makan siang malah nawarin jemput, eh pas waktunya malah nggak muncul.Kesal sampai perut keroncongan, kuputuskan keluar rumah mencari makanan. Biasanya siang-siang gini ada si abang tukang bakso lewat depan rumah. Aku mau pesan bakso dengan level terpedas."Dinda..."Kulirik dua rumah di sebelahku, ada Citra tetanggaku yang lagi nutup pintu pagar rumahnya lalu berlari kecil nyamperin aku."Suami kamu ada?" tanya Citra tiba-tiba. Ngapain dia tanya suamiku."Nggak ada, lagi di kantor. Kenapa emangnya Cit?"Gelagat Citra juga aneh, dia celingukkan lirik-lirik rumahny

    Last Updated : 2025-03-06
  • Selingkuhan Suamiku   Rekaman Video

    "Bu Dinda.." Sekretaris suamiku gegas berdiri menyambutku yang tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan, dia kelihatan gugup waktu lihat aku persis lihat hantu. "Di dalam ada siapa?" Padahal aku cuma ngetes sekretaris yang sudah lama kerja dengan Mas Fahri. Apa dia akan jujur kalau di dalam itu ada Miska."Eum anu Bu.." "Shuuutt..." Aku meletakkan telunjukku di depan bibir saat mataku melihat dengan jelas kalau perempuan itu ada di dalam ruangannya Mas Fahri. Ruangan yang sedikit terbuka itu memudahkan aku melihat sedang apa keduanya di dalam sana. Kulihat wajah Tiara, sekretaris suamiku makin tertekan tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Makin mendekati ruangannya Mas Fahri, jantungku makin berdebar kencang. Jujur, sebenarnya aku tak siap dengan situasi seperti ini tapi aku ingin tahu mereka berbuat apa. Dari celah yang terbuka sedikit itu aku bisa mengintip ke dalam dan jantungku yang awalnya berdebar cepat seakan berhenti begitu saja.Tangis yang tidak aku rencanakan akan keluar malah

    Last Updated : 2025-03-06

Latest chapter

  • Selingkuhan Suamiku   Fitnah Tak Jelas

    POV DindaLama-lama kehamilanku ini malah tambah parah rasanya, mulai nggak bisa semua makanan aku nikmati dan aku juga nggak bisa menerima bau-bauan yang hinggap ke hidungku. Rasanya tuh mual dan lama-lama mau muntah. Sepertia saat ini, tetiba wangi parfum yang malah bikin kepalaku pusing. Wanginya nggak nyengat, nggak terlalu strong, manly tapi herannya nggak bisa aku terima dan lebih kagetnya kala mendapati bahwa Pak Ragalah pemilik wangi itu. Beliau ada di depan kubikel aku, spontan aku lirik teman-teman timku takut ada yang salah paham melihat 'kedekatanku' dengan Pak Raga."Din, sarapan dulu." Beliau nyimpan sesuatu, kotak makanan karena aromanya tercium nikmat. Kayanya enak, lagian kebetulan belum sempat sarapan."Buat saya Pak?" tanyaku sok pura-pura."Menurutmu buat siapa? Nggak ada orang lain lagi di ruangan ini."Ya karena memang cuma baru beberapa yang datang, itupun mereka lagi di pantry, biasalah sarapan, ngopi sambil gosip.Pak Raga tergolong bos yang rajin, masih ada

  • Selingkuhan Suamiku   Hancur Perlahan

    "Jadi Raga lagi deket sama janda?" Tante Nelly kelihatan termenung, pasti pikirannya sudah terkontaminasi oleh ceritaku tentang si Dinda."Iya Tan, Tante coba deh bicara baik-baik sama Raga. Masa iya seorang Raga bisa sama janda kaya perempuan itu, dia perempuan nggak punya Tan. Rumahnya aja ngontrak, terus bukan dari turunan keluarga yang selevel dengan keluarga Tante. Ya Miska cuma menyayangkan aja, kasihan nanti kalau Om sama Tante harus malu pas kabar ini sampai ke kolega atau rekan bisnis kan."Perlahan Tante Nelly nggangguk, yes aku rasa misiku sudah hampir berhasil. Aku yakin banget setelah ini Raga nggak akan pernah kelihatan atau terdengar dekat lagi sama Dinda.Kami cukup lama ngobrol hingga akhirnya aku bisa lihat Raga keluar dari kamarnya di lantai atas, lah aku kira Raga sudah berangkat ke kantor tapi rupanya dia masih ada di rumah. Wah bisa-bisa nanti dia curiga sama aku lagi."Hai Ga.." Tanganku melambai nyapa dia yang menghampiri kami."Hai Mis, tumben..""Iya nih, kan

  • Selingkuhan Suamiku   POV Miska

    "Gimana, lo udah berhasil ngerjain si Dinda?" Kesal juga menunggu cukup lama di depan gerbang rumah.Sejak aku tahu kalau dia tinggal di perumahan itu, aku jadi punya ide buat ngerjain dia. Minimal bikin dia takut dan akhirnya nggak betah tinggal di Jakarta. Aku nggak mau yah kalau Mas Fahri nyamperin dia dengan alasan-alasan lain. Seperti kayak tempo hari, suamiku minta diantar buat urusan surat cerai. Padahal tinggal minta pengacara saja buat urus semuanya bikin hatiku ketar-ketir nggak jelas. "Berhasil Bos, cuma.." Orang suruhanku natap aku dalam-dalam kayak ada yang janggal."Saat kami mau masuk ke rumahnya, di rumah sebelahnya kayak masih rame Bos. Untungnya kami nggak jadi aksi, soalnya nggak lama setelah itu kami lihat ada mobil mewah datang pas kami udah kabur naik motor.""Mobil mewah?" Keningku mengernyit dalam, mobil siapa yang dia maksud itu."Iya Bos, kami nggak tau siapa yang ada di dalamnya karna kami langsung kabur dari perumahan itu."Penuturan anak buahku bikin aku

  • Selingkuhan Suamiku   Diinterogasi Pak RT

    Sekelebatan dua orang tadi terlihat lagi, keduanya naik motor dengan mesin yang tidak dinyalakan. Aku nggak salah lagi, jelas sekali mataku ini melihat kedua orang yang lari dari arah rumahku menuju tempat gelap dimana motor mereka berada.Diiringi ketakutan akibat mati lampu, mau tak mau memberanikan diri menyalakan meteran listrik di luar sana. Kalau tidak kan listrik di rumahku bakalan mati sampai pagi, anehnya pos ronda yang tak jauh dari rumah kelihatan sepi kalau biasanya ada yang jaga sampai subuh. Sayup-sayup terdengar suara deru mesin mobil makin dekat dan tak salah lagi, mobil yang aku kenali parkir di depan rumah. Itu mobilnya Pak Raga, ada apa coba datang lagi malam-malam begini? Bikin aku was-was disamperin bos di waktu yang kurang wajar."Dinda, kenapa listrik rumahmu mati? Apa tokennya mati?" Kulihat Pak Raga menghampiriku yang memang belum sempat menyalakan meteran listrik. Pun saat baru akan aku jawab, tetangga sebelah rumah keluar dan bertanya dengan suara nyaring.

  • Selingkuhan Suamiku   Hamil di Luar Nikah

    Aku menatap nanar uang dalam amplop dari bank. Makan-makan kemarin sama sekali tidak ada yang keluar dari dompetku, murni Pak Raga semua yang bayar. Itupun aku nggak enak sama beliau pas mau bayar di kasir, beliau malah memberikan kartunya dan melarangku bayar. Mau diganti, ditolak dengan alasan biar uangku ditabung buat lahiran nanti. Menunggu taksi online di halaman Bank tempat mencairkan uang, nggak sengaja mataku menangkap sosok Mas Fahri, dia kelihatan keluar dari toko sebelah Bank. Toko bakery terkenal, dulu sebelum berpisah aku sering ke toko bakery itu. Kuenya enak-enak, cake, puding dan rata-rata enak semua. Pernah aku berpikiran ingin memiliki toko bakery saja daripada menulis. Mengembangkan sisi lain diriku yang memang hoby membuat kue.Taksi online datang, gegas ku masuk. Tujuanku sekarang adalah supermaket. Rencana membeli kebutuhan bulanan yang memang sudah habis. Hari ini aku memang izin pulang lebih awal sekitar pukul 2 kurang mengejar tutup Bank biar bisa mencairkan

  • Selingkuhan Suamiku   Merasa Tersindir

    Aku masuk kerja lagi sesuai yang diminta Pak Raga. Pertemuan kami membahas masalah produksi film berjalan lancar, dan sesuai yang aku prediksi hari ini aku mendapatkan DP bayaran filmku yang pertama sebagai tanda jadi. Sumpah aku shock begitu tanganku menerima cek dengan nilai yang menurutku sangat besar ini. Kata anak-anak, begitu Pak Raga keluar dari ruangan meeting wajahnya berseri-seri. Senyum terus mengukir di wajahnya yang tampan. Aku sih nggak tahu karena jalan di belakang beliau dan orang-orang film. Sebenarnya membuatku insecure, apalah aku ini yang bukan apa-apa bermodalkan cerita akhirnya dapat tawaran kontrak menggiurkan."Din, gimana?"Teman-temanku pada kepo, jelas mereka tahu kalau aku dapat kontrak ini. "Apanya?" tanyaku pura-pura."Filmmu? Udah dikontrak kan?"Aku cuma ngangguk kecil mengiyakan, nggak mau bohong anggap saja sebagai motivasi buat mereka agar bisa memecut diri lebih semangat. Karena biasanya yang aku tahu, perusahaan itu akan melihat peluang dari para

  • Selingkuhan Suamiku   Gugurkan Saja

    Entah apa yang merasukiku datang ke rumah yang dulu aku tinggali. Rumah yang pernah menjadi tempat ternyamanku selama pernikahanku.Baru hendak kuayun langkah masuk ke pintu gerbang yang terbuka, kulihat Miska bersama mantan ibu mertuaku tengah tertawa-tawa kecil sambil fokus mereka ke ponsel. Ingin kutarik lagi lalu mundur, tapi Mas Fahri keluar berjalan di belakang mereka. Nampaknya mereka akan berangkat, dengan koper yang dibawa Mas Fahri.Sumpah, aku nggak sanggup. Aku nggak tahu gimana caraku untuk menyampaikan semua ini, bagaimana kalau nanti Mas Fahri nggak percaya?"Dinda..."Bukan Mas Fahri, melainkan itu suara mantan ibu mertuaku yang sadar lebih dulu menemukanku berdiri. Kemudian kulihat Mas Fahri natap aku begitupun dengan Miska. Miska sinis sekali pas menemukanku di depan pintu gerbang."Ada apa kamu kesini?" tanya Miska."Aku-aku ada urusan sama Mas Fahri," jawabku tanpa ingin menatap matanya."Urusan apa? Mau minta uang? Bukannya kamu udah kerja."Kuseret ludahku susah

  • Selingkuhan Suamiku   Hamil Muda

    Tiga minggu sejak gugatan masuk ke Pengadilan Agama, aku merasa ada yang tidak beres dengan tubuhku. Pagi-pagi, menjelang subuh perutku serasa dikocok, mual sampai muntah. Kepalaku juga pusing bukan main, makan pun nggak bisa masuk karena dimuntahin lagi. Benar-benar hari yang kurang baik untuk aku yang sedang sibuk-sibuknya di kantor."Sakit?" Ulfa nempelin punggung tangannya ke keningku. "Demam, Din." Katanya, mungkin iya ditambah mataku terasa panas dan berair. "Izin pulang aja, Din. Biar aku yang izinin ya."Kepalaku menggeleng. "Nggak usah, soalnya aku ada janji sama Pak Raga. Beliau bilang sutradaranya mau ketemu, datang ke kantor siang ini." Andaikan sutradanya nggak datang, aku nggak bakalan maksain masuk kantor. Tapi masalahnya Pak Raga sejak semalam sudah bilang lewat sekretarisnya agar aku menyiapkan diri hari ini. Dan tepat pukul 11 siang, aku dipanggil masuk ruangannya Pak Raga. Di sana sudah ada Mas Bram, sutradara terkenal yang menangani banyak film. Jujur, aku nervous

  • Selingkuhan Suamiku   Surat Gugatan

    "Din.. Dinda.. gimana kata Pak Raga? Denger-denger novelmu bakal diangkat ke layar lebar ya?" Ulfa antusias banget dengan rencana ini, aku sih mengaminkan dengan kencang dalam hati selain karena aku sedang butuh uang banyak, semoga saja tidak ada halangan dan hambatan. "Do'ain aja ya, moga jadi," jawabku sambil mengulas senyum."Pastinya, aku tau kamu pantes dapetin itu. Aku aja mewek sama alur ceritanya, nyentuh banget. Kayak realate banget sama kehidupan nyata." Ulfa ini memang paling baik diantara yang lainnya, dia itu perhatian banget sama teman. Tidak merasa tersaingi malah nyuport habis-habisan."Makasih ya, moga aja nggak ada halangan apapun.""Aamiin.." Ulfa mengusap wajahnya sambil tersenyum, kata Ulfa bangga banget punya teman kayak aku yang nggak nyerah di tengah prahara rumah tanggaku. Minggu lalu waktu aku niat kerja daily, aku cerita sama Ulfa dan Ulfa menyayangkan hubunganku yang harus kandas."Masalah perceraian gimana? Udah sampai mana?"Aku ngangkat bahu, nggak tah

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status