Semua Bab Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan: Bab 151 - Bab 160

228 Bab

Bab 151

Setiap kata itu diucapkan Waldi sambil menggertakkan giginya.Pria yang datang bukanlah orang lain, tetapi Nathan.Ekspresi dingin di wajahnya belum pernah terlihat sebelumnya.Dengan lambaian tangan kanannya, kapak yang direbutnya dalam pertarungan barusan itu meluncur melewati sekelompok master Hessen.Dalam sekejap dan tanpa disadari, kapak itu pun tepat menancap pada lengan Daren.Diikuti dengan lengkingan suara, lengan kanan Daren langsung terpotong dan darah pun mengucur keluar.Ada beberapa tetes darah yang juga jatuh mengenai wajah pucat Emilia. Wanita itu menyaksikan adegan di hadapannya dengan penuh keterkejutan dan ketidakpercayaan."Tanganku, tanganku .... Argh! Ayah, tolong aku. Cepat bunuh dia. Bunuh bajingan ini!"Daren yang kehilangan satu lengannya, tidak lagi peduli dengan perilakunya yang tidak senonoh. Sebaliknya, dia menutupi lengan kanannya yang kosong sambil berguling-guling di genangan darah.Kondisinya sungguh menyedihkan."Nathan, aku akan membunuhmu. Aku akan
Baca selengkapnya

Bab 152

Tubuh Waldi langsung menegang, seolah-olah ada orang yang mencabut tulang belakangnya.Kemudian, dia mengeluarkan raungan yang sangat keras. "Nathan, beraninya kamu membunuh putraku. Semuanya, cepat bunuh dia. Apa pun yang terjadi, kalian harus menghabisinya hari ini!"Waldi yang sekarang ini sudah seperti orang gila. Dia merasa dirinya seakan berada di jurang kehancuran.Namun setelah mendengar perintahnya, anak buah Hessen semuanya tidak bergerak.Sebaliknya!Sekitar dua puluh anak buah Hessen yang masih tersisa itu langsung memegang tangan bocah itu. Semuanya mundur dengan gemetar dan bukannya maju.Mereka berusaha mundur sejauh mungkin dari Nathan karena aksi Nathan telah menghancurkan keberanian mereka.Saat melihat adegan itu, Waldi langsung menggeram."Kalian ... kalian sekumpulan orang nggak berguna. Dasar pengecut! Aku perintahkan kalian untuk maju! Kalian dengar itu?"Sayangnya, percuma saja.Tidak peduli seberapa emosinya penguasa Hessen itu.Anak buahnya tidak bergerak sama
Baca selengkapnya

Bab 153

Bahir memperhatikan wanita tua yang tergeletak di tanah dengan mata terbelalak. Sepertinya rekannya ini sudah tidak tertolong lagi.Dia tampak marah besar. Dia menendang kursi di belakangnya dan berdiri di depan Nathan.Nathan berkata dengan suara berat, "Minggir! Kalau nggak, kamu juga akan mati."Bahir merasa terhina dan berkata dengan marah, "Anak muda, beraninya kamu meremehkan kekuatanku?""Tahukah kamu aku ini tetua dari Sekte Bimala? Aku sarankan sebaiknya kamu segera meletakkan pisaumu dan menyerah.""Kalau nggak, walau kamu membunuh Waldi dan putranya, kamu juga akan terus diburu oleh sekteku."Waldi sangat gembira dan berkata, "Benar, Nathan. Kalau kamu berani menyentuhku, kamu akan diburu oleh Sekte Bimala-nya Bahir.""Huh! Kamu mungkin masih belum tahu, tapi Sekte Bimala selalu mendukung Beluno kita dari belakang."Nathan menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada meremehkan. "Sekte Bimala? Apa sehebat itu? Tapi maaf, aku belum pernah dengar nama sekte-sekte dalam duni
Baca selengkapnya

Bab 154

Wajah Bahir tiba-tiba berubah menjadi ganas. Dia berbalik dan menampar Waldi hingga membuatnya terpental."Minggir! Waldi, kamu bajingan. Apa kamu tahu dirimu sudah membuat kesalahan? Seharusnya kamu ikut berlutut dan memohon ampun denganku di sini."Bahir tampak sedikit histeris saat ini, seolah-olah dia telah melihat hantu.Waldi menutupi wajahnya yang bengkak. Pikirannya mendadak kosong.Ikut berlutut dan memohon ampun bersamanya?Apa yang telah terjadi sebenarnya?Mengapa dia tidak mengerti sama sekali?Tepat di saat ini, ada sekelompok orang berpakaian hitam, yang jumlahnya sekitar dua hingga tiga ratus itu bergegas masuk secara bersamaan.Dalam sekejap, semua orang di Hessen dikalahkan.Pria bersetelan hitam di tengah langsung berdiri di samping. Kedua orang itu melangkah masuk.Orang yang berada di belakang memasang ekspresi terkejut. Orang itu tidak lain adalah Arjun, penguasa Gluton.Yang di depan adalah seorang lelaki tua yang memegang tongkat. Dia mengenakan pakaian tradisio
Baca selengkapnya

Bab 155

"Bisakah kamu bantu aku memohon belas kasihan pada Nathan agar dia mengampuni nyawaku?"Bima berkata dengan nada dingin, "Awalnya, mengingat pengaruh Sekte Bimala di wilayah selatan, aku memang bisa memberi muka padamu.""Tapi maaf. Kamu benar-benar nggak beruntung. Lantaran orang yang kamu singgung bukanlah aku, melainkan tuanku.""Kamu kira dirimu sanggup menerima kehormatan ini, sekalipun kamu diberi gelar sebagai tetua Sekte Bimala?"Wajah Bahir tampak pucat pasi. Dia kemudian berkata sambil tersenyum sedih, "Aku nggak pantas menerimanya. Aku benar-benar nggak pantas menerimanya.""Semua ini karena aku nggak beruntung. Ini sudah termasuk nasibku."Waldi menggertakkan giginya dan berkata, "Bahir, siapa Nathan sebenarnya? Jangan hanya berpura-pura menjadi korban. Bisakah kamu menjelaskannya? Memangnya dia Raja Langit?""Lantaran Tuan Bima sudah angkat bicara, aku akan beri tahu kamu. Waldi, kamu itu benar-benar seperti katak dalam tempurung," ucap Bahir."Pria itu memang bukan Raja L
Baca selengkapnya

Bab 156

Terdengar suara benturan keras.Bahir tiba-tiba melompat dan memukul atas kepala Waldi dengan telapak tangannya."Bahir, kamu, kamu, kamu ...."Dengan darah mengucur dari mulut dan hidungnya, tangan Waldi terus-terusan menunjuk Bahir. Terakhir, sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, tubuhnya sudah ambruk ke tanah.Tatapan Bahir tampak membeku. "Kalau kamu berani menyentuh orang yang berkuasa, kamu ditakdirkan mati.""Kita sudah menyinggung putra Keluarga Anggoro. Nyawa kita sudah nggak terselamatkan lagi. Kamu pergilah dulu. Aku akan segera menyusulmu."Arjun yang berdiri di belakang menyaksikan pemandangan itu sambil menahan napas. Dia tampak ketakutan sekali.Tanpa perlu bertindak ataupun dipaksa secara fisik, hanya mengandalkan status Nathan, seorang master bela diri seperti Bahir dan Waldi langsung didesak sampai mati.Sebenarnya, seberapa hebat identitas asli Tuan Nathan hingga bisa membuat semua orang ketakutan seperti itu?"Tuan Bima, setelah aku mati, merepotkanmu dan juga Tu
Baca selengkapnya

Bab 157

Nathan hanya tersenyum sinis, tetapi tidak mengatakan apa pun.Tiara mengira Nathan hanya menyombongkan diri.Untuk memusnahkan seluruh Hessen bukanlah masalah sepele. Setidaknya, Tiara sendiri tidak pernah berani membayangkannya.Tepat di saat ini, dia menerima telepon dari Regina.Hal pertama yang diucapkan orang di ujung telepon sana. "Tiara, masalah besar telah terjadi. Apa Dokter Nathan ada di sampingmu?"Tiara refleks menjawab, "Ya, masalah besar apa?"Regina berkata dengan nada yang serius, "Kalau begitu, tolong tanyakan pada Dokter Nathan, apa dia yang membuat Hessen dan Waldi menghilang dari muka bumi?"Jderr!Kepala Tiara terasa berdengung, seolah-olah ada petir yang menggelegar.Dia bahkan tidak peduli dengan Regina di ujung telepon sana. Tatapannya kosong. Dia memandang Nathan sambil tergagap, "Ka ... kamu sungguh menyingkirkan Waldi dan seluruh pasukan bawah tanah Hessen?""Nathan, bagaimana kamu melakukannya?"Sebelum Nathan menjawab, pintu bangsal telah dibuka secara pak
Baca selengkapnya

Bab 158

Saat ini, Edward langsung berteriak dingin, "Nathan, aku memperlakukanmu sebagai saudara demi Emilia. Tapi aku nggak sangka kamu akan membuat Emilia terluka parah seperti ini.""Aku peringatkan kamu, jauhi Emilia secepatnya. Kalau nggak, aku nggak sungkan-sungkan lagi."Edward yang sekarang ini berlagak seperti pria yang baik.Seakan-akan demi Emilia, dia bahkan rela mempertaruhkan nyawanya."Tuan Edward, kamu sudah berani muncul sekarang? Saat Emilia mendapat masalah, kamu bahkan bersembunyi. Kamu lebih parah daripada seorang pengecut," ucap Nathan sambil mencibir."Sekarang setelah aku menyelamatkannya, kamu malah berani omong kosong di sini. Apa kamu nggak merasa malu?"Edward mendengus dingin. Dia kemudian membela diri. "Siapa bilang aku nggak membantu Emilia saat dia mendapat masalah?""Apa kamu kira Arjun dari Gluton dan juga Tuan Bima, orang paling kaya di kota kita akan mengambil tindakan tanpa alasan?"Tamara menatap Nathan dan mengejeknya, "Sekarang kamu nggak bisa membantah
Baca selengkapnya

Bab 159

Namun, dia juga bukannya tidak mendapatkan apa-apa. Waldi sudah meninggal. Setidaknya, utang ratusan miliarnya pada Hessen juga tidak perlu dibayar lagi.Saat ini, Emilia yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit, memperlihatkan ekspresi kesakitan di wajahnya. Dia juga bergumam pelan.Tamara segera mendekatinya dan bertanya dengan khawatir, "Putriku, apa yang kamu katakan? Katakan pada Ibu."Emilia membuka mulutnya sedikit dan suaranya begitu pelan. "Selamatkan aku, bisakah kamu menyelamatkanku? Maafkan aku, Nathan .... Aku minta maaf!"Padahal, Emilia hanya mengigau. Namun begitu Tamara mendengarnya, dia tersenyum dan berkata kepada calon menantunya, "Edward, Emilia menyuruhmu menyelamatkannya. Dia bahkan memanggil namamu. Lihat, bahkan dalam mimpi pun dia juga masih memikirkanmu!"Hati Edward terasa hangat. Dia segera mendekatinya, lalu mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Emilia dan berkata dengan penuh kasih sayang, "Jangan takut, Emilia. Aku ada di sini. Sekalipun langit
Baca selengkapnya

Bab 160

Nathan tiba-tiba merasa malu dan buru-buru melepaskan tangan Emilia.Tiara bertanya, "Nathan, melihat Nona Emilia yang terlihat begitu menyedihkan, kamu nggak jatuh cinta padanya lagi, 'kan?"Nathan terdiam dan berkata, "Nggak seperti yang kamu pikirkan. Bagaimanapun, dia terluka gara-gara aku. Sudah seharusnya aku menyembuhkannya."Tiara mendengus. "Baguslah. Kalau kamu bersamanya lagi, Regina pasti akan sangat sedih. Kurasa kamu lebih tahu daripada aku."Nathan kebingungan. "Mengapa kamu mengaitkan masalah ini dengan Nona Regina? Padahal, dua masalah ini nggak ada hubungannya sama sekali."Tiara berkata dengan nada tidak senang, "Kenapa nggak ada hubungannya? Jangan pura-pura bodoh. Regina menyukaimu, apa kamu nggak tahu?""Kalau kamu menyakiti hatinya, Nathan, itu berarti kamu benar-benar bajingan."Nathan cukup bijaksana untuk tidak membantah. Jika dia menjelaskan lebih lanjut, hal seperti ini hanya akan makin memperburuk situasi.Tiara sangat marah. "Mengapa kamu nggak bicara? Bag
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
1415161718
...
23
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status