Lahat ng Kabanata ng Dicampakkan Calon Suami, Dikejar Tuan Kaya Raya: Kabanata 51 - Kabanata 60

76 Kabanata

Bab 51

Bella berjalan keluar dari basement dengan langkah cepat dan kaku, rahangnya mengeras menahan amarah yang membuncah. Maria setengah berlari untuk mengikutinya."Bella, tunggu!" panggil wanita yang sudah lama menjadi teman Bella, berusaha menyusul.Bella tidak menggubris, terus melangkah dengan kedua tangan terkepal. Tatapannya lurus ke depan, tapi matanya berkabut oleh air mata yang ditahan. Sesampainya di mobil, ia membanting pintu dengan keras setelah masuk."Kau mau kemana?" tanya Maria yang berhasil masuk ke kursi penumpang."Ke rumah mertuaku," jawab Bella pendek, menyalakan mesin mobilnya dengan kasar. "Keluarga terhormat Lysandros harus tahu kelakuan putra kesayangan mereka."Maria mengerutkan kening. "Apa itu ide yang bagus? Maksudku, ayah Gavin sedang sakit, kan?""Justru karena itu," Bella tersenyum sinis sambil melajukan mobilnya meninggalkan area parkir. "Mereka harus tahu monster macam apa yang mereka besarkan."©©©Dua puluh menit kemudian, mobil Bella berhenti di depan
last updateHuling Na-update : 2025-03-20
Magbasa pa

Bab 52

Gavin menurunkan ponselnya dengan tangan gemetar. Wajahnya tampak pucat, tatapannya kosong ke depan."Ada apa, Gavin?" tanya Livia setelah melihat perubahan ekspresi Gavin. "Siapa yang menelepon?""Mamaku," jawab Gavin dengan suara pelan. "Papaku ... dia pingsan. Mereka sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit.""Ya Tuhan," Livia menutup mulutnya dengan tangan. "Kenapa bisa?"Gavin menatap Livia dengan mata berkaca-kaca. "Bella. Dia pergi ke rumah orang tuaku dan memberitahu mereka tentang ... tentang kita."Livia tersentak, menyadari implikasi dari perkataan Gavin. "Papamu ... penyakit jantungnya kambuh karena berita itu?"Gavin tidak menjawab, hanya mengangguk lemah. Dengan gerakan cepat, dia memutar kemudi mobilnya, berbalik arah."Kita harus segera ke sana," gumamnya, mempercepat laju mobilnya.Livia duduk tegang di kursi samping, perasaan bersalah membuncah di dadanya. Tangannya bergerak secara otomatis ke perut, seolah melindungi bayi yang dikandungnya."Gavin," Livia berkata lemb
last updateHuling Na-update : 2025-03-20
Magbasa pa

Bab 53

Livia menatap kosong ke dinding rumah sakit sementara Gavin masih terpekur di samping jenazah ayahnya. Tangan Livia gemetar ketika merogoh saku untuk mengambil ponsel. Dengan jari-jari yang terasa kaku, dia mencari kontak Elena, sahabatnya."Halo, Elena?" suaranya serak, nyaris tak terdengar."Livia? Ada apa? Kau terdengar aneh," suara Elena terdengar khawatir di seberang telepon."Bisakah kamu datang ke Rumah Sakit Medika sekarang? Lantai dua, Unit Gawat Darurat." Livia berusaha mengendalikan getaran dalam suaranya. "Ayah Gavin ... baru saja meninggal.""Ya Tuhan," Elena terkesiap. "Aku akan segera ke sana. Tunggu aku."Livia mematikan telepon dan kembali bersandar di dinding. Pipinya masih terasa panas bekas tamparan Bu Lina. Dia mengusap perutnya yang mulai membuncit, seolah menenangkan janin di dalamnya. Air matanya jatuh tanpa suara, memikirkan kekacauan yang terjadi.Dua puluh menit kemudian, Elena muncul di lorong rumah sakit, napasnya terengah. Matanya langsung mencari sosok
last updateHuling Na-update : 2025-03-20
Magbasa pa

Bab 54

Seusai pemakaman, Bu Lina, Gavin, serta orang tua Bella kembali ke kediaman Lysandros. Para pelayat lain mulai berpamitan satu per satu, menyisakan keluarga inti yang masih dirundung duka."Sekarang, bisakah kalian jelaskan apa yang terjadi?" tanya Pak Sugeng setelah mereka duduk di ruang keluarga. "Kemana putri kami?"Bu Lina menatap Gavin sekilas sebelum menghela napas panjang. "Pak Sugeng, Bu Ami .... Sebenarnya, ada masalah antara Gavin dan Bella.""Masalah apa?" tuntut Bu Ami, wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Kenapa sampai Bella tidak datang ke pemakaman?"Bu Lina mengusap air mata yang kembali menggenang di pelupuk matanya. "Bella ... dia kemari kemarin. Dia sangat marah. Dia memberitahu kami bahwa Gavin—""Sudah cukup, Ma," potong Gavin dengan suara tegas. "Biar aku yang jelaskan."Gavin menatap kedua mertuanya dengan pandangan lelah. "Pak, Bu, aku tahu ini akan sulit didengar. Tapi ini kenyataannya." Gavin menarik napas dalam-dalam. "Aku ... menghamili wanita lain."Pasanga
last updateHuling Na-update : 2025-03-21
Magbasa pa

Bab 55

Daniel keluar dari apartemennya dengan perasaan kesal, meninggalkan Bella sendirian dengan tangisannya. Di lorong, ia mengacak rambutnya dengan frustrasi dan menggeram tertahan."Dasar bodoh!" umpatnya pada dirinya sendiri saat menekan tombol lift. "Bagaimana bisa dia melepaskan Gavin begitu saja?"Lift terbuka dan Daniel masuk, menekan tombol lantai dasar dengan kasar. "Padahal kalau dia mau sedikit berpikir," gerutunya lagi sambil menyandarkan punggung ke dinding lift, "dia bisa menguras semua harta keluarga Lysandros, bahkan menguasainya. Perceraian hanya bisa memberikan separuh harta Gavin saja."Daniel melangkah keluar dari gedung apartemen dan menghirup udara segar. Langit pagi bersinar terang, dan ia memutuskan untuk pergi ke taman kecil tak jauh dari sana. Pikirannya berkecamuk, sebagian kesal pada Bella, sebagian lagi khawatir tentang nasibnya sendiri jika Bella benar-benar bercerai dari Gavin.Taman itu tidak terlalu ramai. Beberapa anak bermain di area bermain, sementara
last updateHuling Na-update : 2025-03-21
Magbasa pa

Bab 56

Mendengar keributan di depan kediaman gavin, beberapa pelayan keluar dari pintu utama. Wajah mereka tegang dan tidak nyaman."Kalian!" Bella menatap para pelayan dengan murka. "Kalian yang melakukan ini? Berani-beraninya kalian memperlakukan barang-barangku seperti ini!"Mbok Dharmi, kepala pelayan yang sudah bekerja di keluarga Lysandros sejak Gavin masih kecil, melangkah maju dengan tenang. "Bukan kami, Nyonya. Tuan Gavin sendiri yang melakukannya.""Bohong!" Bella meraih sebuah vas kecil dari meja teras dan melemparkannya ke lantai. Vas itu pecah berkeping-keping, membuat para pelayan terlonjak. "Gavin tidak mungkin melakukan ini!""Tapi memang benar, Nyonya," Mbok Dharmi tetap berbicara dengan tenang meski matanya memancarkan kesedihan. "Tuan Gavin sendiri yang mengosongkan lemari Anda dan melemparkan semua barang Anda ke sini."Suara ribut-ribut di teras depan menarik perhatian Gavin yang sedang berada di ruang kerjanya. Ia mendengar teriakan Bella yang nyaring, disusul dengan su
last updateHuling Na-update : 2025-03-22
Magbasa pa

Bab 57

Bella memarkirkan mobilnya dengan kasar di depan apartemen Daniel, nyaris menabrak pembatas parkir. Dengan langkah menghentak, ia menyeret kopernya menuju lift, mengabaikan tatapan penasaran dari penghuni lain.Setibanya di apartemen, ia membanting pintu hingga tertutup, membuat Daniel yang sedang menonton televisi terlonjak kaget."Hei, hati-hati dengan pintunya!" protes Daniel, matanya melebar melihat koper dan tas yang dibawa Bella. "Apa yang terjadi?""Gavin mengusirku!" Bella melemparkan tasnya ke sofa. "Dia membuang semua barangku ke teras seperti sampah! Dia bilang akan menceraikanku!"Daniel bangkit dari sofanya, wajahnya menunjukkan kekesalan yang tidak disembunyikan. "Apa? Dia menceraikanmu?! Bagaimana bisa kamu membiarkan itu terjadi?!""Membiarkan?!" Bella menatap Daniel tidak percaya. "Menurutmu aku mau diceraikan?! Aku sudah mencoba berbicara baik-baik, tapi dia tidak mau mendengar!""Kamu pasti tidak melakukannya dengan benar," Daniel mengacak rambutnya frustrasi. "Asta
last updateHuling Na-update : 2025-03-22
Magbasa pa

Bab 58

Keesokan harinya, langit Jakarta tampak cerah. Sinar matahari merambat masuk melalui celah tirai apartemen Daniel yang tidak tertutup rapat. Bella yang masih terbaring lelap di ranjang terbangun oleh dering ponselnya yang nyaring. Dengan enggan, ia meraba-raba nakas di samping tempat tidur, mencari sumber suara tersebut.Nama "Ayah" muncul di layar ponselnya. Jantung Bella seketika berdebar kencang. Ia tidak menyangka ayahnya akan menelepon sepagi ini. Dengan ragu, ia menggeser tombol hijau di layar."Halo, Papa," sapa Bella, berusaha terdengar seceria mungkin."Bella, kamu di mana sekarang? Mengapa baru menjawab panggilan Papa?!" suara Pak Sugeng terdengar tegas dan sedikit kesal di seberang telepon.Bella melirik ke arah Daniel yang masih tertidur di sampingnya. Otaknya berputar cepat mencari alasan. "Aku ... aku sedang di rumah Maria, Pa. Ada apa?""Jangan bohong!" bentak Pak Sugeng. "Ibunya Maria baru saja menelepon Mamamu, menanyakan kabarmu. Jadi, di mana kamu sebenarnya?"Bella
last updateHuling Na-update : 2025-03-22
Magbasa pa

Bab 59

Malam hari tiba dengan cepat. Bella bersiap-siap untuk pulang ke rumah orang tuanya. Ia memilih gaun sederhana namun elegan, mencoba terlihat sebaik mungkin untuk menghadapi amarah ayahnya yang sudah bisa ia prediksi.Saat ia selesai berdandan, Daniel baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Tubuhnya yang atletis masih basah, air menetes dari rambutnya yang belum kering. Bella tidak bisa mengalihkan pandangannya."Sudah mau berangkat?" tanya Daniel, berjalan mendekati Bella dengan senyum menggoda."Ya," jawab Bella, merasakan desiran di tubuhnya saat Daniel semakin mendekat. "Aku sebaiknya tidak membuat mereka menunggu lebih lama."Daniel meraih pinggang Bella, menariknya mendekat hingga tubuh mereka bersentuhan. "Kamu yakin tidak ingin tinggal sebentar lagi?" bisiknya di telinga Bella.Bella merasakan kehangatan tubuh Daniel yang setengah telanjang, aroma sabun yang maskulin, dan napas hangat yang menerpa lehernya. Godaan itu terlalu kuat untuk dit
last updateHuling Na-update : 2025-03-23
Magbasa pa

Bab 60

"Bukan seperti itu, Pa, Ma," Bella mulai terisak, berusaha terlihat menyedihkan untuk mendapatkan simpati. "Gavin yang berselingkuh duluan. Aku melihatnya bersama wanita lain di rumah sakit. Mereka terlihat sangat dekat, dan Gavin bahkan tidak membantah saat kutanyakan.""Bohong!" Pak Sugeng menggeram. "Gavin mengaku mempunyai bukti perselingkuhanmu berupa rekaman CCTV!"Wajah Bella memucat. Tapi ia tidak yakin Gavin memiliki bukti-bukti rekaman CCTV tersebut karena ia sudah memutus semua CCTV saat dulu Daniel seringkali masuk ke kamarnya."Kenapa, Bella?" tanya Bu Ami lirih, air mata juga mengalir di pipinya. "Kenapa kamu melakukan ini pada Gavin? Pada keluarga Lysandros yang selalu baik kepada kita?""Aku ... aku kesepian, Bu," akhirnya Bella berkata jujur. "Gavin selalu sibuk bekerja. Aku butuh perhatian, butuh kasih sayang.""Jadi itu alasanmu berselingkuh?!" Pak Sugeng mendengus tidak percaya. "Demi Tuhan, Bella! Gavin memberikan segalanya untukmu! Rumah mewah, mobil, perhiasan,
last updateHuling Na-update : 2025-03-23
Magbasa pa
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status