Home / Rumah Tangga / MENCURI BENIH SUAMI MANDUL / Chapter 211 - Chapter 220

All Chapters of MENCURI BENIH SUAMI MANDUL: Chapter 211 - Chapter 220

255 Chapters

Bab211# Rasa Bersalah

Mereka berlari ke arah van hitam yang telah diparkir di luar. Alfonso dan Carlos segera memasukkan Leon dan Alika ke dalam mobil dengan hati-hati, memastikan tidak ada suara keras yang mencurigakan. Sementara Jack masuk terakhir, menutup pintu dengan suara keras sebelum memerintahkan sopir untuk segera pergi.Di dalam mobil, Alfonso dan Carlos saling menatap dengan ekspresi penuh rasa bersalah."Apa kau yakin kita melakukan hal yang benar?" bisik Alfonso.Carlos menghela napas berat. "Aku tidak tau. Tapi kalau kita tidak melakukannya, Freya akan menghancurkan kita."Sementara itu, Jack duduk dengan tenang di kursinya, tatapannya penuh kepuasan. "Kerja bagus, kalian. Sekarang kita tinggal menunggu langkah berikutnya dari Freya."Mobil melaju menjauh, membawa Leon dan Alika ke arah yang tidak mereka ketahui. Malam yang tenang berubah menjadi awal dari mimpi buruk bagi mereka yang menyayangi kedua anak itu."Leon, Ali
last updateLast Updated : 2025-01-25
Read more

Bab212# Ambil Gambar Mereka

Seluruh ruangan terasa sunyi, hanya tersisa kekacauan. Peralatan medis yang berantakan, beberapa kursi terbalik, dan noda kecil di lantai seperti obat yang jatuh dan pecah. "Astaga! Leon? Alika?!" seru Stella dengan suara parau, matanya melebar penuh ketakutan. Ia menutupi mulutnya, mencoba menahan rasa panik yang mulai menyerang. Edward segera berdiri, matanya menyapu seluruh ruangan. "Argh! Sialan! Pasti Leon dan Alika diculik!" geramnya memukul angin. "Diculik?! Tapi ... siapa?" Stella bangkit dengan gemetar, tangannya mencengkeram lengan Edward. "Kita harus menemukannya! Sekarang juga, Edward!" "Aku akan menyusul jejak mereka," Edward berkata sambil menyerahkan ponselnya. "Kamu hubungi Brian dulu. Katakan padanya apa yang terjadi, dan minta bantuannya untuk melacak ke mana mereka dibawa!" "Baiklah, Edward!" Stella mengangguk, bergegas mengambil ponselnya dan menelepon Brian. Sementara itu, Edward keluar dari ruangan, berlari menyusuri lorong rumah sakit yang sepi. Ia m
last updateLast Updated : 2025-01-25
Read more

Bab213# Gelisah

l"Haha! Idemu bagus juga," sahut Jack seraya terkekeh. Lalu ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam. Freya mendekati Leon dan Alika, lalu dengan kejam melepas ikatan Leon dan mencengkeram lengan bocah itu, membuatnya meringis kesakitan."Berhenti menangis!" bentak Freya saat Alika mulai terisak. Ia menyentakkan tangan Leon dengan kasar, membuat bocah itu jatuh tersungkur ke lantai.Bruk!"Urgh! Tante ... sakit!" erang Leon."Bangun!" bentak Freya. Namun, saat Leon hendak berdiri, Freya lantas menendang tubuh mungil bocah itu sehingga ia kembali tersungkur di atas lantai. Freya pun tertawa puas saat melihat pemandangan itu."Leon!" teriak Alika. "Dasar wanita jahat!" umpat Alika semakin emosi. "Hoo ... apa yang dikatakan gadis kecil ini. Bukannya itu tidak sopan, Nak?" cibir Freya seraya menampar wajah Alika.Plak!"Argh! S-sakit!" teriak Alika sembari menahan rasa pa
last updateLast Updated : 2025-01-26
Read more

Bab214# Siksa Dua Bocah

Di ruangan tertutup yang berada di dalam gudang, Freya mulai menyiksa Leon dan Alika dengan kejam. Jack terlihat menikmati pemandangan itu. Di sisi lain, Alfonso dan Carlos malah berpaling muka tak ingin melihat hal tersebut. Mereka begitu tak tega saat dua bocah yang mereka kenal itu disiksa tepat di depan mata mereka. Namun, ketegangan mereka tiba-tiba memuncak tatkala Alika dan Leon meminta pertolongan. Hal itu membuat Freya terkejut sekaligus curiga."Tunggu! Bagaimana mereka bisa mengenal kalian?" tanya Freya dengan sinis penuh kecurigaan.Alfonso dan Carlos terdiam, wajah mereka pucat. "Kami ... kami tidak tahu apa maksud mereka, Bos!" jawab Carlos dengan gugup.Namun, Leon kembali berseru. Kali ini dengan lebih tegas meski suaranya bergetar. "Paman Alfonso dan Paman Carlos adalah teman kami. Mereka berdua orang baik dan sering makan bersama kami!"Sontak saja, Freya melangkah cepat mendekati Alfonso dan Carlos, matanya menyipit pe
last updateLast Updated : 2025-01-26
Read more

Bab215# Ancaman Freya

Di ruang lain yang terpencil dan remang-remang, Freya dan Jack duduk di depan layar komputer. Suara ketikan cepat mengisi keheningan, sementara sebuah video berputar di layar. Video itu menunjukkan Leon, tampak terikat dan terluka, wajahnya pucat dan penuh ketakutan. Freya memperhatikan layar dengan dingin, tangan kirinya memegang ponsel untuk mengirimkan rekaman tersebut kepada Grace. "Sepertinya ini sudah cukup bagus untuk mengancamnya, Jack," ujar Freya menatap yakin. "Hm, aku rasa juga begitu. Kalau kau setuju, aku langsung kirim padanya." Jack duduk di sampingnya, kedua mata menatap tajam, memperhatikan setiap detil gerakan Leon di video itu. Tangan Freya berhenti sejenak, memandangi rekaman dengan penuh kepuasan, sebelum akhirnya dia menambahkan pesan ancaman yang jelas dan "GRACE, KAU PASTI TAU KAN, SIAPA DALAM VIDEO ITU ...? KALAU KAU INGIN ANAKMU SELAMAT, CEPAT ENYAH DARI SISI MAX SELAM
last updateLast Updated : 2025-01-27
Read more

Bab216# Cepat Lari

Saat pintu tertutup dan langkah mereka menghilang di kejauhan, Alfonso dan Carlos bergerak cepat.Mereka membuka pintu ruangan itu dengan perlahan. Leon dan Alika, yang duduk dengan tubuh terikat di sudut, langsung menatap mereka dengan mata penuh harap."Paman Alfonso! Paman Carlos!" seru Leon, suaranya pelan namun penuh antusias."Sst! Diam!" bisik Alfonso, mendekat dan berlutut di depan Leon. "Kita ada di sini untuk membebaskan kalian.""B-benarkah, Paman?" "Iya, kamu diam saja dulu."Alfonso dengan cepat melepaskan ikatan di tangan Leon, sementara Carlos membantu Alika. Kedua anak itu terisak pelan, namun senyuman muncul di wajah mereka."Terima kasih, Paman," bisik Alika, memeluk Carlos erat setelah ikatannya terlepas.Alfonso mengangkat Leon dan menatapnya serius. "Leon, dengarkan baik-baik. Kamu harus segera kabur dari sini. Jangan pernah menoleh ke belakang.""Tapi bagaimana dengan Paman?" tany
last updateLast Updated : 2025-01-27
Read more

Bab217# Wajah Tak Asing

Malam telah semakin larut, namun udara dingin tak menghentikan langkah kecil Leon dan Alika yang berlari menyusuri jalanan sepi. Nafas mereka terengah-engah, tubuh kecil mereka gemetar bukan hanya karena udara malam, tetapi juga rasa takut yang terus menghantui benak mereka. "Alika, ayo lebih cepat," bisik Leon, menoleh ke belakang dengan wajah penuh kecemasan. "Aku ... aku lelah, Leon," sahut Alika sambil terisak. Matanya berkaca-kaca, namun ia tetap mengikuti langkah Leon. "Jangan menyerah, Lika!" teriak Leon sembari menggenggam tangan Alika erat. "Kita harus terus berlari. Paman Alfonso bilang jangan berhenti sampai kita menemukan tempat aman dan pertolongan!" "I-iya, Leon. Aku akan berusaha sekuat mungkin!" Alika mengangguk meski tubuhnya terasa lemah. Mereka berdua terus menyusuri jalan gelap, berharap menemukan pertolongan di tengah malam yang seakan enggan berpihak pada mereka. Sementara itu, di tempat lain, Max duduk di kursi belakang mobil dengan pandangan seriu
last updateLast Updated : 2025-01-27
Read more

Bab218# Semua Salah Saya

Setelah Edward, Brian dan Stella berhasil menemukan Leon dan juga Alika, ponsel sang bodyguard berdering sangat keras. Berulang kali nada dering itu memecah keheningan.Edward melirik sekilas ke arah Brian dan Stella yang kini berada di ruang kamar inap Leon, mengobati luka dan memar pada tubuh anak laki-laki itu."Dari Nyonya Grace ..." lirihnya. Brian dan Stella duduk berhadapan, saling bertukar pandang cemas. Sang dokter menghela napas panjang sebelum berbicara.Sementara Stella duduk dengan wajah serius, menatap Edward seolah menunggu keputusan penting. "Angkatlah ..." kata Stella menoleh sekilas.Edward terlihat agak cemas, lumayan lama merasa terjepit dalam dilema ini. Telepon dari Grace yang tertunda sejak kemarin mulai mengganggu pikirannya."Apa kamu yakin tidak mau terima telepon itu, Edward?" tanya Brian pelan, penuh harapan.Stella menambahkan, "Edward, kamu harus mengatakan yang sebenarnya pa
last updateLast Updated : 2025-01-28
Read more

Bab219# Berikan Aku Cuti

Setelah selesai mengurus semua masalah di Jerman. Kini, Max dan Christ duduk di dalam mobil, perjalanan kembali ke Italia setelah perjalanan bisnis yang melelahkan di Jerman. Pemandangan luar tampak berubah, jalanan yang semula asing kini mulai terasa lebih familiar. Pria berkacamata menatap jalan dengan kosong, sesekali memandang ke luar jendela. Ia merasa penglihatan itu sangat menganggu pikirannya. "Apa yang sedang kamu pikirkan, Christ?" tanya Max yang merasa tak biasa pada asistennya. Hening sejenak, sebelum sang asisten tiba-tiba berbicara, suaranya lebih ringan dari biasanya, "Tuan, kemarin ... apa Anda ingat anak laki-laki yang hampir menabrak mobil kita?" "Hm, yang itu? Iya, aku ingat. Cuma anak kecil yang panik, kan?" "Ya ... tapi anehnya, aku merasa seperti ... dia mirip dengan ..." Christ menggantung ucapannya, seolah memberi kode pada sang CEO. "Maksudmu denganku?" Max menoleh ragu, kemudian menggeleng, "Christ, itu mungkin cuma kebetulan. Banyak anak kec
last updateLast Updated : 2025-01-28
Read more

Bab220# Menyamarkan Rencana

Setelah mengakhiri telepon dengan Diego, Freya berbalik badan menghadap Jack. Pria itu pun mengangkat kedua alis melihat gestur tubuh pada Freya yang seolah sedang merencanakan sesuatu. "Jangan katakan kau sedang membuat rencana, Freya ...?" tanya Jack memicing penasaran. Freya menarik sudut bibir, tatapan tajam namun menerawang jauh di sana. "Jika Grace langsung meninggalkan Max saat ini juga, berarti dia lebih mengutamakan anaknya dibandingkan pria itu .... Jadi semakin mudah kita menyingkirkannya tanpa pengawasan Max ...!" Jack mengernyit heran dengan ucapan ambigu Freya, "Maksudmu ... meski Grace sudah menjauhi Max, kau tetap akan mengincarnya?" Wanita ular semakin menyeringai, tertawa puas. "Yups, kau benar! Sangat benar, Jack! Setelah ini, Grace pasti akan melindungi anaknya dari siapapun, dan bila aku tidak melenyapkannya ... Itu tetap saja akan menjadi penghalangku di masa depan! Kau tau kan, itu bisa membahayakan jalanku menuju kejayaaann ...!!" Tawa Freya sangat ke
last updateLast Updated : 2025-01-29
Read more
PREV
1
...
2021222324
...
26
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status