“Wah, wah, wah… lihat siapa yang sekarang harus jadi babysitter,” Alby menyeringai pada Levina.Levina melotot. “Kau pikir aku menikmati ini?”“Tentu saja tidak, tapi lihat dirimu. Kau kelihatan lebih tegang daripada saat menghadapi musuh bersenjata.”Levina mendesah panjang, lalu mencoba mengubah posisi menggendong bayi itu agar lebih nyaman. Namun, bayi itu malah mulai merengek pelan.“Hei, hei, jangan nangis,” gumam Levina panik.“Ah, sepertinya dia tidak suka pengawal galak,” ledek Alby.“Tutup mulutmu, Alby!” geram Levina.Namun, Alby tidak lebih baik. Bayi dalam pelukannya mulai menggeliat, lalu tiba-tiba… hap!“Aduh!” seru Alby. “Dia mencengkram rambutku!”Levina yang melihat itu tidak bisa menahan tawa. “Sepertinya dia suka padamu.”Alby mencoba melepaskan cengkeraman mungil itu dengan hati-hati. “Astaga, bayi ini punya cengkeraman lebih kuat daripada aku saat main piano!”Levina memutar mata, lalu kembali fokus pada bayi di pelukannya. “Kita harus membuat mereka tidur sebelum
Last Updated : 2025-03-23 Read more