Selena tiba di sekolah, berlari terburu-buru menuju kelas bersama Rangga dan Linggar yang ternyata juga kesiangan. Mereka bertiga tampak seperti dikejar hantu, membuat siswa lain kebingungan melihatnya. Akhirnya, mereka pun sampai di kelas dengan napas terengah-engah."Gila, tidur kayaknya bener-bener ngaruh, lelap banget," kata Linggar, sambil menepuk dadanya."Sama, efek kecapekan kayaknya," sahut Selena, terkekeh.Tak lama setelah itu, guru pun tiba. Beruntung, Selena, Linggar, dan Rangga berhasil sampai tepat waktu sebelum wali kelas mereka datang. Pelajaran pun dimulai.***Beberapa hari setelah itu, Selena kembali menerima banyak kiriman teluh seperti biasa. Namun, kali ini ia bisa menahan semua itu, dengan sedikit bantuan dari ayah Ilham. Selena merasa perubahan pada dirinya, seolah ia bisa membaca karakter orang di sekitarnya, termasuk Rangga dan Linggar. Ia merasakan kasih sayang yang tulus dalam hati mereka, tapi ia tak sepenuhnya memahami makna dari perasaan itu, hanya mera
Terakhir Diperbarui : 2024-12-13 Baca selengkapnya