Home / Historical / PERMAISURI YIN / Kabanata 41 - Kabanata 50

Lahat ng Kabanata ng PERMAISURI YIN: Kabanata 41 - Kabanata 50

92 Kabanata

41. Mimi

Su Yin jatuh ke dalam dinginnya arus sungai. Matanya pedih dan darahnya mewarnai air yang jernih. Gadis itu berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri. Masih ingat ia kata Li Wei tak jauh dari sungai ada air terjun yang begitu deras. Tangan kanan Su Yin berpegangan pada sebuah dahan yang kokoh. Sembari tetap menahan rasa sakit di dada sebelah kiri akibat panah yang masih menancap. Ia berusaha memanjat dahan dan melangkah perlahan. Kemudian melompat ke daratan yang kini berseberangan dengan tempatnya jatuh. “Kenapa? Kenapa aku tidak kembali ke masa depan padahal aku sudah jatuh ke sungai.” Su Yin batuk dan memuntahkan air. Dadanya terasa begitu dingin sekali. Anak panah itu tak bisa sembarangan ia cabut agar darah tak mengalir begitu deras. Ia terus melangkah melawan aliran sungai sambil berkata tolong. Namun, tak ada satu pun yang mendengar suaranya. Lama-kelamaan rasa dingin di bagian dada itu menjalar terus ke kepala dan kakinya. Lalu Su Yin roboh dan tak sadarkan diri. *
last updateHuling Na-update : 2024-12-27
Magbasa pa

42. Reinkarnasi

Pagi-pagi sekali Su Yin menaiki bus kota untuk segera sampai ke kantor. Kota Shanghai yang notabene penduduknya sekitar 24 juta jiwa sudah sangat sibuk. Gadis itu jadi teringat ketika menaiki kereta dan melihat para pengemis di kota Chang An. Kota yang di masa lalu juga sangat sibuk. Bus berhenti karena lampu merah. Su Yin menoleh ke kiri, kebetulan mobil mewah menurunkan kaca. Artis Mimi Yang sedang merapikan make up. Ada seorang laki-laki di sebelah Mimi. Su Yin coba mengintip tapi tidak terlihat dan keburu lampu sudah berubah jadi hijau.“Apa mungkin nenek sihir itu menikah lagi dengan kaisar dan jadi istrinya?” tanya Su Yin sambil memainkan ponsel.Iseng ia mencari weibo milik Mimi Yang. Biodata dan status artis papan atas itu jelas belum menikah di usia yang sudah kepala empat. Di Shanghai sekarang memang sedang trend melajang sampai tua karena tekanan ekonomi dan persaingan ketat. Sampai di kantor polisi, Su Yin diberi hormat oleh beberapa bawahannya. Ia pun langsung ke ruanga
last updateHuling Na-update : 2024-12-28
Magbasa pa

43. Surat Perintah

Su Yin ditangai oleh seorang dokter di klinik terdekat. Anak tadi sudah ia serahkan pada polisi yang ada di area tersebut dan ia pun menunjukkan identitasi diri. Selanjutnya anak lelaki tadi akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Kuat juga kau jadi orang, luka ini tidak terlalu dalam, tapi sangat menyakitkan dan Nona tidak menangis sama sekali,” ucap dokter yang menjahit luka di dada Su Yin. “Menangis tidak mengubah keadaan.” “Setidaknya perasaan kita terluahkan.” “Pekerjaan membuat aku terbiasa menahan perasaan,” balas Su Yin. “Apa tidak sakit kepala karena kau tak bisa mengungkapkan perasaan? Kita perempuan, perasaan kita perlu dirayakan.” Dokter wanita itu tersenyum. “Aku tidak punya waktu untuk hal-hal seperti itu, Dokter, bagiku hanya ada pekerjaan dan hidupku sendiri.” “Keluargamu tahu?” “Hanya tinggal Bibi seorang, dia juga sudah tua, lagi pula lukaku di bagian dalam tidak akan kelihatan.” “Nona, jangan terlalu keras dengan diri sendiri. Berbagi juga tidak ada salah
last updateHuling Na-update : 2024-12-29
Magbasa pa

44. Pasukan Elite

“Paracetamol, ibuprofen, antibiotik, anestesi, ah, aku membutuhkan semua itu,” gumam Su Yin ketika denyut luka dalam dadanya semakin terasa. Ru Yi tahu wanita yang ia selamatkan tidak akan bisa tidur nyenyak sebelum menemukan obat-obatan yang dibutuhkan. Namun, ia juga bukan tabib yang mendapat mandat dari Kementrian Kesehatan untuk menyembuhkan orang. “Aiiiyah, cucuku, tidak bisakah kau menolongnya?” Guanin juga gusar. Sesekali ia sentuh dahi Su Yin dan wanita itu demam tinggi. “Bisa, Nek, tapi obat-obatannya tidak ada. Banyak yang harus dibeli untuk menyembuhkan luka dalamnya.” “Perlu uang banyak tidak?” tanya Guaning. “Hmm, aku akan membeli sulfur untuk membiusnya dulu, lalu aku akan ke kota untuk mencari jarum dan benang sutra guna menjahit lukanya.” “Tidak ditolong kasihab, ditolong juga aku …” Walau dengan rasa ragu, akhirnya Guaning membuka kotak penyimpanan uang satu-satunya. “Jangan, Nek, itu, kan harta berharga simpanan Nenek.” Ru Yi tak mau neneknya berkorban untuk s
last updateHuling Na-update : 2024-12-30
Magbasa pa

45. Tidak Enak Hati

Ru Yi membuat Su Yin tertidur dengan obat bius yang ia beli di apotek pusat kota. Perlahan-lahan mata sang permaisuri tertutup dan tak ada pergerakan sama sekali. Setelah itu Ru Yi baru berani mengambil tindakan tertentu. Gadis yang usianya lebih tua daripada permaisuri mulai menjahit luka di bagian dada. Kemudian lanjut memberikan salep dan menutup jahitan dengan menggunakan kasa bersih. Setelahnya Su Yin dibiarkan tertidur tanpa adanya infus. Sebab di zaman Dinasti Tang cairan infus belum ditemukan. Siang hari ketika matahari sudah sudah tinggi, Su Yin pun siuman. Ia merasa sudah membaik dari hari-hari biasanya. Baju lapis luarnya terjatuh ketika ia mencoba duduk. “Eh, ini ada benang jahit, berarti ada jarumnya juga?” Sang permaisuri meraba dadanya yang ditutup kasa, ia lihat jahitannya cukup rapi. “Berarti medis Dinasti Tang cukup baik, tapi kenapa saat di istana aku tidak mendapat perawatan yang cukup.” Su Yin memandang tangannya yang ada bekas luka besar. Oleh Ru Yi luka itu d
last updateHuling Na-update : 2025-01-01
Magbasa pa

46. Nasehat

Rombongan Suku Bintang dari Pegunungan Utara meninggalkan Chang An ketika sudah puas jalan-jalan. Mereka melewati lagi wilayah tempat perburuan beberapa hari yang lalu. “Berhenti!” ucap Yun Zi tiba-tiba saja. “Istriku, kenapa? Apa masih ada benda yang ingin kau beli?” Ba Luo menarik tali kekang kudanya. “Kita ke sana!” tunjuk Yun Zi. “Ke mana? Untuk apa?” Yun Zi tak menjawab pertanyaan suaminya. Anak ketua suku itu terus melajukan kudanya hingga sampai di depan rumah Guaning. “Di sini tidak ada apa-apa, istriku?” “Ada, tempat ini ditutup kabut sihir. Karena itu pencarian Permaisuri Yin tidak juga ketemu sampai sekarang.” Yun Zi menutup mata dan menyatukan dua tangan di dada. Beberapa saat lamanya ia membaca mantra dan terhapus sudah sihir yang menutupi rumah Guaning.Yun Zi dan Ba Luo mengetuk perlahan pintu rumah itu sebab hari masih pagi. Guaning menyambut tamu dan bertanya siapa dan ada perlu apa. “Dari beberapa hari yang lalu ada saja orang aneh yang lewat.” Guaning memand
last updateHuling Na-update : 2025-01-01
Magbasa pa

47. Mungkin

Menteri Urusan Kesejahteraan Rakyat meminta izin untuk menghadap Pangeran Kedua. Desas-desus tentang hilangnya permaisuri semakin beredar kencang. Lelaki itu tak bisa tinggal diam, sebab selain kasihan saat dulu A Yin dihukum mati, sang menteri juga masih punya hubungan kerabat jauh dengan orang tau A Yin dulunya. “Katakan, aku tak punya banyak waktu.” Li Wei berencana turun tangan sendiri mencari A Yin. Sudah terlalu lama menunggu. Bahkan pasukan elite diturunkan tapi tetap tak ada hasil. “Hamba akan memerintahkan pasukan pribadi hamba untuk mencari Permaisuri,” jawab Menteri Du Sui. “Jadi, kau sudah tahu?” “Seluruh istana sudah tahu, Pangeran.” “Berarti Kaisar sudah tahu?” “Tentu, menurut perhitungan hamba demikian.” “Kira-kira langkah apa yang akan diambil ayahku andaikata istriku tidak juga ditemukan? Kau sudah lama mendampingi Kaisar, tentu tahu tabiatnya bagaimana?” Li Wei melipat tangannya di bagian belakang. Ia berjalan mendekati Menteri Du beberapa langkah. “Dalam ha
last updateHuling Na-update : 2025-01-02
Magbasa pa

48. Bertahan Hidup

12 pasukan elite bersama Xu Chan terus mencari di mana keberadaan permaisuri. Awalnya mereka masih mencari di sekitar tanah rumah Guaning. Namun, akibat tertutup sihir dan Su Yin tidak keluar rumah maka dari itu mereka memutuskan untuk mencari di tempat lain. Xu Chan agak tidak terima, tapi ia tak bisa berbuat lain karena tak memiliki kemampuan menunggang kuda atau mencari jejak. Tetapi firasatnya mengatakan bahwa tuannya tak terlalu jauh dari rumah di pinggir sungai itu. “Cepat naik,” ucap salah satu pasukan elite pada Xu Chan. “Eh, aku akan kembali ke istana, kalian pergi saja dulu,” jawab pelayan polos itu penuh kebohongan. Ketika melihat para pasukan sudah jauh dengan kuda yang berlari kencang, Xu Chan pun kembali ke tempat awal mula mereka mencari sang permaisuri. “Nyonya, aku yakin kau tak jauh dari sana, aku yakin sekali.” Xu Chan berjalan dengan langkah cepat. Di depan sana ada jembatan kayu yang beberapa hari lalu masih bagus. Namun, ulah orang-orang Menteri Huang yang
last updateHuling Na-update : 2025-01-05
Magbasa pa

49. Karena Luka

“Xu Chan!” pedang Su Yin jatuh dari tangannya. Beberapa anak panah tepat mengenai tubuh pelayannya. Gadis polos itu sok berani dan mendorong sang permaisuri hingga diri sendiri pun jadi sasaran anak panah. Jelas saja darah membanjiri baju tipis seorang pelayan dan karena tak tahan luka yang begitu dalam bibir Xu Chan memuntahkan darah. “Bodoh! Kenapa kau harus mati demi aku.” Su Yin menegakkan tubuh Xu Chan dalam pangkuannya. Tangan pelayan itu berlumuran darah dan dipegang oleh sang permaisuri. “Jangan banyak bicara, darahmu semakin banyak mengalir. Ru Yi mana, Ru Yiii, Ru Yiii.” Saking gugupnya Su Yin lupa bahwa diri sendiri adalah dokter. Tetapi ia tak bawa perlengkapan medis sama sekali. “Nyonya,” ucap Xu Chan terbata-bata. “Lari, pergi!” Darah muncrat lagi dari bibir pelayan tersebut.“Ayo kita lari sama-sama.” Sekuat tenaga polisi wanita itu mengangkat tubuh Xu Chan, tapi yang diangkat ternyata tak sanggup untuk berbuat apa-apa lagi. Ditambah orang Menteri Huang kini semak
last updateHuling Na-update : 2025-01-05
Magbasa pa

50. Haruskah Bersandiwara?

Shen Du yakin bahwa Su Yin akan bertahan sekuat tenaga demi kehidupannya. Jujur ia merasa sedikit bersalah dengan gegernya berita sang permaisuri menghilang. Ditambah Gui Mama datang beberapa kali dan meminta kepastian apakah Permaisuri Yin benar-benar telah tewas. “Aku tidak tahu pasti, jadi lebih baik aku cari tahu. Hanya saja jika permasuri benar tewas, engkau pasti bisa merasuki tubuh aslimu,” ucap Shen Du di depan arwah A Yin yang asli. Lelaki yang pada hari itu menggunakan pakaian serba hitam dan ikat kepala putih, kemudian bersila di depan altar dan patung dewa. Ia merapatkan kedua tangan dan membaca mantera. Tak lama setelah itu arwahnya keluar dan terbang meninggalkan istana menuju satu tempat di mana Su Yin sedang tergeletak dan diperiksa oleh tabib. Memanfaatkan keadaan, Shen Du memasuki tubuh tabib itu tanpa mengganggu arwah sang pemilik. “Bagaimana, apa istriku baik-baik saja?” tanya Pangeran Kedua. “Selain luka goresan pedang di tangan dan kaki, selebihnya Permaisu
last updateHuling Na-update : 2025-01-06
Magbasa pa
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status