หน้าหลัก / Rumah Tangga / RANJANG PANAS KAKAK IPAR / บทที่ 81 - บทที่ 90

บททั้งหมดของ RANJANG PANAS KAKAK IPAR: บทที่ 81 - บทที่ 90

132

Bab 81. Mau aku gigit lagi, hhm?

Nakalnya Gama membuat Zoya kewalahan. Begini kalau sudah kembali bersuami, harus mampu mengimbangi. Apalagi kalau memiliki yang seperti Gama tapi Zoya sangat bersyukur karena Gama selalu memperlakukannya dengan sangat lembut. Mereka keluar dengan gaya yang bertolak belakang. Kalau Zoya terlihat lemas, tapi tidak dengan Gama yang terlihat sumringah dan semakin bertenaga. Pria kalau keturutan ya begini. Tubuh Zoya serasa ngilu semua menuruti inginnya Gama. Dia pun memilih duduk di depan meja rias dan membiarkan Gama yang mengambilkan pakaian gantinya. Biarkan sekalian dilayani oleh suami. Siapa suruh membuatnya lelah begini. Tidak cukup di kolam renang, di kamar mandi pun kembali dihajar. Cup "Pakaiannya Sayang! Sini aku bantu!" ujar Gama. Zoya pun beranjak dari sana dan berdiri di hadapan Gama. Dia membiarkan saja Gama memasangkannya. Namun Zoya dibuat tercengang saat sadar dengan apa yang ia kenakan saat ini. Kedua mata Zoya terbelalak menatap tubuhnya dari pantulan c
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-18
อ่านเพิ่มเติม

Bab 82. Kamu Spesial Sayang

Gama dan Zoya segera berangkat setelah keduanya menghabiskan sarapan pagi buatan Bibi. Beruntung sekali ada beliau. Zoya jadi bisa lebih fokus pada Gama. "Sebentar Mas, jas kamu ini terlipat. Nanti jadi lusuh loh. Oh ya, kita akan ada meeting dengan klien di jam sembilan, Mas," ucap Zoya sebelum mereka masuk mobil. Lebih dulu Zoya merapikan penampilan Gama yang agak kurang enak dilihat. "Iya Sayang." Lembut suara Gama membuat Zoya mendongak menatap pria itu. "Tapi kali ini perusahaan besar loh, Mas. Pak Dito apa tidak mengatakan sesuatu sama kamu?" tanya Zoya. Dia segera masuk mobil setelah Gama membukakan pintunya dan disusul oleh Gama yang juga bergegas untuk masuk. "Belum, Dito mungkin lupa. Apa nama perusahaannya?" tanya Gama kemudian memasang safety belt sebelum melajukan mobilnya. "Namanya apa ya, sebentar aku cek dulu!" Zoya pun membuka email di ponselnya untuk mengecek nama perusahaan yang meminta kerja sama. pada mereka. Dengan teliti dia membaca satu persatu em
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-19
อ่านเพิ่มเติม

Bab 83. Micu Dulu, Sayang!

"Hhmm... " Gama diam mendengarkan penjelasan dari Dito. "Saya sudah menyelidiki semuanya. Benar memang anda adalah cucu laki-laki satu-satunya di keluarga Artanegara. Anda itu pewaris kekayaan setelah paman anda pun mendapatkan haknya." " Anda yang lebih memiliki wewenang akan kekayaan Artanegara dan saat ini mereka tengah membutuhkan anda karena paman anda yang sempat diberikan kesempatan, tidak bisa menjalankan perusahaan besar itu." "Nenek Anda betul-betul mengharapkan kepulangan anda, Pak Gama. Hanya anda satu-satunya yang bisa diandalkan. Maka dari itu kemarin kedatangannya memang sangat ingin bertemu dan membutuhkan pertolongan anda." "Mungkin karena perusahaan yang sudah mulai goyah semenjak dipegang paman anda. Sementara tidak ada lagi yang menggantikan beliau di sana. " Gama menarik nafas dalam setelah mendengar penjelasan dari Dito. Gama belum tau akan bertindak bagaimana untuk masalah ini karena memang dia masih sakit mengetahui nasib Ibunya. "Aku belum ing
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-20
อ่านเพิ่มเติม

Bab 84. Goda Gama

Zoya mendongak saat Gama mulai merusuh. Tangan pria itu sudah tidak bisa diam dan lidah Gama pun mulai mengeksekusi sesuai keinginan pria itu tadi. Micu-micu yang katanya untuk menambah semangat. Tangan Zoya meraih kepala Gama dan menjambak rambut pria itu. Begini jelas Zoya tak tahan. Apa lagi Gama begitu tau titik sensitifnya. Ampun-ampunan Zoya dibuatnya. "Mas jangan digigit!" Rengekan manja diselingi nafas yang memburu dan suara yang merdu membuat Gama semakin bersemangat. Memang paling suka kalau sudah membuat sang istri kelimpungan begini karena ulahnya. Sudah bisa dipastikan Zoya basah. "Mas sudah! Nanti kita telat. Kamu buat aku berantakan," keluh Zoya yang kemudian menunduk memperhatikan Gama yang mendongak menatapnya tapi masih menahan buah ceri yang mungil miliknya di dalam mulut pria itu. "Jangan kelewat nakalnya!" ujar Zoya tapi tak digubris oleh Gama. Masih ada waktu sekitar sepuluh menit lagi untuk menikmati bagian seksi milik istri. "Mas ya ampun, nanti
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-21
อ่านเพิ่มเติม

Bab 85. Gagal Meeting

Gama menoleh ke arah Dito setelah melihat siapa yang duduk di ruangan meeting saat ini. Tatapan Gama begitu tajam dan Dito hanya menunduk tanpa berani membuka suara sedangkan Zoya menatap bingung pada kedua orang yang duduk di sana. "Bodoh kamu, Dito!" umpat Gama. "Maafkan saya, Pak. Saya tadi hendak menjelaskan tapi tidak jadi karena Bu Zoya bicara," ucap Asisten Dito yang sudah pasti kena amuk oleh Gama karena lalai dalam bekerja. "Berani menyalahkan istri saya kamu? Dasar lelet!" Gama sewot sekali karena untuk memang masalah ini Dito sangat-sangat lambat dalam bekerja. Gama mendengus kesal. Tak mungkin juga akan keluar begitu saja. "Mas sudah! Kamu sapa dulu," bisik Zoya pada Gama yang berubah sikap menjadi terkesan dingin saat ini. Gama pun berdehem kemudian duduk di kursi khusus untuk pria itu dan diikuti oleh Zoya juga Asisten Dito. Mereka menduduki kursi masing-masing di meja meeting pagi ini. Di depan sana terlihat nenek yang tempo hari datang dan juga seorang
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-21
อ่านเพิ่มเติม

Bab 86. Aku Pegang Kata-katamu, Mas!

"Mas!" "Jangan bujuk aku, Sayang!" ujar Gama membuat langkah Zoya terhenti. Zoya begitu khawatir pada suaminya, bukan ingin membujuk karena sadar betul Gama masih sangat kesakitan hatinya. Namun perlahan langkah Zoya maju saat Gama terlihat menunduk di depan meja kerja dengan wajah semrawut. Gama mengusap kasar wajahnya dan meninju meja itu dengan sangat kencang. "Mas!" "Aku benci hal ini, Sayang!" sentak Gama. Pria itu terlihat sangat marah. Apa lagi adanya permintaan kerja sama dari perusahaan besar itu. Gama menganggap hanya sebagai lelucon yang mereka buat. Zoya mengangguk paham kemudian melangkah mendekati Gama. Tangannya terulur mengusap lengan Gama dan memperhatikan wajah pria itu dengan lekat. Ada secuil hati yang menyayangkan akan sikap Gama tadi tapi Zoya paham itu karena sakit hatinya Gama atas sikap keluarga sang Ayah di masa lalu. Namun mereka sekarang sudah meminta maaf dan masih menganggap Gama ada. Walaupun salah satu alasan mereka karena membutuh
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-23
อ่านเพิ่มเติม

Bab 87. SIBUK

Asisten Dito membungkuk saat Nenek dari atasannya dan juga paman yang mengatakan jika dirinya sombong beranjak dan keluar ruangan memutuskan untuk pulang. Akhirnya..... Namun Asisten Dito tidak menimpali sama sekali ejekan dari beliau. Asisten Dito membiarkan saja Bara Atmanegara sesuka hati mengatakan jika dirinya sombong. Toh yang dia melakukan itu semua untuk Gama. Bukan semata-mata karena inginnya. Yang Dito tau tidak dibenarkan untuk mengatur atasan. Bukannya begitu? Bawahan kok ngatur. "Salam untuk Gama ya, Nak. Katakan jika nenek pulang dan Nenek tunggu di rumah. Semoga Gama cepat berubah pikiran dan mau menemui Nenek." Nenek masih sama. Tidak berpikiran buruk dan sangat berharap. Asisten Dito pun sangat menghargai beliau. Sabar sekali menghadapi situasi seperti ini. "Baik, Nek. Jika yang ini nanti akan saya sampaikan." Dito masih sangat sopan pada Nenek. Dia pun mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam lift kemudian menutup menunggu sampai pintu tertutup.
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-25
อ่านเพิ่มเติม

Bab 88. Wanita Seksi

Zoya tersentak kala seseorang membentaknya dengan sangat kencang. Dia pun terkejut saat tengah buru-buru menuju kamar mandi, tapi tak sengaja menyenggol seseorang yang melintas tiba-tiba di hadapannya. Mana sempat Zoya ngerem kalau orang tersebut saja tiba-tiba melintas entah dari mana. Zoya juga hampir terjatuh setelah menyenggol wanita yang kini menatap garang ke arahnya. Ya, orang yang Zoya tabrak hingga minuman yang dipegang tumpah semua ke tubuhnya adalah seorang wanita cantik berambut panjang. Terlihat ayu, tapi tatapan matanya sangat tajam ke arahnya. Namun sepertinya Zoya pernah bertemu dengan wanita itu. Siapa? Dia tidak mungkin salah orang, tapi entah dimana dan kapan atau hanya dirinya saja yang salah ingat. "Maaf, Mbak. Saya tidak sengaja. Akan saya gantikan nanti minuman anda. Lagipula saya juga basah karena gelas minuman yang anda bawa mengenai tubuh saya." "Heh, ya kapok aja! Kalau sampai mengenai saya, abis kamu sama saya! Udah jalan nggak pakai mata. Ma
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-25
อ่านเพิ่มเติม

Bab 89. Ciuman Di Restoran

"Tidak perlu!" sahut Gama kemudian pria itu mengangkat tangannya memanggil waiters yang melintas. "Mbak!" "Saya Pak?" tanya waiters itu kemudian mendekati Gama. "Iya kamu," jawab Gama dengan jari telunjuk yang mengarah pada waiters tersebut. "Saya pesan vanila latte untuk orang ini! Nanti langsung kasih saja ke dia dan juga, billnya kasih ke saya. Saya ada di meja sebelah sana." Gama menunjuk ke arah mejanya agar nanti memudahkan pelayan dalam mengantarkan bill tersebut. "Baik, Kak. Akan kami buatkan." Pelayan tersebut pun segera pergi dari sana untuk membuatkan pesanan. Gama menoleh ke arah Zoya kemudian meraih tangan Zoya. Pria itu mengangguk pada sang istri dan mengajak kembali ke meja mereka. "Ayo Sayang! Urusan kita sudah selesai," ajak Gama. "Tapi, Mas. Aku mau pipis dulu." Zoya pun menahan Gama hingga pria itu tidak jadi beranjak dari sana. "Ya sudah aku antar. Jangan sendiri, Sayang! Kamu membuatku khawatir. Apa saja terjadi denganmu saat jauh dariku m
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-26
อ่านเพิ่มเติม

Bab 90. Menolak

"Mas kamu jangan gila! Banyak yang memperhatikan kita. Aku malu banget sumpah! Bagaimana jika ada yang mengabadikan dan sengaja mempostingnya? Sekarang apapun bisa jadi bahan demi viral, Mas!" sahut Zoya menolak ajakan yang Gama berikan. Zoya pun terlihat menunduk menyembunyikan wajahnya dari tatapan mata pengunjung lain. Ngeri saja kalau sampai ada yang berniat memviralkan apa yang mereka lakukan. Bisa tenar jalur instan nanti mereka. Sementara Gama hanya menyeringai mendengar penolakan dari Zoya dan segala bentuk pemikirannya. Gama melirik ke arah wanita sexy di belakang sana yang nampak masih memperhatikan tapi terlihat kesal ke arahnya. Tatapan puas pun terlihat jelas di wajah Gama saat melihat itu. "Mas kamu sengaja banget!" ujar Zoya hingga tatapan mata Gama beralih padanya. "Terkadang manusia itu ada yang bebal juga. Jika dengan ucapan dia tidak bisa mengerti, bisa dengan tindakan agar orang itu paham siapa dia sudah menginginkan suami orang." "Kamu terlalu tampan
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-03-01
อ่านเพิ่มเติม
ก่อนหน้า
1
...
7891011
...
14
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status