Desa Gayam mulai berbenah. Setelah perdebatan panjang mengenai mata air purba, para tetua desa, pemuka masyarakat, dan para pemuda seperti Mudra, Vanua, dan Sari akhirnya mencapai sebuah kesepakatan: Desa Gayam akan membangun pabrik air minum kemasan sendiri, bukan menjual mata air itu kepada perusahaan luar. Dengan begitu, desa dapat mengontrol sumber daya mereka sendiri dan memastikan keuntungan digunakan untuk kesejahteraan warga.Di bawah sinar mentari pagi yang hangat, para warga berkumpul di balai desa. Suasana dipenuhi dengan harapan dan sedikit ketegangan. Seorang perwakilan dari perusahaan air minum yang sebelumnya ingin membeli hak eksploitasi, seorang pria berkacamata dengan jas rapi, berdiri di depan warga dengan ekspresi serius.“Kami menawarkan investasi besar, bukan hanya untuk desa ini, tapi juga untuk masa depan generasi mendatang,” katanya. “Sepuluh milyar per tahun bukan angka kecil.”Kepala Desa Gayam menatap pria itu dengan mata tajam. “Tapi berapa lama sebelum de
Terakhir Diperbarui : 2025-04-02 Baca selengkapnya