All Chapters of Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku: Chapter 161 - Chapter 170

310 Chapters

Bab 161

"Lepaskan!"Melihat sorot mata penuh amarah Arieson itu, saat ini Rhea baru merasa lega, seolah-olah baru saja terselamatkan dari ajal, kedua matanya pun memerah.Perlahan-lahan, dia mengendurkan genggamannya, menunjukkan telapak tangannya yang telah berdarah, serta ... pecahan kaca yang tertancap pada telapak tangannya itu.Ekspresi Arieson tampak sangat muram, dia langsung menggendong Rhea dan berjalan menuju ke luar.Rhea mencengkeram kerah baju Arieson, berkata dengan suara yang sangat rendah, "Pak Arieson ... kamu minta seseorang untuk mengantarkan pakaian untukku saja."Kalau Arieson menggendongnya meninggalkan perusahaan seperti ini, mungkin hari ini juga rumor-rumor mengenai mereka berdua sudah tersebar hingga ke seluruh pelosok perusahaan.Arieson menundukkan kepalanya, menatap wanita dalam pelukannya itu dengan ekspresi sedingin es. Melihat wajah kecil wanita itu tampak pucat pasi, terlihat sangat menyedihkan, sorot matanya pun berubah menjadi makin gelap."Tanganmu terluka,
Read more

Bab 162

Jerico mengalihkan pandangannya, lalu berkata dengan suara dalam, "Hmm, ayo pergi."Saat mereka berdua berbalik, diam-diam Stella menghela napas lega.Selagi Stella menjalani pemeriksaan, Jerico menghubungi Rhea.Namun, setelah mencoba untuk menghubungi Rhea berkali-kali, Jerico tetap tidak mendapatkan jawaban. Pada akhirnya, perlahan-lahan kesabarannya juga sudah terkuras habis. Dia tidak mencoba untuk menghubungi Rhea lagi.Setelah membayar tagihan dan menerima suntikan, saat Rhea hendak pulang, dia menerima panggilan telepon dari kantor polisi yang memintanya memberi kesaksian di kantor polisi.Di sisi lain, Jeni juga sudah tahu rencana Dion gagal.Ekspresi anak buahnya tampak sedikit muram, anak buahnya itu berkata dengan nada bicara sedikit cemas, "Nona, mungkinkah Dion mengkhianati kita?"Jeni mencibir dan berkata, "Tenang saja, dia nggak akan berani, kecuali dia ingin keluarganya hancur."Dion benar-benar bodoh. Dia sudah membantu pria itu untuk merencanakan segalanya dengan bai
Read more

Bab 163

Perlahan-lahan, seulas senyum mengejek mengembang di wajah Jerico. Dia berkata tanpa gejolak emosi sama sekali, "Yah, benar-benar kasihan, ya ... dia pasti sangat membenci orang yang telah menghancurkan keluarganya dan membuatnya kehilangan segala-galanya, bukan?"Mendengar suara tenang sang atasan, secara naluriah tubuh Yurik gemetaran sejenak."Pak Jerico ... apa perlu mengeluarkannya?""Tentu saja, aku mau melihatnya dalam tiga hari."Yurik terdiam selama beberapa detik, dia ingin membujuk Jerico, tetapi dia tahu jelas Jerico tidak akan mendengarkannya, jadi pada akhirnya dia mengurungkan niatnya itu.Setelah panggilan telepon berakhir, Yurik menghela napas. 'Ah, perlukah aku segera ganti pekerjaan?' pikirnya.Bagaimanapun juga, begitu hal-hal yang Jerico minta dia lakukan ini ketahuan, tamat sudah riwayatnya.Rhea tetap berada di dalam kamar tidurnya, dia baru turun ke lantai bawah saat jam makan malam tiba. Setelah menghabiskan makan malamnya dalam diam, dia juga tidak ingin berla
Read more

Bab 164

Rhea mengatupkan bibirnya dengan rapat, lalu menundukkan kepalanya dan berkata, "Hmm."Sudut mat Jerico menangkap ponsel Rhea yang terletak di atas meja. Dia berkata, "Aku percaya padamu. Aku membawakan salep untukmu, aku bantu kamu oleskan, ya."Setelah Stella melahirkan anak, dia akan langsung mengusir wanita itu pergi, tidak akan membiarkan wanita itu muncul di hadapan Rhea lagi. Dengan begitu, mereka baru ada kesempatan untuk bersatu kembali.Dia melangkah maju, tetapi Rhea malah melangkah mundur satu langkah."Nggak perlu, aku bisa melakukannya sendiri."Melihat ekspresi menjauh yang menghiasi wajah Rhea, Jerico berusaha menekan kekecewaan yang menyelimuti hatinya. Dengan seulas senyuman paksa, dia menyerahkan obat salep itu kepada Rhea."Kalau begitu, kamu oleskan sendiri, ya. Oleskan masing-masing sekali sekarang dan sebelum tidur, seharusnya besok bengkaknya sudah reda."Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, melihat obat salep yang disodorkan oleh pria itu, dia pun mengulurka
Read more

Bab 165

Arieson: [Ayo pergi minum malam ini.]Rhein Gutawa: [?]Winko Tirta: [Belakangan ini kamu sangat sulit diajak keluar, hari ini kamu malah begitu bersemangat. Kenapa? Sedang patah hati, ya?]Arieson: [Enyah sana!]Winko: [Oke, oke, oke, aku nggak akan mengatakannya lagi, aku nggak akan membuka luka hatimu itu lagi. Kebetulan, ada bar yang baru dibuka di Jalan Utam. Aku akan memesan sebuah ruang pribadi.]Arieson: [...]Di sisi lain, begitu Rhea kembali ke laboratorium, Ivory langsung menghampirinya."Kak Rhea, hari ini mengapa kamu begitu telat datang? Eh ... ada apa dengan tanganmu? Apa terluka tanpa sengaja saat melakukan penelitian?"Rhea tidak ingin terlalu banyak orang tahu tentang kejadian kemarin, jadi dia hanya mengikuti alur pembicaraan Ivory. Dia mengangguk dan berkata, "Hmm.""Kalau begitu, selama beberapa waktu ini, aku saja yang melakukannya. Kamu beri aku arahan dan bimbingan saja.""Nggak apa-apa, lukaku ini nggak akan memengaruhiku melakukan penelitian."Setelah berbinca
Read more

Bab 166

Dia memaksakan seulas senyum, lalu beranjak dari sofa dan berkata, "Oke. Belakangan ini ada restoran makanan barat yang sangat enak. Setelah kamu selesai bekerja, kita pergi ke restoran itu bersama, ya.""Hmm."Setelah Maudi pergi, sambil menggenggam ponselnya dengan erat, Andre menatap ponselnya sejenak. Pada akhirnya, dia tetap menghubungi Weni.Tanpa butuh waktu lama, terdengar nada panggilan sibuk dari ujung telepon. Saat itu juga, ekspresinya langsung berubah menjadi sepenuhnya muram...."Kak Rhea, Kak Rhea?"Rhea tersentak kembali dari lamunannya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Ivory yang tengah menatapnya dengan ekspresi ingin tahu, lalu berkata, "Maaf, barusan kamu bilang apa?""Kak Rhea, apa ada masalah yang mengganggumu? Kamu sudah melamun untuk kesekian kalinya."Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah. Setelah terdiam selama beberapa detik, dia tiba-tiba bangkit dan berkata, "Ivory, aku tiba-tiba teringat aku ada sedikit urusan. Nanti setelah selesai makan, kamu kemba
Read more

Bab 167

Pria itu sudah membantunya berkali-kali, selalu menyelamatkannya setiap kali dia menghadapi bahaya, bagaimana mungkin dia tidak punya perasaan pada pria itu sama sekali?Namun, biarpun dia punya perasaan pada pria itu, apa gunanya?Dia dan pria itu, tidak mungkin bisa bersama.Terlepas dari hal-hal lainnya, mereka bahkan tidak bisa melewati cobaan berupa pandangan orang-orang.Apalagi sekarang dia masih belum bercerai dengan Jerico.Dia menarik napas dalam-dalam, lalu berkata pada Arieson dengan penuh penekanan, "Pak Arieson, aku bersedia pergi meminta maaf karena kamu sudah banyak membantuku. Aku berharap punya kesempatan untuk membalas budi. Adapun mengenai Jerico, dia yang terlebih dulu berselingkuh dan mengkhianatiku. Tentu saja aku nggak akan bersedia meminta maaf pada Maudi demi dia."Sorot mata Arieson langsung berubah sedingin es, dia menatap Rhea dengan tatapan dingin."Aku sudah mengerti, Nona Rhea. Silakan pergi. Perusahaan Teknologi Hongdam masih belum sampai pada tahapan m
Read more

Bab 168

"Nona Rhea, setelah kamu melihatnya sendiri, kamu juga akan tahu."Kalau bukan karena informasi yang diperolehnya sudah cukup banyak, dia juga tidak akan menemui Rhea secara pribadi.Setelah membuka dokumen itu dan melihatnya cukup lama, raut wajah Rhea berubah menjadi sangat muram."Apa kamu yakin hal-hal yang tertera di sini memang benar?"Fabian mengangguk, lalu berkata dengan ekspresi penuh percaya diri, "Tentu saja. Nona Rhea, kamu bisa tenang. Aku berani meminta bayaran yang begitu tinggi darimu, tentu saja aku juga akan memberimu sesuatu yang setimpal dengan bayaran yang kamu berikan itu."Rhea menutup dokumen itu, lalu berkata dengan suara dalam, "Apa kamu bisa menemukan bukti Sizur adalah dalang di balik kejadian itu?"Melalui dokumen yang diberikan oleh Fabian padanya itu, dia mendapati setelah Perusahaan Farmasi Hokada bangkrut, Jesper mendapatkan uang dalam jumlah fantastis. Setelahnya, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, pria itu mati dengan aneh.Sebelum mati, pria
Read more

Bab 169

Di sisi lain, Rhea tidak menyangka dirinya begitu sial. Dia baru saja keluar dari ruang pribadi dan hendak melintasi lobi untuk meninggalkan tempat ini.Akan tetapi, baru setengah perjalanan, tiba-tiba saja dia ditarik oleh seorang pria yang mabuk."Cantik, datang main sendiri, ya ...."Pria itu beserdawa, aroma alkohol yang menguar dari mulut pria itu membuat Rhea merasa mual. Dia langsung menepis tangan pria itu, lalu berbalik dan melangkah pergi dengan cepat.Namun, begitu dia melangkah beberapa langkah, beberapa orang pria tiba-tiba muncul dan menghalangi jalannya."Cantik, bisa-bisanya kamu memperlakukan Kak Rio seperti itu, nyalimu cukup besar, ya?"Merasakan beberapa orang itu berniat jahat, ekspresi Rhea langsung berubah menjadi sedingin es. "Aku nggak mengenal Kak Rio atau siapa pun namanya itu. Kalau kalian nggak minggir, aku akan lapor polisi."Sepertinya lain kali kalau dia bertemu dengan Fabian, tidak bisa di bar lagi.Walaupun ada orang-orang dari berbagai kalangan di dal
Read more

Bab 170

Hal seperti ini sudah biasa terjadi di dalam bar, jadi orang-orang di sekeliling tempat itu juga tidak menunjukkan reaksi besar.Biarpun ada orang yang melihat kejadian itu, tetapi melihat ekspresi ganas Rio dan yang lainnya, juga tidak ada yang berani maju.Bagaimanapun juga, ingin menjadi pahlawan yang menyelamatkan wanita cantik, juga butuh modal.Rhea memutar otaknya dengan cepat, memikirkan cara untuk membebaskan dirinya. Dia tidak ingin dibawa pergi begitu saja.Tiba-tiba saja, beberapa orang yang mengenakan setelan seragam menghalangi jalan Rio dan yang lainnya."Kak Rio, kamu nggak bisa membawa wanita ini pergi."Rio menatap manajer yang memimpin sekelompok orang itu. Dia menyingkirkan kain yang menutupi dahinya, lalu menunjuk lukanya dan mencibir. "Pak Rizal, apa kamu sudah lihat luka di kepalaku ini? Wanita ini yang melukaiku. Selain itu, kalau kamu menghalangi jalanku, mungkin nanti kamu nggak akan bisa memberi penjelasan pada Tuan Sabas."Di wilayah sekitar sini, dia juga p
Read more
PREV
1
...
1516171819
...
31
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status