All Chapters of Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku: Chapter 171 - Chapter 180

310 Chapters

Bab 171

Rhea mengangguk dan berkata, "Hmm, aku tahu."Saat Winko hendak berbicara, Arieson tiba-tiba mendongak, mengalihkan pandangannya ke arah Rhea. Sorot matanya sedingin es."Apa kamu sangat memahamiku?"Winko tertegun sejenak. Secara naluriah, dia menatap Arieson sambil mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti mengapa Arieson mempersulit Rhea.'Ada apa ini? Apa mungkin karena dia membenci Jerico, jadi dia juga membenci istri Jerico?' pikir Winko.Rhea menggigit bibir bawahnya, lalu mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Nggak, mengenai kejadian malam ini, terima kasih, Paman. Sekarang juga sudah larut, aku pergi dulu. Kalian bersenang-senang saja."Arieson mencibir dan berkata, "Aku sudah membantumu, tapi kamu menganggap semuanya selesai hanya dengan beberapa patah kata terima kasih?"Rhea yang tadinya hendak pergi, langkah kakinya langsung terhenti. Dia menoleh menatap Arieson dan berkata, "Kalau begitu, Paman ingin aku berterima kasih dengan cara apa?"Arieson berkata pada wan
Read more

Bab 172

"Mengapa malam ini kamu pulang begitu larut?""Ada sedikit urusan."Mendengar jawaban Rhea, Jerico tidak bertanya lebih jauh lagi. Dia hanya mengangguk dan berkata, "Omong-omong, donor ginjal Ayah sudah ditemukan. Kalau nggak ada masalah, sebulan kemudian operasi sudah bisa dilakukan."Pergerakan Rhea yang sedang mengganti sepatu terhenti sejenak. Kilatan tidak percaya melintasi matanya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah pria itu dan berkata, "Benarkah?"Melihat ekspresi semangat menghiasi wajah Rhea, ditambah lagi wanita itu menatapnya dengan sorot mata berbinar, seakan-akan seperti saat mereka berdua baru mulai menjalin hubungan asmara dulu, Jerico merasa napasnya seperti tercekat."Hmm.""Baguslah! Terima kasih!"Ucapan terima kasih ini berasal dari lubuk hati Rhea. Bagaimanapun juga, kalau donor ginjal untuk ayahnya tak kunjung ditemukan, dengan kondisi tubuh ayahnya, mungkin ayahnya tidak akan bisa bertahan lama lagi. Paling ayahnya hanya akan bertahan beberapa tahun lagi."Kit
Read more

Bab 173

Saat dia terbangun lagi dan melihat langit-langit berwarna seputih salju itu, Rhea mengedipkan matanya. Beberapa saat kemudian, dia baru teringat apa yang telah terjadi."Kamu sudah bangun?! Bagaimana perasaanmu? Apa ada bagian tubuhmu yang terasa nggak nyaman?"Rhea menoleh. Melihat Arieson yang tampak kelelahan itu, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Selain bagian perut terasa agak sakit, nggak ada yang terasa nggak nyaman lagi. Aku sudah nggak sadarkan diri berapa lama?""Satu hari satu malam."Rhea mengerutkan keningnya dan berkata, "Sebegitu lamanya?""Hmm, tusukan itu nyaris melukai limpamu."Dokter mengatakan kalau tusukan itu lebih dalam satu sentimeter lagi, maka akan menyebabkan pendarahan besar, pasien belum tentu bisa terselamatkan.Berada di luar pintu ruang operasi selama belasan jam itu adalah momen yang paling sulit dilewati oleh Arieson. Dia merasakan setiap detik yang berlalu seperti satu tahun.Dengan ekspresi pucat pasi, Rhea beranjak duduk perlahan dan berka
Read more

Bab 174

Dengan ekspresi muram, Arieson berkata dengan suara sedingin es, "Anggap saja aku sendiri sudah berpikir banyak."Selesai berbicara, dia langsung berbalik dan pergi.Jerico mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, api yang membara terlihat di matanya. "Tadi kamu sebut bar, kejadian apa itu? Mengapa aku nggak tahu?""Apa aku perlu memberitahumu? Apa kamu bisa kembali seperti dulu, melindungiku di sisiku?"Jerico menggertakkan giginya dan berkata, "Rhea, jelas-jelas kamu tahu aku nggak ingin kamu ada hubungan apa pun dengan Paman!"Setiap kali mengingat Rhea terluka demi menyelamatkan Arieson, bahkan telah merusak rencananya, api amarah dalam hati Jerico sulit untuk ditekan.Rhea menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh, "Oh? Aku juga nggak ingin kamu punya hubungan apa pun dengan Stella, tapi bukankah kamu tetap saja diam-diam pergi menemuinya?"Ekspresi Jerico berubah menjadi muram, tetapi dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun untuk menyangkal.Melihat wajah pria itu sudah me
Read more

Bab 175

Berjalan keluar dari bangsal, melihat Arieson yang berdiri tak jauh dari sana, Jerico pun berjalan menghampiri pamannya itu dengan ekspresi muram."Paman, kamu menungguku di sini, apa ada yang ingin kamu katakan padaku?"Sama sekali tidak ada kehangatan yang terlihat di mata Arieson, dia berkata, "Aku yang menyukainya. Kalau aku sampai mendapati kamu mempersulitnya lagi, aku akan membuatmu kehilangan segala sesuatu yang kamu miliki sekarang."Jerico mencibir dan berkata, "Paman, perasaanmu cukup dalam, ya. Kalau bukan karena orang yang kamu sukai itu adalah istriku, mungkin aku akan tersentuh olehmu."Mengingat Arieson berani menargetkan Rhea, Jerico ingin sekali membuat pria itu langsung menghilang dari muka bumi ini sekarang juga.Kalau bukan karena Rhea merusak rencananya, orang yang seharusnya tergeletak di dalam bangsal sekarang adalah Arieson!"Cepat atau lambat kalian akan bercerai."Mendengar ucapan Arieson, ekspresi Jerico langsung berubah menjadi sangat muram. Dia menatap pam
Read more

Bab 176

Begitu Jerico kembali ke perusahaan, beberapa orang pemegang saham langsung datang menemuinya di ruangannya dengan amarah menggebu-gebu."Pak Jerico, ada apa dengan pihak Perusahaan Teknologi Hongdam? Tadi manajer Perusahaan Teknologi Hongdam yang bertanggung jawab untuk berinteraksi bisnis denganku memberitahuku selanjutnya Perusahaan Teknologi Hongdam nggak berencana untuk bekerja sama dengan Grup Thamnin lagi. Sebelumnya, kamu yang menjembatani kerja sama ini, kamu harus bertanggung jawab penuh atas hal ini!"Begitu Grup Thamnin membatalkan kerja sama dengan Perusahaan Teknologi Hongdam, paling tidak kerugian perusahaan akan mencapai ratusan miliar.Ditambah lagi sebelumnya Rhea telah menyebabkan Perusahaan Farmasi Haion dan Grup Tessa membatalkan kerja sama, saat ini para pemegang saham makin tidak puas dengan kinerja Jerico.Jerico mengalihkan pandangannya ke arah beberapa orang itu. Melihat ekspresi penuh amarah orang-orang tersebut, dia berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Se
Read more

Bab 177

Jelas-jelas Jerico sedang tersenyum, tetapi Jilian malah merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya, sampai-sampai dirinya merinding ketakutan.Setelah terdiam selama belasan detik, dia memaksakan diri untuk berkata, "Pak Jerico ... cucuku nggak sengaja melakukannya. Selama kamu melepaskannya kali ini, aku berjanji kelak dia nggak akan melakukan tindakan gegabah seperti itu lagi ...."Melihat sorot mata ketakutan lawan bicaranya, Jerico sama sekali tidak merasa simpati."Pak Jilian, sepertinya cucumu juga biasa-biasa saja. Dia sudah berusia dua puluhan tahun, tapi masih membutuhkan bantuan Pak Jilian untuk memohon pengampunan dari seorang generasi muda sepertiku."Mendengar Jerico sengaja menggunakan ucapannya tadi untuk menyindirnya, Jilian kesal setengah mati.Dia menekan api amarah yang bergejolak dalam hatinya, lalu berkata, "Pak Jerico, ini salahku, aku nggak mendidik cucuku dengan baik.""Karena kamu bahkan nggak bisa mendidik cucumu sendiri dengan baik, jangan atur-atur aku l
Read more

Bab 178

Jerico menatap Rhea dengan ekspresi sedingin es. "Mengapa kamu menyuruh orang untuk mengawasi Stella?"Pergerakan tangan Rhea yang sedang makan bubur terhenti sejenak. Dia berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Kalau aku nggak mengawasinya, bagaimana aku bisa tahu kapan kamu bertemu dengannya, lalu mulai mencari-cari alasan untuk membohongiku?"Jerico mengerutkan keningnya. Kemudian, ekspresinya tiba-tiba rileks kembali."Rhea, kamu masih peduli padaku, 'kan?"Kalau Rhea tidak peduli padanya lagi, wanita itu juga tidak akan menyuruh orang untuk mengawasi Stella, untuk melihat kapan mereka bertemu.Rhea mengalihkan pandangannya ke arah pria itu. Melihat sorot mata senang pria itu, dia merasa pria itu benar-benar percaya diri. Saking percaya dirinya, pria itu mengira dia masih menyukainya.Namun, bagus juga pria itu salah paham seperti ini, dia tidak perlu repot-repot menghadapi banyak masalah."Aku hanya nggak ingin diselingkuhi dalam jangka panjang, juga nggak ingin hidup dalam keboho
Read more

Bab 179

"Aku belum makan.""Kalau begitu, kamu pergi cuci tangan dulu, aku akan menyendokkan nasi untukmu."Sepanjang malam, Stella membicarakan hal-hal yang dialaminya hari ini pada Jerico sambil tersenyum. Perlahan-lahan, hati Jerico pun mulai mengarah pada Stella.Bagaimanapun juga, hati manusia bukanlah batu. Rhea selalu bersikap begitu dingin padanya, biarpun perasaannya pada wanita itu sangat kuat, juga akan memudar perlahan-lahan.Di sisi lain, selesai makan malam, Rhea hendak turun ke lantai bawah untuk berjalan-jalan. Saat itu juga, dia menerima panggilan telepon dari detektif swasta yang dipekerjakan olehnya itu."Nona Rhea, aku sudah ketahuan oleh anak buah suamimu, mereka memperingatkanku untuk nggak mendekati Stella lagi. Kalau nggak, mereka akan lapor polisi."Sejak Fabian mulai menyelidiki tentang kejadian yang menimpa Perusahaan Farmasi Hokada, dia mengirim seorang asistennya untuk mengawasi Stella.Bagaimanapun juga, asistennya masih belum begitu berpengalaman seperti dirinya.
Read more

Bab 180

Rhea mengerutkan keningnya dan berkata, "Paman, sudah kujelaskan berkali-kali padamu. Kalau kamu bersikeras berpikir demikian, aku juga nggak berdaya."Arieson tersenyum, wajahnya yang biasanya selalu diwarnai oleh ekspresi dingin itu, kini diwarnai dengan ekspresi yang "baru", membuat orang nyaris tidak bisa mengalihkan pandangan darinya."Rhea, apa begitu sulit bagimu untuk mengakui perasaanmu padaku?"Ditatap oleh mata hitam indah itu, tanpa Rhea sadari detak jantungnya makin cepat. Tangannya menggenggam bagian bawah pakaian pasien yang dikenakannya dengan erat, seolah-olah ada sesuatu yang perlahan-lahan menjadi tak terkendali, tetapi dia tidak berdaya untuk menghentikannya.Dia mengatupkan bibirnya dengan rapat. Beberapa saat kemudian, dia berkata, "Paman, aku adalah istri keponakanmu. Kalau ucapanmu ini tersebar keluar, apa kamu tahu akan ada konsekuensinya?""Aku punya kemampuan untuk melindungimu."Rhea tertawa pelan, lalu berkata, "Dulu Jerico juga pernah mengucapkan kata-kata
Read more
PREV
1
...
1617181920
...
31
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status