Home / Rumah Tangga / Dimadu Adik Sepupu Suamiku / Chapter 71 - Chapter 80

All Chapters of Dimadu Adik Sepupu Suamiku: Chapter 71 - Chapter 80

105 Chapters

071

Seorang bayi laki-laki lahir di rumah sakit tempat Danendra bekerja. Rasa senang dan haru melengkapi Danendra, melihat putra pertamanya lahir dengan sehat.Bayi mungil itu belum bisa dibawa ke ruang rawat ibunya untuk diperiksa."Selamat, ya, anak kita sudah lahir."Cempaka yang masih sulit bergerak hanya tersenyum memandang Danendra, dia tahu betapa gembira suaminya saat ini."Mana anaknya?" "Nanti suster akan bawa kemari."Pintu ruang rawat terbuka, menampilkan sosok Lukito dan Qonita dengan paras girang."Selamat buat Dane dan Cempaka. Cucu Mama mana?"Bersamaan dengan itu mereka saling bersalaman. "Sedang diperiksa dulu, Ma. Nanti dibawa kemari oleh suster."Keluarga itu terbawa arus percakapan yang menyenangkan satu sama lain.Di sela itu, ponsel Danendra berbunyi. Dia merogoh kantong kemeja, tampil nama Natali di sana."Aku keluar sebentar, ya, mengangkat telepon."Yang lain mengangguk, tidak begitu mempedulikan dengan siapa Danendra berkomunikasi. "Halo, Dane. Selamat buat k
last updateLast Updated : 2024-07-10
Read more

072

Cempaka telah diperbolehkan pulang setelah menginap tiga hari di rumah sakit. Qonita dan Lukito turut mendampingi kepulangan menantu dan cucu pertama mereka "Ini cucu dari Danendra yang telah lama kami nantikan. Moga kamu bisa mengasuh dengan penuh cinta, ya, Cempaka. Mama tahu tidak akan mudah selama perempuan bernama Natali itu masih menjadi istri Dane," ujar Qonita saat mereka hanya berdua di kamar."Ya, Ma. Pada Dane aku minta Natali tidak berkunjung kemari.""Baguslah, anak itu susah melihat keburukan Natali. Dia seolah-olah tersihir oleh perempuan itu."Putra Cempaka ditidurkan dalam kotak bayi yang tidak begitu jauh dari mereka. Sengaja Cempaka membedakan agar si bayi terbiasa dengan keadaan seperti itu."Mama harus menceritakan ini pada kamu, Cempaka." Qonita menggenggam tangan menantunya."Mama berulang kali mengatakannya jangan pernah tinggalkan Danendra apapun yang terjadi. Natali itu orang yang buruk, dia lihai mengendalikan Danendra dengan tipu daya sama seperti ibunya."
last updateLast Updated : 2024-07-11
Read more

073

Lukito dan Qonita telah kembali ke rumah mereka di Pulau Kalimantan. Hanya lima hari waktu yang dihabiskan di Bekasi.Danendra dan Cempaka memaklumi pekerjaan Lukito yang padat sehingga kehadiran Qonita menjadi sangat penting untuk mendampingi sang suami."Aku juga akan kembali ke Jakarta lusa, Saras akan bersekolah."Berat rasa hati Danendra melepas kepergian keluarga tercinta."Kamu di sini saja, mengapa harus ke Jakarta lagi. Siapa yang akan jaga kamu di sana dan mengurus Saras?""Aku bisa mempekerjakan orang sekitar," jawab Cempaka menoleh pada Danendra."Tidak baik lama-lama menyimpan kemarahan," ujar Danendra tanpa tahu Cempaka sebenarnya telah menyusun rencana baru."Siapa yang marah? Aku?" tunjuk Cempaka pada diri sendiri."Terus siapa lagi kalau bukan kamu?"Lantaran Danendra mengira dirinya marah, Cempaka mengikuti saja alur dugaan Danendra. "Mau tahu gimana agar aku tidak marah?""Sebutkan! Bukan hanya tidak marah, apa yang harus aku lakukan biar kamu balik tinggal bersama
last updateLast Updated : 2024-07-11
Read more

074

Malam hari saat Saras dan Keenan telah tertidur, Cempaka dihubungi oleh pekerja di toko bunga."Bu, besok yang akan bantu- bantu ibu di rumah akan datang, namanya Mbok Sumarni usianya 50 tahun, masih cekatan bekerja dan orangnya lembut," jelasnya. "Baik, terima kasih... bagaimana perkembangan di toko?""Semua lancar, Bu. Laporan bulan ini lusa akan saya kirim ke email Ibu."Cempaka senang karena memiliki pekerja yang bisa diandalkan.Ketukan pintu mengalihkan perhatian Cempaka dari ponselnya. Sekali lagi ketukan itu terdengar.Melihat jam dinding menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, Cempaka memutuskan untuk tidak membuka pintu.Dia takut kalau yang datang adalah tamu tak diundang. Ponsel Cempaka berbunyi, mengeluarkan suara yang cukup besar. Cepat-cepat dia menurunkan volume. Tertera nama Danendra di situ.Lantaran takut dan khawatir mendadak menyerang, Cempaka berbisik menjawab ponselnya."Halo.""Aku ada di depan, buka pintunya."Butuh beberapa detik bagi Cempaka untuk menge
last updateLast Updated : 2024-07-15
Read more

075

Selama sepekan Danendra bolak balik bekerja ke rumah sakit dari Jakarta. Dia ingin memastikan bila Cempaka mendapat layanan yang bagus dari kedua orang yang dipekerjakan.Cempaka berhasil mendapatkan orang yang membantu kebutuhan dirinya dan Keenan, tidak lain tetangga sekitar tempat tinggalnya. Lebih tenang Danendra meninggalkan anak istrinya, walaupun demikian hampir tiap hari Danendra meminta Cempaka bersedia tinggal di Bekasi lagi bersama dirinya.Saat Danendra selesai bekerja dan akan kembali ke Jakarta, di parkiran telah menunggu Natali yang berdiri dengan sorot tajam padanya."Kamu kemana seminggu ini? Lupa punya istri?"Danendra membuang napas perlahan, dari nada bicara Natali, Danendra tahu perempuan itu sedang marah."Ke sini naik apa? Ayo masuk ke mobil.""Tidak perlu! Aku bertanya sama kamu, kemana seminggu ini?!"Nada suara Natali meninggi seperti orang menghardik. Danendra melihat ke sekitar, ada beberapa pasien sedang berdiri menatap ke arah mereka."Natali, jangan mem
last updateLast Updated : 2024-07-15
Read more

076

Terdiam Cempaka mendengar pertanyaan Danendra, mereka hanya saling pandang."Tidak. Ada bukti menuduhku melakukannya?" tanya Cempaka ia pergi ke arah pintu kamar lalu menutupnya."Aku hanya bertanya," sahut Danendra khawatir bila Cempaka menjadi tersinggung."Aku tidak tertarik mengurusi hubungan kamu dengan Natali. Apa kamu lupa apa yang pernah aku katakan, kalau mau pergi dariku, ya, silakan... selesaikan pernikahan secara hukum," ucap Cempaka dengan tenang.Danendra menghela napas panjang dan dalam."Maaf, aku baru menyadari kalau nomor Natali telah diblokir dari ponselku," sesal Danendra tanpa mengubah suasana menjadi lebih baik."Sudah, tidurlah," ujar Cempaka tak bersemangat. Dia pergi ke sudut tempat tidur.Danendra melakukannya juga, ia merebahkan diri dan hanya bisa melihat punggung Cempaka.Cempaka memejamkan mata, hanya saja pikirannya menerawang ke segala penjuru mata angin.***Pagi ini Cempaka irit bicara, Danendra menyesali pertanyaan yang dilontarkan malam lalu."Saras
last updateLast Updated : 2024-07-17
Read more

077

Usai praktek di rumah sakit, saat Danendra makan siang, dia merasa ada orang di sampingnya. Begitu mendongak, Danendra malah terkejut melihat sosok Natali menjulang di sampingnya."Kamu ada jadwal kontrol?" tanya Danendra, seingatnya dengan kondisi Natali yang semakin membaik, istrinya hanya perlu sekali dua bulan kontrol ke dokter. Dan itu, bukan hari ini."Mau temui kamu," ucapnya mengulas senyum lalu menarik kursi untuk duduk di samping Danendra."Lantas?"Natali mencomot begitu saja lauk dari kotak makanan Danendra pakai jari."Belum cuci tangan, jorok," tegur Danendra menggeser kotak makanan menjauh.Natali tertawa. "Bercanda, kamu terlalu serius, ah." Dia membersihkan jari dengan tisu yang terletak di atas meja."Jadi, ke rumah sakit untuk apa?" tanya Danendra saat Natali ltak kunjung buka suara.Danendra melihat arloji, dia harus segera menyelesaikan makan siang mendekati jadwal tindakan operasi seorang pasien anak.Natali menyerahkan sebuah kotak berpita merah pada Danendra.
last updateLast Updated : 2024-07-21
Read more

078

Natali mengecek ponselnya, ada panggilan berulang dari Danendra yang diabaikan olehnya. Ia tersenyum miring sembari membayangkan kepanikan Danendra. Perempuan itu memutuskan pergi sejenak dari rumah, sementara Danendra menunggu di kediaman Natali dengan resah.Memutuskan menemui Natali adalah pilihan Danendra, ia perlu menuntaskan persoalan baru yang muncul di antara mereka."Kamu ke mana, sih?" Kekesalan Danendra memuncak, ia menemukan rumah Natali dalam keadaan kosong tanpa penghuni.Setelah panggilan dari Danendra berakhir, Natali mengulir ponselnya dan menghubungi seseorang, yakni Cempaka. Dia mengirimkan sebuah pesan singkat, padat, terpercaya disertai lampiran bukti foto. Natali merasa hidup yang dilakoninya cukup menarik. Dia butuh kemajuan.Di tempat lain, keadaan kesehatan Cempaka semakin baik. Meskipun belum bisa mengangkat benda yang berat-berat, mengurus putranya dia masih mampu.Terdengar suara pesan masuk lantaran masih sibuk dengan Keenan, Cempaka mengurungkan niat un
last updateLast Updated : 2024-07-22
Read more

079

Cempaka membiarkan Danendra kesakitan saat punggung pria itu membentur sisi meja. Dia mematikan sisi belas kasihan pada Danendra. "Aku tidak mau melihat kamu!" ucapnya dengan pelan, tetapi jelas."Maafkan aku, kita perlu membahas hal ini." Danendra bangkit lalu berlutut di hadapan istrinya.Mereka berbicara dengan berbisik, takut mengganggu anak-anak dan tetangga.Saat Danendra menyentuh tangan Cempaka, dengan cepat dia menepis lalu berdiri dan mengambil posisi di sisi ranjang lain.Danendra mendekat agar suaranya bisa didengar Cempaka, tetapi tidak lagi menyentuh tangan istrinya."Aku belum bisa pastikan apakah itu anakku," ucap Danendra mendapat sorotan tajam Cempaka. "Apa maksud kamu? Mau lari dari tanggungjawab?! Bukankah senang, istri tercinta kamu mengandung anakmu?" Bibir Cempaka miring ke atas lalu mengeluarkan suara udara."Aku yakin masih pegang teguh janjiku, Cempaka."Sontak Cempaka berdiri lalu menghadap pada Danendra. "Jangan karena demi janji, kamu melupakan kalau ka
last updateLast Updated : 2024-07-25
Read more

080

Masih kembali ke kontrakan Cempaka, Danendra sengaja melakukannya. Ia tahu Cempaka sedang dalam kondisi suasana hati yang buruk.Cempaka terkejut melihat keberadaan Danendra, hanya saja ia menahan diri untuk tidak memuntahkan amarah saat itu juga."Ada yang ketinggalan, sekalian mau mandi." Danendra menemukan alasan yang masuk akal.Cempaka tidak menyahut, ia membalik badan masuk ke kamar pribadi.Danendra menyusul dari belakang, saat Cempaka akan angkat suara, suaminya menyela."Aku hanya ingin pinjam handuk."Rahang Cempaka mengeras, napasnya juga berat. "Cepat pergi dari sini," ucap Cempaka pelan sembari melempar handuk pada Danendra. Pria itu tidak menyangka istrinya bisa bertindak kasar seperti itu. Namun, ia memaklumi dan yakin bila Cempaka yang asli tidaklah demikian."Malam ini apakah aku bisa menginap di sini?" tanya Danendra tanpa ragu.Cempaka menatap tak suka pada suaminya. "Istrimu sedang hamil, dia pasti butuh kamu.""Tapi aku tidak bisa meninggalkan kamu dengan masala
last updateLast Updated : 2024-07-25
Read more
PREV
1
...
67891011
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status