Home / Romansa / Bersandar pada Ketakutan / Kabanata 51 - Kabanata 60

Lahat ng Kabanata ng Bersandar pada Ketakutan: Kabanata 51 - Kabanata 60

75 Kabanata

51. Jebakan Dalam Bayangan

Malam yang awalnya tenang kini berubah mencekam. Ethan Gray membuat lautan darah dengan menebas semua bodyguard yang menjaga rumah Dominic dengan keji. Hanya ditemani lima orang bawahan terkuat milik Fernaldi, ia sanggup membabat habis semua orang yang mencoba menghalangi jalannya. Ethan menatap pintu kamar Dominic dengan seringai. "Mari kita jemput piala kemenangan."Perlahan Ethan membuka pintu kamar Dominic. Di sana, ia menemukan Amethyst tengah menatapnya dengan waspada."Apa maumu?" suara Amethyst terdengar serak, menatap nyalang pada Ethan.Ethan tersenyum lembut, ia mendekati Amethyst yang terus mundur menjaga jarak darinya. "Aku datang untuk menyelamatkanmu, Amethyst ... aku tau kau sangat menderita bersama Dominic, bukan?""Jangan pura-pura menjadi pahlawan! aku tau kau pun juga sama dengan Dominic. Jadi, simpan semua basa-basimu bajingan!" Amethyt menyalak dengan mata memerah.Ethan mengendik, "Aku tidak mau berpura-pura, kau memang sebuah aset yang berharga untuk saat ini
last updateHuling Na-update : 2025-01-06
Magbasa pa

52. Pencarian

Sudah dua hari Amethyst dikurung dalam kamar yang berubah berantakan karena ulah Amethyst yang mengamuk."keluarkan aku, bajingan!" Amethyst terus menggedor pintu kamar, tak memperdulikan tangannya yang mulai lebam.Berada di sini semakin membuatnya lemah. suara berisik mulai datang silih berganti di kepalamya.Selama di sana, ia tak dapat memejamkan matanya sekalipun. Terbiasa tidur dengan obat penenang, kini ia merasa tersiksa. Suara pintu yang berderit membuat Amethyst melesat ke arahnya. Pikirannya saat ini hanya "segera lari dari sini".Ethan yang baru saja memasuki ruangan langsung menangkap tubuh Amethyst. "Tidak semudah itu, manis ... kau harus berada di sini setidaknya sampai Dominic mati ditanganku." Ia tersenyum keji. Tubuh Amethyst sedikit bergetar ketika mendengar nama Dominic. Namun ia menepisnya dengan cepat."Terserah kau mau melakukan apa, tapi jangan kaitkan aku dengan masalah kalian berdua."Ethan terbahak mendengarnya, "kenapa tidak? padahal kau adalah kunci unt
last updateHuling Na-update : 2025-01-07
Magbasa pa

53. Permainan Ethan

Di villanya, Ethan menyeringai setelah membocorkan keberadaannya. Ia lelah menunggu Dominic menemukannya. Pria itu memang lamban untuk menggali informasi. Jika tidak begitu, maka pria itu tak akan memintanya untuk menyelidiki Amethyst dulu. "Datanglah padaku, kalian semua," gumam Ethan dengan nada rendah, matanya menatap layar dengan seringai kepuasan. "Semakin banyak pemain, maka akan semakin seru juga permainannya." --- Di gedung kantor Dominic yang kini dijadikan markas pria itu, Lucas segera mendapat informasi setelah berhasil mendapati mobil Ethan dari sebuah kamera pengawas. ia mengetik dengan cepat dan mendapat alamat villa persembunyian Ethan. "Aku menemukannya," ucap Lucas, suaranya tegas. "Ternyata selama ini ia menempati Villa milik keluarga Grey ... miliknya," jelas Lucas menggebu penuh semangat. Dominic bangkit dari kursinya dan segera memakai mantelnya. "Siapkan semua orang, kita berangkat sekarang." Lucas mengangguk, segera menghubungi Marcus dan yang lain. K
last updateHuling Na-update : 2025-01-08
Magbasa pa

54. Pertarungan Terakhir?

Hembusan angin dingin yang menerpa tubuh mereka semakin membuat suasana yang mengerikan. Michael dan Aiden berdiri tegang di belakang Marcus yang berdiri tegap siap membidik Ethan dengan SS2 Pindad yang ia bawa.Awalnya Michael merasa ngeri melihat Marcus yang membawa senjata sebesar itu, tapi melihat senyum tengilnya itu semua bisa dimengerti.Ethan tak merasa gentar sekalipun. Baginya, malam ini hasilnya adalah jika bukan ia yang mati, maka Dominic lah yang akan mati ditangannya. "Dominic." Ethan mengejeknya yang begitu berambisi untuk menyelamatkan kekasihnya. "Jangan bersembunyi. kita itu sama ... tidak pantas untuk mendapat kasih sayang. itu adalah hal basi."Dominic mengepalkan tangan dengan keras hingga buku-buku jarinya memutih. "Aku tidak sama sepertimu, Ethan. Aku masih memiliki hati dan pikiran waras untu tidak memberondong orang-orang tak bersalah."Kepala Ethan mengangguk remeh kata-katanya. "Oh, kalau kau begitu mencintainya, tunjukan." Dia menggeser pistolnya kearah ja
last updateHuling Na-update : 2025-01-09
Magbasa pa

55. Usaha Dominic

Hari-hari dilalui Amethyst dengan pemulihan luka-luka fisiknya dan konseling bersama dokter Eleanor untuk mengobati luka batinnya. Yang membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak karena dihantui mimpi buruk yang berkepanjangan. Michael selalu ada disisinya menemani masa perawatan dan mencegah Dominic datang untuk mengacau. Akan tetapi, Dominic selalu punya datang meski hanya untuk duduk di depan lorong selama berjam-jam. "Untuk apa kau kembali ke sini?" tanya Michael tajam. "Bukan urusanmu." Dominic menatap datar pintu ruangan tempat Amethyst dirawat. Mengabaikan Michael sepenuhnya. "Jangan harap aku mengizinkan mu masuk ke dalam." Michael berlalu pergi masuk ke dalam. Bahkan matanya mengawasi dari balik kaca kecil sebentar sebelum menghilang sepenuhnya. Pria itu mengabaikan ketidaksukaan Michael dan terus saja datang. Dia masih belum memiliki kepercayaan diri untuk menemui Amethyst setelah segalanya. Hingga obrolannya dengan dokter Eleanor sedikit membuka pikirannya. Perempu
last updateHuling Na-update : 2025-01-10
Magbasa pa

56. Obligation

Setelah kematian Ethan, suasana di Obligation terlihat biasa saja. Namun, mereka semua tahu itu hanya ilusi. Kabar tentang kehilangan "anjing pemburu" mereka telah menyebar bak api di tengah hutan kering. Ethan dan Dominic adalah kombo yang tak terhentikan, duet yang membuat siapa pun gentar. Kehilangan Ethan berarti kehilangan separuh taring mereka, dan itu adalah fakta yang tidak dapat disangkal. Di ruang rapat, Fernaldi Rashford duduk di ujung meja panjang dengan wajahnya yang dingin namun penuh karisma. Para petinggi Obligation hadir, masing-masing dengan ekspresi tegang. Hanya Dominic yang tampak santai, bersandar di kursinya seperti biasa, dengan senyuman tipis yang bahkan bertengger menghiasi wajahnya. "Sejujurnya, aku sangat menyayangkan kepergian Ethan," ucap Fernaldi mengawali pertemuan mereka. Ia menatap semua yang hadir, sebelum akhirnya pandangannya tertuju pada Dominic. "Dia adalah aset terbaik kita, seorang pembunuh sempurna yang bisa menyingkirkan semua musuh tan
last updateHuling Na-update : 2025-01-11
Magbasa pa

57. Melepasmu

Sudah hampir tiga bulan berlalu, dan keadaan Amethyst berangsur membaik. Ia mulai menjalani aktivitas seperti biasa tanpa rasa cemas yang tiba-tiba datang. Ia juga rutin terapi ditemani kakaknya yang selalu meluangkan waktu untuk menemaninya di sela kesibukannya. Hal yang sangat ia syukuri dari semua hal yang ia lalui. Mereka berdua memutuskan untuk tinggal berdua di rumah kecil minimalis dua lantai dengan pekarangan asri tempat favorit Amethyst untuk menulis jurnal. Meski awalnya canggung, mereka berdua mulai menemukan ritme hidup yang baru. Memperbaiki hubungan mereka yang merenggang sekian lama. --- Amethyst duduk di serambi dengan segelas teh hangat untuk menemaninya membaca buku yang disarankan dokter Eleanor. Ia menoleh kepada Michael yang tersenyum membawa buket bunga tulip yang ia letakkan di vas berisi air. “Untuk apa ini?” tanya Amethyst, tersenyum kecil melihat hal-hal baru dari kakaknya yang tak pernah ia tahu sebelumnya. Michael mengangkat bahu sambil terse
last updateHuling Na-update : 2025-01-12
Magbasa pa

58. Kehidupan Baru Tanpa Dominic

Sore itu, Michael mengajak Amethyst berbelanja bulanan. Michael sibuk dengan daftar yang ia buat di ponselnya, berbeda dengan Amethyst yang langsung mengambil semua yang kiranya ia butuhkan ke dalam troli. “Eh, ini kan tidak ada di daftar,” protes Michael sambil mengangkat sekotak cookies yang baru saja dimasukkan Amethyst. “Aku ingin makan sesuatu yang manis-manis. Kakak tahu aku selalu butuh ini untuk mood booster,” jawab Amethyst sambil terkikik, menyembunyikan cemilannya dibalik tumpukan barang yang mereka beli. Michael menggelengkan kepala, tapi tetap membiarkannya mengambil makanan ringan yang ia suka. "Baik, kalau berat badanmu meningkat ... jangan salahkan aku." “Oh, please. Biasanya kau juga ikut memakannya," sergahnya tak terima. Michael mengendik, "ya ... ya ... perempuan selalu benar," ledek nya dihadiahi pelototan tajam. --- Setelah puas berbelanja, Amethyst mengajak kakaknya untuk nonton film di rumah. Akhir-akhir ini, mereka jarang menghabiskan waktu bersama
last updateHuling Na-update : 2025-01-16
Magbasa pa

59. Kabar Tentang Dominic

Sejak pembicaraan mereka tentang Aiden, hubungan kakak beradik ini terasa canggung dan dingin. Tak ada lagi obrolan santai, canda dan tawa ringan mereka tentang film di ruang keluarga yang mendingin. Situasi ini mengingatkannya tentang keadaan mereka sebelum ini. Amethyst menyadari kalau kakaknya hanya menginginkan yang terbaik untuknya. Hanya saja, egonya menolak membenarkan semua fakta itu. Pagi ini, Amethyst bertekad untuk memperbaiki hubungan mereka. Ia duduk lama di meja makan dengan segelas kopi yang mulai mendingin. Dari sudut matanya, ia melihat Michael berlalu untuk mengisi air tanpa melihat ke arahnya. “Selamat pagi,” sapa Amethyst pelan, walau ragu mencoba memulai sesuatu. Namun, Michael hanya mengangguk tanpa menoleh kearahnya. “Pagi.” Suaranya bahkan terdengar dingin. Amethyst menggigit bibirnya mencoba merangkai kata-kata di kepalanya. “Aku minta maaf,” akhirnya ia membuka suara, “aku tahu aku egois.” Michael berhenti sejenak, menatap adiknya dengan alis terangk
last updateHuling Na-update : 2025-01-17
Magbasa pa

60. Tangisan ditengah Hujan

Sudah hampir jam sembilan malam Michael mondar-mandir di teras rumah, matanya tak lepas dari jalanan, berharap adiknya akan muncul dari balik gerimis dan senyum seperti biasa.Ia menggenggam ponselnya erat-erat menunggu dengan cemas kabar dari Aiden yang ia mintai tolong. Tak lama kemudian, Aiden datang dengan motornya. Jaketnya basah kuyup, tapi ia tak peduli. “Dia tidak bilang apa-apa sebelum pergi?” tanya Aiden dengan khawatir.Michael menggeleng cepat. “Tidak. Semenjak aku sampai di rumah, aku belum melihatnya. Kupikir dia tidak enak badan, jadi aku masuk ke kamarnya dan mendapati dia tidak ada."Aiden berpikir cepat, menatap Michael menginterogasi. "Apa yang sudah terjadi sebenarnya? tidak mungkin dia tiba-tiba menghilang."Michael menunduk penuh rasa bersalah. "Kita bertengkar sedikit sebelum ini," jelasnya lirih. Ia merasa bersalah telah mengucapkan kata-kata itu disaat ia tahu kondisi psikis adiknya yang baru membaik.Aiden meraup wajahnya kasar. Mencoba menenangkan emosinya
last updateHuling Na-update : 2025-01-19
Magbasa pa
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status