Sasha duduk resah. Untuk pertama kalinya kakinya menginjakkan ke kelab malam. Johanes yang berdiri di dekat meja bar, sudah mulai meracau. Janjinya pada Sasha, tak dia tepati. Tadi memohon-mohon minta ditemani sebentar saja. Janji hanya dua teguk terus pulang. Namun, kini, sudah berapa gelas entah, bahkan matanya sudah memerah.“Jo! Ayo balik!” “Bentar lagi, Cin!” “Cin?” Johanes tergelak melihat Sasha yang melotot padanya.“Micin,” kekehnya. “Habis gelas itu kalo lo masih gak mau balik! Gue tinggal!” ketus Sasha. "Iya, kita balik, Say!""Makin ngaco kamu Jo!""Sayur," kekeh Johanes. Suaranya timbul tenggelam, hingar bingar musik memekakkan telinga. Namun, Johanes terlihat menikmatinya. Johanes dan Sasha memang sama-sama menyukai kebebasan. Namun, Sasha tak menyukai dunia malam seperti sekarang. Kerlap-kerlip lampu disco, music yang kencang, para lelaki dan perempuan yang bebas menari sambil beradegan mesra, membuat perut Sasha mual. Johanes menenggak minuman dalam gelasnya hin
Huling Na-update : 2024-12-24 Magbasa pa