Lahat ng Kabanata ng IDENTITAS TERSEMBUNYI SANG PEWARIS ASLI: Kabanata 91 - Kabanata 100

106 Kabanata

BAB 53A

Sasha duduk resah. Untuk pertama kalinya kakinya menginjakkan ke kelab malam. Johanes yang berdiri di dekat meja bar, sudah mulai meracau. Janjinya pada Sasha, tak dia tepati. Tadi memohon-mohon minta ditemani sebentar saja. Janji hanya dua teguk terus pulang. Namun, kini, sudah berapa gelas entah, bahkan matanya sudah memerah.“Jo! Ayo balik!” “Bentar lagi, Cin!” “Cin?” Johanes tergelak melihat Sasha yang melotot padanya.“Micin,” kekehnya. “Habis gelas itu kalo lo masih gak mau balik! Gue tinggal!” ketus Sasha. "Iya, kita balik, Say!""Makin ngaco kamu Jo!""Sayur," kekeh Johanes. Suaranya timbul tenggelam, hingar bingar musik memekakkan telinga. Namun, Johanes terlihat menikmatinya. Johanes dan Sasha memang sama-sama menyukai kebebasan. Namun, Sasha tak menyukai dunia malam seperti sekarang. Kerlap-kerlip lampu disco, music yang kencang, para lelaki dan perempuan yang bebas menari sambil beradegan mesra, membuat perut Sasha mual. Johanes menenggak minuman dalam gelasnya hin
last updateHuling Na-update : 2024-12-24
Magbasa pa

BAB 53B

“Iya, Bos! Nyari cewek aja di dalam banyak!” Sasha tak lagi menyimak kalimat-kalimat mereka. Lekas dia menarik lengan Johanes dan mendudukkannya di jok dengan kasar. Lalu dia masuk ke balik kemudi. Langit yang gelap semakin mendung, gerimis sudah mulai turun. Sasha lekas menginjak gas setelah kontak dinyalakan. Mobil tersebut perlahan menuju keluar. “Mama, Papa, maafin Sasha ….” Tiba-tiba ada rasa bersalah menyelinap. Baru kali ini dia berani pergi diam-diam. “Cin, gue suka sama lo! Gue cinta sama lo! Cuma gue tau diri, lo gak bakal mau sama barang rongsokkan kayak gue ‘kan?” Sasha mendengar racauan lirih Johanes yang matanya terpejam. Dia bersandar lemah di jok sebelahnya. “Asal lo tau, gue udah insaf, gue udah lama gak pernah lagi maen perempuan! Gue suka sama lo, Cin!” Lalu Johanes tertawa sendiri, “Ya, gue yakin, lo gak bakal mau ama gue. Barang rongsokkan, barang bekas, keset aja masih lebih bagus dari pada gue, ya, kan?” Sasha mendengus kasar. Dia cukup terkejut dengan rac
last updateHuling Na-update : 2024-12-24
Magbasa pa

BAB 54A

Suara letupan senapan memekikkan gendang telinga. Pekikkan kesakitan, lalu darah segar mengalir terguyur hujan. Kelima lelaki yang tadi mengerubungi Sasha, satu per satu berjatuhan. Lalu, tampaklah oleh Sasha lelaki yang berjalan dengan limbung tengah memegang senapan. Johanes, berjalan terpincang-pincang menghampiri Sasha dengan pakaian yang sudah tak karuan. Kaosnya penuh robekan. Air matanya mengalir, sorot matanya terlihat lemah ketakutan. “Cin, lo tenang aja ada gue,” tutur Johanes dengan suara parau. Johanes fokus pada Sasha. Dia mengungkung tubuh Sasha dengan maksud ingin melepaskan tali yang mengikat tangan gadis itu. Hanya saja, tiba-tiba sebuah hantaman keras mengenai pundak Johanes, rupanya Erlan masih berusaha menyerang. Meski rasa sakit karena timah panas menembus bahunya terkena tembakan Johanes yang membabi buta. “Jo!” Suara Sasha menjerit nyaring. Tubuh jangkung Johanes terkulai menimpanya. Terasa berat, tetapi Sasha tak bisa menyingkirkan tubuh itu karena tangannya
last updateHuling Na-update : 2024-12-25
Magbasa pa

BAB 54B

“Oke, saya setuju, Mas! Lagian Sasha juga sama-sama pembangkang! Sebaiknya kita nikahkan.” Meranti terlihat pasrah. “Oke, besok saya yang urus dengan orang KUA. Saya akan bawa penghulu ke sini!” jelas Antoni. Akhirnya ketiga orang itu sepakat. Mereka menyimpulkan hal yang salah. Mereka mengira, Sasha dan Johanes sengaja berduaan di tempat sepi sampai-sampai terjadi perampokan itu. Sementara itu, di dalam ruangan. Sasha menatap Johanes yang baru saja siuman dengan kesal. Dilipatnya tangan di dada dengan wajah yang penuh kemarahan.“Lo liat sendiri ‘kan, Jo! Gara-gara ulah lo. Kita hampir-hampir saja!” oceh Sasha ketika lelaki itu membuka mata.“Ah elah, lo udah berisik saja sih, Cin! Btw, lo nungguin gue, ya! Makasih ya udah khawatirin gue, Cin!” Bibir pucatnya tersenyum. “Ck, gue serius, Jo!” hardik Sasha sambil mengepalkan tinju. Sontak Johanes meringis.“Lo gak usah nambahin penderitaan gue, Cin! Muka babak belur gini, lo masih saja mau tambahin! Tega ya lo sama calon suami!” ke
last updateHuling Na-update : 2024-12-25
Magbasa pa

BAB 55A

Di ranjang rumah sakit, Johanes masih terbaring. Keluarga dekat dari dua pihak, sudah hadir. Ameera duduk bersisian dengan Sasha yang sejak tadi terduduk muram di depan ruang rawat Jo. Sementara itu, Aksa sedang mengobrol dengan Antoni dan Harsa sambil menunggu penghulu datang. Otak licin Sasha mendadak tak bisa mencari alasan untuk mengelak. Perbuatannya yang pergi tanpa pamit dan menghilang diam-diam, membuat Meranti dan Subarkah tak lagi menerima penolakan. “Mau jadi pengantin, kok murung!” Ameera menyenggol lengan Sasha. Wajah pengantin baru itu terlihat berseri seolah seluruh kebahagiaan di dunia ini, adalah miliknya.Sasha menyandarkan tubuhnya pada kursi tunggu, wajahnya tampak lesu.“Ra, gimana caranya ya agar pernikahan ini batal? Gila banget, aku mau dikasih barang rongsokkan,” lirih Sasha. Hatinya menolak kuat-kuat. Dia tahu betul kehidupan Johanes yang urakan dan tukang main perempuan. Lagipula, Sasha tak mencintai Johanes, itu poinnya. “Loh, bukannya selama ini kalian?
last updateHuling Na-update : 2024-12-25
Magbasa pa

BAB 55B

Sasha menelan saliva. Terlalu terlambat. Hari ini bahkan orang tuanya sudah memanggil penghulu. Ameera menurunkan tangannya. Dia menatap ke arah Aksa yang memanggilnya.“Umi, ayo!” “Heh, Umi?” Sasha masih sempat-sempatnya memprotes panggilan Aksa pada Ameera.“Panggilan sayang,” bisik Ameera sambil tersenyum. Lalu bangun dan menghampiri Aksa. “Bahagianya Ameera bisa bersanding sama orang yang dicintainya … Ya Tuhaaan … mungkin ini hukuman karena aku pembangkang sama orang tua … ya sudahlah, pasrah … Mas Gavin, selamat tinggal … semoga kamu bahagia ….” Sasha memejamkan mata sebentar. Lalu bangun dan meraih tangan Meranti yang masih terulur padanya.Mereka sudah berada di ruangan di mana Johanes masih terbaring dengan selang infus. Kondisinya sudah membaik. Setidaknya untuk ijab qabul, dia sudah akan bisa bicara dengan lancar. Senyum pada bibir Johanes terkulum. Ada rasa tak percaya, jika musibah itu membawa berkah.Entah sejak kapan tepatnya. Perlahan Sasha mulai memasuki relung hat
last updateHuling Na-update : 2024-12-25
Magbasa pa

BAB 56A

“Sha ….” Ameera mematung dalam jarak beberapa langkah di belakang Sasha. Isak Sasha terdengar. Dia berdiri mematung di roof top rumah sakit. Aksa memang mendesain rumah sakitnya agak nyentrik. Nuansa sepi, yang ada hanya satu buah bangunan mushola dan satu ruangan yang tampak seperti gudang dan juga deretan tanamah hijau yang berderet mengikuti pagar. “Aku mau sendirian, Ra. Tinggalin aku.” Sasha bicara tanpa menoleh ke arah Ameera. Dia berdiri mematung di tepi pagar di antara tanaman hias yang tampak berulang-ulang tertiup angin. Sesekali dia menghembuskan napas panjang dan menyeka air mata yang sejak tadi berjatuhan. “Aku tahu seperti apa perasaan kamu. Sedih, kecewa, benci … aku pun dulu sama. Hanya saja … tolong jangan berlarut-larut … Mama sama Papamu orang baik, mereka akan sedih kalau kamu kayak gini, Sha.” “Aku hanya butuh waktu, Ra. Semua ini terlalu bikin shock.” “Aku paham, Sha. Cuma saat inilah takdir tengah bicara. Jodoh itu ditangan Tuhan benar adanya. Bukankah mal
last updateHuling Na-update : 2024-12-26
Magbasa pa

BAB 56B

Sasha meninggalkan rooftop rumah sakit dengan mood yang sudah membaik. Ide Ameera menelpon Gavin sepertinya adalah ide paling tepat. Kini, wajah Sasha yang tadi terlihat begitu muram, perlahan terlihat cerah. Meranti, Subarkah, Merisa dan Antoni ternyata menunggu mereka di lantai satu. Aksa sudah membocorkan kondisi Sasha. Semua turut senang, kesedihan itu tak bertahan lama.Bersamaan dengan pintu lift yang terbuka. Empat pasang mata itu menatap kedatangan dua pasang muda-mudi itu. Jemari mereka saling bertaut. Hanya saja, Sasha yang tak biasa, lekas melepas gamitan jemari Gavin ketika melihat ada empat orang tua yang tengah menunggunya. “Sha … anak kesayangan mama.” Meranti langsung memburu Sasha, memeluk erat dan menangis tersedu. Dia merasa begitu bersalah karena selalu mengulur waktu untuk memberitahu pada Sasha hal yang sebenarnya. Dia selalu merasa tak siap menghadapi reaksi Sasha. Hingga akhirnya itu hanya menjadi bom waktu yang pada hari ini harus meledak diluar kendali mer
last updateHuling Na-update : 2024-12-26
Magbasa pa

BAB 56C

Sepasang netra Sasha kembali besinar. Dia bergegas menghampiri Bu Uti dan ikut membaca sederet tulisan lama yang menuliskan alamat Sasti. Sasha pun mengambil gambar dengan ponselnya lekas menoleh ke arah Gavin, Ameera dan Aksa.“Aku mau ke sana! Aku ingin mencari Mama!” Ketiganya mengangguk. Tak menunggu waktu, hari itu juga mereka bergerak menuju lokasi yang disebutkan. Mereka menggunakan satu mobil saja, sedangkan yang satunya dititip di panti. Setelah menempuh waktu sekitar empat jam, akhirnya mereka tiba di sebuah perkampungan. Asing, itulah yang Sasha rasakan. Setelah berputar-putar mencari nama tersebut dan di arahkan ke sana sini. Banyak yang bernama Sasti, tapi rata-rata usianya masih muda, ada juga yang masih bayi. Hingga akhirnya mereka diarahkan ke sebuah rumah, katanya dulunya milik almarhumah Bu Sasti. Hanya saja ternyata rumah itu sedang kosong. Beruntung, ada seorang perempuan berjilbab lebar yang kebetulan keluar dari rumah megah yang berseberangan menanyai mereka.“
last updateHuling Na-update : 2024-12-26
Magbasa pa

BAB 57A

Sasha menatap langit-langit kamar yang polos. Rasa lelah seharian, tak serta merta membuatnya bisa tidur cepat. Hari ini terlalu penuh kejutan untuknya. Malam yang mulai larut, putaran jam dinding yang terus menggulir waktu, tak bisa membuat Sasha dengan mudah memejamkan mata. Bayangan wajah Gavin yang hari ini memberi kejutan luar biasa untuknya. Terus-menerus bergelayut di kelopak mata. Sudah sejak tadi dia bolak-balik membuka sosial medianya. Beberapa postingan yang memuat kebersamaannya dengan Gavin, sudah memenuhi wall-nya. Sengaja Sasha postingkan untuk mengabadikan momen yang sangat langka dan berharga ini. Sontak banyak sekali komentar dari link pertemanan yang menyatakan kaget luar biasa. [Lo sama Jo, udahan?] [Secepat itu kamu berubah haluan, Sha?] [Wah? Dilamar? Jadi, Jo kalah gercep?] [So sweet banget, sih! Kelihatan banget dia ngasih kejutan dadakan, sampe cicinnya kebesaran.] Dan banyak lagi komentar yang menyangkut pautkannya dengan hubungan Sasha dengan Johanes
last updateHuling Na-update : 2024-12-27
Magbasa pa
PREV
1
...
67891011
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status