Rhea mengangguk dan berkata, "Hmm, aku tahu."Saat Winko hendak berbicara, Arieson tiba-tiba mendongak, mengalihkan pandangannya ke arah Rhea. Sorot matanya sedingin es."Apa kamu sangat memahamiku?"Winko tertegun sejenak. Secara naluriah, dia menatap Arieson sambil mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti mengapa Arieson mempersulit Rhea.'Ada apa ini? Apa mungkin karena dia membenci Jerico, jadi dia juga membenci istri Jerico?' pikir Winko.Rhea menggigit bibir bawahnya, lalu mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Nggak, mengenai kejadian malam ini, terima kasih, Paman. Sekarang juga sudah larut, aku pergi dulu. Kalian bersenang-senang saja."Arieson mencibir dan berkata, "Aku sudah membantumu, tapi kamu menganggap semuanya selesai hanya dengan beberapa patah kata terima kasih?"Rhea yang tadinya hendak pergi, langkah kakinya langsung terhenti. Dia menoleh menatap Arieson dan berkata, "Kalau begitu, Paman ingin aku berterima kasih dengan cara apa?"Arieson berkata pada wan
Read more