Share

Bab 175

Author: Lalita
Berjalan keluar dari bangsal, melihat Arieson yang berdiri tak jauh dari sana, Jerico pun berjalan menghampiri pamannya itu dengan ekspresi muram.

"Paman, kamu menungguku di sini, apa ada yang ingin kamu katakan padaku?"

Sama sekali tidak ada kehangatan yang terlihat di mata Arieson, dia berkata, "Aku yang menyukainya. Kalau aku sampai mendapati kamu mempersulitnya lagi, aku akan membuatmu kehilangan segala sesuatu yang kamu miliki sekarang."

Jerico mencibir dan berkata, "Paman, perasaanmu cukup dalam, ya. Kalau bukan karena orang yang kamu sukai itu adalah istriku, mungkin aku akan tersentuh olehmu."

Mengingat Arieson berani menargetkan Rhea, Jerico ingin sekali membuat pria itu langsung menghilang dari muka bumi ini sekarang juga.

Kalau bukan karena Rhea merusak rencananya, orang yang seharusnya tergeletak di dalam bangsal sekarang adalah Arieson!

"Cepat atau lambat kalian akan bercerai."

Mendengar ucapan Arieson, ekspresi Jerico langsung berubah menjadi sangat muram. Dia menatap pam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
ryzlnn
ayo arieson perjuangkan rasamu pada rhea.jgn diem aj
goodnovel comment avatar
ryzlnn
waaaah....mulai bertindak ni paman
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 176

    Begitu Jerico kembali ke perusahaan, beberapa orang pemegang saham langsung datang menemuinya di ruangannya dengan amarah menggebu-gebu."Pak Jerico, ada apa dengan pihak Perusahaan Teknologi Hongdam? Tadi manajer Perusahaan Teknologi Hongdam yang bertanggung jawab untuk berinteraksi bisnis denganku memberitahuku selanjutnya Perusahaan Teknologi Hongdam nggak berencana untuk bekerja sama dengan Grup Thamnin lagi. Sebelumnya, kamu yang menjembatani kerja sama ini, kamu harus bertanggung jawab penuh atas hal ini!"Begitu Grup Thamnin membatalkan kerja sama dengan Perusahaan Teknologi Hongdam, paling tidak kerugian perusahaan akan mencapai ratusan miliar.Ditambah lagi sebelumnya Rhea telah menyebabkan Perusahaan Farmasi Haion dan Grup Tessa membatalkan kerja sama, saat ini para pemegang saham makin tidak puas dengan kinerja Jerico.Jerico mengalihkan pandangannya ke arah beberapa orang itu. Melihat ekspresi penuh amarah orang-orang tersebut, dia berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Se

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 177

    Jelas-jelas Jerico sedang tersenyum, tetapi Jilian malah merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya, sampai-sampai dirinya merinding ketakutan.Setelah terdiam selama belasan detik, dia memaksakan diri untuk berkata, "Pak Jerico ... cucuku nggak sengaja melakukannya. Selama kamu melepaskannya kali ini, aku berjanji kelak dia nggak akan melakukan tindakan gegabah seperti itu lagi ...."Melihat sorot mata ketakutan lawan bicaranya, Jerico sama sekali tidak merasa simpati."Pak Jilian, sepertinya cucumu juga biasa-biasa saja. Dia sudah berusia dua puluhan tahun, tapi masih membutuhkan bantuan Pak Jilian untuk memohon pengampunan dari seorang generasi muda sepertiku."Mendengar Jerico sengaja menggunakan ucapannya tadi untuk menyindirnya, Jilian kesal setengah mati.Dia menekan api amarah yang bergejolak dalam hatinya, lalu berkata, "Pak Jerico, ini salahku, aku nggak mendidik cucuku dengan baik.""Karena kamu bahkan nggak bisa mendidik cucumu sendiri dengan baik, jangan atur-atur aku l

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 178

    Jerico menatap Rhea dengan ekspresi sedingin es. "Mengapa kamu menyuruh orang untuk mengawasi Stella?"Pergerakan tangan Rhea yang sedang makan bubur terhenti sejenak. Dia berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Kalau aku nggak mengawasinya, bagaimana aku bisa tahu kapan kamu bertemu dengannya, lalu mulai mencari-cari alasan untuk membohongiku?"Jerico mengerutkan keningnya. Kemudian, ekspresinya tiba-tiba rileks kembali."Rhea, kamu masih peduli padaku, 'kan?"Kalau Rhea tidak peduli padanya lagi, wanita itu juga tidak akan menyuruh orang untuk mengawasi Stella, untuk melihat kapan mereka bertemu.Rhea mengalihkan pandangannya ke arah pria itu. Melihat sorot mata senang pria itu, dia merasa pria itu benar-benar percaya diri. Saking percaya dirinya, pria itu mengira dia masih menyukainya.Namun, bagus juga pria itu salah paham seperti ini, dia tidak perlu repot-repot menghadapi banyak masalah."Aku hanya nggak ingin diselingkuhi dalam jangka panjang, juga nggak ingin hidup dalam keboho

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 179

    "Aku belum makan.""Kalau begitu, kamu pergi cuci tangan dulu, aku akan menyendokkan nasi untukmu."Sepanjang malam, Stella membicarakan hal-hal yang dialaminya hari ini pada Jerico sambil tersenyum. Perlahan-lahan, hati Jerico pun mulai mengarah pada Stella.Bagaimanapun juga, hati manusia bukanlah batu. Rhea selalu bersikap begitu dingin padanya, biarpun perasaannya pada wanita itu sangat kuat, juga akan memudar perlahan-lahan.Di sisi lain, selesai makan malam, Rhea hendak turun ke lantai bawah untuk berjalan-jalan. Saat itu juga, dia menerima panggilan telepon dari detektif swasta yang dipekerjakan olehnya itu."Nona Rhea, aku sudah ketahuan oleh anak buah suamimu, mereka memperingatkanku untuk nggak mendekati Stella lagi. Kalau nggak, mereka akan lapor polisi."Sejak Fabian mulai menyelidiki tentang kejadian yang menimpa Perusahaan Farmasi Hokada, dia mengirim seorang asistennya untuk mengawasi Stella.Bagaimanapun juga, asistennya masih belum begitu berpengalaman seperti dirinya.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 180

    Rhea mengerutkan keningnya dan berkata, "Paman, sudah kujelaskan berkali-kali padamu. Kalau kamu bersikeras berpikir demikian, aku juga nggak berdaya."Arieson tersenyum, wajahnya yang biasanya selalu diwarnai oleh ekspresi dingin itu, kini diwarnai dengan ekspresi yang "baru", membuat orang nyaris tidak bisa mengalihkan pandangan darinya."Rhea, apa begitu sulit bagimu untuk mengakui perasaanmu padaku?"Ditatap oleh mata hitam indah itu, tanpa Rhea sadari detak jantungnya makin cepat. Tangannya menggenggam bagian bawah pakaian pasien yang dikenakannya dengan erat, seolah-olah ada sesuatu yang perlahan-lahan menjadi tak terkendali, tetapi dia tidak berdaya untuk menghentikannya.Dia mengatupkan bibirnya dengan rapat. Beberapa saat kemudian, dia berkata, "Paman, aku adalah istri keponakanmu. Kalau ucapanmu ini tersebar keluar, apa kamu tahu akan ada konsekuensinya?""Aku punya kemampuan untuk melindungimu."Rhea tertawa pelan, lalu berkata, "Dulu Jerico juga pernah mengucapkan kata-kata

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 181

    Siska menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Apa kamu sudah tahu mengenai Rhea dan pamanmu?"Melihat ekspresi Jerico berubah, Siska menggertakkan giginya dan berkata, "Ternyata kamu memang mengetahuinya! Berani-beraninya wanita jalang itu selingkuh darimu!"Mendengar Siska mengatai Rhea wanita jalang, kening Jerico langsung berkerut."Ibu, hal ini nggak seperti yang Ibu pikirkan, nggak ada hubungannya dengan Rhea, paman sendiri yang banyak berpikir."Siska mencibir dan berkata, "Dia sendiri yang banyak berpikir? Apa kamu pikir aku bodoh?! Kalau bukan karena dia menggoda Arieson, bagaimana mungkin Arieson meliriknya?!"Ekspresi Jerico langsung berubah menjadi muram. Dia menatap Siska dengan tatapan dingin dan berkata, "Kalau Ibu memaki Rhea lagi, aku akan pergi sekarang juga."Melihat putranya bangkit dan hendak pergi begitu saja, Siska berkata dengan marah, "Berhenti kamu!"Tanpa memedulikan ucapan ibunya, Jerico tetap lanjut melangkah keluar. Saking kesalnya, Siska bangkit dan meng

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 182

    Ekspresi Sizur berubah menjadi muram, dia berkata dengan suara rendah, "Kamu nggak perlu mengurus hal ini dulu, aku akan memikirkan solusinya."Siska tertegun sejenak, lalu menatap suaminya sambil mengerutkan keningnya. "Solusi apa?""Kamu nggak perlu memikirkan hal ini lagi. Nikmati saja hidup santaimu itu, hal-hal lainnya nggak perlu kamu urus, nggak perlu kamu pikirkan."Selesai berbicara, Sizur langsung berjalan melewati istrinya, menuju ke ruang bacanya.Begitu memasuki ruang baca, Sizur berpikir sejenak. Mengingat bulan depan adalah ulang tahun Nyonya Besar Thamnin, dia bisa menjalankan rencananya pada pesta ulang tahun tersebut.Setelah hal itu terlanjur terjadi antara Arieson dan Rhea, dia akan muncul untuk mengancam Arieson. Saat itu, dia tidak percaya Arieson tidak setuju untuk memberinya dana.Setelah berpikir demikian, Sizur menghela napas panjang. Kegelisahan yang menyelimuti hatinya akibat tak kunjung berhasil mendapatkan pinjaman dana, akhirnya menghilang tanpa meninggal

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 183

    Orang tersebut menyunggingkan seulas senyum dingin dan berkata, "Aku akan memberimu uangnya malam ini. Seharusnya kamu sudah tahu bagaimana cara menuliskan laporan itu.""Jangan khawatir, menerima uang dan melaksanakan tugas, aku sudah paham aturan main ini.""Semoga kerja sama kita menyenangkan."...Sehari sebelum Rhea keluar dari rumah sakit, akhirnya Fabian membalas pesannya.Rhea bersiap untuk menemui pria itu setelah keluar dari rumah sakit besok. Namun, kali ini lokasi mereka bertemu tidak di bar lagi, melainkan di sebuah kafe dengan dekorasi sederhana.Begitu melihat Fabian, kilatan terkejut melintasi mata Rhea.Baru berapa lama mereka tidak bertemu, tetapi wajah Fabian sudah dipenuhi dengan luka, lengan kanan dan lengan kirinya diperban, bahkan ada sebuah tongkat di sampingnya."Tuan Fabian ... mengapa kamu bisa terluka seperti ini? Apa karena melakukan penyelidikan?"Fabian menyodorkan sebuah USB ke hadapan Rhea, lalu berkata dengan suara dalam, "Nona Rhea, hanya ini yang bis

Latest chapter

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 310

    Ekspresi Arieson langsung membeku. "Kapan kamu mengetahuinya?"Rhea berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Saat kamu pergi ke restoran pasangan dengannya."Keduanya terdiam. Saking heningnya, mereka bisa mendengar napas satu sama lain.Belasan detik kemudian, melihat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan bicara, Rhea langsung berbalik, membuka pintu mobilnya, berencana untuk masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.Tiba-tiba, Arieson menggenggam pergelangan tangannya."Rhea, salahku karena nggak memberitahumu hal ini. Maaf."Rhea menoleh menatapnya. Di bawah kegelapan malam, dia tidak bisa melihat ekspresi pria itu dengan jelas.Dia langsung menarik tangannya dan berkata, "Kalau kamu ingin balikan dengannya, aku bisa pindah malam ini juga."Arieson mengerutkan keningnya. "Aku nggak berencana untuk balikan dengannya. Aku nggak memberitahumu hal ini karena takut kamu salah paham. Aku tahu jelas orang yang kusukai sekarang adalah kamu."Rhea merasa ucapan Arieson agak konyol, di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 309

    Saat ini, Arieson sedang berjalan menghampirinya dengan perlahan sambil tersenyum.Namun, indranya yang tajam bisa merasakan saat ini suasana hati Arieson sangat buruk.Gerald menoleh, mengikuti arah pandang Rhea. Saat tatapannya bertemu dengan tatapan Arieson, secara naluriah dia menyipitkan matanya.Sepertinya pria ini memancarkan aura permusuhan yang sangat besar terhadap dirinya.Arieson langsung duduk di samping Rhea, lalu berkata sambil tersenyum, "Rhea, kamu makan bersama kakakmu, mengapa kamu nggak memberitahuku? Aku bisa datang bersamamu."Gerald juga mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, lalu berkata dengan sorot mata kebingungan, "Ini adalah?"Ditatap oleh dua orang pria pada saat bersamaan, Rhea mengerutkan keningnya. Saat dia hendak memperkenalkan mereka pada satu sama lain, Arieson sudah mengalihkan pandangannya ke arah Gerald sambil tersenyum."Halo, Tuan Gerald, aku adalah Arieson, pacar Rhea, juga presdir Perusahaan Teknologi Hongdam."Sorot mata Gerald berkedip, dia

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 308

    "Lama nggak bertemu."Gerald berjalan menghampiri Rhea, menundukkan kepalanya untuk menatap wanita itu. Dengan seulas senyum menghiasi wajahnya, dia berkata, "Hmm, lama nggak bertemu."Kalau dihitung-hitung, mereka berdua sudah tidak bertemu sekitar lima atau enam tahun, juga sangat jarang menghubungi satu sama lain, jadi Rhea merasa agak canggung."Ayo masuk dulu."Setelah duduk di dalam restoran dan memesan makanan, Rhea baru menatap pria itu dan berkata, "Mengapa kamu tiba-tiba berencana untuk mengembangkan kariermu di dalam negeri. Aku dengar dari Bibi Vani, gajimu di luar negeri cukup tinggi. Kalau kamu bekerja di sana beberapa tahun lagi, seharusnya kamu sudah bisa menetap di luar negeri, bukan?"Melihat sosok wanita yang sangat dirindukannya kini berada tepat di hadapannya, Gerald hampir melamun.Dia mengalihkan pandangannya dengan tenang, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku nggak terbiasa dengan makanan di luar negeri."Rhea agak terkejut, sangat jelas tidak terlalu percaya.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 307

    "Tuan Besar Thamnin, ada urusan apa kamu datang mencariku?"Melihat sikap Rhea yang tidak merendah, juga tidak arogan itu, Tuan Besar Thamnin mengerutkan keningnya, berkata dengan nada bicara arogan, "Sebut saja harganya, selama kamu bersedia melepaskan Sizur."Rhea menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh. "Kamu berencana memberi berapa?""Itu tergantung berapa yang ingin kamu minta. Kejadian itu sudah berlalu selama bertahun-tahun. Biarpun kamu benar-benar memasukkan Sizur ke penjara, aku juga punya cara untuk mengeluarkannya. Keras kepala nggak ada untungnya untukmu."Rhea bangkit, lalu berkata dengan nada bicara tanpa gejolak emosi, "Karena kamu sudah berbicara demikian, kita juga nggak perlu membicarakan hal ini lagi."Raut wajah Tuan Besar Thamnin langsung berubah menjadi sedingin es. "Apa maksudmu?""Nggak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa kita nggak akan bisa mencapai kesepakatan. Aku masih ada kerjaan, pergi dulu."Selesai berbicara, Rhea langsung berbalik dan pergi.M

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 306

    Arieson menatap wanita itu tanpa ekspresi dan berkata, "Erika, kamu bukanlah tipe orang yang akan memainkan trik-trik seperti ini."Tangan Erika yang terulur terhenti sejenak. Kemudian, dia menarik kembali tangannya, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Dulu kamu juga nggak akan menolakku.""Sudah kubilang, aku sudah punya pacar."Erika menatap pria itu, berkata dengan penuh penekanan, "Apa kamu mencintainya?"Melihat Arieson terdiam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, akhirnya Erika merasakan sedikit kepercayaan diri."Lihatlah, kalau kamu mencintainya, kamu pasti akan mengakuinya tanpa ragu."Arieson mengerutkan keningnya dan berkata, "Erika, aku nggak mengakuinya hanya karena nggak ingin menyakitimu."Senyuman di wajah Erika langsung membeku. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan suara rendah, "Walau kamu mencintainya, juga nggak masalah. Kamu pasti akan jatuh cinta kembali padaku."Awalnya Arieson ingin mengatakan dia tidak akan jatuh cinta kembali pada wanita itu, ka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 305

    Ucapan ini adalah bentuk isyarat yang sudah sangat jelas antara pria dan wanita dewasa.Arieson berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Sudah larut, nggak perlu lagi. Kamu istirahatlah lebih awal."Erika agak kecewa, tetapi dia tetap memaksakan seulas senyum, mengangguk dan berkata, "Oke, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya."Saat Arieson kembali ke vila, sudah jam sepuluh lewat malam.Dia baru saja berganti sepatu dan berjalan memasuki ruang tamu, pelayan sudah menghampirinya dan berkata, "Tuan Muda, malam ini Nona Rhea menunggumu pulang makan malam sangat lama. Pada akhirnya, dia langsung naik ke atas tanpa makan malam.""Oke, aku mengerti, kamu istirahat saja dulu.""Baiklah."Arieson menggulung lengan jasnya, lalu pergi ke dapur untuk membuat semangkuk mi dan membawakannya ke lantai atas.Mendengar suara ketukan pintu, Rhea mengira itu adalah pelayan vila. Dia segera bangkit untuk membuka pintu.Begitu melihat sosok bayangan yang tinggi di hadapannya itu, dia tertegun sejenak. Kem

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 304

    Kalau mereka bukan mengunjungi restoran pasangan, kalau mereka bukan duduk di sisi yang sama di meja makan, kalau Arieson tidak mengambilkan sayuran untuk wanita itu, mungkin ... dia masih bisa membohongi dirinya sendiri bahwa wanita itu adalah mitra Perusahaan Teknologi Hongdam.Dia mematikan layar ponselnya, menundukkan kepalanya, ekspresinya tampak muram.Saat dia melihat foto tersebut, dia sempat terdorong untuk menelepon Arieson, mempertanyakan pria itu. Namun, pada akhirnya dia tetap tenang kembali.Dia juga hanya memanfaatkan Arieson. Biarpun pria itu benar-benar menjalin hubungan tidak jelas dengan wanita lain, apa haknya untuk mempertanyakan pria itu?Lagi pula, bukankah dia juga tidak berencana untuk bersama pria itu selamanya?Ponselnya kembali berbunyi, Weni mengirimkan beberapa pesan untuknya.[Aku sudah meminta orang untuk menyelidiki wanita itu. Nama wanita itu adalah Erika Kilbis, cinta pertama Arieson. Setelah dia mendapatkan beasiswa penuh, dia pergi ke luar negeri un

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 303

    Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata dengan perlahan, "Nggak apa-apa. Kamu semalaman nggak pulang ke vila, aku hanya ingin menanyakan apa urusanmu sudah selesai ditangani."Orang di ujung telepon hening sejenak sebelum terdengar suara rendah Arieson. "Sudah hampir selesai ditangani, malam ini aku akan pulang."Tanpa Rhea sadari, cengkeramannya pada ponselnya makin erat. "Oke, kalau begitu nanti malam kita makan malam bersama.""Hmm, tunggu aku pulang."Setelah mengakhiri panggilan telepon, Arieson mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang tengah duduk di seberangnya sambil menangis. Dia berkata dengan dingin, "Erika, hubungan kita sudah berakhir, nanti aku akan memesan tiket pesawat untukmu."Pergerakan menyeka air mata Erika terhenti. Dengan berlinang air mata, dia menatap Arieson dan berkata, "Aku nggak mau! Kali ini aku sudah pulang, aku nggak berencana untuk pergi lagi."Arieson mengerutkan keningnya, hawa di sekelilingnya berubah menjadi sedingin es."Terserah k

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 302

    Arieson mengusap-usap kepalanya, berkata dengan suara rendah, "Nggak bisa membuatmu memercayaiku sepenuhnya, itu artinya aku masih kurang baik."Rhea mendongak, menatap pria itu. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba ponsel Arieson berdering."Kamu sudah mengubah nada deringmu?"Dulu Rhea sudah pernah mendengar nada dering ponsel Arieson, sepertinya berbeda dengan nada dering hari ini.Arieson tidak berbicara, dia mengambil ponselnya dan berjalan ke samping sebelum menjawab panggilan telepon tersebut.Tidak tahu mengapa, hati Rhea diliputi oleh kegelisahan, keningnya juga berkerut.Tak lama kemudian, Arieson sudah mengakhiri panggilan telepon itu, lalu berbalik dan berjalan menghampirinya."Aku ada sedikit urusan, perlu keluar sebentar, kamu tidur saja dulu."Selesai berbicara, dia berbalik, hendak pergi. Secara naluriah, Rhea menarik tangannya."Apa urusan itu sangat penting? Bisakah kamu tetap di sini untuk menemaniku ... aku ...."Rhea juga tidak tahu harus menggunakan alasan seperti

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status