Keesokan harinya, Selena pergi ke sekolah bersama Linggar dan Rangga, seperti biasanya. Namun, kali ini pikirannya dipenuhi kegelisahan tentang Jovi yang berada di gedung olahraga.“Rangga, Li, kalian mau bantu aku, nggak?” tanya Selena, sedikit ragu.“Mau lah! Kenapa harus nanya? Kalau butuh bantuan, bilang aja, Sel,” jawab Linggar dengan nada tegas, mendahului Rangga.Selena tersenyum kecil. “Hehe, makasih, Li.”Linggar langsung membusungkan dada, menaik-turunkan alisnya penuh percaya diri.Rangga menatapnya dengan tatapan heran. “Li, kenapa sih lo baik banget sama Selena, tapi dingin banget kalau sama orang lain?”Linggar langsung melirik Rangga dengan tajam.“Tuh, tuh! Lirikan matanya udah kayak macan hutan. Serem banget,” cibir Rangga, sambil setengah bercanda. Sebenarnya, pertanyaan itu sudah lama ingin ia lontarkan, tapi baru kali ini ia punya keberanian.“Lo tuh ya, suka menilai orang dari tampang. Mana lo tau isi hati gue. Beda sama Selena,” balas Linggar sinis.Rangga melong
Terakhir Diperbarui : 2024-12-08 Baca selengkapnya