Semua Bab Ketika Suamiku Menikah Lagi: Bab 11 - Bab 20

107 Bab

Bab 11. Siapa?

Denis yang seharusnya mengajak Mawar untuk beli bakso, tiba-tiba ia mendengar suara rintihan dari Aisyah yang ternyata salah satu jari tangan milik Aisyah terkena jarum jahit. Melihat hal tersebut, Denis berlari untuk membantu Aisyah mengobati luka dengan betadin yang sudah ia siapkan. "Syah, luka ini harus diperban sementara biar cepat sembuh ya? Kamu jangan menjahit dulu kalau tangan kamu lagi sakit!" Saking cemasnya, Denis sampai lupa dengan Mawar yang masih berdiri di balik pintu sambil menyobek-nyobek uang kertasnya. "Mas, biarkan luka ini yang perban aku saja. Kamu mau pergi cari makan dengan Mawar 'kan?" tanya Aisyah yang merasa iba jika Mawar belum makan. Denis menepuk jidat. "Benar juga. Mawar belum makan. Aku sampai lupa. Yasudah, Mas tinggal dulu ya? Kamu istirahat dulu saja," kata Denis yang sok manis di depan Aisyah. Denis kemudian menemui yang ternyata Mawar berdiri di balik pintu sambil menundukkan kepala. " Mawar, kita jadi makan 'kan?" tanya Denis yang juga m
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-03
Baca selengkapnya

Bab 12 Memohon

Malam itu, Mama Linda mendengar ada suara yang terjatuh. "Pasti itu Mawar! Aku harus ke kamarnya sekarang!" Denis khawatir jika Mawar terjadi sesuatu padanya sehingga ia segera ke kamar milik Mawar. Setelah samapi di kamar di mana Mawar berada, ternyata Mawar pingsan. Dan lemari dalam keadaan terbuka lebar. Astaghfirullah, pasti ini gara-gara Mawar lapar. Betapa bodohnya aku membuat istriku kelaparan!" Denis menangisi Mawar. Ia langsung membaringkan Mawar di tempat tidur. "Ada apa ini? Apakah dia istri kedua kamu, Denis?" tanya Mama Linda dengan raut wajah panik. "Mawar pingsan Mah. Iya dia istri kedua Denis. Mah, aku sudah tidak ada uang buat beli makan. Mungkin Mawar pingsan gara-gara tidak makan seharian," kata Denis lesu. Mama Linda menggelengkan kepala. "Uang kamu ke mana saja! Kamu bohongi Mama ya. Orang kantor tidak menyuruh kamu membeli peralatan kantor lho. Atau jangan-jangan, uang yang Mama kasih lima juta itu untuk dia! Duit kamu habis gara-gara istri ked
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-04
Baca selengkapnya

Bab 13. Kau Jahat Mas!

Malam itu, Aisyah masih menguping pembicaraan madu dan sang suami. Ia semakin penasaran dengan sikap Mawar kepada Denis. "Kamu nggak ngantuk Dek? Mas temani bobok ya?" Ketika Mawar sedang mual-mual karena hamil, Denis ingin tidur bersama Mawar. Pria itu sudah kecanduan servis yang dilakukan oleh Mawar. "Ngantuk sih Mas. Ah, geli Mas. Kamu jangan na kal ya? Mas, mas!" Tidak lama, terdengar lenguhan panas di antara keduanya. Mereka saling beradu kasih dan tenggelam dalam kenikmatan surga dunia. 'Mas, kau jahat sekali. Dalam kesedihanku, kamu masih saja bisa bermesraan dengan Mawar,' batin Aisyah yang semakin terkoyak. Ketika Denis dan Mawar sedang melakukan surga dunia, Aisyah mulai meninggalkan tempat itu. Aisyah kembali ke kamarnya. Ia menangis lagi. Melempar bantal, guling dan selimut. Saking sakit hatinya, ia tidak bisa mengontrol emosinya. Tring! Tidak lama, ketika Aisyah hanyut dalam tangisan, Terdengar bunyi notifikasi WA. "Ponsel Mas Denis ada di sini? Tumbe
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-05
Baca selengkapnya

Bab 14. Pinjam Uangnya, Syah!

Pagi itu, ketika Denis menarik tangan secara paksa milik Aisyah, Jiho memarahi Denis agar tidak berbuat kasar kepada istrinya. Denis melebarkan mata melihat ke arah Jiho. "Jangan urusi urusan rumah tangga orang lain. Aisyah itu istriku, aku berhak mengajak dia pulang," jawab Denis dengan ketus. Denis cemburu berat ketika Aisyah membeli bubur ayam di warungnya Hihi yang gantengnya selangit. Jiho mendengus pelan. "Tapi ya jangan kasar sama istri toh Mas Denis, 'kan kasihan, dia itu wanita yang harusnya diperlakukan secara lembut," tutur Jiho yang iba melihat Aisyah ditarik paksa oleh Denis. Denis semakin marah. "Kamu itu belum berumah tangga, jadi nggak tahu gimana rasanya jadi aku, Jiho. Dahlah jangan banyak ceramah di sini. Kalau mau ceramah, di Masjid atau majlis ta'lim sana!" Denis masih membantah ucapan Jiho yang jelas-jelas memberikan arahan baik. Denis tetap saja memaksa Aisyah untuk segera pulang ke rumahnya. Jiho menggelengkan kepala. *** Denis dan Aisyah pun sampai
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-06
Baca selengkapnya

Bab 15. Keterlaluan

Pada siang itu, seorang wanita bernama Zola bertamu ke rumah Denis. Kebetulan yang ada dalam rumah tersebut adalah Aisyah. Zola mengaku telah dinodai oleh Denis. Ia meminta pertanggung jawaban kepada Denis. Namun, Aisyah tidak percaya begitu saja. "Benar Kak. Saya telah dinodai oleh Mas Denis. Saya minta Mas Denis tanggung jawab!" kata Zola menunduk sambil memegangi perutnya yang masih rata. Aisyah geleng-geleng kepala. "Apa kamu punya bukti kalau Denis telah menodai kamu?" tanya Aisyah meminta bukti agar ia bisa percaya bahwa Zola benar-benar dinodai oleh Denis. Zola mengeluarkan ponsel dari sakunya. Lalu ia mulai memperlihatkan Video. "Lihat ini Kak." Zola memperlihatkan Video Denis dan Zola yang sedang di suatu kamar dan sedang melakukan itu dengan Zola. Aisyah syok. "Astaghfirullah, Mas Denis! Kau be jat sekali! Tidak saja Mawar yang kau nodai. Tapi ada wanita lain yang juga kau renggut kesuciannya. Tuhan, mimpi apa aku hari ini." Aisyah meremas pakaian gamis bagian atas
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-07
Baca selengkapnya

Bab 16. Cari Perhatian

Pada sore hari, terdengar derap langkah yang diduga adalah sepatunya Denis. Aisyah dan Zola sangat syok mendengar hal itu. Aisyah gugup. "Zola, kamu ngumpet dulu di kolong ranjang yang ada di kamarku. Sebelum Denis mengetahui keberadaan kamu!" Aisyah menyuruh Zola untuk bersembunyi di kolong ranjang yang ada di kamarnya. Tidak lama, dengan langkah cepat, Aisyah mengarahkan Zola untuk bersembunyi di kolong ranjang. Setelah semuanya aman, Aisyah ingin memastikan siapa yang datang. Ia mengintip di balik pintu, dan ternyata adalah Mawar yang bergelayut manja di pundaknya Denis. "Mas, aku mual sekali makan-makanan berdaging, aku maunya yang manis-manis terus. Nanti aku dibuatin salad buah ya? Nih aku dah belanja banyak buah untuk makan kita bersama!" Terdengar suara Mawar yang man ja dan ia terlihat membawa beberapa kantong kresek. Mawar berjalan menuju kulkas untuk menaruh barang belanjaan di tempat tersebut. Ada buah, mie instan dan beberapa bahan masakan lain kecuali daging. Mawar
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-08
Baca selengkapnya

Bab 17. Mie Instan

Saat sore hari, Aisyah ingin Denis ke dapur agar Zola bisa melarikan diri dari tempat sembunyinya. Aisyah mengambil dua bungkus mie instan yang ada di kotak dapur yang berisi bahan masakan. "Mas, pijitin saja Si Mawar, biar aku yang buatkan kamu mie instan," kata Aisyah yang mengalah dari Mawar. Aisyah juga ingin segera melihat keadaan Zola di kolong ranjang. Denis berdiri dan siapa-siap merebus air sambil menoleh ke arah Mawar yang berdiri di sampingnya. "Mawar, kamu bisa istirahat sendiri sebentar nggak? Mas mau buatkan mie instan untuk Aisyah. Apa kamu dibuatkan sekalian? Kasihan, Aisyah capek." Denis kasihan dengan Aisyah karena ia mengalah dan tidak manja seperti Mawar. Mawar cemberut. "Ih, jahat banget sih. Lagi hamil dimasakin mie instan, nggak baik buat calon bayi, tahu! Mas Denis kok nggak tahu sih?" gerutu Mawar yang masih saja menuruti kemauan Aisyah. Denis gusar. "Kalau nggak mau mie instan ya jangan makan. Sudah Mas bilang, kamu istirahat dulu! Mas mau masak mie i
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-09
Baca selengkapnya

Bab 18

Aisyah menahan geli dengan ucapan Denis yang membuatnya nek. ia terus saja memakan mie instan tersebut walau sebenarnya ia sedikit tidak berselera makan. Denis gelisah. "Dek, kamu kok diam gitu? Apa kamu masih marah sama Mas? Biar aku buatkan lagi mie nya mau?" Denis sangat takut jika Aisyah ngambek. Ia terus saja menghujani sejuta kata manis untuk Aisyah agar bisa luluh. "Lagi makan, ya diam dong Mas? Nanti kalau bicara terus, aku bisa tersedak. Mienya sudah saja ya, aku sudah kenyang ini," jawab Aisyah dengan ketus. Rasa sakit hatinya yang mendalam, membuat secara reflek, berkata ketua pada sang suami. Aisyah masih memikirkan betapa jika ia menjadi Zola. Pasti hidupnya malu dan tertekan. Aisyah bersyukur, ia masih dalam hubungan halal dan sah menurut agama. Ia tidak terjerumus dalam lembah kehinaan. Denis menghela nafas. "Iya deh iya. Dek, Mas mau mempertegas jatah malam antara kamu dan Mawar. Mas mau membaginya dengan adil. Malam ini jatah Mas ke kamar kamu. Bolehkah
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-09
Baca selengkapnya

Bab 19 Bodo Amat

Saat malam, Mawar ingin selalu ikut dengan Denis ketika akan pergi dengan Aisyah. Padahal besok pagi, Aisyah harus mengirim orderan yang sudah jadi kepada Mama Linda. Mawar yang tadinya berada di kamar, karena Mawar kepo, ia menuju ruang makan di mana Aisyah dan Denis berada. "Sudah, cukup! Jangan ribut terus ya? Besok saya pergi sendiri saja. Mas Denis kerja saja, biar besok pas tanggal gajian ful, nggak kepotong. Sekarang harga bahan pokok itu mahal, jadi, kalau kepotong 'kan sayang," sahut Aisyah yang berusaha meredupkan cekcok antara Mawar dan Denis. "Iya Mas. Aisyah itu sudah biasa sendiri. Jangan diantar terus. Biarkan dia bebas karena ia juga butuh menenangkan diri. Lebih baik, Mas Denis kerja dan beri aku uang banyak. Aku 'kan lagi hamil. Kamu mau 'kan, Dedeknya sehat dan gembul," kata Mawar yang berdiri dari ruangan kamarnya menuju di mana Aisyah dan Denis duduk. Denis memutar bola matanya karena bingung. "Baiklah, tapi setelah selesai mengirim orderan, kamu harus l
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-10
Baca selengkapnya

Bab 20. Haduh

Pagi itu, Denis kesal dan lapar akibat Mawar bangunnya kesiangan. Tidak hanya bangun siang, ia juga tidak menyiapkan sarapan kepada Denis.Ia malah manja dan tidak tahu akan kondisi suaminya yang lapar dan hampir telat berangkat kerja."Mas Denis kasar gitu omongannya sama aku. Yasudah, cepetan sana berangkat kerja. Nanti sarapannya di kantor saja. Nih, aku ada uang selembaran merah, buat kamu Mas? Siapa sih yang nggak perhatian sama kamu Mas? Aku tuh hamil, kepalaku terasa pening, jadi wajar dong, kalau aku bangun siangan!" jawab Mawar yang selalu tidak mau disalahkan. Ia terus saja bergelayut manja di lengan kokoh milik Denis.Denis luluh karena ia diberikan uang oleh Mawar. "Maafin aku Dek, makasih uangnya. Aku berangkat kerja dulu yah? Sudah telat ini. Emuach."Denis memeluk dan mengecup pipi Mawar yang tembem kemerah-merahan. Setelah itu ia bergegas untuk bekerja.Mawar menemani sang suami sampai di depan pintu gerbang rumah Denis. Kepergian Denis, mwmbuay Mawar sendiri di rumah.
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-11
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
...
11
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status