Tak ingin berlarut-larut, Shana kembali melajukan mobilnya begitu pagar rumah telah terbuka sempurna. Suasana begitu sepi. Hanya terdapat dua satpam yang berjaga ditemani kopi dan gorengan. "Bu Shana sudah pulang?" sapa salah satu satpam sambil membuka pintu mobil untuknya. Shana hanya tersenyum tipis dengan anggukan. Memang jawaban apa yang harus ia beri? "Pak Nanang mana, Pak? Saya mau balikin kunci mobil," ucap Shana sambil meraih tasnya. Saat tak mendengar jawaban, gadis itu pun menoleh. Menatap satpam yang tampak menunduk sambil mengusap lehernya. "Kenapa, Pak?" "Anu, Bu... itu...," "Ada apa?" "Pak Nanang udah nggak kerja di sini lagi." Bingung. Kerutan di dahi Shana menunjukkan ekspresi bertanya-tanya. "Maksudnya?" "Pak Nanang dipecat, Mbak." "Kok bisa?" tanya Shana pelan. Seketika dia teringat dengan apa yang terjadi tadi siang. "Pak, jangan bilang karena saya...," Shana tak sanggup untuk melanjutkan ucapannya. "Iya, Mbak. Saya denger Pak Nanang dimara
Last Updated : 2025-03-30 Read more