Semua Bab Menjadi Istri Kedua Kembaran Suamiku: Bab 51 - Bab 60

85 Bab

51. Terkontaminasi racun

“Kau sudah sampai rumah?” “Sudah, Mas.” Galih menjawab cepat kecemasan Ghavin.Setelah berhasil menenangkan Bella yang masih menggigil syok, Galih berpindah ke ruang kerjanya untuk menerima panggilan Ghavin.“Siapa di dalam mobil hitam itu, Mas?” Galih bertanya penasaran, walaupun sebenarnya sudah mencurigai seseorang.“Derry tidak berhasil mendapatkan informasi apapun. Pria di dalam mobil itu lebih dulu meregang nyawa,” balas Ghavin di seberang sana.Galih pilih diam menyimak, meski sudah sangat yakin dengan dugaannya. Hanya saja ia masih butuh bukti yang otentik.“Sekarang kau paham bukan, seberapa bahaya musuh kita. Untuk itu tetaplah berhati-hati.” Ghavin mengingatkan.“Iya, Mas. Sampaikan juga terima kasihku pada Derry.”“Heem. Nanti akan aku sampaikan.” Setelahnya Ghavin menutup panggilan dan mendesak nafas kasar saat meletakkan ponselnya ke atas meja. Untung saja, Derry sigap mengejar saat mengetahui mobil keluar dari markas anak buah Romi. Namun, karena tidak ingin membuat G
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-12
Baca selengkapnya

52. Derita cinta

Marissa buru-buru memasuki mobilnya. Pasca kecelakaan tempo hari ia memutuskan untuk mengganti kendaraannya dengan yang lebih canggih. Setidaknya Ghavin meninggalkan lebih dari satu mobil mahal setelah mereka resmi berpisah, sehingga mobil kemarin yang rusak bagian depan Marissa biarkan begitu saja. Selain tidak mudah mempercayakan orang asing memperhatikan mobil-mobil mewahnya, Marissa menganggap hal itu terlalu beresiko. Sedangkan Janur—pria yang sebelumnya bertanggung jawab melakukan tugas tersebut malah Ghavin ajak pergi. Alhasil, kecelakaan tempo hari terjadi karena kendaraan Marissa kurang perawatan, sehingga berakhir rem tidak berfungsi dengan baik.Meninggalkan pagar rumahnya, Marissa tidak tahu jika ada mobil lain yang juga langsung melaju di belakangnya. Sampai di jalan raya, Marissa masih belum sadar, jika mobil berkaca gelap itu ternyata mengikutinya. Masih serius mengemudi di kecepatan sedang, tiba-tiba ada panggilan masuk. Beruntungnya Marissa sudah lebih dulu memasang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-13
Baca selengkapnya

53. Perang dimulai

“Ratakan tempat ini!” Suara Romi menggema di udara saat memberi perintah.Setelah mendapati villa yang tempo hari ia datangi bersama Dyra sekarang dalam keadaan kosong, Romi semakin murka. Merasa telah dibodohi, dan benar dugaannya Ghavin tidak seperti yang ia lihat. Semua hanya sandiwara. Parahnya lagi Dyra ikut bersekongkol membodohi dirinya.Namun, ketika alat-alat berat yang Romi datangkan dari kota baru bergerak maju, suara tembakan ke udara mengejutkan mereka semua yang ada di depan villa, termasuk Romi dengan satu tangan berkacak pinggang. “Atas dasar apa kalian ingin menghancurkan villa tuan kami!” Romi lebih terkejut lagi, bukan hanya suara tembakan yang berasal dari belakang mereka, tapi juga kemunculan pria bertopeng dengan senjata api di kedua tangannya, siap berperang. Paham strategi yang selalu digunakan, Romi yakin ada banyak pasukan di belakang pria bertopeng dan mungkin juga sudah siap berperang dari balik tempat persembunyian mereka.“Bahkan jika itu hanya tanaman
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-14
Baca selengkapnya

54. Lewat tengah malam

Malam semakin larut, tapi Marissa belum juga bisa memejamkan mata. Bukan karena lelah setelah pemotretan, tetapi pertemuan kembali dengan pria yang dulu begitu sangat diinginkan, ternyata mampu mengusik pikiran. Marissa berusaha menepis ingatan itu, tetapi yang ada matanya semakin terbuka lebar. Sialan memang, sudah sekian tahun ia berjuang, melawan, menahan sampai akhirnya mengubur rasa itu jauh hingga ke dasar hati, tapi kini saat ia sudah berhasil memalingkan hati pria tidak tahu diri itu justru kembali hadir. “Aku tidak peduli!” Marissa bermonolog pelan saat ingat ucapan Tuan Prabu siang tadi yang mengatakan telah meninggalkan keluarganya. “Bahkan sekalipun dia akan mati aku tidak akan sudi kembali padanya. Tidak!” Marissa benar-benar yakin dengan apa yang diucapkan. Pernah hampir mati karena ulah istri pertama serta putri sulung Tuan Prabu, Marissa bersumpah tidak akan lagi menyimpan rasa itu. Tujuan hidupnya sekarang hanya Romi, lantaran tahu seberapa besar pria itu mencintai
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

55. Takdir yang rumit

Bisa melihat Ghavin kembali berpakaian rapi, dan kali ini ia sendiri yang membantunya, ternyata memunculkan kekaguman di hati Dyra. Bahkan sampai Ghavin selesai mengenakan jam tangan, Dyra belum juga berpaling. Rasanya masih seperti mimpi sekarang dirinya telah menjadi satu-satunya istri seorang Ghavin Pramana. Pemuda yang dulu dianggapnya kakak penyelamat, dan pernah menjadi atasan sekaligus pria yang membuatnya sakit hati hingga terpuruk. Siapa sangka permintaan yang kala itu Dyra kecil lontarkan, akan direstui semesta meski pada akhirnya dengan jalan takdir yang rumit. Sehingga predikat perebut dan perusak hubungan orang lain melekat dalam dirinya. “Aku memberi Galih cuti panjang mulai hari ini.” Ghavin memberitahu sambil berbalik badan, tapi begitu mendapati Dyra menatap tercenung dirinya, alisnya seketika mengkerut dalam. “Jangan biasakan dirimu memikirkan sesuatu yang tidak berguna.” Sebenarnya Ghavin hanya tidak ingin istrinya terus dibuat cemas akan permusuhannya dengan Ro
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-17
Baca selengkapnya

56. Tetap waspada

Kemunculan Ghavin yang tiba-tiba di kantor G2 Group tentu saja mengejutkan banyak orang, tak terkecuali semua staf serta jajaran petinggi perusahaan. Hari itu juga langsung diadakan pertemuan yang dihadiri semua pemegang saham dalam rangka menyambut pemimpin G2 Group yang kembali pasca mengalami kecelakaan maut beberapa saat lalu. Hanya saja kali ini Ghavin datang sendiri tanpa ditemani Galih asisten pribadinya. Setelah kepergian Ghava, Galih yang sebelumnya berada di posisi manager operasional, langsung dipindahkan menjadi asisten pribadi sang CEO. Bukan karena masih memiliki hubungan kerabat, tetapi Ghavin beserta para petinggi perusahaan begitu juga Martin menganggap Galih cukup mampu menggantikan posisi Ghava. Terbukti ketika Dyra menjadi pengganti sementara Ghavin selama beberapa bulan, kondisi perusahaan tetap stabil.Sedangkan Dyra, kendati sudah lama tidak berkecimpung dalam dunia bisnis, tetapi kemampuannya tetap tidak bisa diragukan. Bersama Galih, Dyra bisa menjalankan per
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-18
Baca selengkapnya

57. Tidak tahu diri

Baru saja Ghavin duduk setelah mengantar kepergian Darwin, dan bersikap akan memeriksa berkas di depannya, suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya. “Masuk!”“Maaf, Tuan. Ada Nyonya Marissa yang memaksa ingin bertemu Anda.” Stella melapor ragu sesaat setelah berdiri di depan meja kerja Ghavin.Tahu Marissa bukan lagi istri sang Tuan, Stella buru-buru melarangnya masuk ketika melihat wanita itu masih bersikap seperti biasa—melenggang penuh percaya diri.“Biarkan dia masuk.” Ghavin bicara tanpa beralih menatap sekretarisnya yang langsung mengangguk paham, lantas melangkah pergi.Tidak lama terdengar suara hentakan heels yang Ghavin yakini milik Marissa. Ternyata benar, begitu ia beralih pandang wanita itu sedang berjalan ke arahnya.“Aku senang ternyata kau masih selamat.” Marissa berbasa-basi. Tanpa menunggu dipersilahkan, Marissa langsung duduk di sofa panjang, dan melipat kaki. Seolah menunjukkan kakinya yang mulus jenjang. “Tidak kusangka pada akhirnya kau hanya membodohiku.” M
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-19
Baca selengkapnya

58. Sosok pendukung

Marissa belum bisa mempercayai jika mayat di depannya itu adalah Sushmita. Bagaimana tidak, mayat tersebut mengalami luka bakar hampir seratus persen. Bagian wajah yang paling parah sehingga membuatnya ragu, itu benar jasad sang mama. Tapi walaupun masih menunggu hasil otopsi yang katanya sebentar lagi keluar, bulir bening Marissa sudah mengalir deras membasahi pipi. Ia hanya terlalu takut memikirkan bakal seperti apa hidupnya tanpa sang mama, sedangkan selama ini ia sangat bergantung. Marissa tak ubahnya seperti bayi besar yang tidak bisa melakukan apapun tanpa saran dan bimbingan Sushmita. Ia tidak benar-benar dewasa. Selain terkendali serta terpantau, Marissa juga bisa menjadi sangat patuh hanya pada Sushmita. Kondisi yang membuat Marissa ketergantungan, sehingga tidak bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya sangat diinginkan. “Tidak! Aku yakin ini bukan mama. Mama akan kembali padaku, kita akan sama-sama lagi.” Marissa berusaha menyakinkan diri. Padahal pagi tadi mereka masih
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-20
Baca selengkapnya

59. Dibalik topeng

“Tidak kusangka Ibu Sushmita berakhir tragis.” Dyra menyatakan keprihatinannya akan kematian wanita yang pernah menyakiti dirinya bukan hanya secara verbal, tapi juga fisik. Tapi walaupun demikian, Dyra tidak menyangka akhir hidup Sushmita bakal sangat menyesakkan pastinya bagi Marissa. “Aku jadi berpikir mungkin saja kecelakaan yang terjadi padanya sama seperti yang pernah Mas alami tempo hari.” Ghavin baru beralih pandang, menatap Dyra yang sedang meluruskan pandangan—memperhatikan langit-langit kamar. “Tidak bisa aku bayangkan, bagaimana kerasnya usaha kalian mengatasi mobil saat keluar jalur.”Mengingat mobil Ghavin terperosok ke dalam jurang dan terbakar di dasar. Sedangkan dilihat dari jejak roda mobil Sushmita, kendaraan tersebut sempat berputar arah sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan hingga akhirnya terbakar.“Jangan dibayangkan.” Ghavin menjawab sambil mengulurkan tangan ke bawah caruk leher Dyra, lantas membawa tubuh sang istri merapat padanya. “Sudah aku katakan,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-21
Baca selengkapnya

60. Dugaan Dyra

Setelah meninggalkan kediaman mewah Tuan Prabu, Marissa mengendarai mobilnya menuju apartemen Romi. Ia sama sekali tidak menaruh curiga saat melintasi sofa tunggu yang ada di lobby, mengabaikan seorang pria yang wajahnya tertutup surat kabar. Begitu Marissa sudah melewatinya—sedang berdiri di depan lift, pria itu segera meletakkan surat kabar ke atas meja dan buru-buru melakukan panggilan. “Tidak salah lagi, itu memang dia,” ujarnya memberitahu seseorang di seberang sana ketika menoleh Marissa yang sudah memasuki lift. Sesampainya Marissa di depan pintu penthouse Romi, dengan percaya diri langsung menekan beberapa digit nomor. Tapi ternyata sudah dua kali mencoba, nomor yang ditekan tidak valid. Pintu masih tertutup rapat. “Apa-apaan ini? Romi sengaja mengubah kode sandinya?” Marissa menggeram kesal. Padahal sebelumnya ia berpikir bisa mendatangi tempat tersebut kapan saja setelah kepergian Sushmita. Tapi ternyata, benar-benar mengecewakan. “Dia berani bermain-main denganku rupa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-23
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status