All Chapters of Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku: Chapter 201 - Chapter 210

306 Chapters

Bab 201

Tak disangka saat Weni melompat turun, pelaku malah mencoba untuk menariknya, sampai-sampai menyebabkan kepalanya terbentur dan kehilangan kesadaran.Ekspresi Arieson langsung berubah menjadi muram sekaligus dingin. "Lemparkan dua orang itu ke kantor polisi. Adapun mengenai Maudi, bawa beberapa orang untuk menangkapnya, lalu antar dia ke hadapan Rhea. Biarkan Rhea yang menangani wanita itu sendiri."Begitu Maudi tiba di bandara, dia langsung dihentikan oleh orang-orang Keluarga Tessa.Dengan ekspresi muram, dia berkata, "Minggir, pesawat sudah hampir lepas landas!"Biasanya, kepala pelayan Keluarga Tessa yang memimpin sekelompok orang itu hanya mendengar ucapan Gilbert."Nona, Tuan memintaku untuk membawamu pulang.""Aku nggak mau pulang, aku mau ke luar negeri! Kalau kalian nggak minggir juga, jangan salahkan aku bersikap kasar padamu!"Namun, kepala pelayan itu menganggap ucapan sang nona seperti angin lalu. Dia mengedipkan matanya pada orang di belakangnya, yang segera maju untuk me
Read more

Bab 202

Melihat ekspresi ketakutan wanita itu, tidak ada gejolak emosi apa pun di mata Rhea. Sebelumnya, saat Weni melompat ke bawah, dia pasti lebih takut dibandingkan Maudi sekarang, bukan?Maudi menatap Rhea dan berkata, "Rhea, apa yang kamu inginkan?"Rhea menyunggingkan seulas senyum, lalu berkata dengan penuh penekanan, "Apa yang kuinginkan? Aku hanya ingin kamu merasakan penderitaan dan ketakutan yang dirasakan oleh Weni sebelumnya."Pupil mata Maudi langsung mengecil seketika. "Awas saja kalau kamu berani! Kalau kamu berani menyentuhku, Keluarga Tessa nggak akan melepaskanmu.""Oh? Begitu, ya? Kalau Keluarga Tessa bersedia untuk melindungimu, kamu juga nggak akan muncul di sini, 'kan?"Hati Maudi diliputi oleh ketakutan. Bagaimanapun juga, tadi saat berada di Kediaman Keluarga Tessa, ayahnya memang melihatnya dibawa pergi tanpa melakukan apa pun.Mengingat hingga sekarang Weni masih berbaring di dalam ruang ICU, tidak tahu kapan akan sadar kembali, sekujur tubuh Maudi mulai gemetaran.
Read more

Bab 203

"Aku sudah tahu aku salah ... aku akan pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan diri. Lepaskan aku, ya?"Rhea menggelengkan kepalanya dan berkata, "Mungkin nggak bisa. Bagaimanapun juga, biarpun kamu menyerahkan diri ke kantor polisi, Keluarga Tessa juga bisa membebaskanmu. Yang kuinginkan adalah, kamu juga mengalami penderitaan yang dialami oleh Weni. Hanya dengan cara seperti ini, kamu baru bisa mengerti penderitaan yang dialaminya."Hati Maudi diliputi oleh perasaan putus asa. Dia tidak menyangka Rhea akan sekejam ini.Saat ini, dia juga sudah mulai menyesal. Mengapa dia mendengarkan saran Jeni dan menargetkan Weni? Kalau dia mendengar ucapan ayah dan ibunya dengan patuh, meminta maaf pada Rhea, saat ini dia tidak akan terjebak dalam situasi putus asa seperti ini.'Ah, benar ... Jeni yang menginstruksikanku untuk melakukan ini. Bukankah aku hanya perlu melempar kesalahan pada Jeni?'Setelah berpikir demikian, dia buru-buru mendongak menatap Rhea."Nona Rhea, Jeni yang menginstruksik
Read more

Bab 204

Rhea menoleh ke arah pintu. Melihat Andre berjalan ke arahnya dengan ekspresi sedingin es, dia mencibir."Oh, Pak Andre, apa yang ingin kamu lakukan?"Andre menatapnya dengan tatapan dingin dan berkata, "Lepaskan Maudi.""Seharusnya kamu juga tahu dia sudah mencelakai Weni hingga membuat Weni terbaring di ruang ICU dan masih nggak sadarkan diri hingga sekarang. Apa hakmu memintaku untuk melepaskannya?""Biarpun sekarang kamu benar-benar melemparnya ke bawah dari sini, Weni juga nggak akan bisa bangun. Lagi pula, dia juga sudah menerima hukumannya."Rhea tertawa dingin dan berkata, "Hukuman apa?"Andre mengerutkan keningnya, dia merasa karakter Rhea benar-benar menyebalkan.Maudi sudah begitu menyedihkan, tetapi wanita itu tetap saja enggan melepaskannya."Kalau kamu benar-benar melemparnya turun dari sini sekarang, sudah pasti akan menyinggung Keluarga Tessa. Kalau karena kamu menimbulkan konflik antara Grup Tessa dan Grup Thamnin, orang-orang Keluarga Thamnin juga pasti nggak akan mel
Read more

Bab 205

"Oke, aku akan mengantarmu ke sana.""Nggak perlu, aku mengendarai mobil sendiri."Dalam kurun waktu kurang dari setengah jam, Rhea sudah tiba di rumah sakit.Melihat Weni benar-benar sudah sadar, dia menghela napas lega, matanya juga memerah.Begitu melihatnya, ekspresi Citra langsung berubah menjadi muram."Nona Rhea, kamu nggak diterima di sini."Mendengar ucapan ibunya, Weni mengerutkan keningnya dan berkata, "Ibu, apa yang Ibu lakukan?"Citra mendengus dingin, lalu berkata, "Kalau bukan demi merayakan ulang tahunnya, kamu nggak akan mengalami kecelakaan ini.""Ini adalah dua hal yang berbeda. Memangnya kalau saat aku dalam perjalanan menuju ke sebuah restoran, aku mengalami kecelakaan, restoran itu yang disalahkan?""Intinya, ke depannya aku nggak ingin melihatmu bergaul lagi dengannya.""Aku mau bergaul dengan temanku atau nggak, bukan urusan Ibu!""Kamu!"Citra kesal setengah mati. Dia langsung membanting mangkuk dalam genggamannya di atas meja, lalu berkata dengan marah, "Bagus
Read more

Bab 206

Pelayan sama sekali tidak memberi kesempatan pada Rhea untuk meronta, langsung memasukkannya ke dalam ruang bawah tanah.Biasanya, ruang bawah tanah digunakan untuk menaruh barang-barang yang jarang digunakan, terkesan gelap dan dingin. Setelah memasukkan Rhea ke dalam, pelayan langsung mengunci pintu dan pergi.Rhea mengeluarkan ponselnya, mendapati tidak adanya sinyal, dia juga hanya bisa menghilangkan ide meminta bantuan orang untuk mengeluarkannya dari sini.Saat cahaya ponsel redup, ruang bawah tanah kembali diliputi kegelapan.Pukul sepuluh lewat malam, pintu ruang bawah tanah terbuka. Jerico berjalan memasuki ruangan dengan ekspresi muram."Apa kamu sudah menyadari kesalahanmu?"Rhea menatap pria itu dengan dingin, sama sekali tidak ada kehangatan di matanya."Jerico, sudah kujelaskan padamu, tapi kamu sendiri yang nggak mau dengar. Aku nggak merasa aku ada salah."Ekspresi Jerico berubah menjadi sangat muram, dia menatap Rhea dengan tatapan dingin yang sangat menyeramkan."Kare
Read more

Bab 207

Jerico menatap pamannya dengan ekspresi mengejek. Dia ingin sekali mengumumkan hal ini pada publik.Saat itu tiba, Nyonya Besar Thamnin dan Tuan Besar Thamnin pasti akan sangat kecewa pada Arieson, juga tidak akan berpikir untuk menyerahkan Grup Thamnin pada putra kesayangan mereka itu lagi."Jerico, kalau sampai terjadi sesuatu padanya, aku nggak akan melepaskanmu!"Setelah melontarkan satu kalimat itu dengan dingin, Arieson langsung berjalan menghampiri Rhea. Dia ingin menggendong Rhea, tetapi Rhea melangkah mundur satu langkah secara refleks.Sorot mata Arieson langsung berubah menjadi muram. Tanpa memedulikan penolakan wanita itu, dia langsung menggendong wanita itu tepat di hadapan Jerico."Paman, turunkan aku saja, aku bisa jalan sendiri."Arieson menundukkan kepalanya, melirik wanita itu sekilas. "Apa kamu yakin?""Hmm."Melihat Rhea bersikeras ingin diturunkan, Arieson terdiam selama beberapa detik sebelum menurunkannya sesuai keinginannya."Terima kasih, Paman.""Biar aku papa
Read more

Bab 208

Ekspresi Jerico langsung berubah menjadi luar biasa muram. Dia berkata dengan marah, "Mengapa sekarang baru diselidiki dengan jelas?!"Yurik berkata dengan nada bicara tidak berdaya, "Pak Jerico, sebelumnya aku ingin menyelidikinya, tapi kamu bilang nggak perlu diselidiki .... Saat pergi menjenguk seorang teman di rumah sakit tadi malam, aku bertemu dengan orang tua Nona Weni. Itulah sebabnya, aku melakukan penyelidikan ulang ...."Setelah diingatkan oleh sekretarisnya, Jerico baru teringat kala itu sepertinya dia memang mengucapkan kata-kata seperti ini saking marahnya."Kelak kalau ada kejadian seperti ini lagi, selidiki dengan jelas secepatnya!""Baik."Saat hendak memutus panggilan telepon, tiba-tiba dia teringat Rhea pergi bersama Arieson, dia berkata dengan suara dalam, "Selidiki di mana Rhea dan pamanku sekarang."Tanpa butuh waktu lama, Yurik sudah menyelidiki hal itu dengan jelas.Mengetahui setelah Arieson mengantar Rhea pulang ke tempat tinggal sewaannya, pamannya itu sudah
Read more

Bab 209

Saat Rhea tiba di rumah sakit, sudah lebih dari satu jam kemudian.Melihat Rhea benar-benar hanya membawakan pangsit untuknya, ekspresi kekecewaan menghiasi wajah Weni.Rhea berjalan ke sisi Weni, duduk di sampingnya, lalu membuka kotak makan dan berkata, "Sudahlah, kamu bersabar beberapa hari lagi. Setelah kamu keluar dari rumah sakit, kamu bisa memakan apa pun yang kamu inginkan."Weni menghela napas, lalu mengambil alat makan dengan pasrah."Omong-omong, dengar-dengar dua orang yang mendesakku melompat turun dari gedung adalah orang yang dicari oleh Maudi?"Mengingat kejadian setelah kedua orang itu menerobos masuk ke dalam ruangan, Weni merasakan itu seperti mimpi buruk.Kalau dia tidak melompat turun, dia tidak tahu apa lagi yang akan terjadi setelahnya.Rhea mengangguk. Dengan ekspresi agak muram, dia berkata, "Hmm, dia bilang dia hanya menyuruh dua orang itu untuk mengambil foto erotismu, nggak bermaksud untuk mendesakmu melompat turun dari gedung."Weni mencibir, lalu berkata,
Read more

Bab 210

Setelah menemani Weni sejenak dan Citra sudah kembali, Rhea langsung pergi.Keesokan paginya, saat Rhea keluar untuk berangkat bekerja, begitu dia turun ke bawah, dia melihat Yurik berdiri tak jauh dari sana.Dia mengerutkan keningnya, awalnya dia ingin berpura-pura tidak melihat pria itu, tetapi Yurik langsung berjalan menghampirinya dengan langkah cepat dan berdiri tepat di hadapannya."Nyonya, Pak Jerico memintaku untuk mengantarkan ini."Rhea melirik kotak perhiasan dalam genggaman pria itu, tidak ada ekspresi apa pun yang terlihat di wajahnya."Apa maksud Jerico? Ingin menyuap orang lain setelah menyakiti orang lain, begitu?"Yurik menggelengkan kepalanya, lalu memaksakan diri untuk berkata, "Bukan begitu, ini adalah hadiah permintaan maaf dari Pak Jerico untukmu. Dia nggak berani datang, jadi dia memintaku untuk membawakannya untukmu."Rhea menerima kotak perhiasan yang disodorkan oleh pria itu, lalu membukanya. Di dalam kotak perhiasan itu, ada seuntai kalung berlian yang mahal.
Read more
PREV
1
...
1920212223
...
31
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status