Share

Bab 161

Author: Lalita
"Lepaskan!"

Melihat sorot mata penuh amarah Arieson itu, saat ini Rhea baru merasa lega, seolah-olah baru saja terselamatkan dari ajal, kedua matanya pun memerah.

Perlahan-lahan, dia mengendurkan genggamannya, menunjukkan telapak tangannya yang telah berdarah, serta ... pecahan kaca yang tertancap pada telapak tangannya itu.

Ekspresi Arieson tampak sangat muram, dia langsung menggendong Rhea dan berjalan menuju ke luar.

Rhea mencengkeram kerah baju Arieson, berkata dengan suara yang sangat rendah, "Pak Arieson ... kamu minta seseorang untuk mengantarkan pakaian untukku saja."

Kalau Arieson menggendongnya meninggalkan perusahaan seperti ini, mungkin hari ini juga rumor-rumor mengenai mereka berdua sudah tersebar hingga ke seluruh pelosok perusahaan.

Arieson menundukkan kepalanya, menatap wanita dalam pelukannya itu dengan ekspresi sedingin es. Melihat wajah kecil wanita itu tampak pucat pasi, terlihat sangat menyedihkan, sorot matanya pun berubah menjadi makin gelap.

"Tanganmu terluka,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 162

    Jerico mengalihkan pandangannya, lalu berkata dengan suara dalam, "Hmm, ayo pergi."Saat mereka berdua berbalik, diam-diam Stella menghela napas lega.Selagi Stella menjalani pemeriksaan, Jerico menghubungi Rhea.Namun, setelah mencoba untuk menghubungi Rhea berkali-kali, Jerico tetap tidak mendapatkan jawaban. Pada akhirnya, perlahan-lahan kesabarannya juga sudah terkuras habis. Dia tidak mencoba untuk menghubungi Rhea lagi.Setelah membayar tagihan dan menerima suntikan, saat Rhea hendak pulang, dia menerima panggilan telepon dari kantor polisi yang memintanya memberi kesaksian di kantor polisi.Di sisi lain, Jeni juga sudah tahu rencana Dion gagal.Ekspresi anak buahnya tampak sedikit muram, anak buahnya itu berkata dengan nada bicara sedikit cemas, "Nona, mungkinkah Dion mengkhianati kita?"Jeni mencibir dan berkata, "Tenang saja, dia nggak akan berani, kecuali dia ingin keluarganya hancur."Dion benar-benar bodoh. Dia sudah membantu pria itu untuk merencanakan segalanya dengan bai

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 163

    Perlahan-lahan, seulas senyum mengejek mengembang di wajah Jerico. Dia berkata tanpa gejolak emosi sama sekali, "Yah, benar-benar kasihan, ya ... dia pasti sangat membenci orang yang telah menghancurkan keluarganya dan membuatnya kehilangan segala-galanya, bukan?"Mendengar suara tenang sang atasan, secara naluriah tubuh Yurik gemetaran sejenak."Pak Jerico ... apa perlu mengeluarkannya?""Tentu saja, aku mau melihatnya dalam tiga hari."Yurik terdiam selama beberapa detik, dia ingin membujuk Jerico, tetapi dia tahu jelas Jerico tidak akan mendengarkannya, jadi pada akhirnya dia mengurungkan niatnya itu.Setelah panggilan telepon berakhir, Yurik menghela napas. 'Ah, perlukah aku segera ganti pekerjaan?' pikirnya.Bagaimanapun juga, begitu hal-hal yang Jerico minta dia lakukan ini ketahuan, tamat sudah riwayatnya.Rhea tetap berada di dalam kamar tidurnya, dia baru turun ke lantai bawah saat jam makan malam tiba. Setelah menghabiskan makan malamnya dalam diam, dia juga tidak ingin berla

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 164

    Rhea mengatupkan bibirnya dengan rapat, lalu menundukkan kepalanya dan berkata, "Hmm."Sudut mat Jerico menangkap ponsel Rhea yang terletak di atas meja. Dia berkata, "Aku percaya padamu. Aku membawakan salep untukmu, aku bantu kamu oleskan, ya."Setelah Stella melahirkan anak, dia akan langsung mengusir wanita itu pergi, tidak akan membiarkan wanita itu muncul di hadapan Rhea lagi. Dengan begitu, mereka baru ada kesempatan untuk bersatu kembali.Dia melangkah maju, tetapi Rhea malah melangkah mundur satu langkah."Nggak perlu, aku bisa melakukannya sendiri."Melihat ekspresi menjauh yang menghiasi wajah Rhea, Jerico berusaha menekan kekecewaan yang menyelimuti hatinya. Dengan seulas senyuman paksa, dia menyerahkan obat salep itu kepada Rhea."Kalau begitu, kamu oleskan sendiri, ya. Oleskan masing-masing sekali sekarang dan sebelum tidur, seharusnya besok bengkaknya sudah reda."Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, melihat obat salep yang disodorkan oleh pria itu, dia pun mengulurka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 165

    Arieson: [Ayo pergi minum malam ini.]Rhein Gutawa: [?]Winko Tirta: [Belakangan ini kamu sangat sulit diajak keluar, hari ini kamu malah begitu bersemangat. Kenapa? Sedang patah hati, ya?]Arieson: [Enyah sana!]Winko: [Oke, oke, oke, aku nggak akan mengatakannya lagi, aku nggak akan membuka luka hatimu itu lagi. Kebetulan, ada bar yang baru dibuka di Jalan Utam. Aku akan memesan sebuah ruang pribadi.]Arieson: [...]Di sisi lain, begitu Rhea kembali ke laboratorium, Ivory langsung menghampirinya."Kak Rhea, hari ini mengapa kamu begitu telat datang? Eh ... ada apa dengan tanganmu? Apa terluka tanpa sengaja saat melakukan penelitian?"Rhea tidak ingin terlalu banyak orang tahu tentang kejadian kemarin, jadi dia hanya mengikuti alur pembicaraan Ivory. Dia mengangguk dan berkata, "Hmm.""Kalau begitu, selama beberapa waktu ini, aku saja yang melakukannya. Kamu beri aku arahan dan bimbingan saja.""Nggak apa-apa, lukaku ini nggak akan memengaruhiku melakukan penelitian."Setelah berbinca

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 166

    Dia memaksakan seulas senyum, lalu beranjak dari sofa dan berkata, "Oke. Belakangan ini ada restoran makanan barat yang sangat enak. Setelah kamu selesai bekerja, kita pergi ke restoran itu bersama, ya.""Hmm."Setelah Maudi pergi, sambil menggenggam ponselnya dengan erat, Andre menatap ponselnya sejenak. Pada akhirnya, dia tetap menghubungi Weni.Tanpa butuh waktu lama, terdengar nada panggilan sibuk dari ujung telepon. Saat itu juga, ekspresinya langsung berubah menjadi sepenuhnya muram...."Kak Rhea, Kak Rhea?"Rhea tersentak kembali dari lamunannya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Ivory yang tengah menatapnya dengan ekspresi ingin tahu, lalu berkata, "Maaf, barusan kamu bilang apa?""Kak Rhea, apa ada masalah yang mengganggumu? Kamu sudah melamun untuk kesekian kalinya."Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah. Setelah terdiam selama beberapa detik, dia tiba-tiba bangkit dan berkata, "Ivory, aku tiba-tiba teringat aku ada sedikit urusan. Nanti setelah selesai makan, kamu kemba

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 167

    Pria itu sudah membantunya berkali-kali, selalu menyelamatkannya setiap kali dia menghadapi bahaya, bagaimana mungkin dia tidak punya perasaan pada pria itu sama sekali?Namun, biarpun dia punya perasaan pada pria itu, apa gunanya?Dia dan pria itu, tidak mungkin bisa bersama.Terlepas dari hal-hal lainnya, mereka bahkan tidak bisa melewati cobaan berupa pandangan orang-orang.Apalagi sekarang dia masih belum bercerai dengan Jerico.Dia menarik napas dalam-dalam, lalu berkata pada Arieson dengan penuh penekanan, "Pak Arieson, aku bersedia pergi meminta maaf karena kamu sudah banyak membantuku. Aku berharap punya kesempatan untuk membalas budi. Adapun mengenai Jerico, dia yang terlebih dulu berselingkuh dan mengkhianatiku. Tentu saja aku nggak akan bersedia meminta maaf pada Maudi demi dia."Sorot mata Arieson langsung berubah sedingin es, dia menatap Rhea dengan tatapan dingin."Aku sudah mengerti, Nona Rhea. Silakan pergi. Perusahaan Teknologi Hongdam masih belum sampai pada tahapan m

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 168

    "Nona Rhea, setelah kamu melihatnya sendiri, kamu juga akan tahu."Kalau bukan karena informasi yang diperolehnya sudah cukup banyak, dia juga tidak akan menemui Rhea secara pribadi.Setelah membuka dokumen itu dan melihatnya cukup lama, raut wajah Rhea berubah menjadi sangat muram."Apa kamu yakin hal-hal yang tertera di sini memang benar?"Fabian mengangguk, lalu berkata dengan ekspresi penuh percaya diri, "Tentu saja. Nona Rhea, kamu bisa tenang. Aku berani meminta bayaran yang begitu tinggi darimu, tentu saja aku juga akan memberimu sesuatu yang setimpal dengan bayaran yang kamu berikan itu."Rhea menutup dokumen itu, lalu berkata dengan suara dalam, "Apa kamu bisa menemukan bukti Sizur adalah dalang di balik kejadian itu?"Melalui dokumen yang diberikan oleh Fabian padanya itu, dia mendapati setelah Perusahaan Farmasi Hokada bangkrut, Jesper mendapatkan uang dalam jumlah fantastis. Setelahnya, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, pria itu mati dengan aneh.Sebelum mati, pria

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 169

    Di sisi lain, Rhea tidak menyangka dirinya begitu sial. Dia baru saja keluar dari ruang pribadi dan hendak melintasi lobi untuk meninggalkan tempat ini.Akan tetapi, baru setengah perjalanan, tiba-tiba saja dia ditarik oleh seorang pria yang mabuk."Cantik, datang main sendiri, ya ...."Pria itu beserdawa, aroma alkohol yang menguar dari mulut pria itu membuat Rhea merasa mual. Dia langsung menepis tangan pria itu, lalu berbalik dan melangkah pergi dengan cepat.Namun, begitu dia melangkah beberapa langkah, beberapa orang pria tiba-tiba muncul dan menghalangi jalannya."Cantik, bisa-bisanya kamu memperlakukan Kak Rio seperti itu, nyalimu cukup besar, ya?"Merasakan beberapa orang itu berniat jahat, ekspresi Rhea langsung berubah menjadi sedingin es. "Aku nggak mengenal Kak Rio atau siapa pun namanya itu. Kalau kalian nggak minggir, aku akan lapor polisi."Sepertinya lain kali kalau dia bertemu dengan Fabian, tidak bisa di bar lagi.Walaupun ada orang-orang dari berbagai kalangan di dal

Latest chapter

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 310

    Ekspresi Arieson langsung membeku. "Kapan kamu mengetahuinya?"Rhea berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Saat kamu pergi ke restoran pasangan dengannya."Keduanya terdiam. Saking heningnya, mereka bisa mendengar napas satu sama lain.Belasan detik kemudian, melihat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan bicara, Rhea langsung berbalik, membuka pintu mobilnya, berencana untuk masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.Tiba-tiba, Arieson menggenggam pergelangan tangannya."Rhea, salahku karena nggak memberitahumu hal ini. Maaf."Rhea menoleh menatapnya. Di bawah kegelapan malam, dia tidak bisa melihat ekspresi pria itu dengan jelas.Dia langsung menarik tangannya dan berkata, "Kalau kamu ingin balikan dengannya, aku bisa pindah malam ini juga."Arieson mengerutkan keningnya. "Aku nggak berencana untuk balikan dengannya. Aku nggak memberitahumu hal ini karena takut kamu salah paham. Aku tahu jelas orang yang kusukai sekarang adalah kamu."Rhea merasa ucapan Arieson agak konyol, di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 309

    Saat ini, Arieson sedang berjalan menghampirinya dengan perlahan sambil tersenyum.Namun, indranya yang tajam bisa merasakan saat ini suasana hati Arieson sangat buruk.Gerald menoleh, mengikuti arah pandang Rhea. Saat tatapannya bertemu dengan tatapan Arieson, secara naluriah dia menyipitkan matanya.Sepertinya pria ini memancarkan aura permusuhan yang sangat besar terhadap dirinya.Arieson langsung duduk di samping Rhea, lalu berkata sambil tersenyum, "Rhea, kamu makan bersama kakakmu, mengapa kamu nggak memberitahuku? Aku bisa datang bersamamu."Gerald juga mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, lalu berkata dengan sorot mata kebingungan, "Ini adalah?"Ditatap oleh dua orang pria pada saat bersamaan, Rhea mengerutkan keningnya. Saat dia hendak memperkenalkan mereka pada satu sama lain, Arieson sudah mengalihkan pandangannya ke arah Gerald sambil tersenyum."Halo, Tuan Gerald, aku adalah Arieson, pacar Rhea, juga presdir Perusahaan Teknologi Hongdam."Sorot mata Gerald berkedip, dia

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 308

    "Lama nggak bertemu."Gerald berjalan menghampiri Rhea, menundukkan kepalanya untuk menatap wanita itu. Dengan seulas senyum menghiasi wajahnya, dia berkata, "Hmm, lama nggak bertemu."Kalau dihitung-hitung, mereka berdua sudah tidak bertemu sekitar lima atau enam tahun, juga sangat jarang menghubungi satu sama lain, jadi Rhea merasa agak canggung."Ayo masuk dulu."Setelah duduk di dalam restoran dan memesan makanan, Rhea baru menatap pria itu dan berkata, "Mengapa kamu tiba-tiba berencana untuk mengembangkan kariermu di dalam negeri. Aku dengar dari Bibi Vani, gajimu di luar negeri cukup tinggi. Kalau kamu bekerja di sana beberapa tahun lagi, seharusnya kamu sudah bisa menetap di luar negeri, bukan?"Melihat sosok wanita yang sangat dirindukannya kini berada tepat di hadapannya, Gerald hampir melamun.Dia mengalihkan pandangannya dengan tenang, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku nggak terbiasa dengan makanan di luar negeri."Rhea agak terkejut, sangat jelas tidak terlalu percaya.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 307

    "Tuan Besar Thamnin, ada urusan apa kamu datang mencariku?"Melihat sikap Rhea yang tidak merendah, juga tidak arogan itu, Tuan Besar Thamnin mengerutkan keningnya, berkata dengan nada bicara arogan, "Sebut saja harganya, selama kamu bersedia melepaskan Sizur."Rhea menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh. "Kamu berencana memberi berapa?""Itu tergantung berapa yang ingin kamu minta. Kejadian itu sudah berlalu selama bertahun-tahun. Biarpun kamu benar-benar memasukkan Sizur ke penjara, aku juga punya cara untuk mengeluarkannya. Keras kepala nggak ada untungnya untukmu."Rhea bangkit, lalu berkata dengan nada bicara tanpa gejolak emosi, "Karena kamu sudah berbicara demikian, kita juga nggak perlu membicarakan hal ini lagi."Raut wajah Tuan Besar Thamnin langsung berubah menjadi sedingin es. "Apa maksudmu?""Nggak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa kita nggak akan bisa mencapai kesepakatan. Aku masih ada kerjaan, pergi dulu."Selesai berbicara, Rhea langsung berbalik dan pergi.M

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 306

    Arieson menatap wanita itu tanpa ekspresi dan berkata, "Erika, kamu bukanlah tipe orang yang akan memainkan trik-trik seperti ini."Tangan Erika yang terulur terhenti sejenak. Kemudian, dia menarik kembali tangannya, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Dulu kamu juga nggak akan menolakku.""Sudah kubilang, aku sudah punya pacar."Erika menatap pria itu, berkata dengan penuh penekanan, "Apa kamu mencintainya?"Melihat Arieson terdiam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, akhirnya Erika merasakan sedikit kepercayaan diri."Lihatlah, kalau kamu mencintainya, kamu pasti akan mengakuinya tanpa ragu."Arieson mengerutkan keningnya dan berkata, "Erika, aku nggak mengakuinya hanya karena nggak ingin menyakitimu."Senyuman di wajah Erika langsung membeku. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan suara rendah, "Walau kamu mencintainya, juga nggak masalah. Kamu pasti akan jatuh cinta kembali padaku."Awalnya Arieson ingin mengatakan dia tidak akan jatuh cinta kembali pada wanita itu, ka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 305

    Ucapan ini adalah bentuk isyarat yang sudah sangat jelas antara pria dan wanita dewasa.Arieson berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Sudah larut, nggak perlu lagi. Kamu istirahatlah lebih awal."Erika agak kecewa, tetapi dia tetap memaksakan seulas senyum, mengangguk dan berkata, "Oke, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya."Saat Arieson kembali ke vila, sudah jam sepuluh lewat malam.Dia baru saja berganti sepatu dan berjalan memasuki ruang tamu, pelayan sudah menghampirinya dan berkata, "Tuan Muda, malam ini Nona Rhea menunggumu pulang makan malam sangat lama. Pada akhirnya, dia langsung naik ke atas tanpa makan malam.""Oke, aku mengerti, kamu istirahat saja dulu.""Baiklah."Arieson menggulung lengan jasnya, lalu pergi ke dapur untuk membuat semangkuk mi dan membawakannya ke lantai atas.Mendengar suara ketukan pintu, Rhea mengira itu adalah pelayan vila. Dia segera bangkit untuk membuka pintu.Begitu melihat sosok bayangan yang tinggi di hadapannya itu, dia tertegun sejenak. Kem

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 304

    Kalau mereka bukan mengunjungi restoran pasangan, kalau mereka bukan duduk di sisi yang sama di meja makan, kalau Arieson tidak mengambilkan sayuran untuk wanita itu, mungkin ... dia masih bisa membohongi dirinya sendiri bahwa wanita itu adalah mitra Perusahaan Teknologi Hongdam.Dia mematikan layar ponselnya, menundukkan kepalanya, ekspresinya tampak muram.Saat dia melihat foto tersebut, dia sempat terdorong untuk menelepon Arieson, mempertanyakan pria itu. Namun, pada akhirnya dia tetap tenang kembali.Dia juga hanya memanfaatkan Arieson. Biarpun pria itu benar-benar menjalin hubungan tidak jelas dengan wanita lain, apa haknya untuk mempertanyakan pria itu?Lagi pula, bukankah dia juga tidak berencana untuk bersama pria itu selamanya?Ponselnya kembali berbunyi, Weni mengirimkan beberapa pesan untuknya.[Aku sudah meminta orang untuk menyelidiki wanita itu. Nama wanita itu adalah Erika Kilbis, cinta pertama Arieson. Setelah dia mendapatkan beasiswa penuh, dia pergi ke luar negeri un

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 303

    Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata dengan perlahan, "Nggak apa-apa. Kamu semalaman nggak pulang ke vila, aku hanya ingin menanyakan apa urusanmu sudah selesai ditangani."Orang di ujung telepon hening sejenak sebelum terdengar suara rendah Arieson. "Sudah hampir selesai ditangani, malam ini aku akan pulang."Tanpa Rhea sadari, cengkeramannya pada ponselnya makin erat. "Oke, kalau begitu nanti malam kita makan malam bersama.""Hmm, tunggu aku pulang."Setelah mengakhiri panggilan telepon, Arieson mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang tengah duduk di seberangnya sambil menangis. Dia berkata dengan dingin, "Erika, hubungan kita sudah berakhir, nanti aku akan memesan tiket pesawat untukmu."Pergerakan menyeka air mata Erika terhenti. Dengan berlinang air mata, dia menatap Arieson dan berkata, "Aku nggak mau! Kali ini aku sudah pulang, aku nggak berencana untuk pergi lagi."Arieson mengerutkan keningnya, hawa di sekelilingnya berubah menjadi sedingin es."Terserah k

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 302

    Arieson mengusap-usap kepalanya, berkata dengan suara rendah, "Nggak bisa membuatmu memercayaiku sepenuhnya, itu artinya aku masih kurang baik."Rhea mendongak, menatap pria itu. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba ponsel Arieson berdering."Kamu sudah mengubah nada deringmu?"Dulu Rhea sudah pernah mendengar nada dering ponsel Arieson, sepertinya berbeda dengan nada dering hari ini.Arieson tidak berbicara, dia mengambil ponselnya dan berjalan ke samping sebelum menjawab panggilan telepon tersebut.Tidak tahu mengapa, hati Rhea diliputi oleh kegelisahan, keningnya juga berkerut.Tak lama kemudian, Arieson sudah mengakhiri panggilan telepon itu, lalu berbalik dan berjalan menghampirinya."Aku ada sedikit urusan, perlu keluar sebentar, kamu tidur saja dulu."Selesai berbicara, dia berbalik, hendak pergi. Secara naluriah, Rhea menarik tangannya."Apa urusan itu sangat penting? Bisakah kamu tetap di sini untuk menemaniku ... aku ...."Rhea juga tidak tahu harus menggunakan alasan seperti

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status