All Chapters of Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku: Chapter 181 - Chapter 190

310 Chapters

Bab 181

Siska menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Apa kamu sudah tahu mengenai Rhea dan pamanmu?"Melihat ekspresi Jerico berubah, Siska menggertakkan giginya dan berkata, "Ternyata kamu memang mengetahuinya! Berani-beraninya wanita jalang itu selingkuh darimu!"Mendengar Siska mengatai Rhea wanita jalang, kening Jerico langsung berkerut."Ibu, hal ini nggak seperti yang Ibu pikirkan, nggak ada hubungannya dengan Rhea, paman sendiri yang banyak berpikir."Siska mencibir dan berkata, "Dia sendiri yang banyak berpikir? Apa kamu pikir aku bodoh?! Kalau bukan karena dia menggoda Arieson, bagaimana mungkin Arieson meliriknya?!"Ekspresi Jerico langsung berubah menjadi muram. Dia menatap Siska dengan tatapan dingin dan berkata, "Kalau Ibu memaki Rhea lagi, aku akan pergi sekarang juga."Melihat putranya bangkit dan hendak pergi begitu saja, Siska berkata dengan marah, "Berhenti kamu!"Tanpa memedulikan ucapan ibunya, Jerico tetap lanjut melangkah keluar. Saking kesalnya, Siska bangkit dan meng
Read more

Bab 182

Ekspresi Sizur berubah menjadi muram, dia berkata dengan suara rendah, "Kamu nggak perlu mengurus hal ini dulu, aku akan memikirkan solusinya."Siska tertegun sejenak, lalu menatap suaminya sambil mengerutkan keningnya. "Solusi apa?""Kamu nggak perlu memikirkan hal ini lagi. Nikmati saja hidup santaimu itu, hal-hal lainnya nggak perlu kamu urus, nggak perlu kamu pikirkan."Selesai berbicara, Sizur langsung berjalan melewati istrinya, menuju ke ruang bacanya.Begitu memasuki ruang baca, Sizur berpikir sejenak. Mengingat bulan depan adalah ulang tahun Nyonya Besar Thamnin, dia bisa menjalankan rencananya pada pesta ulang tahun tersebut.Setelah hal itu terlanjur terjadi antara Arieson dan Rhea, dia akan muncul untuk mengancam Arieson. Saat itu, dia tidak percaya Arieson tidak setuju untuk memberinya dana.Setelah berpikir demikian, Sizur menghela napas panjang. Kegelisahan yang menyelimuti hatinya akibat tak kunjung berhasil mendapatkan pinjaman dana, akhirnya menghilang tanpa meninggal
Read more

Bab 183

Orang tersebut menyunggingkan seulas senyum dingin dan berkata, "Aku akan memberimu uangnya malam ini. Seharusnya kamu sudah tahu bagaimana cara menuliskan laporan itu.""Jangan khawatir, menerima uang dan melaksanakan tugas, aku sudah paham aturan main ini.""Semoga kerja sama kita menyenangkan."...Sehari sebelum Rhea keluar dari rumah sakit, akhirnya Fabian membalas pesannya.Rhea bersiap untuk menemui pria itu setelah keluar dari rumah sakit besok. Namun, kali ini lokasi mereka bertemu tidak di bar lagi, melainkan di sebuah kafe dengan dekorasi sederhana.Begitu melihat Fabian, kilatan terkejut melintasi mata Rhea.Baru berapa lama mereka tidak bertemu, tetapi wajah Fabian sudah dipenuhi dengan luka, lengan kanan dan lengan kirinya diperban, bahkan ada sebuah tongkat di sampingnya."Tuan Fabian ... mengapa kamu bisa terluka seperti ini? Apa karena melakukan penyelidikan?"Fabian menyodorkan sebuah USB ke hadapan Rhea, lalu berkata dengan suara dalam, "Nona Rhea, hanya ini yang bis
Read more

Bab 184

"Nggak, kenapa?"Tadi Rhea hanya sedang memikirkan kapan dia akan pergi menemui Janice, dia sama sekali tidak memperhatikan Jerico."Rhea, beberapa hari ini aku nggak mengunjungimu di rumah sakit karena aku sangat sibuk dengan urusan perusahaan. Demi menargetkanku, Paman sengaja membatalkan kerja sama dengan Grup Thamnin. Masalah ini baru terselesaikan setelah aku disibukkan hingga sore hari ini."Rhea mengangguk dan berkata, "Hmm, aku mengerti."Melihat ekspresi acuh tak acuh wanita itu, Jerico hanya merasa lelah. Beberapa hari ini dia disibukkan dengan urusan perusahaan sampai-sampai hanya tidur empat jam setiap hari. Raut wajahnya jelas tampak kelelahan, tetapi Rhea malah mengabaikannya, tetap bersikap dingin padanya.Kalau dulu, Jerico mungkin akan mencoba untuk membujuk Rhea.Namun sekarang, dia sudah tidak ingin mengucapkan apa pun lagi.Begitu dia diam, hanya terdengar suara alat makan menyentuh piring yang terdengar di dalam ruangan tersebut.Selesai makan malam, Jerico langsun
Read more

Bab 185

Stella juga tidak menyangka dia akan bertemu dengan Rhea lagi di rumah sakit.Setelah ragu sejenak, dia memutuskan untuk mengikuti Rhea.Rhea sedang fokus memikirkan hal yang baru didengarnya itu, dia tidak menyadari ada orang yang membuntutinya.Saat dia tiba di bangsal Bagas, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lewat malam. Bagas hanya sendirian di dalam bangsal."Ayah, di mana Bibi Vani?"Melihat putrinya, Bagas sedikit terkejut. "Mengapa kamu datang malam-malam begini? Bibi Vani sudah pulang ke rumah untuk mengambilkan pakaian bersih untukku."Rhea duduk di samping ranjang bangsal, menatap Bagas dengan ekspresi serius."Ayah, ada satu hal yang ingin kutanyakan pada Ayah."Bagas tersenyum dan berkata, "Ada apa? Hal apa sampai-sampai membuatmu begitu serius?""Kala itu, Ayah, ibuku dan Zuis adalah teman sekelas satu kuliah. Saat kuliah, apa dia menyukai Ibuku?"Mendengar ucapan putrinya, ekspresi Bagas langsung berubah drastis. Dia mengerutkan keningnya dan berkata, "Siapa yang be
Read more

Bab 186

Stella terdiam selama beberapa saat sebelum berbicara dengan nada bicara terisak. "Aku tahu, tapi selain kamu, aku nggak tahu harus mencari siapa lagi ... maaf, aku akan memikirkan cara sendiri, aku nggak akan mengganggumu lagi ...."Selesai berbicara, Stella langsung memutus panggilan teleponnya.Jerico mengerutkan keningnya, perasaan kesal menyelimuti hatinya.Dia menyukai sosok Stella yang lembut dan pengertian, tetapi dia tidak ingin terlibat dalam hubungan apa pun dengan keluarga wanita itu. Kalau tidak, kelak setiap kali keluarga masalah itu ada masalah, maka mereka akan datang mencarinya. Dia bukanlah seorang staf kegiatan amal.Namun sekarang, bagaimanapun juga wanita itu sedang mengandung anaknya. Kalau dia tidak pergi ke sana, wanita itu belum tentu bisa menangani masalah tersebut sendiri.Setelah ragu cukup lama, pada akhirnya Jerico tetap mengambil mantelnya, lalu pergi.Di lantai atas, Rhea baru selesai mandi dan berjalan keluar dari kamar mandi. Saat itulah, dia mendengar
Read more

Bab 187

Selain itu, dia belum pernah melihat seorang sekretaris yang berani memanggil nama bos secara langsung."Jerico, aku hanya sudah tua, tapi bukan sudah menjadi idiot! Apa kamu merasa karena Keluarga Santana sudah jatuh, jadi nggak peduli apa pun yang kamu lakukan pada putriku, Keluarga Santana akan menoleransimu?"Jerico mengerutkan keningnya dan berkata, "Ayah, kondisi kesehatan Ayah nggak baik, aku antar Ayah kembali ke bangsal dulu, lalu aku akan memberi penjelasan pada Ayah perlahan-lahan, ya."Dia mengulurkan tangannya ingin memapah Bagas, tetapi langsung ditepis oleh Bagas."Jangan sentuh aku! Kembalikan ponselku padaku! Sudah kubilang, panggil Rhea kemari, kamu jelaskan secara langsung padanya!""Ayah, sekarang nyawa orang paling penting, bisakah Ayah nggak membuat keributan lagi?"Melihat sorot mata tidak sabar Jerico, Bagas mencibir dan berkata, "Kala itu, aku sudah salah menilaimu! Kamu juga nggak perlu memanggilku Ayah lagi, aku akan membujuk Rhea untuk bercerai denganmu!"Se
Read more

Bab 188

Sebelum Rhea bisa berbicara, tiba-tiba saja Vani menggenggam tangannya dan berkata, "Rhea, kamu juga tahu betapa menderitanya ayahmu dirawat di rumah sakit selama bertahun-tahun ini. Sekarang, selama adanya donor ginjal ini, dia bisa segera keluar dari rumah sakit ...."Melihat sorot mata cemas di mata wanita itu, perasaan sedih menyelimuti hati Rhea. Sejak Jerico menggunakan donor ginjal untuk mengancamnya, dia sudah kalah.Dia tidak mungkin melihat ayahnya kehilangan nyawa begitu saja, seolah-olah tidak terjadi apa pun.Melihat Rhea tidak menunjukkan ekspresi apa pun, kilatan panik melintasi wajah Vani. Dia melanjutkan. "Anggap saja Bibi memohon padamu, ya? Selama kamu setuju, aku bersedia berlutut di hadapanmu."Saat berbicara, Vani menunjukkan seperti akan berlutut di hadapannya.Rhea mengulurkan tangannya untuk menahan wanita itu agar tidak berlutut, lalu mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Bibi Vani, aku tahu apa yang harus kulakukan.""Terima kasih ... maaf ...."Sak
Read more

Bab 189

Setelah berjalan ke arah lift, ekspresi Rhea langsung berubah menjadi dingin. "Kamu pergi temani Stella saja, aku sudah mau pulang untuk beristirahat."Jerico mengerutkan keningnya. "Aku akan mengantarmu pulang, kamu nggak tidur semalaman, aku nggak tenang kalau kamu pulang sendirian."Rhea tersenyum, lalu menatap pria itu dengan sorot mata mengejek dan berkata, "Bukankah ayah Stella masih dioperasi? Apa kamu bisa tenang?""Rhea, bagiku nggak ada orang yang lebih penting dibandingkan kamu."Rhea menatap pria itu. Pria itu menatapnya dengan sorot mata penuh cinta seperti dulu, tetapi dia tidak merasakan gejolak emosi apa pun lagi."Kata-kata seperti ini nggak perlu diucapkan lagi. Terlalu banyak berbohong, hanya akan berakhir membohongi diri sendiri."Saat Jerico hendak berbicara, tiba-tiba terdengar suara isak tangis dua orang dari arah belakangnya."Jerico ... ayahku ...."Jerico menoleh. Melihat Stella yang berlinang air mata, tanpa dia sadari pupil matanya mengecil, tangan di kedua
Read more

Bab 190

Sekembalinya ke rumah, Rhea mengirimkan sebuah pesan kepada HR untuk cuti. Kemudian, dia langsung tidur hingga siang harinya baru bangun.Begitu dia menyalakan ponselnya, dia melihat ada beberapa panggilan telepon tak terjawab, serta sebuah SMS.[Nona Rhea, hasil pemeriksaan tubuhmu sudah keluar. Staf kami sudah menghubungimu, tapi nggak ada yang menjawab. Kamu bisa langsung datang ke bagian pemeriksaan tubuh rumah sakit untuk mengambil laporan fisiknya, juga boleh menghubungi kami untuk mengirimkan dokumennya padamu. Semoga harimu indah!]Mata Rhea berkedip, dia segera menghubungi rumah sakit untuk mengirimkan dokumen hasil pemeriksaan tubuhnya padanya.Saat membuka dokumen tersebut, tanpa Rhea sadari perasaan gugup menggerogoti dirinya.Ketika dia melihat hasil itu, hatinya seperti terjatuh dari tepi jurang, langsung hancur berkeping-keping.Dia ... benar-benar mandul ....Matanya langsung memerah, bukan karena Jerico, tetapi dia benar-benar menginginkan seorang anak sendiri. Namun,
Read more
PREV
1
...
1718192021
...
31
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status