Semua Bab Arabella Milik Sang Mafia: Bab 101 - Bab 110

122 Bab

Bab 101 Lebih bahaya

Lexie menatap kebawah sana untuk melihat bagaimana mulut Damnatio menikmati bagian intinya, Damnatio yang semakin menggilai bagian inti Lexie semakin menekan kepalanya agar semakin tenggelam pada bagian inti Lexie, sekaligus membuat lidahnya masuk kedalam lubang milik Lexie."Ahhhhh kak ahhhhh kakak ahh kakak,"Hanya mendesah dan tubuh yang semakin gelisah yang bisa dilakukan Lexie sekarang ini, namun dibalik liarnya Damnatio menghisap dan memainkan lidahnya dibagian inti Lexie, justru membuat Lexie semakin menyukai hal tersebut.Satu tangan Lexie mengelus-elus kepala Damnatio yang berada dibawah sana, sambil sesekali menekannya lebih dalam sementara satu tangannya lagi meremas-remas payudaranya sendiri."Kak terus Ahhhh kak Dam ouhhh terus kak hisap milikku ahhh kakak,""Eunhhh kakak aku basah sekali kak ahhh, ahhh,"Tubuh Lexie tiba-tiba bergetar sangat hebat pertanda dirinya mencapai puncak kenikmatan untuk yang pertama kali setelah sekian lama."Ahhhh shittt kak aku klimaks ahhh n
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 102 Sekali lagi di pagi hari

Mendengar ancaman Hailey yang dengan terang-terangan mengatakan akan menggugurkan anak didalam kandungannya, membuat Paul tidak habis pikir ada wanita seperti Hailey dimuka bumi ini."Kau gila? Wanita macam apa yang mampu membunuh anak yang dikandungnya sendiri?" teriak Paul dengan wajah penuh amarah."Kenapa? Lagipula anak ini bukanlah anak yang diinginkan, dia hadir bukan dari cairan Damnatio yang aku dambakan selama ini!""Aku ini memang laki-laki bejad Hailey, tapi aku bukan orang gila yang rela membunuh darah dagingnya sendiri seperti dirimu! Ouw shittt, lihatlah kau Hailey? Lihat dirimu, pantas saja Damnatio tidak pernah mau menikah denganmu!" kata Paul sambil menggelengkan kepalanya.Kesal dengan kata-kata yang keluar dari mulut Paul, Hailey pun langsung menyerang Paul dan memukul-mukul dada bidang Paul untuk meluapkan emosi dan kekecewaannya malam ini."Kau brengsek! Kau dan Damnatio kalian semua brengsek, sejak kecil aku tidak memiliki apa yang orang lain miliki! Aku tidak pe
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 103 Hanya inginkan Dam

Pintu lift terbuka Adellia pun segera keluar dari lift disusul oleh Paul dibelakangnya."Permisi, nona boleh aku bertanya?"Adellia pun sontak menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang mengajaknya bicara. Tapi pada saat menoleh kebelakang, Adellia yang melihat sosok laki-laki yang dulu berniat mengerjai dirinya saat dulu dirinya masih berpenampilan cupu, langsung terkejut dan terheran-heran kenapa bisa ada Paul di perusahaan ini."Adellia, sudah lama kita tidak bertemu," kata Paul lagi.Adellia pun langsung mengambil sikap tegas."Ada yang bisa saya bantu?""Waw, kau berpura-pura tidak mengenalku ya? Kau masih marah dengan kejadian dulu padaku?""Jika tidak ada yang mau anda tanyakan, saya permisi!""Wait! Hei, tunggu!" kata Paul sembari menghadang langkah kaki Adellia."Dimana ruangan CEO?""Silahkan lurus kemudian belok ke kiri!""Terimakasih sudah mau menjawab, by the way kau cantik sekali sekarang," kata Paul.Namun Adellia tidak mengindahkan gombalan laki-laki playboy satu itu,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 104 Basah

Keesokan harinya, Lexie yang sudah berada di lokasi syuting namun tidak ditemani oleh mommy Arabella seperti biasanya, tengah melakukan take adegan per adegan dengan lawan mainnya yang seorang pria.Lexie pun bergandengan tangan dengan lawan mainnya karena memang adegannya keduanya sedang melakukan pendekatan untuk hubungan mereka, hingga akhirnya sutradara pun memutuskan untuk break terlebih dahulu. Saat Lexie sedang duduk sambil memainkan handphone miliknya untuk mengecek apakah Damnatio memberinya kabar hari ini, tak disangka Damnatio pun melakukan panggilan video yang langsung diangkat oleh Lexie."Hai cantik," goda Damnatio."Masih ingat aku ternyata," kata Lexie."Mana mungkin aku melupakan belahan jiwaku!""Gombal, nyatanya kemarin sama sekali tidak mengabari,""Kau menunggu kabar dariku?""Menurut kakak?""Sedang apa?""Sedang break?""Mau makan siang denganku?""Mana mungkin, kak Dam kan selalu sibuk," kata Lexie.Tap.Tap.Tap.Terdengar suara langkah kaki yang semakin mende
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 105 Ajakan untuk tinggal bersama

Semakin lama miliknya terus dimasuki boleh jari tengah Damnatio secara cepat, tubuh Lexie semakin memanas! Kedua tangannya semakin kuat berpegangan pada bahu Damnatio sementara bibir terus menjerit-jerit keenakan, keadaan dibagian intinya pun sudah sangat basah parah akibat kegiatan yang berlangsung cukup lama itu.Kedua mata Lexie mulai menyipit, wajahnya mulai mendongak keatas sementara mulutnya menganga!"Uhhh kau sangat basah Lexie, benar-benar basah,""Kakak ahhh a-aku hampir sampai oughttt kak,,""Iya sayang, keluarkan! Aku ingin merasakan cairanmu yang sangat banyak, ayo Lexie,""Sssstt Ahhhh ouhhhh kakak eunghttttt Ahhhh a-aku ke-luar kak ahhhhh oh my God!" menjerit sekencang-kencangnya.Tubuh Lexie bergetar hebat dan wajahnya terus mendongak keatas seiring dengan cairan itu membasahi tangan Damnatio, beberapa detik merasakan klimaks yang luar biasa dahsyat! Nafas Lexie pun masih turun naik dan tubuhnya cukup lemas. Melihat gadis cantik itu kelelahan, Damnatio pun mengeluarkan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 106 Menuruti keinginan Dam

Tiba di lokasi syuting Lexie pun turun dari mobil, selanjutnya mobil Damnatio segera melaju meninggalkan lokasi! Sebelum sore nanti berangkat ke Spanyol, Damnatio memang ingin berbicara sekarang juga perihal keinginannya untuk tinggal bersama Lexie pada kedua orangtuanya.Bukan apa-apa, Damnatio hanya ingin lebih mandiri! Lagi pula di negara ini sendiri mana ada seorang anak laki-laki yang sudah dewasa masih tinggal bersama dengan kedua orangtuanya.Mobil pun tiba di halaman rumah Stanley dan Arabella, pagi tadi menurut Lexie kedua orangtuanya itu menghadiri pernikahan rekan kerja Stanley, tapi jika sudah siang begini sepertinya kedua orangtuanya itu sudah berada di rumah.Benar saja dugaan Damnatio, mommy Arabella terlihat sedang membuka hiasan-hiasan rumah yang dia pesan secara khusus agar memberikan nuansa baru didalam rumah!"Wow, mommy belanja banyak sekali?" kata Damnatio."Hei Dam, tumben siang-siang begini pulang ke rumah? Rindu mommy kah?""Tentu saja!"Cup..Damnatio mencium
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 107 Keguguran

Malam hari saat Lexie pulang dari lokasi syuting! Rupanya ada satu mobil tambahan yang menjemputnya kali ini, mereka adalah beberapa anggota group Limson yang ditugaskan oleh Damnatio."Ada apa ini?" tanya Lexie."Nona, kami ditugaskan untuk menjaga nona selama ketua berada di Spanyol!" ujar salah seorang anggota group Limson."Tapi kenapa sebanyak ini?" tanya Lexie, karena melihat ada lima orang sekaligus yang mengawalnya.Tanpa menjawab pertanyaan Lexie lagi, anggota group Limson pun mempersilahkan Lexie untuk segera masuk kedalam mobil. Akhirnya Lexie pun menurut saja, dia tau apapun yang dilakukan oleh Damnatio itu pasti yang terbaik untuknya.Dalam perjalanan menuju kediamannya, suasana tampak lumayan sepi karena memang waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam, dari arah berlawanan satu buah mobil jip berhenti menghadang mobil yang ditumpangi oleh Lexie."Siapa mereka?""Jangan khawatir nona, kami akan mengatasinya! Menunduklah jangan sekali-kali mengangkat kepala anda,""Ok
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 108 Video call

Ketika tiba di markas group Limson ternyata yang dapat Hailey temui hanyalah Stanley, sedangkan Damnatio tidak terlihat batang hidungnya, itu karena Damnatio yang masih berada di Spanyol. Hailey pun duduk berhadapan dengan Stanley di salah satu ruangan."Wajahmu pucat, kau sakit?""Bukankah memang jiwa dan ragaku sudah sakit karena putramu, Paman,""Hailey cobalah berdamai dengan kenyataan jika ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia ini!""Aku tidak butuh nasihat darimu Paman,""Lantas?""Aku mau uang Ayahku kembali, jika memang Damnatio tetap tidak mau menikahi ku lebih baik aku kembali ke Singapore, disini terlalu menyakitkan,""Baiklah akan aku berikan seluruh uang Ayahmu,""Kenapa kau sama sekali tidak mau membujuk Dam untuk menikahiku saja? Tidak kah kau memiliki rasa empati sedikit saja padaku?""Aku jauh lebih kasihan pada putraku jika dia sampai menikah denganmu," tegas Stanley.Hailey yang mendengar kalimat itu, merasa Stanley memandangnya seperti wanita tidak baik sampai-sam
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 109 Rumah baru

Meyden pun menoleh kearah Reval yang sejak tadi sudah menatapnya dengan intens, lama-lama hidup seperti ini memang lelah juga pikir Meyden, disaat mengharapkan laki-laki yang memang bukan untuk kita, sementara sudah ada Reval didepan yang sudah bersiap untuk memberinya bahagia.Mungkin cinta itu belum tumbuh sama sekali untuk saat ini, tapi bukan berarti tidak bisa tumbuh dan berkembang bukan? Meyden mengehela nafas panjangnya kemudian menganggukkan kepalanya."Aku akan mencobanya, aku capek melarikan diri dari kenyataan! Demi bayi dalam kandunganku,""Yes!" teriak Reval.Tidak dapat Reval ungkapkan dengan kata-kata lagi bagaimana rasa bahagianya saat mendengar Meyden mengucapkan kalimat indah tersebut! Bertahun-tahun lamanya berjuang dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan, akhirnya tepukan tangan itu mulai menemukan titik balik sesuai harapannya.Kedua tangan Reval segera menggenggam erat kedua tangan Meyden, lalu mencium punggung tangan Meyden didepan kedua orangtuanya! Membuat k
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 110 Tidak tahan

Karena merasa sedikit tidak enak badan, mommy Arabella tidak berlama-lama menemani Lexie dan Damnatio di rumah baru mereka! Sekitar setengah jam berkeliling melihat suasana rumah baru yang dibeli oleh putra satu-satunya itu, mommy Arabella pun berpamitan. Hanya tinggal Paul dan Reval yang masih betah sambil berbincang-bincang di rooftop rumah mewah tersebut, karena melihat Damnatio masih asik berbincang tentang rencana pernikahan Reval dengan Meyden yang akan segera dilaksanakan, Lexie pun meninggalkan obrolan lebih dulu karena ingin segera mandi. "Kak Dam, aku ke kamar dulu ya," "Lexie, sudah tidak sabar kah? Sampai-sampai minta ke kamar duluan?" goda Paul. "Iya tidak sabar, tidak sabar mandi karena badan sudah bau keringat!" kata Lexie. Ckckckck... Reval dan Paul justru tertawa kecil mendengar jawaban Lexie, sementara Damnatio hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kedua sahabatnya itu. "Pergilah, nanti aku menyusul," kata Damnatio. Saat Lexie sudah pergi dari rooftop
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
8910111213
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status