Selena duduk di sofa kamarnya, matanya tetap memandangi layar ponsel dengan pandangan kosong. Panggilan video dengan Nicholas masih berlangsung, namun hatinya terasa berat. Ia menghapus air mata yang belum lama ini jatuh, perasaan sedihnya masih menguasai setelah kehilangan teteh putih."Udah, dek... Jangan sedih terus, kan teteh sudah ketemu tempat yang baik," ujar Nicholas dengan lembut, berusaha menghibur Selena yang masih tampak terpuruk."Iya..." Gumam Selena, menyeka air mata yang masih tersisa. Nicholas tersenyum, merasakan betapa lembutnya hati Selena, bahkan untuk makhluk yang sudah tak bernyawa sekalipun."Makan gih, ntar sakit loh kamu nggak makan-makan, udah malam ini," kata Nicholas dengan perhatian, namun Selena menggeleng pelan."Nggak lapar, bang," jawabnya dengan suara rendah, matanya masih tampak jauh."Rangga bilang kamu baru aja bantu ngurus kesurupan massal di sekolah, ya? Kok bisa sih ada kesurupan massal, padahal dulu nggak pernah ada gituan?" tanya Nicholas, me
Last Updated : 2024-12-05 Read more