All Chapters of Istri Gendutku Ternyata Pewaris Kaya Raya: Chapter 131 - Chapter 140

157 Chapters

131. Ciuman Pertama Mereka?

“Ri-Rivan ada di luar sana….” Dania merasa hatinya tergetar.Kakinya secara refleks melangkah ke pintu.“Rivan… ada di balik pintu ini….” Dania berbisik sambil meremas erat ponsel di tangannya.Dia lupa bahwa ponselnya masih terhubung dengan Rivan.“Rivan ada di sini! Dia ada di sini!” Dania merasakan eforia aneh yang belum pernah dia alami sebelum ini. “Ya ampun! Dia beneran di sini!”Perasaan membuncah ketika dia merasa lelah berlari dan kemudian ada seseorang yang menangkapnya sebelum dia terjatuh.Klak!Ketika pintu di dibuka… wajah tersenyum Rivan langsung menyapa Dania.Terjangan perasaan emosional tanpa bisa terkendali menerpa Dania dengan derasnya. Bukannya dia membalas Rivan dengan senyuman, dia justru….Menangis.“Huhuuu….” Dania menutupi kedua wajahnya dengan tangan, merasa malu dilihat Rivan dalam kondisi serapuh ini.Rivan sempat terkejut ketika Dania mendadak saja menangis setelah sebelumnya mata gadis itu berkaca-kaca ketika mereka sudah bertemu tanpa terhalang pintu.
last updateLast Updated : 2024-11-07
Read more

132. Nikmatnya Bercumbu dan Bermesra

“Ha ha ha!” Rivan tertawa melihat kepanikan Dania. “Nggak masalah, kok! Aku ini orang dengan pikiran terbuka lebar, Dania.”Rivan berusaha menghibur Dania yang kelimpungan.Sedangkan Dania segera mencari remote televisi, ke mana benda itu?! Astaga! Dia merogoh bawah bantal sofa, lipatan dalam sofa, tak ada!“Astaga! Itu!” Dania melihat onggokan benda yang dia cari ternyata ada di atas lemari kaca tak jauh dari televisi. Kenapa bisa ada di sana? Oh, itu ketika Rivan datang, dia secara tak sadar menaruh remote di tangannya di lemari itu untuk membukakan pintu bagi Rivan.Maka, bergegas saja Dania meraih remote televisi itu dan langsung menekan tombol di sudut atas untuk mematikan televisi.Ketika gambar di layar akhirnya menghilang, Dania pun mengembuskan napas lega.“Apa televisimu cuma bisa dimatikan melalui remote, Dania?” tanya Rivan.Dania terpaku sejenak mencerna pertanyaan Rivan.Barulah setelah itu, dia memekik tertahan. Dia melupakan tombol manual yang ada di televisi itu sendi
last updateLast Updated : 2024-11-11
Read more

133. Pewaris Nexus Mengadakan Acara

“Se-sejak aku jadi pekerjamu di minimarket?” Dania sampai tergagap saking tak percayanya.Dania melongo. Dia yang salah dengar, atau memang Rivan mengatakan kalau pria itu jatuh cinta padanya sejak dia masih bertubuh gendut dan berwajah tidak menarik?“Riv… nggak mungkin!“ Dania menggelengkan kepala dengan wajah ragu. “Aku waktu itu masih gendut, jelek, nggak menarik sama sekali. Nggak mungkin—mmffhh!Rivan buru-buru menyentuh bibir Dania menggunakan bibirnya sendiri, meneruskan ciuman ringan yang membuai.“Aku bisa bawakan buktinya kalau aku ke sini lagi.” Rivan berbisik saat menjeda ciumannya. “Kamu bisa lihat, aku lagi merayu, lagi berbohong, atau emang ngomong fakta.”Sekali lagi, Dania membiarkan dirinya hanyut terbawa buaian cumbuan lembut Rivan. Dia memejamkan mata sambi menikmati sentuhan tangan dan bibir Rivan pada wajahnya, lehernya, dan juga dadanya.“Angh~” Dania melenguh ketika puncak dadanya kembali dikuasai mulut Rivan.Rasanya bagian itu berdenyut-denyut nyaman oleh is
last updateLast Updated : 2024-11-13
Read more

134. Menggoda Seorang Pewaris?

Yohan mengernyitkan dahi. “Maksudmu… Tuan Hizam dan Nyonya Leona?”Dania mengangguk sambil mengulum senyum.Maka, undangan acara pelelangan pun disebar ke seluruh keluarga elit di Ivory. Hizam dan Leona juga mendapatkannya. Termasuk Arvan dan Alina Grimaldi.Di acara pelalangan kelas elit itu, Dania datang dengan gaun merah marun indah yang membungkus tubuh moleknya dengan sempurna.“Terima kasih atas kedatanganmu, Riv.” Dania menggamit Rivan yang sudah menunggunya. “Sepertinya ini akan menjadi malam yang menarik. Kamu setuju?”“Sangat setuju. Aku akan membantumu menjadikan ini sebuah malam yang menarik dan menyenangkan.” Rivan menepuk pelan punggung tangan Dania di lengannya.Mereka saling berbalas senyuman.“Tunggu dulu, Dania. Aku takut ini terlupa.” Rivan mendadak menunjukkan raut serius.“Apa? Apa yang terlupa, Riv?” tanya Dania, ikut serius juga, terbawa Rivan.Rivan mendekatkan wajahnya ke Dania dan berbisik, “Apakah aku sudah mengatakan padamu bahwa kamu luar biasa cantik mala
last updateLast Updated : 2024-11-13
Read more

135. Kalian Menggigitku Duluan

Dania hendak membalas ucapan Hizam ketika Rivan lebih dulu mengeluarkan suaranya, “Dia tidak perlu mengeluarkan energi atau upaya secuil pun untuk menggodaku, karena aku sudah terpikat dengannya sejak lama.”Suara Rivan cukup keras sehingga beberapa tamu undangan menoleh ke arah mereka.Menyadari itu, Hizam semakin tak mau mengalah. “Oh, sejak kapan itu?” tantangnya sekaligus ingin tahu.“Sejak sebelum kamu menjadi suami payah bagi Dania yang memikat.” Rivan tanpa ragu menyebutkannya.Orang-orang terkaget-kaget. Banyak dari mereka memang sudah mengetahui mengenai Dania mantan istri Hizam Grimaldi, sehingga mereka kerap berkonflik terbuka di depan banyak orang.Tapi mengenai Rivan Ortiz yang merupakan pewaris kerajaan bisnis multinasional seperti Radiant berkata bahwa dia sudah terpikat pada Dania sebelum wanita itu menikahi Hizam, ini merupakan pernyataan yang sangat lugas dan berani.“Kamu!” Hizam mendelik dihina sebagai suami payah Dania.Namun, Leona yang tak terima suaminya dihina
last updateLast Updated : 2024-11-14
Read more

136. Jatuh Terguling

“Leona!” teriak Dania.Dia sangat terkejut saat melihat Leona jatuh terguling di anak tangga. Desakan untuk menolong tentunya ada, tapi jarak dan kejadian yang begitu cepat membuatnya tak sempat berbuat apa-apa.“Aarrghhh~”Suara jeritan Leona menggema di lorong bawah sana, diikuti oleh teriakan histeris beberapa tamu yang mendengar kegaduhan.“Ambulans! Ambulans!” Ada yang berteriak panik.Sudah pasti. Ini mengenai seorang ibu hamil dengan perut yang sudah cukup besar seperti Leona, jatuh terguling di tangga, hendak lebih mengerikan apa lagi dari ini?Dengan cepat, beberapa staf dan petugas medis yang berada di dekat acara berlarian menuju lokasi, bergegas membantu Leona yang tergeletak lemah di dasar anak tangga.Terdengar seruan Hizam. “Istriku! Nana! Leona!”Hizam muncul dengan wajah panik, sorot matanya langsung berubah penuh kemarahan begitu melihat Dania berdiri di puncak tangga. Dalam hitungan detik, dia sudah sampai di hadapan Dania dengan tatapan penuh kebencian.“Kamu senga
last updateLast Updated : 2024-11-14
Read more

137. Keguguran dan Kemalangan Beruntun

“Astaga… kayak kurang kerjaan banget aku rebutan laki kayak Hizam!” Beberapa menit setelah mengamati, Dania akhirnya mendesah pendek. Ada rasa lega sekaligus ironi yang begitu kentara.“Kamu baik-baik saja, Dania?” tanya Rivan, yang baru saja tiba di sebelahnya, dengan nada lembut.Dania mengangkat wajah, menatapnya sejenak lalu tersenyum tipis. “Aku cuma lagi merenung, seberapa jauh permainan ini akan berjalan. Terkadang... hasilnya memang terasa aneh.”Rivan mengangguk sambil tertawa kecil. “Kurasa nggak ada yang lebih mengena daripada kenyataan yang berbicara sendiri, ya kan?”Dania menatapnya lebih dalam, merasa bahwa tanpa dukungan Rivan, dia mungkin sudah kehilangan arah di tengah badai rumor ini. “Tanpa bantuanmu, mungkin aku udah nyungsep. Makasih, Riv. Kamu beneran teman yang luar biasa.”“Ah, jangan gitu.” Rivan tersenyum hangat. “Aku akan selalu ada untukmu, Dania.”Dania membalas senyuman itu dan kemudian memicingkan mata karena heran. “Kok kamu ada di sini?”Benar, kenapa
last updateLast Updated : 2024-11-15
Read more

138. Keputusasaan Zila

“Astaga! Berita macam apa ini?!” pekik kalut Alina ketika sedang menyalakan televisi untuk mencari hiburan.Bukannya hiburan yang ditemukan, justru berita mengenai keluarganya yang tak ada habisnya.Beberapa hari setelah insiden di balkon, keluarga Grimaldi terus saja menjadi bahan bulan-bulanan media dan netizen.Video CCTV yang tersebar memperlihatkan Leona secara terang-terangan menuduh Dania dengan cara yang agresif, diikuti dengan adegan dirinya jatuh terguling.Publik yang sebelumnya bersikap netral kini condong ke pihak Dania. Kolom-kolom opini di berbagai media memojokkan keluarga Grimaldi. Salah satunya berbunyi, "Keluarga Grimaldi selalu menyajikan citra sempurna, tapi kini terbukti bahwa mereka tidak lebih dari contoh nyata keserakahan dalam dunia elite." “Sudah, Ma! Nggak usah ditonton berita busuk kayak gitu!” teriak Zila yang kebetulan lewat dan setelahnya masuk ke kamarnya sendiri di lantai atas.Di kamarnya, Zila Grimaldi duduk termenung dengan wajah tegang, ponselnya
last updateLast Updated : 2024-11-18
Read more

139. Pembunuh Bayaran Red Viper

Roco tersenyum puas. “Pilihan yang bijak, Bu Zila.” Di luar kamar, angin malam yang dingin berhembus. Di bawah langit gelap kota, sebuah rencana gelap mulai dirancang untuk Dania.Namun, sebelum itu, ada yang memekik tertahan ketika sedang dihujam kuat-kuat pada inti tubuhnya.“Arrghh! Pelan, sialan!” Zila memejamkan mata ketika tubuhnya terus dientak-entak keras oleh Roco.Sebagai wanita yang selama ini menjadi orang yang terbiasa mendominasi, dia merasa harga dirinya terluka dalam-dalam akibat keinginan Roco.Namun, berbeda dengan yang dirasakan Roco. Sejak lama dia sudah mengincar Zila semenjak dia menjadi ‘kacung’ Zila untuk beberapa aktifitas ilegal.Tentu saja momentum yang langka ini tak boleh dilewatkan begitu saja! Maka, Roco benar-benar melakukan sampai dia puas.“Akkhh! Sakit, brengsek! Roco kamu berlebihan!” Zila menjerit tertahan ketika perlakuan Roco semakin beringas terhadapnya.Dadanya diremas kuat-kuat dan terkadang puncak dadanya dihisap agresif oleh Roco yang kelap
last updateLast Updated : 2024-11-18
Read more

140. Zila Terjebak Ambisinya Sendiri

“Tolong! Ada orang tertabrak!” seru beberapa ibu-ibu di trotoar.Nasib buruk sungguh menimpa Red Viper. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan menabraknya.Tubuh Red Viper terpental, menghantam tiang billboard, dan kemudian tergeletak tak bernyawa di aspal setelah sebelumnya kejang-kejang dan muntah darah dari mulut, telinga, dan hidung. “Haahhh… baguslah.” bisik Sebastian saat dia memastikan kematian Red Viper.Sebastian menghela napas berat sebelum kembali ke kafe untuk memastikan Dania baik-baik saja. Kematian Red Viper sampai ke telinga Zila, membuatnya gusar. Dia memarahi Roco habis-habisan di telepon. “Apa-apaan ini? Kamu bilang dia profesional, tapi ternyata dia mati kayak amatiran!” Roco tidak terlihat terganggu. “Jangan khawatir, Bu. Saya punya kenalan lain yang lebih ahli.” “Aku nggak mau dengar rencanamu lagi!” bentak Zila. Namun, suara Roco menjadi rendah dan penuh ancaman. “Saya punya video dari malam panas kita di hotel, Bu Zila. Kalau Anda menolak, saya pa
last updateLast Updated : 2024-11-18
Read more
PREV
1
...
111213141516
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status