"Apakah kita bisa tinggal bersama setelah ini?" Deg. Semua orang saling menatap kecuali Edrio yang tetap terdiam. Gaura lagi-lagi menghela napas berat ketika pertanyaan Galen kembali mengusik hatinya. "Nanti kita bicarakan, ya sayang," jawab Gaura dengan senyum paksa. Mau tak mau, akhirnya Galen menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Setelah makan malam usai, Galen masih belum puas. Anak itu terus menarik tangan Edrio dengan penuh semangat. "Tuan–maksudku, Ayah, kita main dulu, yuk! Aku ingin bermain di taman yang ada di belakang restoran!" serunya dengan mata berbinar. Gaura hendak menolak, tetapi sebelum ia bisa bicara, Edrio sudah lebih dulu mengangguk. "Tentu, ayo kita main!" Galen bersorak girang, langsung berlari keluar restoran menuju taman kecil di belakang. Edrio menyusulnya dengan langkah santai, sementara Gaura, Mika, dan Elia ikut berjalan di belakang, mengawasi dari jauh. Saat mereka tiba di taman, Galen langsung berlari menuju ayunan dan memanjatnya denga
Terakhir Diperbarui : 2025-02-06 Baca selengkapnya