Hanya ada setengah batang dupa waktu tersisa sebelum memasuki ruang ujian.Bagian luar ruang ujian sudah dipenuhi siswa yang datang untuk mengikuti ujian.Ini adalah ujian yang menyangkut nasib kehidupan seseorang. Ada yang gugup, ada yang cemas, ada yang penuh percaya diri.Sebagian orang masih memegang buku untuk belajar, sebagian lainnya mengatupkan tangan sambil bergumam, "Semoga Nabi Konfusius memberkatiku, semoga Tuhan memberkatiku."Makin dekat dengan waktu masuk ruang ujian, makin Arjuna menyadari bahwa Disa yang ada di sampingnya gemetar.Saat pertama kali melihat harimau di Gunung Harimau, dia tidak gemetar sedikit pun."Rileks, rileks!" Arjuna mencubit kedua bahu Disa dengan tangannya."Tuan, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku. Tubuhku gemetar sendiri." Disa mengepalkan tangannya erat-erat, mencoba menenangkan diri.Namun makin dia mencoba menenangkan diri, makin sulit jadinya."Kamu ini gugup. Jangan gugup. Aku yang masuk ruang ujian, bukan kamu.""Aku juga tahu, tapi aku
Baca selengkapnya