Semua Bab Terjerat Cinta Sang Fotografer: Bab 11 - Bab 20

97 Bab

Come On

FAI Sudah dua hari aku tidak bertemu dengan Cataleya. Aku tidak tahu dia di mana dan kenapa tidak muncul di studio. Aku tidak ingin terlalu memikirkannya. Mungkin dia sibuk.Dua hari ini aku juga disibukkan dengan rutinitas harianku. Sama seperti Cataleya, Alan juga tidak menghubungi. Mungkin dia berubah pikiran lalu membatalkan rencana photoshoot istrinya.Sambil bersiul aku membawa langkah setelah keluar dari lift yang membawaku tepat ke lantai dua puluh. Malam ini rencananya aku akan VC-an sama Mama yang katanya sudah kangen berat padaku.Tiba-tiba sesuatu membuat langkah dan siulanku terhenti. Seseorang sedang berdiri tepat di depan pintu unit apartemenku. Seorang wanita lebih tepatnya.Cataleya!Dia benar-benar datang, padahal aku pikir suaminya membatalkan rencana tersebut secara sepihak.Menggunakan little black dress, Cataleya terlihat begitu anggun. Penampilannya menghipnotisku sehingga aku tidak mampu bergerak kemana-mana. Seluruh atensiku tersedot hanya untuk memerhatikanny
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-30
Baca selengkapnya

Tanpa Sehelai Benang Pun

Cataleya membingkai senyum lalu mulai bergerak melepaskan gaun hitam yang membungkus tubuhnya. Dengan sekali tarikan pelan gaun tersebut menumpuk di kakinya.Aku masih mampu bertahan saat melihat Cataleya tampil hanya menggunakan bra dan celana dalam yang juga berwarna hitam.Lalu dengan perlahan tangan lembut nan gemulai itu kembali bergerak. Cataleya menggerakkannya ke belakang punggung untuk membuka kait bra. Tapi dia tidak berhasil karena sesaat kemudian meminta bantuanku."Fai, bantuin dong, tolong bukain, kayaknya ada yang nyangkut."Cataleya melangkah menghampiriku lalu memutar tubuhnya membelakangiku.Awalnya ragu, tapi kemudian aku melakukannya. Aku mengumpulkan rambut panjang Cataleya menjadi satu lalu menyampirkan ke depan dadanya. Setelahnya aku mulai melepas pengait bra hingga bagian kiri dan kanan saling terpisah."Done, Leya.""Thanks, Fai," jawabnya pelan sembari menyingkirkan sepotong bra yang tadi membalut dadanya.Tanpa kuduga Cataleya memutar tubuhnya menghadap p
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-30
Baca selengkapnya

Bercinta

FAI“Aku numpang ke kamar mandi ya?” ucapnya meminta izin.“Silakan, Leya,” jawabku lalu beranjak dari sisi pintu agar Cataleya bisa lewat.Aku membereskan kamera yang Cataleya letakkan di tempat tidur. Aku harap setelah ini dia segera pergi agar aku juga bisa beristirahat dan menenangkan diri. Keberadaannya di sekitarku adalah bahaya besar. Aku khawatir tidak mampu mengendalikan diri lalu melanggar aturan yang telah kubuat untuk diri sendiri.Sambil menunggunya keluar dari kamar mandi, aku memijit-mijit pundak yang terasa pegal. Tidak hanya karena lelah, namun juga karena posisi tidur yang salah.“Fai …” Suara lembut itu terdengar bersamaan dengan sentuhan yang sama lembutnya di bahuku. Telapak tangannya menempel di punggung tanganku.Aku menoleh dan mendapati Cataleya di dekatku.“Capek ya?” tanyanya.“Cuma pegal dikit,” jawabku sembari menyingkirkan tangan dari bahu yang otomatis membuat tangan Cataleya juga terangkat.“Aku pijitin ya?”“Nggak, nggak usah.” Aku buru-buru berdiri. “
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-31
Baca selengkapnya

Lepas Perawan

CATALEYACahaya matahari yang menerobos masuk melalui gorden jendela yang tidak sepenuhnya tertutup membangunkanku pagi ini.Kelopak mataku perlahan terbuka bersama rasa asing yang terasa di sela-sela paha.Bukan hanya perasaanku yang asing, namun tempatku berada saat ini juga tidak familier denganku.Di mana ini?Ini bukanlah kamarku. Kamarku tidak begini. Dinding kamarku dilapisi wallpaper bermotif floral. Sedangkan dinding kamar ini berwarna putih bersih tanpa ada hiasan atau ukiran apapun.Pertanyaan di kepalaku bertambah ketika aku bergerak dan mendapati ada seorang laki-laki berbaring di sebelahku. Aku tidak tahu wajahnya karena dia memunggungiku.Dia bukan Alan, tapi dia ...Napasku terasa berat setelah menyadari siapa laki-laki yang sedang lelap memunggungiku.Tato berbentuk huruf F yang terukir di punggung kanannya sudah sangat menjelaskan siapa dia.Perlahan potongan adegan demi adegan yang terjadi kemarin malam bermunculan di benakku, yang menghadirkan berbagai rasa di hat
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-31
Baca selengkapnya

Sama-Sama Yang Pertama

FAISaat terbangun pagi ini aku cukup kaget menyaksikan ada wanita di sebelahku. Tapi melihat Cataleya berurai air mata jauh mengalahkan keterkejutanku. Perasaan bersalah hadir begitu saja di hatiku. Dia pasti menangis menyesali perbuatan yang kami lakukan semalam. Inilah yang aku khawatirkan karena penyesalan datangnya selalu belakangan.Belum habis rasa kagetku, satu pikiran lain datang mengganggu. Tentang Cataleya yang kudapatkan dalam keadaan masih suci. Bagaimana mungkin dia masih virgin? Sulit untuk memercayai wanita yang sudah menikah selama setengah tahun keadaannya sama seperti gadis. Apa suaminya tidak pernah menyentuhnya? Tapi kenapa? Apa yang salah? Bagaimana mungkin Alan mampu menahan diri memiliki istri secantik, se-sexy dan seindah Cataleya?"Leya, maaf, aku nggak tahu kalau kamu masih virgin." Aku mengulurkan jari menghapus air mata di pipinya.Dia menangkup jariku dengan telapak tangannya yang halus. Seulas senyum menghiasi bibirnya."Kamu nggak salah, Fai. Kamu nggak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-01
Baca selengkapnya

Bercinta Di Kamar Mandi

FAI"Sebentar ya."Aku beranjak setelah Cataleya berada di bathtub yang dirancang untuk dua orang dewasa.Aku masuk ke kamar lalu kembali dengan beberapa batang lilin aromaterapi di tangan. Aku menyalakannya. Sesaat kemudian aroma lavender memenuhi segenap area kamar mandi.Aku kemudian masuk ke dalam bathtub dan memosisikan diri di belakang si cantik.“Wangi banget, Fai…”“Kamu suka?” tanyaku sambil memeluk tubuhnya dari belakang.”Suka,” sahutku Cataleya lirih. Kurasakan ada getaran dalam suaranya.Cataleya menyandarkan punggungnya ke dadaku yang langsung kusambut dengan kecupan mesra di pundaknya."Leya ...," panggilku pelan.“Iya, Fai.” Cataleya menoleh melalui bahunya. Suara lembut Cataleya terdengar sangat manja di telingaku.Aku menjawab dengan sunggingan senyum. Aku hanya ingin melihat raut jelitanya. Sementara dia menunggu apa yang ingin aku katakan."Fai?" Dia menggoyangkan tanganku agar aku menjawab pertanyaannya."Nggak apa-apa, aku cuma mau ngeliat wajah kamu."Cataleya t
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-01
Baca selengkapnya

Main Jari

CATALEYASetelah kesepakatan kami tadi aku dan Fai keluar dari kamar mandi lalu berpakaian. Aku meminta bantuan Fai untuk menaikkan zipper dress. Sebenarnya aku bisa melakukan sendiri. Tapi aku hanya sedang ingin dimanja.Melalui kaca yang berada di depan kami berdua aku melihat Fai yang sedang berdiri di belakangku.Aku merekam setiap detail fitur wajahnya di benakku. Hidungnya yang mancung, iris coklatnya yang setiap menatap selalu memancarkan keteduhan, tahi lalat yang tumbuh di sudut bibirnya yang membuat Fai jadi semakin manis, lalu …Suara ponsel yang terdengar tiba-tiba menghentikan keasyikanku menilai Fai. Aku mengabaikannya. Aku lupa mematikannya kemarin.“Leya, handphone kamu bunyi.” Fai mengingatkanku. Dia sudah selesai memasangkan zipper-ku.Dengan malas aku bergerak menuju nakas lalu mengambilnya dari sana. Rasa kesal muncul begitu saja saat melihat nama Alan tertera di layar. Aku terpaksa menjawab panggilan tersebut.“Ya, Lan?”“Leya, kamu masih di apartemen Fai? Gimana
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-02
Baca selengkapnya

Garang Di Luar, Lemah Di Ranjang

FAIKami akhirnya tiba di studio. Beberapa orang kru menyapa Cataleya dengan sopan. Sebagai owner tentu saja Cataleya sangat disegani."Tumben Mbak Leya ke sini?" sapa Tyo, asistenku di studio."Iya nih, lagi pengen ngeliat Fai kerja." Cataleya menjawab disertai senyumnya yang manis."Jadi ceritanya lagi sidak nih," timpal kru yang lain sambil tertawa.Cataleya ikut tertawa menampakkan deretan giginya yang rapi.Aku dan Cataleya lalu masuk ke dalam studio. Tampak di sana Kiki sang makeup artist sedang mendandani seorang model yang akan kupotret.Saat melihat Cataleya datang Kiki menjeda pekerjaannya lalu menyapa Cataleya. Begitu pun dengan sang model yang tersenyum pada Cataleya."Eh, ada Mbak Leya, tumben ke sini, Mbak?""Lagi santai makanya ke sini." Cataleya menjawab lalu duduk di sofa sudut ruangan kemudian membuka sebuah majalah.Berdasarkan informasi yang aku terima sebelum aku di sini sofa itu tidak ada di sana. Studio ini juga apa adanya. Tapi sekarang semuanya tersedia dengan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-02
Baca selengkapnya

Aku Baru Saja Tidur Dengan Laki-Laki Lain

CATALEYASetelah memandang padaku dan Alan, Fai memalingkan muka lalu berbicara dengan Nadia. Entah apa yang mereka perbincangkan, tapi melihat Nadia tertawa-tawa membuatku gerah juga. Apalagi sesekali Nadia mencubit lengan Fai dengan gaya centilnya.Suara batuk Alan memaksaku mengalihkan pandangan dari Fai dan Nadia yang masih bercengkrama berdua."Pulang yuk, aku mau makan siang berdua sama kamu." Alan mengajakku pergi."Kamu aja. Aku udah ada janji makan siang sama Fai." Aku menolak ajakannya mentah-mentah.Alan menghela napas panjang lalu memanggil Fai sambil melambaikan tangan."Fai!"Fai melihat ke arah kami lalu bicara sejenak dengan Nadia sebelum berjalan mendekatiku dan Alan."Hey, Lan." Sapanya pada Alan. Gesturnya biasa. Tidak tampak canggung karena sesuatu yang telah kami lakukan."Leya bilang kalian ada janji makan siang. Bisa kalau dibatalin dulu? Aku lagi ada acara sama Leya."Fai melirikku sedetik lalu mengembalikan perhatian pada Alan."Nggak apa-apa. Kapan-kapan masi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-03
Baca selengkapnya

Jealous

CATALEYAAku duduk sendiri di dalam taksi yang membawaku pergi. Malam ini aku meninggalkan rumah menuju apartemen Fai. Demi keamanan agar tidak ada yang mencium jejakku, Alan memintaku menggunakan taksi.Aku belum mengabari Fai kalau malam ini akan datang padanya. Biar saja menjadi kejutan sekalian agar aku tahu bagaimana dia di belakangku.Sesaat kemudian aku berubah pikiran. Mungkin ada baiknya aku tahu dia ada di mana.Aku mengiriminya pesan."Fai, di mana?"Pesanku tidak berbalas bermenit-menit lamanya. Saat aku menelepon dia juga tidak menjawabnya. Apa Fai masih kerja? Tapi ini kan sudah malam."Pak, kita ke studio dulu,” ucapku pada supir taksi."Studio mana, Mbak?" Si supir bertanya melalui spion lalu mengiakan setelah aku menyebut alamat studio milik Alan.Beberapa unit mobil terparkir di depan studio setelah aku tiba di sana. Di antara mobil-mobil itu terselip Jeep yang digunakan Fai untuk transportasi selama di Indonesia. Itu artinya Fai tidak ke mana-mana. Dia masih di dala
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-03
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status