Semua Bab Dicampakkan Setelah Melahirkan: Bab 391 - Bab 400

414 Bab

Bab 391

Pagi itu, Dasha terbangun dengan perasaan gelisah. Sejak tadi malam, ia tidak melihat Selina di rumah. Awalnya, ia mengira putrinya hanya pergi keluar sebentar, mungkin untuk mencari udara segar atau bertemu teman. Namun, saat ponselnya terus berdering tanpa jawaban, rasa cemas mulai merayapi dirinya.“Selina, di mana kau?” gumam Dasha sambil terus mencoba menghubungi putrinya.Pelayan rumahnya, Nina, datang dengan wajah khawatir. “Nyonya, kamar Nona Selina kosong. Sepertinya ia tidak pulang sejak tadi malam.”Jantung Dasha berdegup kencang. Dengan cepat, ia menghubungi beberapa orang yang mungkin mengetahui keberadaan Selina. Ia menelepon temannya, sahabat-sahabat Selina, bahkan sopir pribadinya—tetapi tidak ada seorang pun yang tahu di mana putrinya.Siang harinya, rasa panik benar-benar menguasai Dasha. Ia akhirnya pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan Selina.“Apa ada tanda-tanda mencurigakan sebelum Nona Selina menghilang?” tanya salah satu petugas polisi.Dasha mengg
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-17
Baca selengkapnya

Bab 392

“Ups!” suara Jeena terdengar dari ambang pintu. “Astagfirullah, Sa! Sabar dulu napa,” Rosa tersentak dan langsung menjauh dari Pasha dengan wajah merah padam. Sementara itu, Pasha hanya mendesah panjang dan menoleh ke arah Jeena dengan tatapan tidak terima.“Argh, kau merusak momen romantisku, Jeena,” protes Pasha tidak terima komentar adiknya.Sementara itu, Jeena terkikik, lalu melangkah masuk dengan Manggala yang mengikutinya dari belakang. “Hei, aku hanya ingin melihat gaun pengantin Rosa. Dan wow, kau terlihat menakjubkan, Rosa! Benar kan Mas?” Jeena menoleh ke arah suaminya, memastikan pendapat mereka sama.Manggala yang baru saja masuk mengangguk setuju. “Serius, Rosa terlihat seperti seorang putri.”Rosa tersenyum malu-malu. “Terima kasih.”Pasha mendengus. “Kenapa kalian berdua tiba-tiba muncul di sini, sih?”Jeena meletakkan tangan di pinggangnya. “Tentu saja untuk memastikan pernikahanmu berjalan lancar! Lagipula, aku penasaran dengan ekspresi wajahmu saat melihat Rosa dal
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Bab 393

“Kamu benar-benar harus berangkat sekarang?’ suara Rosa terdengar lirih, matanya mulai berkaca-kaca. Entahlah, ia yang terbiasa tegar mendadak menjadi melankolis. Ia merasa berat ditinggalkan Pasha keluar negeri. Pasha mengangguk dengan berat hati. “Aku harus pergi sekarang, Sayang. Tapi aku akan kembali secepatnya.”Rosa menarik napas dalam, menahan emosinya. Ia menatap Pasha dengan penuh perasaan sebelum tangannya meraih tangan lelaki itu, menggenggamnya erat. Kepergian Pasha akan terasa berat. Pasha terbiasa membantu merawat bayi mereka. Ia sangat telaten meskipun masih muda. Selain itu, ia sangat perhatian. “Jaga diri kamu baik-baik. Dan cepat pulang, aku dan bayi-bayi kita menunggumu.”Pasha tersenyum tipis, meskipun hatinya terasa berat. Ia membungkuk dan mencium bibir Rosa dengan lembut, mencurahkan segala rasa cintanya dalam kecupan itu. Setelahnya, ia bergantian mencium kedua bayi mereka, memastikan dirinya menghafal setiap detail wajah mungil itu sebelum ia pergi.“Aku me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Bab 394

Malam sudah larut. Rumah pun terasa sunyi, hanya terdengar suara jam dinding yang berdetak pelan. Di dalam kamar, Laila duduk bersila di atas tempat tidur, sibuk menonton video makanan di ponselnya. Matanya berbinar-binar saat melihat gambar es krim cokelat yang meleleh sempurna di atas waffle renyah.Perutnya keroncongan.“Kakak,” panggilnya manja.Beryl yang sudah siap tidur, berbaring dengan santai di sebelahnya, langsung membuka satu mata. “Hmm?”Laila menoleh ke suaminya, lalu menggoyang-goyangkan kakinya seperti anak kecil. “Aku mau es krim coklat…”Beryl mengerjapkan mata, lalu menoleh ke jam dinding. “Sayang, ini udah jam dua belas malam…”Laila mengerucutkan bibir. “Tapi aku pengen…”Beryl menatap istrinya dengan penuh perhatian. Matanya berbinar jahil. Ini kesempatan emas!Dengan gerakan lambat, ia mendekatkan wajahnya ke arah Laila. “Kamu yakin pengen sesuatu yang manis di tengah malam?” bisiknya menggoda.Laila yang awalnya fokus pada es krim, langsung menoleh curiga. “Iya,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Bab 395

Malam itu Ana duduk di atas sofa, jari-jarinya mengetuk di atas pahanya, dengan ritme pelan namun teratur. Wajahnya tenang, nyaris tanpa ekspresi, tetapi ada aura mengintimidasi yang memancar dari sorot matanya.Di hadapannya, Sulis berdiri dengan kedua tangan bertaut di depan dada. Mata wanita itu penuh kecemasan. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya memberanikan diri berbicara.“Ana, aku sudah berpikir panjang, kita harus sudahi ini,” ucap Sulis dengan nada hati-hati. Perasaannya tak karuan. Ana mengangkat sebelah alisnya. “Sudahi apa?”“Penyekapan Selina,” Sulis menegaskan, suaranya sedikit bergetar. “Kau tahu dia takut akan ruang gelap dan tertutup. Kau juga tahu kalau dia punya fobia. Kalau kau terus membiarkannya di sana, dia bisa benar-benar kehilangan kewarasannya. Itu bisa membahayakan nyawanya,”Sulit mengembuskan nafas kasar. Ia merasa tindakan iparnya sudah keterlaluan. Ana menghela napas, menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Mbak Sulis, jangan bilang kau mulai merasa ka
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-19
Baca selengkapnya

Bab 396

Pasha menyandarkan kepalanya ke kursi di apartemen Jeena yang terletak di Manhattan. Lampu-lampu kota berpendar di balik kaca jendelanya yang besar, tetapi sinar gemerlap itu tak mampu menghapus kerinduannya. Ia menghela napas panjang, lalu menatap layar ponselnya. Seperti biasa, ia menelepon Rosa setiap malam. Dan seperti biasa pula, detik-detik sebelum panggilannya tersambung selalu membuat jantungnya berdebar. Ia rindu sekali pada kekasih dan ke dua putra kembarnya. Video call tersambung. Wajah Rosa yang terlihat letih muncul di layar, membuat seluruh kepenatan Pasha seolah mencair. Rambut panjangnya diikat asal, dengan piyama rumah yang sederhana. Meski begitu, baginya Rosa tetap perempuan tercantik di dunia.[Papa Pasha!] suara lembut Rosa terdengar, senyumnya hangat seperti biasa. [Lihat nih, Rayyan dan Rafael kita udah bobo.]Rosa mengarahkan kameranya pada ke dua box bayi yang berada di kamar yang ia tempati.Pasha memajukan wajahnya ke layar, berharap bisa melihat kedua bay
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-19
Baca selengkapnya

Bab 397

Malam itu, udara terasa lebih dingin dari biasanya, meskipun bukan musim hujan. Di balkon apartemen Nadia, Alby berdiri dengan kedua tangan yang bertumpu pada pagar besi, matanya menatap kosong pada gemerlap lampu kota yang berpendar di kejauhan. Namun, pikirannya sama sekali tidak sedang menikmati pemandangan. Sejak tadi, hatinya terasa sesak.Nadia, yang berdiri di dekat pintu balkon, melipat tangan di depan dada. Ia sudah tahu ke mana arah pembicaraan ini akan berlanjut. Sorot mata Alby yang penuh kekecewaan dan cemburu itu terlalu kentara untuk diabaikan.“Aku ingin penjelasan, Nad.” Suara Alby terdengar datar, tetapi tegang. “Soal Ethan.”Nadia menghela napas panjang, mencoba menahan rasa lelah yang merayapi hatinya. Ia berjalan mendekat, menyesap teh hangat yang sejak tadi ia genggam. “Apa yang harus kujelaskan?” tanyanya pelan, tetapi jelas.Alby menoleh padanya, matanya menyiratkan emosi yang tak bisa ia sembunyikan. “Aku melihat kalian bersama kemarin di kafe. Aku pikir kalian
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-20
Baca selengkapnya

Bab 398

Beberapa hari telah berlalu semenjak pertengkaran yang terjadi di antara Alby dan Nadia. Alby memutuskan untuk menepikan egonya. Ia akan pergi ke rumah Nadia, menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.Alby tidak pemarah seperti Beryl, saudara kembarnya. Bahkan saat ia marah, ia mudah memaafkan. Sehari setelah pertengkaran itu, Alby bahkan menghubungi Nadia. Hanya saja, sebaliknya, Alby baru tahu kalau Nadia marah itu cukup lama. Bahkan Nadia memblokir nomornya.Karena merasa digantung, Alby pun tak bisa menunggu lebih lama lagi. Ia mengunjungi Nadia untuk menyelesaikan masalah mereka. Ia mendengar dari Laila, jika Nadia kini tinggal di rumah ke dua orang tuanya, tidak di apartemen lagi.Alby melangkah ke beranda rumah Rosalinda dengan napas sedikit tertahan. Ini bukan pertama kalinya ia ke sana, tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang membuat dadanya berdebar, meski ia tidak bisa menjelaskannya. Ia datang untuk menemui Nadia, seperti biasa, tapi insti
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-21
Baca selengkapnya

Bab 399

Sebulan kemudianPagi itu, suasana kediaman keluarga Raisa Silvana Basalamah dipenuhi kehangatan. Hari yang telah lama dinanti akhirnya tiba—pernikahan Rosa dan Pasha. Setelah melewati berbagai cobaan, takdir akhirnya menyatukan mereka dalam ikatan suci yang tak tergoyahkan.Pernikahan ini diadakan secara sederhana, hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat terdekat. Namun, kesederhanaan itu justru menambah kesakralan acara. Di bawah langit cerah dan angin sepoi-sepoi, akad nikah dilangsungkan di halaman belakang rumah keluarga Basalamah yang luas, di antara pohon-pohon rindang yang menjadi saksi bisu perjalanan mereka.Rosa tampil anggun dalam balutan gaun berwarna putih lembut, wajahnya berseri-seri meskipun ada jejak haru di matanya. Di sampingnya, Pasha mengenakan setelan putih gading, tampak lebih berwibawa dari sebelumnya. Tatapan matanya penuh cinta saat ia menggenggam tangan Rosa dengan erat.Ketika ijab kabul diucapkan, semua yang hadir menahan napas. Suara Pasha mantap, tanpa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-22
Baca selengkapnya

Bab 400

Alby diam mematung saat melihat kepergian Levina. Ia pun bergabung dengan sepupunya yang lain dan masih lajang. Meskipun tidak dipungkiri matanya masih menyisir area taman yang luas itu demi mencari sosok Levina yang sudah menghilang begitu saja.“By, jadi gimana hubunganmu dengan Nadia?”Salah satu sepupu Alby bertanya setelah mendengar kabar tentang hubungan yang terjalin di antara mereka.Alby terdiam lalu terkekeh pelan. “Kayaknya gak cocok! Dia kan dokter sibuk banget,” jawab Alby seperlunya.Sepupunya menepuk pundaknya dengan pelan, “Santai aja kali! Kita jangan terburu-buru, nikmati dulu masa muda kita. Lagian, kamu itu seleb, pianis berbakat, kamu hanya perlu tunjuk satu wanita saja. Tapi … jangan tipikal yang terlalu mandiri.”Lanjutnya lalu melambaikan tangannya pada sepupunya yang lain.Alby hanya mengedikkan pundaknya acuh tak acuh. Perkataan sepupunya memang benar adanya. Ia mending menikmati masa lajangnya dengan hal positif. Bukan memikirkan melulu urusan jodoh.“Alby, b
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-23
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
373839404142
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status